
August
30, 2015
Khutbah
Pertama:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ خَلَقَ الإِنْسَانَ، عَلَّمَهُ البَيَانَ، وَحَذَّرَهُ مِنْ آفَاتِ اللِسَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَدَتاً تُفْتَحُ لِقَائِلِهَا أَبْوَابَ الجِنَانِ، وَتُغْلَقُ عَنْ أَبْوَابِ النِيْرَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُؤَيِّدُ بِالمُعْجِزَاتِ وَالبُرْهَانِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، أَهْلُ البِرِّ وَالإِيْمَانِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا.
أَمَّا
بَعْدُ:
أيُّهَا
النَّاسُ،
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى، وَتَحْفَظُوْا
مِنْ
أَلْسِنَتِكُمْ،
وَحْذَرُوْا
مِنْ
عَوَاقِبِ
كَلَامِكُمْ،
قَالَ اللهُ
سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى:
(يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيداً*
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَنْ يُطِعْ
اللَّهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزاً
عَظِيماً)،
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada
Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu
amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati
Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang
besar.” (QS:Al-Ahzab | Ayat: 70-71).
وَقَالَ تَعَالَى:(أَلَمْ تَرَى كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ* تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ* وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ* يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ)،
“Tidakkah
kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik
seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah
membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut
dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu
dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang
zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS:Ibrahim | Ayat: 24-27).
وَقَالَ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang
siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau
diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ:” وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ.
Adakah
yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang
hidungnya) di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi).
Bertakwalah
wahai hamba Allah. jagalah lisan-lisan kalian. Hiasilah perkataan kalian.
Karena apa yang kita ucapkan akan diperhitungkan. Dan dicatat dalam buku
catatan amalan. Allah ﷻ berfirman,
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada
suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas
yang selalu hadir.” (QS:Qaaf | Ayat: 18).
Firman-Nya
juga,
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
“Apakah
mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?
Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu
mencatat di sisi mereka.” (QS:Az-Zukhruf | Ayat: 80).
Bertakwalah
wahai hamba Allah,
Ketahuilah,
ucapan kita akan membelenggu kita. Karena kita akan dihisab lantaran ucapan.
Siapa yang mengucapkan ucapan yang baik, maka ia akan menuai hasil yang baik.
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ
“Kepada-Nya-lah
naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.”
(QS:Faathir | Ayat: 10).
Adapun
kalimat keburukan akan disesali pelakunya pada hari penyesalan tidak lagi
berguna. Dan sejelek-jelek ucapan, dan seburuk-buruknya perkataan adalah yang
menyekutukan Allah ﷻ. Yaitu orang-orang yang berdoa dan beribadah kepada selain
Allah. Beristighatsah kepada selain-Nya. Dan ucapan-ucapan lainnya yang
mengandung kesyirikan. Maka jauhilah perkataan-perkataan demikian.
Termasuk
seburuk-buruk ucapan juga adalah berkata tentang Allah tanpa ilmu. Ini setara
dengan kesyirikan, bahkan bisa jadi lebih buruk dari syirik. Allah ﷻ
berfirman,
وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ
“(mengharamkan)
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk
itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui”. (QS:Al-A’raf | Ayat: 33).
Seperti
ucapan seseorang “Allah telah menghalalkan hal ini” atau “Dia
telah mengharamkan itu”. Hal itu diucapkan tanpa dasar dari Alquran dan
sunnah. Ini adalah berkata tentang Allah tanpa ilmu. Perbuatan ini tidak boleh
dilakukan. Orang yang boleh berbicara ini halal dan ini haram adalah mereka
yang memiliki ilmu dan bashirah.
Juga
termasuk perkataan yang sangat buruk adalah sumpah palsu. Ucapan demikian juga
setara dengan menyekutukan Allah. Seseorang menjadikan persaksian sebagai
sesuatu untuk menakut-nakuti teman dan keluarganya. Atau ia menolong mereka
dengan sumpah palsu tersebut. Walaupun ia tidak mengetahui apa yang ia
katakana. Allah ﷻ berfirman,
إِلاَّ مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“akan
tetapi (orang yang dapat memberi syafa´at ialah) orang yang mengakui yang
benar dan mereka meyakini(nya).” (QS:Az-Zukhruf | Ayat: 86).
وَمَا شَهِدْنَا إِلاَّ بِمَا عَلِمْنَا
“dan
kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui.” (QS:Yusuf | Ayat: 81).
Tidak
boleh bagi siapapun untuk memberikan persaksian kecuali jika ia juju dalam
persaksiannya. Berkeinginan menjelaskan kebenaran. Bukan berkeingan buruk dan
cenderung kepada salah satu pihak.
Ucapan
buruk yang lainnya adalah ghibah dan namimah. Ghibah adalah menyebutkan sesuatu
tentang seseorang yang ia tidak suka kalau hal itu diceritakan. Sedangkan
naminah menyebarkan berita di antara manusia dengan tujuan untuk merusak
hubungan. Atau kita kenal dengan adu domba. Allah ﷻ berfirman,
وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيم
“dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima
Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS:Al-Hujuraat | Ayat: 12).
Allah
ﷻ
juga berfirman,
وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَهِينٍ* هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ* مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
“Dan
janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak
mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan
baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa.” (QS:Al-Qalam | Ayat:
10-12).
Ghibah
dan namimah adalah seburuk-buruk perkataan yang merusak hubungan sesama
manusia. Ia menanamkan permusuhan. Demikian juga sombong dan bangga diri,
meremehkan orang lain, dll. dari perkataan-perkatan buruk yang merusak hubungan
makhluk. Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً ، يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّمَ » .
“Sesungguhnya
seorang hamba mengucapkan ucapan (yang mengandung) keridhaan Allah, ia tidak
memperdulikannya, maka niscya Allah akan mengangkat derajatnya disebabkannya,
dan Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan ucapan (yang mengandung) kemurkaan
Allah, yang ia tidak perdulikan, niscaya akan menceburkannya ke dalam neraka
Jahannam.” (HR. Bukhari).
Bertakwalah
kepada Allah wahai hamba Allah,
Jagalah
lisan-lisan kalian. Karena lisan adalah anggota badan yang paling penting untuk
dijaga. Semua anggota badan berlindung dari keburukan lisan. Semua anggota
badan berkata kepada lisan, “Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
keistiqomahan kami tergantung padamu. Jika engkau lurus, maka kami pun akan
lurus. Jika engkau melenceng, maka kami pun melenceng”. Nabi ﷺ
bersabda,
سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النّاَسَ الْجَنَّةَ؟ فَقَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ؟ فَقَالَ: الْفَمُ وَالْفَرْجُ.
Nabi
ﷺ
ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Surga, maka beliau
menjawab, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” Dan ketika
ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Neraka, maka beliau ﷺ
menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi).
Jauhilah
perkataan yang kotor, zina, dan perbuatan keji. Nabi ﷺ bersabda,
مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa
bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua
janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”
Bertakwalah
wahai hamba Allah,
Jagalah
lisan karena lisan adalah senjata yang memiliki dua sisi. Banyak orang tidak
peduli dengan ucapan lisannya. Terkadang ia mengungkit-ungkit keburukan orang
lain, lalu dsebarkan kepada orang lain.
إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّناً وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
“(Ingatlah)
di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan
dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya
suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”
(QS:An-Nuur | Ayat: 15).
Wajib
bagi seorang muslim menyibukkan dirinya dengan kesalahannya sendiri. Dan tidak
sibuk dengan kesalahan orang lain. Kecuali dalam rangka menasihati. Adapun
menjadikan aib dan kesalahan mereka sebagai bahan omongan dalam suatu tempat
dan pertemuan, maka yang demikian adalah dosa besar. Termasuk juga orang-orang
yang duduk mendengarkannya. Ia termasuk dalam kelompok orang-orang yang ghibah.
Bertakwalah
wahai hamba Allah
Lisan
dapat mendatangkan kebaikan jika Anda gunakan dalam kebaikan pula. Digunakan
untuk berdzikir kepada Allah, menaatinya, mengucapkan ucapan yang baik. Lisan
juga dapat mendatangkan keburukan jika Anda gunakan dalam keburukan. Digunakan
untuk ghibah, namimah, ucapan-ucapan yang haram, dll.
Dan
di zaman sekarang ini, alangkah mudahnya berbuat ghibah. Alangkah mudahnya
mengadu domba. Apalagi lisan adalah anggota badan yang tidak capek dan lelah
apabila digunakan. Digunakan sebanyak-banyaknya, lisan tidak akan merasa capek
dan lelah. Sehingga lisan ini sangat berbahaya, kecuali bagi mereka yang
bertakwa kepada Allah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً
“Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah
perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan
mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya,
maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS:Al-Ahzab
| Ayat: 70-71).
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعْنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ البَيَانِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَإِخْوَانِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا،
أَمَّا
بَعْدُ:
أَيُّهَا
النَّاسُ،
اِتَّقُوْا
اللهَ تَعَالَى،
Ketauhilah
di antara hal yang paling buruk yang ada pada seorang hamba adalah ucapan
dusta. Karena dusta adalah sifat orang-orang munafik. Rasulullah ﷺ
bersabda,
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda-tanda
orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia
mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat.” (Hadits Shahih
Bukhari).
Sifat
pertama dari sifat-sifat jeleknya orang-orang munafik adalah dusta. Namun
banyak orang tidak peduli akan hal ini. Mereka menjadikan dusta bagian dari
canda. Menjadikan dusta untuk bahan tawa. Dia tidak menyadari telah
menjerumuskan dirinya dalam dusta. Memaparkan dirinya dalam bahaya. Sementara
dia duduk santai bercerita. Bercerita tentang sesuatu yang tidak membawa
manfaat.
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
“Di
antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang
tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi).
Seorang
muslim adalah mereka yang menjaga lisannya. Mereka menggunakannya dalam hal-hal
yang berfaidah. Yang bermanfaat bagi dirinya dan kaum muslimin. allah ﷻ
berfirman,
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْناً
“serta
ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS:Al-Baqarah | Ayat:
83).
Ucapan
adalah sesuatu yang ringan bagi lisan. Ucapan apapun. Akan tetapi kalimat yang
ringan namun buruk itu dapat menyeret pemiliknya ke neraka. Abu Bakar
radhiallahu ‘anhu pernah memegang lidahnya. Kemudia ia berkata,
“Inilah yang telah menjerumuskanku”.
Abdullah
bin al-Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Wahai manusia,
katakanlah yang baik-baik niscaya engkau beruntung. Atau diam dari perkataan
jelek, engkau akan selamat. Jika tidak (kalian lakukan kedua hal itu) sungguh
kalian akan menyesal”.
Allah
ﷻ
berfirman,
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
“Tidak
ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan
dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma´ruf,
atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat
demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya
pahala yang besar.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 114).
Nabi
ﷺ
bersabda,
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua
kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman
yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha
Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR.
Bukhari dan Muslim).
Perbanyaklah
mengucapkan kalimat yang baik ini. Mengucapkan dzikir laa ilaaha illallaah. Dan
dzikir-dzikir lainnya. Kemudian membaca Alquran. Mengucapkan kalimat tasbih,
tahmid, dan takbir. Niscaya Anda memetik hasilnya di surga. Surga yang di
dalamnya Anda tidak mendapatkan beban apapun.
Lisan
adalah permasalahan yang besar. Digunakan dalam kebaikan, ia akan menghasilkan
kebaikan yang banyak. Dan amalan lisan itu ringan. Namun jika digunakan untuk
kejelekan akan memasukkan seseorang ke dalam neraka dan kemurkaan Allah. Oleh
karena itu, marilah kita jaga lisan kita.
Bertakwalah
wahai hamba Allah,
Jagalah
lisan. Hiasilah perkataan. Apa saja yang terdapat kebaikannya, maka katakanlah.
Dan apa saja yang berdampak buruk, maka diamlah. Inilah pengamalan hadits Nabi ﷺ,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang
siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau
diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.
وَعَلَيْكُمْ
بِالْجَمَاعَةِ،
فَإِنَّ يَدَ
اللهِ عَلَى
الجَمَاعَةِ
وَمَنْ شَذَّ شَذَّ
فِي
النَّارِ،
وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ
أَمَرَكُم
بِأَمْرٍ
بَدَأَ
فِيْهِ بِنَفْسِهِ
فَقَالَ
سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى:
(إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا)،
اللَّهُمَّ
صلِّ وسلِّم
عَلَى
عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنْ
خُلَفَائِهِ
الرَاشِدِيْنَ،
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ،
أَبِي
بَكْرٍ،
وَعُمَرَ،
وَعُثْمَانَ،
وَعَلِيٍّ،
وَعَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ،
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنِ،
وَاجْعَلْ
هَذَا
البَلَدَ
آمِناً مُطْمَئِنّاً،
وَسَائِرَ
بِلَادِ
المُسْلِمِيْنَ
عَامَةً يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
ادْفَعْ
عَنَّا
الغَلَا
وَالْوَبَا
وَالرِبَا
وَالزِّنَا
وَالْزَلَازِلَ
وَالِمَحَنَ
وَسُوْءَ الفِتَنِ
مَا ظَهَرَ
مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ
بِلَادِنَا
هَذَا
خَاصَةً
وَعَنْ بِلَادِ
المُسْلِمِيْنَ
عَامَةً يَا
رَبَّ العَالَمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَلِّي
عَلَيْنَا
خِيَارَنَا
وَكْفِيْنَا
شَرَّ
شِرَرَنَا
وَلَا
تُسَلِّطْ عَلَيْنَا
بِذُنُوْبِنَا
مَا لَا
يَخَافُوْكَ
وَلَا
يَرْحَمُنَا،
اَللَّهُمَّ
اجْعَلْ
وِلَيَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ العَالَمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَّ أَمْرِنَا
لِمَا فِيْهِ
صَلَاحِهِ
وَصَلَاحِ
الإِسْلَامِ
وَالمُسْلِمِيْنَ،
اَللّهُمَّ
أَصْلِحْ
بِطَانَتَهُ
وَجُلَسَاءَهُ
وَمُسْتَشَارِيْهِ
وَأَبْعِدْ
عَنْهُ
بِطَانَةَ
السُّوْءِ وَالمُفْسِدِيْنَ
(رَبَّنَا
تَقَبَّلْ مِنَّا
إِنَّكَ
أَنْتَ
السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ)،
وَقِنَا
شَرَّ الفِتَنِ
مَا ظَهَرَ
مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ
(رَبَّنَا
تَقَبَّلْ
مِنَّا
إِنَّكَ
أَنْتَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ)،
(وَتُبْ
عَلَيْنَا إِنَّكَ
أَنْتَ
التَّوَّابُ
الرَّحِيمُ).
عِبَادَ
اللهِ، (إِنَّ
اللَّهَ
يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ
ذِي الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنْ
الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ)،
(وَأَوْفُوا
بِعَهْدِ
اللَّهِ إِذَا
عَاهَدْتُمْ
وَلا
تَنقُضُوا
الأَيْمَانَ
بَعْدَ
تَوْكِيدِهَا
وَقَدْ
جَعَلْتُمْ
اللَّهَ
عَلَيْكُمْ
كَفِيلاً
إِنَّ اللَّهَ
يَعْلَمُ مَا
تَفْعَلُونَ)،
فَاذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ،
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ،
وَاللهُ
يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُوْنَ
.
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Shaleh al-Fauzan hafizhahullah
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel www.KhotbahJumat.com