
June
24, 2011
***
[Khutbah Jumat]
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِي تَسَآءَلُونَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ الله كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعِ
اللهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ الله
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صلى الله عليه
و سلم وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي النَّارِ.
اللهم صَل
عَلَى
مُحَمدٍ،
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلمْ.
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Keadaan surga yang akan dimasuki oleh orang-orang yang beriman
kelak di Hari Akhir, telah termaktub di dalam
Kitabullah dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Lalu,
bagaimana gambaran atau keadaan “Surga” yang ada di dunia ini,
khususnya di rumah kita? Bagaimana hakikat “Rumahku Adalah
Surgaku”?
Kita sering menyaksikan dan bahkan mungkin mengalami di dalam
keluarga kita, di rumah kita, suatu keadaan yang membuat sempit dada, tegangnya
urat leher, naiknya darah ke ubun-ubun kepala, gemertaknya gigi sembari
mengepalnya tangan. Itulah keadaan yang diakibatkan oleh berbagai ulah anggota
keluarga yang tidak pada tempatnya. Orang sering mengatakan, “Rumahku
bagai neraka, yang membuat seluruh anggota keluarga tak kerasan tinggal di
dalamnya. Ia penuh dengan malapetaka. Bahtera rumah tangga terhempas karenanya.
Cita-cita keluarga hanya tinggal angan-angan belaka. Alangkah sengsaranya
dunia”
Percekcokan, saling ejek, egoistis, piring terbang sering terjadi,
hingga kekerasan fisik mewarnai perjalanan rumah tangga yang jauh dari sakinah
mawaddah warahmah.
Kita semua tentu saja tidak menginginkan hal itu terjadi. Akan
tetapi, seringkali anggota sebuah rumah tangga tidak mampu menahan hal
tersebut, sekaligus tidak memiliki bekal yang cukup dan hidayah dari-Nya untuk
mewujudkan keluarga sakinah
mawaddah warahmah, keluarga cermin “Rumahku Adalah
Surgaku”.
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Di awal khutbah telah disampaikan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman,
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .
“Hai
sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari
yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya
Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah
kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama
lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga
dan mengawasi kamu.” (An-Nisa`: 1).
Kita yang hadir di masjid yang mulia ini adalah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita diseru oleh-Nya agar bertakwa kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala
juga menginformasikan bahwasanya diciptakan-Nya pula pasangan hidup kita
masing-masing yakni istri-istri kita masing-masing. Melalui pasangan
suami-istri (pasutri) inilah, Allah Subhanahu
wa Ta’ala memperkembangbiakkan manusia yang banyak jumlahnya,
laki-laki dan perempuan. Pergaulan suami istri yang Allah taqdirkan membuahkan
hasil berupa anak, hendaknya atas dasar takwa, sehingga pergaulan suami istri
tersebut benar-benar membuahkan anak-anak shalih dan shalihah. Selanjutnya
jumlah manusia yang banyak itu hendaknya tetap menjaga silaturahim, menjaga
hubungan baik secara harmonis, sebab pada asalnya manusia adalah satu rahim
(satu keturunan yang sama).
Jamaah Jumat
Rahimakumullah
Untuk menjaga pasutri dan anak-anak, serta anggota keluarga
lainnya agar tetap hidup harmonis, penuh kasih sayang di bawah ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala
(mawaddah warahmah)
yang hal itu merupakan wujud dari rumahku surgaku, maka beberapa kiat berikut
ini layak untuk ditempuh yakni:
Pertama, jaga masing-masing hak dan kewajiban anggota rumah
tangga.
Allah Subhanahu
wa Ta’ala telah berfirman,
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan para
wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang
ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan
daripada istrinya. Dan Allah Maha-perkasa lagi Mahabijaksana.”
(Al-Baqarah: 228).
Rasulullah sallallahu
‘alaihi wasallam telah bersabda,
“Dari Mu’awiyah bin Haidah al-Qusyairi diriwayatkan
bahwa ia berkata, ‘Aku pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa hak
istri salah seorang di antara kami atas suaminya?’ Beliau menjawab,
‘Hendaknya kamu
memberinya makan sebagaimana yang kamu makan, memberinya pakaian sebagaimana
yang kamu kenakan, dan jangan kamu pukul wajah, jangan menjelek-jelekkan, serta
janganlah kamu tidak mengajak bicara kepadanya kecuali di rumah saja’.”
(H.R. Abu Dawud no.2142, hadits ini hasan shahih menurut al-Albani).
Beliau sallallahu
‘alaihi wasallam juga telah bersabda,
أَلَا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَأَمَّا حَقُّكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ فَلاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ، وَلَا يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُوْنَ، أَلَا وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فِي كِسْوَتِهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ.
“Ketahuilah,
bahwa kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian, dan istri-istri kalian
juga memiliki hak terhadap diri kalian. Adapun hak kalian terhadap istri-istri
kalian adalah: Hendaknya mereka tidak membiarkan orang yang tidak kalian sukai
untuk tidur di atas tempat tidur kalian, dan tidak mengizinkan orang yang tidak
kalian sukai masuk ke rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian
adalah: Hendaknya kalian memberi pakaian dan makanan yang baik kepada mereka.”
(H.R. at-Tirmidzi no.1161, menurutnya hadits hasan gharib).
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Kedua, saling menasihati di dalam kebenaran, kesabaran, dan
keikhlasan atas dasar kasih sayang dan dengan cara yang lembut. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Sesungguhnya
manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan
nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-Ashr :
2-3).
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Maka,
disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan
diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi
mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila
kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Ali
Imran: 159).
Saling menasihati merupakan pilar penjaga harmonisasi keluarga,
sebab manusia adalah makhluk yang suka lupa. Jika salah satu lupa dan yang
lainnya mengingatkan (menasihati) dengan cara yang lembut, maka pasangannya
tetap berada di dalam jalan yang benar. Dan ini tentu saja yang dikehendaki
bersama.
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Ketiga, sebagai pasutri dan anggota keluarga lainnya yang
senantiasa menghendaki rumahku adalah surgaku, keluarga yang mulia karena
takwa, tinggi derajat karena beriman dan berilmu, maka sudah seharusnya untuk
senantiasa berlomba untuk mewujudkan Surga dunia dan akhirat. Sebagaimana yang
Allah Subhanahu wa
Ta’ala gambarkan berikut ini di dalam Firman-Nya,
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ . الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ . وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ الله وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ُ
“Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat
akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang
dapat mengampuni dosa selain daripada Allah. Dan mereka tidak meneruskan
perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran:
133-135).
Pasutri dan anggota keluarga lainnya yang hendak mewujudkan surga
dunia dan akhirat, yang mewujudkan rumahku surgaku, maka hendaknya mereka
senantiasa:
1. Berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit.
2. Menahan amarah.
3. Memaafkan kesalahan orang lain.
4. Bertaubat.
Jamaah Jumat
Rahimakumullah
Keempat, anggota keluarga yang dapat mewujudkan rumahku surgaku
adalah mereka yang senantiasa tolong menolong dan bekerja sama di dalam
kebajikan dan ketakwaan. Mereka akan senantiasa mengenyahkan keburukan,
permusuhan, dan perbuatan dosa lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَتَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan
tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada
Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Ma`idah:
2).
Berdasarkan kerja sama dan tolong menolong atas dasar kebajikan
dan takwa itulah, setiap munculnya problematika keluarga, akan dapat diatasi,
dihadapi, dan diselesaikan dengan solusi yang menyenangkan, bukan berakhir
dengan mengenaskan.
Itulah sekelumit kiat yang, insya
Allah, dapat mengantarkan keluarga kita semuanya menuju kepada
cinta sejati, cinta dari Sang Pencipta. Kiat yang apabila kita dapat
mewujudkannya, semoga dapat membantu untuk meraih ridha-Nya semata,
bagaimanapun keadaan kita. Itulah kiat yang dapat mengantarkan kita kepada
kebahagiaan yang hakiki dunia hingga akhirat. Kebahagiaan yang hanya akan dapat
diraih oleh orang-orang yang benar-benar beriman, bertakwa, dan hidup Islami.
بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا اللهُ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِـرُ الله لِيْ وَلَكُمْ.
[Khutbah Kedua]
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
قَالَ
الله
تَعَالَى:
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
اللهم
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Pada khutbah kedua ini, khatib hendak menyimpulkan pembahasan pada
khutbah pertama. Sesungguhnya untuk mewujudkan gambaran rumahku surgaku, ada
beberapa kiat yang selayaknya kita tempuh di dalam mengarungi hidup berumah
tangga, yakni:
Pertama, hendaknya setiap anggota rumah tangga (suami, istri,
anak-anak, dan anggota keluarga lainnya jika berupa keluarga besar) dapat
menjaga hak dan kewajiban masing-masing secara seimbang dan penuh keikhlasan,
kesabaran, dan kesungguhan, sesuai dengan kedudukannya masing-masing di dalam
keluarga.
Kedua, saling nasihat-menasihati di dalam kebenaran, kesabaran,
dan keikhlasan atas dasar kasih sayang dan dengan cara yang lembut.
Ketiga, sebagai pasutri dan anggota keluarga lainnya yang
senantiasa menghendaki rumahku adalah surgaku, keluarga yang mulia karena
takwa, tinggi derajat karena beriman dan berilmu, maka sudah seharusnya untuk
senantiasa berlomba untuk mewujudkan surga dunia dan akhirat.
Keempat, anggota keluarga yang dapat mewujudkan rumahku surgaku
adalah mereka yang senantiasa tolong menolong dan bekerja sama di dalam
kebajikan dan ketakwaan. Mereka akan senantiasa mengenyahkan keburukan,
permusuhan, dan perbuatan dosa lainnya.
Bahtera berlayar menuju cita
Senyum
tersungging penuh harap
Badai menggulung
menerpa
Mengantar
bahtera melaju semesta
Menuju kecintaan
abadi di surga
Kekasih yang
dinanti nan dipuja
Sesungguhnya kebahagiaan sejati, cinta yang tulus murni,
kesejahteraan yang abadi hanyalah ada pada sisi Rabbul ‘alamin. Karena itu, selayaknya
setiap Mukmin, untuk terus berusaha meraihnya dengan modal keikhlasan dan
kesungguhannya di dalam mencontoh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam.
Kebahagiaan di dunia ini, yang kebanyakan manusia mengejarnya,
sekaligus melupakan akhirat, hanyalah akan didapatkan sementara waktu dan
itulah fatamorgana. Kebahagiaan yang menipu, sementara, sekejap, akan tetapi
berakhir dengan kesengsaraan yang berkepanjangan. Hanya mata-mata yang silau
dengan gemerlap dunia ini yang akan tertipu dengan pandangan sepintas itu. Oleh
karena itu, berhati-hati di dalam hidup di dunia ini merupakan salah satu
karakter orang-orang yang bertakwa, sehingga tidak akan tertipu oleh
gemerlapnya dunia.
Ingatlah, bahwasanya kesenangan dunia merupakan tipuan.
Firman-Nya,
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي اْلأَخِرَةِ عَذَابُُ شَدِيدُُ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانُُ وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَآ إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang
melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga
tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya
menga-gumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat
warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan
ampunan dari Allah serta keridha-an-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain
hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20).
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Marilah kita akhiri khutbah yang singkat ini dengan menundukkan
hati, pikiran, dan perasaan kita, kita rendahkan diri kita serendah-rendahnya
di hadapan Rabbul
‘alamin, sambil memohon kepada-Nya agar kiranya Allah Subhanahu wa Ta’ala
berkenan mengabulkan doa kita, memudahkan urusan kita di dalam meraih cinta dan
ridha-Nya, menolong kita di dalam taat kepada-Nya dan mencontoh Nabi-Nya,
memberikan kekuatan kepada kita untuk mengenyahkan kebatilan dari diri kita dan
keluarga kita, serta masyarakat kita.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اللهم
بَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ
،
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ
نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ.
Penulis: Ustadz Suroso Abdus Salam
Disalin dari buku Kumpulan Khutbah Jum’at
Pilihan Setahun Edisi Kedua, Darul Haq, Jakarta (alsofwah.or.id) dengan sedikit
penyuntingan oleh Tim Redaksi KhotbahJumat.com
Artikel wwwKhotbahJumat.com