
December
10, 2015
Khutbah
Pertama:
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
…
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Segala
puji hanya milik Allah yang telah menurunkan kitab-Nya sebagai petunjuk bagi
manusia. Dan yang mengutus Rasul-Nya sebagai hujjah atas mereka. Shalawat serta
salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari
kiamat.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Marilah
kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan cara
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Juga dengan mengimani
semua berita dan kisah yang disebutkan di dalam Alquran.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Pada
kesempatan kalia ini, kami akan sampaikan sebuah hadits Rasulullah ﷺ
yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya:
إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ
“Sesungguhnya
Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal bagi kalian. Dia meridhai kalian
untuk menyembah-Nya, dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, serta
berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan tidak berpecah belah. Dia pun membenci
tiga hal bagi kalian, menceritakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak
bertanya, dan membuang-buang harta.” (HR. Muslim no. 1715)
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Dalam
hadits ini terdapat beberapa pelajaran berharga yang harus kita perhatikan.
Pelajaran
pertama: kita wajib mentauhidkan Allah ﷻ dalam beribadah. Tauhid merupakan pondasi
agama Islam. Tidak akan tegak agama ini kecuali dengan tauhid. Tauhid merupakan
kewajiban yang pertama yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim. Tauhid
merupakan hak Allah ﷻ yang paling besar. Rasulullah ﷺ bersabda,
يَا مُعَاذُ أتَدْرِي ما حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ ؟ قال قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ ، قَالَ: حَقَّه عَلَيهم أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، أَتَدْرِي ماَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ إِذَا فَعَلوُا ذلِكَ قُلْتُ : اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ ، قَالَ: حَقُّهُمْ عَلَيْهِ أَنْ لاَ يُعَذِّبَهُمْ
“Wahai
Muadz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba-hambaNya?” Muadz menjawab,
“Aku berkata, ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Nabi
shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hak Allah atas mereka
adalah hendaknya mereka menyembahNya dan tidak mempersekutukanNya dengan
sesuatu. Tahukah kamu apa hak para hamba atas Allah bila mereka melakukan hal
itu?” Aku menjawab, “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.”
Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hak mereka atas Allah
adalah bahwa Dia tidak mengazab mereka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Tauhid
adalah dakwah para rasul. Mulai dari Nuh ‘alaihissalam hingga Nabi
Muhammad ﷺ. Maka, sudah seharusnya seorang muslim mempelajari tauhid
sebelum mempelajari yang lainnya. Allah ﷻ berfirman,
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka
ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang benar kecuali
Allah..” (QS:Muhammad | Ayat: 19).
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Pelajaran
kedua: kewajiban menjauhi syirik. Yaitu menyekutukan Allah ﷻ dalam
beribadah kepada-Nya.
Syirik
merupakan bentuk kezhaliman yang paling besar serta pelanggaran terhadap hak
Allah ﷻ.
Allah
ﷻ
berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan
(ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah,
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
besar”. (QS:Luqman | Ayat: 13).
Allah
ﷻ
mengancam orang yang melakukan perbuatan syirik dengan ancaman yang membuat
merinding orang yang beriman karena takut. Yaitu, dosa syirik tidak akan
diampuni dan kekal di dalam neraka.
Namun
merupakan suatu musibah yang besar pada zaman ini, banyak orang terjerumus ke
dalam perbuatan syirik. Keengganan mereka mempelajari tauhid adalah salah satu
sebabnya. Sungguh merugi orang yang banyak melakukan amalan kebajikan, namun
tidak diterima oleh Allah ﷻ. Mengapa? Karena ia campurkan
ibadah-ibadahnya dengan perbuatan syirik. Allah ﷻ berfirman,
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan
sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu.
“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan
tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (QS:Az-Zumar | Ayat:
65).
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Pelajaran
ketiga: kita wajib berpegang teguh dengan tali Allah, dan tidak boleh berpecah
belah.
Allah
ﷻ
berfirman,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
“Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai.” (QS:Ali Imran | Ayat: 103).
Dalam
ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan kita agar berpegang teguh dengan Alquran dan
Sunnah Rasulullah ﷺ. Dan Dia melarang kita dari perpecahan. Terlebih di zaman
fitnah banyak tersebar yang menggiring manusia menuju jalan yang salah. Maka,
tidak ada jalan lain untuk menangkal fitnah-fitnah tersebut kecuali dengan
berpegang pada Alquran dan Sunnah Rasulullah ﷺ sesuai dengan pemahaman salaf ash-shaleh.
Rasulullah ﷺ bersabda,
فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Barangsiapa
di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan
yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah
Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang
teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.” (HR.
at-Tirmidzi).
Inilah
tiga hal yang apabila kita melaksanakannya, Allah ﷻ akan ridha kepada kita.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا
بَعْدُ:
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Kemudian,
tiga hal yang dibenci oleh Allah ﷻ yang disebutkan dalam hadits yang sedang
kita bahas adalah:
Pertama: menyebarkan berita yang tidak jelas
kebenarannya.
Karena
hal tersebut hanya akan menimbulkan fitnah dan permusuhan. Sehingga Allah ﷻ
melarang hal ini, dan memerintahkan kita agar melakukan tabayyun (mengecek
kebenarannya), apabila kita mendengar sebuah berita. Allah ﷻ berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai
orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu
berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal
atas perbuatanmu itu.” (QS:Al-Hujuraat | Ayat: 6).
Bahkan
Rasulullah ﷺ mengancam orang yang suka memberitakan setiap apa yang ia
dengar, dengan memberikan predikat pembohong. Rasulullah ﷺ bersabda,
كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukuplah
seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia
dengar.” (HR. Muslim).
Kedua: banyak bertanya tentang sesuatu yang
tidak perlu.
Perbuatan
ini merupakan sebab hancurnya umat-umat terdahulu. Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.
“Apa
saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku
perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya apa
yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya
dan menyelisihi Nabi-nabi mereka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Oleh
sebab itu, para sahabat mengatakan, “Kami dan kami taat terhadap perintah
Allah dan Rasul-Nya”. Dan begitulah seharusnya sikap seorang mukmin
terhadap perintah Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ. Allah ﷻ berfirman,
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
“Dan
tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang
mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada
bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang
nyata.” (QS:Al-Ahzab | Ayat: 36).
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Ketiga: menghambur-hamburkan harta pada
suatu yang tidak bermanfaat.
Harta
merupakan amanah dari Allah ﷻ yang akan ditanyakan pada hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua
kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya
mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan,
(3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai
tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi).
Maka
seorang muslim hendaknya menggunakan hartanya untuk suatu hal yang bernilai
ibadah di sisi Allah ﷻ. Itulah tiga hal yang dicintai Allah dan tiga hal yang
dibenci-Nya.
Kebenaran
datang dari Allah ﷻ, kesalahn dari kami dan dari setan. Dan Allah ﷻ berlepas diri
dari kesalahan tersebut.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
اَللَّهُمَّ
افْتَحْ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَ قَوْمِنَا
بِالْحَقِّ
وَأَنْتَ
خَيْرُ الفَاتِحِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
عِلْمًا نَافِعًا
وَرِزْقًا
طَيِّبًا
وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
وَصَلَّى
اللهُ عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
www.KhotbahJumat.com