
June
11, 2015
Khutbah
Pertama:
﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (1) يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ ﴾ [سبأ: 1–٢] ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اَلْحَلِيْمُ الشَّكُوْرُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .
أَمَّا
بَعْدُ
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
عِبَادَ
اللهِ:
اِتَّقُوْا
اللهَ تَعَالَى،
Takwa
adalah pondasi kebahagiaan dan jalan menuju kesuksesan di dunia dan akhirat.
Ketauhilah wahai hamba Allah, Allah ﷻ mengajak hamba-hamba-Nya berpikir dan
merenungi tanda-tanda kebesaran-Nya yang telah Dia ciptakan. Merenungi tentang
ciptaan-Nya yang sempurna dan agung yang menunjukkan betapa agung dan mulianya
pencipta makhluk-makhluk tersebut. Betapa banyak ayat-ayat Alquran yang memberi
penjelasan yang begitu gamblang akan kesempurnaah sang Khalik, Allah ﷻ.
Ada
yang menyatakan, “Dalam segala sesuatu terdapat tanda-tanda
keagungan-Nya, Yang menunjukkan ke-Maha Esaannya”.
Ibadallah,
Di
antara tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah ﷻ yang menunjukkan ke-Maha Sempurnaan-Nya
adalah bumi ini. Bumi yang menjadi tempat manusia hidup dan berjalan di
atasanya. Di dalam bumi sendiri sangat banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang
menunjukkan Dialah Yang Maha Sempurna. Allah ﷻ,
إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya
pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk
orang-orang yang beriman.” (QS:Al-Jaatsiyah | Ayat: 3).
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ
“Dan
di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang
yakin.” (QS:Adz-Dzaariyat | Ayat: 20).
أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ (17) وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ (18) وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ (19) وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
“Maka
apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? Dan langit,
bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi
bagaimana ia dihamparkan?” (QS:Al-Ghaasyiyah | Ayat: 17-20).
Betapa
agungnya ayat-ayat Allah ﷻ ini. Semuanya menujukkan betapa sempurnanya Dia ﷻ.
Bumi ini, Allah adakan bukan untuk main-main, sia-sia, atau bahkan berbuat
kebatilan. Yang demikian jauh dari hikmah dan kebaikan. Maha Suci Allah dari
melakukan perbuatan yang sia-sia seperti ini. Allah ﷻ tidak menciptakannya sia-sia. Malah Dia
berikan kepada penghuni bumi kenikmatan yang banyak. Kenikmatan yang tidak
hingga jumlahnya.
وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ (10) فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ (11) وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ (12) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Dan
Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan
pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan
bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu
dustakan?” (QS:Ar-Rahmaan | Ayat: 13).
Ibadallah,
Di
antara tanda kebesaran dan kekuasaan Allah ﷻ di bumi adalah Allah tidak menjadikan bumi
itu bergoncang atau hancur menghilang. Padahal ia berada di alam yang memiliki
ruang. Ada benda-benda tata surya yang bisa saling menghancurkan. Allah ﷻ
berfirman,
إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَنْ تَزُولَا وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Sesungguhnya
Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya
akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS:Faathir
| Ayat: 41).
Dia ﷻ
juga berfirman,
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ
“Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan
iradat-Nya.” (QS:Ar-Ruum | Ayat: 25).
Maha
Besar dan Maha Suci Allah. Betapa agungnya kekuasaan-Nya. Dia berkemampuan
menahan bumi agar tidak bergoncang dan menghilang. Ini adalah tanda
kekuasaan-Nya dan kesempurnaan ciptaan-Nya. Tidak ada sesembahan-sesembahan
selain Allah yang dapat melakukan demikian. Bahkan sesembahan selain Allah ﷻ
tidak mampu menolak bahaya dan mendatangkan manfaat untuk diri mereka sendiri.
Dia-lah Allah ﷻ, Rabb Yang Maha Agung.
Allah
menyempurnakan penciptaan bumi dengan memancangkan gunung-gunung sebagai
pengokoh dumi dan juga sebagai keindahan serta nikmat-nikmat lainnya.
وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ
“Dan
Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama
kamu.” (QS:An-Nahl | Ayat: 15).
وَالْجِبَالَ أَرْسَاه
“Dan
gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh.” (QS:An-Naazi’aat |
Ayat: 32).
Allah
ﷻ
menjadikan gunung untuk menjaga agar bumi tidak bergoncang. Gunung-gunung itu
tegak dan menghujam ke dalam bumi. Allah ﷻ menjadikannya bagaikan paku untuk bumi
agar ia tetap kuat dan kokoh.
Kemudian
Allah menghamparkan bumi ini untuk para hamba-Nya. Agar hamba-hamba tersebut
bisa hidup di atasnya. Allah ﷻ berfirman,
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا
“Dan
Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan.” (QS:Nuh | Ayat: 19).
Dan
firman-Nya juga,
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah
Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya
dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali
setelah) dibangkitkan.” (QS:Al-Mulk | Ayat: 15).
وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا
“Dan
Kami hamparkan bumi itu.” (QS:Qaaf | Ayat: 7).
Alangkah
agung penciptan-Nya. Allah menghamparkan bumi. Di atasnya ada jalan-jalan.
Padanya juga kapal-kapal bisa berlayar. Di bumi itu pula manusia dan
makhluk-makhluk lainnya mengais rezeki mereka dan mencari kenikmatan-kenimatan
yang telah Allah anugerahkan. Alangkah agung dan sempurna ciptaan-Nya.
Ibadallah,
Di
antara tanda kebesaran Allah yang lainnya, yang ada di bumi adalah Anda melihat
ada bagian bumi yang kering yang tidak tumbuh di sana tumbuh-tumbuhan, kemudian
Allah ﷻ turunkan air lalu tumbuhlah tumbuh-tumbuhan yang hijau
menyejukkan pandangan. Dan ini adalah ayat-ayat Allah ﷻ yang menunjukkan kebesaran-Nya.
Menunjukkan Dialah Tuhan yang sebenarnya. Dan Dialah yang berkuasa atas segala
sesuatu. Allah ﷻ berfirman,
وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (5) ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِ الْمَوْتَى وَأَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (6) وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ
“Dan
kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di
atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam
tumbuh-tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah,
Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan
sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat
itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah
membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (QS:Al-Hajj | Ayat: 5-7).
Ibadallah,
Tanda-tanda
kebesaran dan keagungan-Nya yang lain, yang ada di muka bumi adalah variasinya
jenis-jenis tumbuhan. Beda bentuknya, warnanya, buahnya, rasanya, dll. padahal
tumbuh-tumbuhan itu disirami dengan air yang sama. Yaitu air yang berasal dari
langit yang sama. Alangkah agungnya tanda-tanda kebesaran-Nya. Allah ﷻ
berfirman,
وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
“Dan
di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur,
tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang,
disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu
atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.”
(QS:Ar-Ra’d | Ayat: 4).
Ibadallah,
Allah
jadikan bumi ini kokoh bagi para hamba-Nya. Bumi itu tenang tidak membuat orang
yang tinggal di atasnya berdesak-desakan. Allah ﷻ berfirman,
اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا
“Allah-lah
yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap…” (QS:Al-Mu’min
| Ayat: 64).
Bumi
itu kokoh, orang yang berjalan di atasnya tenang tidak terombang-ambing.
Alangkah besar tanda kekuasaan Allah ﷻ di bumi.
Perhatikan
dan renungkanlah, ketika bumi ini bergoncang, goncangan gempa yang hanya
terjadi pada suatu waktu dan pada bagian tertentu saja. Lihatlah manusia
kehilangan ketenangan mereka. Itu hanya terjadi di sebagian tempat dan dalam
waktu yang singkat. Apabila gempa itu sangat kuat, maka ia bisa membinasakan
manusia.
Kita
mendengar baru-baru ini terjadi gempa di sebagian wilayah dunia. Terjadi dalam
suatu malam, namun mengakibatkan ribuan nyawa melayang. Ribuan manusia binasa
dalam satu waktu saja. Rumah-rumah mereka hancur. Kebun dan ladang mereka
rusak. Ini adalah tanda kebesaran Allah. Allah ﷻ mampu mematikan ribuan manusia dalam satu
waktu. Dialah yang kuasa atas segala sesuatu. Allah ﷻ berfirman,
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
“Dan
Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.”
(QS:Al-Israa’ | Ayat: 59).
Allah
ﷻ
memberi pengajaran dan pelajaran bagi hamba-hamba-Nya. Agar mereka kembali
ingat betapa mereka itu lemah dan Allah ﷻ adalah yang Maha Kuat, Maha Mulia, dan
Maha Sempurna. Dia kuasa atas segala sesuatu.
Tidakkah
hamba-hamba Allah mengingat nikmat tenang dan tidak bergoncangnya bumi. Bumi
tempat mereka tinggal dan berjalan. Renungkanlah wahai hamba Allah, kalau
sekiranya bumi yang ada di bawah kita ini, yang kita sedang duduk dan berjalan
di atasnya, ia terus bergetar, bagaimana keadaan kita? Bagaimana keadaan
manusia? Bagimana keadaan rumah-rumah dan bangunan? Bagaimana keadaan tanaman
di perkebunan?
Ibadallah,
Manfaat
itulah yang kadang tidak kita rasakan seabgai kenikmatan. Ketenangan bumi
inilah yang sudah kita anggap biasa sehingga sedikitnya syukur kita kepada-Nya.
Hendaknya kita merenungkan tanda kebesaran Allah. Hendaknya kita menyambut
seruan dan perintah-Nya. Ada seorang ulama salaf yang berkata ketika terjadi
gempa. Ia berkata kepada orang-orang, “Sesungguhnya Rabb kalian
mengingatkan kalian agar kembali kepada-Nya”. Hendaknya seorang hamba
kembali dan bertaubat kepada Allah. Mengingat kebesaran-Nya. Mengingat kembali
bahwasanya Allah menciptakan mereka untuk menaati mereka.
Dijelaskan
dalam buku-buku sirah bahwasanya terjadi gempa bumi di Kota Madinah, di zaman
Umar bin al-Khattab radhiallahu
‘anhu. Umar pun berdiri dan berkhotbah menasihati dan
mengingatkan masyarakat. Di antara yang beliau katakana adalah, “Kalau
gempa ini terjadi lagi, aku tidak akan tinggal bersama kalian lagi di kota
ini”. Maksud beliau tidak mau lagi, karena kalian setelah bersalah tidak
segera kembali kepada Allah.
Ibadallah,
Hendaknya
kita bertaubat kepada Allah. Mengingat nikmat-nikmat dan anugerah-Nya kepada
kita. Mengingat apa yang telah Dia beri kepada kita di bumi ini. Dia mengadakan
kita dari tidak ada. Dia telah membuat bumi tenang sehingga kita bisa hidup dan
berjalan di atasnya dengan tenang pula. Kepada Allah lah kita semestinya taat.
Dan kepada-Nya pula mestinya kita merasa takut. Wajib agi kita para hamba
menerima perintah-perintah-Nya. Dan rahmat serta kasih sayang-Nya lah yang kita
harapkan.
اَللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَى وَ أَعِنَّا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ المُتَعَظِّيْنَ المُعْتَبِرِيْنَ، وَاجْعَلْ لَنَا فِيْمَنِ ابْتَلَيْتَهُمْ مِنْ عِبَادِكَ عِظَةً وَعِبْرَةً، وَلَا تَجْعَلْنَا لِغَيْرِنَا عِظَةٍ وَعِبْرَةٍ، اَللَّهُمَّ اهْدِنَا سَوَاءَ السَّبِيْلِ وَأَعِنَّا يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ.
أَقُوْلُ
مَا تَسْمَعُوْنَ
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
يَغْفِرْ
لَكُمْ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ .
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ، وَاسِعِ الفَضْلِ وَالجُوْدِ وَالاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ
اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى.
Ibadallah,
Marilah
kita merenungkan dan memikirkan keadaan kita dan keadaan bumi ini. Allah ﷻ
berfirman,
وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا (17) ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا
“Dan
Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia
mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari
kiamat) dengan sebenar-benarnya.” (QS:Nuh | Ayat: 18).
Sesungguhnya
manusia itu berasal dari bumi ini. Karena bapak mereka, Adam, dan keturunannya
diciptakan dari tanah. Allah ﷻ menciptakan manusia dari tanah dan akan
mengembalikan mereka kepadanya pula. Orang-orang yang wafat akan dikubur di
bumi. Allah telah mencukupkan bumi bagi manusia, baik saat mereka masih hidup
ataupun telah meninggal dunia.
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا (25) أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا
“Bukankah
Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, orang-orang hidup dan orang-orang
mati?” (QS:Al-Mursalaat | Ayat: 26).
Allah
ﷻ
telah mencukupkan bumi kepada manusia. Mereka hidup dan tinggal di atasnya
semasa hidup mereka. Kemudian mereka berada di dalam bumi saat mereka telah
meninggal dunia.
ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا
“Kemudian
Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada
hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.” (QS:Nuh | Ayat: 18).
Kemudian
manusia kembali dibangkitkan dan dikeluarkan dari bumi untuk berdiri di hadapan
Allah ﷻ mempertanggung-jawabkan amalan mereka. allah ﷻ akan
menghisab amalan-amalan yang telah mereka perbuat selama tinggal di muka bumi.
Apakah mereka hidup di bumi dalam keadaan beribadah kepada Allah, khusyuk
menunaikan perintah-Nya. Sebagaiman firman Allah ﷻ tentang ibadurrahman?
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
“Dan
hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di
atas bumi dengan rendah hati.” (QS:Al-Furqaan | Ayat: 63).
Ataukah
mereka hidup di bumi dengan berbuat kerusakan, sombong, dan congkak? Hisab dan
perhitungan amal di hadapan Allah pada hari kiamat tergantung dengan amalan
seorang hamba selamA hidup di dunia.
يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ
“(Yaitu)
pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit…”
(QS:Ibrahim | Ayat: 48).
Ibadallah,
Kembalilah
kepada-Nya. Kembalilah kepada-Nya dengan menaati-Nya. Melaksanakan perintah-Nya
dan mempersiapkan diri saat berdiri di hadapan-Nya. Orang yang cerdas adalah
mereka yang mampu menundukkan hawa nafsunya, beramal untuk persiapan kehidupan
setelah kematian. Dan orang yang lemah adalah mereka yang mengikuti hawa
nafsunya dan panjang angan-angannya.
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا رَعَاكُمُ اللهُ عَلَى خَيْرِ مَنْ مَشِي عَلَى الأَرْضِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ صَلَوَاتُهُ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَارْضَّ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَاشِدِيْنَ
اَلْأَئِمَّةَ
المَهْدِيِيْنَ؛
أَبِيْ
بَكْرِ الصِّدْيْق،
وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِيٍّ،
وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ وَ
كَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الْأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ
وَاحْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنَ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا،
وَاجْعَلْ
وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَّ
أَمْرِنَا
لِمَا
تُحِبُّ
وَتَرْضَى
وَأَعِنْهُ
عَلَى البِرِّ
وَالتَّقْوَى،
اَللَّهُمَّ
وَأَلْبِسْهُ
ثَوْبَ
الصِحَّةَ
العَافِيَةَ
وَارْزُقْهُ
البِطَانَةَ
الصَّالِحَةَ
النَاصِحَةَ،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
جَمِيْعَ
وُلَاةَ
أَمْرِ
المُسْلِمِيْنَ
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَاتِّبَاعِ
سُنَّةِ
نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ .
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا، أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا.
اَللَّهُمَّ
أَعِنَّا
وَلَا تُعِنْ
عَلَيْنَا،
وَانْصُرْنَا
وَلَا
تَنْصُرْ
عَلَيْنَا،
وَامْكُرْ
لَنَا وَلَا
تُمْكِرْ
عَلَيْنَا،
وَاهْدِنَا
وَيَسِّرْ
الهُدَى
لَنَا،
وَانْصُرْنَا
عَلَى مَنْ
بَغَى
عَلَيْنَا.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
ذُنُبَنَا
كُلَّهُ؛
دِقَّهُ وَجِلَّهُ،
أَوَّلَهُ
وَآخِرَهُ،
سِرَّهُ وَعَلَّنَهُ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا
إِنَّا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
الخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
العَالَمِيْنَ،
وَصَلَّى
اللهُ وَبَارَكَ
وَأَنْعَمَ
عَلَى عَبْدِهِ
وَرَسُوْلِهِ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
.
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com