
November
10, 2011
الحَمْدُ
لله
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَتُوْبُ
إِلَيْهِ ،
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
الله فَلاَ
مُضِلَ لَهُ ،
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلَنْ
تَجِدَ لَهُ
وَلِيًا مُرْشِدًا
، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلهَ إِلَّا
الله
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
؛ أَرْسَلَهُ
بِالْهُدَى
وَدِيْنِ
الحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّيْنِ
كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ
الكَافِرُوْنَ
، اللّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى
عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ
الدِّيْنِ .
أما بعد..
Jamaah
sekalian, bertakwalah kepada Allah, Rabb
kalian, bertobatlah kepada-Nya dari kemaksiatan dan kembali menuju ketaatan
kepada-Nya. Kembali mendekat setelah menjauh dari-Nya. Kembali dan menuju
kesucian setelah bergelimang dengan najisnya dosa. Sesungguhnya Allah mencintai
orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersih lagi suci. Ketauhilah,
bahwasanya Allah memerintahkan kita untuk bertobat kepada-Nya. Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ
وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada
Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
(Q.s. An-Nur: 31).
Imam
muslim meriwayatkan dalam sahihnya, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Wahai
manusia, bertobatlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya
100 kali dalam sehari semalam.” Tobat dari dosa dan
kemaksiatan merupakan suatu kewajiban berdsarkan perintah Allah dan rasul-Nya.
Jamaah
sekalian, sesungguhnya perbuatan dosa dan kemaksiatan memberikan ke-mudharat-an yang banyak.
Ia merupakan sebab musibah, bencana, dan malapetaka. Allah berfirman,
وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu
maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan
sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.s.
Asy-Syura: 30).
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang
menyalahi perintah rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang
pedih.” (Q.s. An-Nur: 63).
وَلاَيَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُم بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلَّ قَرِيبًا مِّن دَارِهِمْ حَتَّى يَأْتِيَ وَعْدُ اللهِ إِنَّ اللهَ لاَيُخْلِفُ الْمِيعَادَ
“Dan orang-orang yang kafir senantiasa
ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi
dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya
Allah tidak menyalahi janji.” (Q.s. Ar-Ra’d: 31).
Sesungguhnya
‘ibadallah,
sebab-sebab itu semua adalah dosa dan kemaksiatan. Allah berfirman,
فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ اْلأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَاكَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami
siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan
kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras
yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan
di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak
menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”
(Q.s. Al-Ankabut: 40).
مِّمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُم مِّن دُونِ اللهِ أَنصَارًا
“Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka,
mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat
penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.” (Q.s. Nuh:
25)
Ayyuhal
Muslimun, kita
menyadari, tidak seorang pun yang ma’shum
bebas dari dosa kecuali orang-orang yang Allah jaga. Dalam Sahih Muslim, dari Abu
Hurairah radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Andaikata kalian tidak berbuat dosa,
maka Allah akan mengganti kalian dengan suatu kaum yang berdosa kemudian mereka
bersegera bertobat kepada Allah. Allah pun langsung mengampuni mereka.”
Dalam
riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa,
dan sebaik-baik pelaku dosa adalah mereka yang bertobat.”
Dengan
demikian Allah melapangkan pintu tobat untuk mengabulkan tobat tersebut. Allah
berfirman,
وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَاتَفْعَلُونَ
“Dan Dialah yang menerima tobat dari
hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu
kerjakan.” (QS. Asy-Syura: 25).
Ayyuhal
muslimun,
sesungguhnya tobat adalah kembalinya seseorang dari kemaksiatan menuju
ketaatan. Dan syarat diterimanya tobat ada tiga. Apabila tidak terdapat satu
saja dari tiga poin ini, maka tidak diterima tobatnya. Syarat tersebut adalah:
Apabila
kemaksiatan tersebut berkaitan dengan interaksi dengan orang lain, maka perlu
ditambahkan syarat yang keempat, yaitu mengembalikan sesuatu yang semestinya
menjadi hak orang tersebut atau meminta maaf pada orang yang pernah dizalimi.
Apabila
melewatkan ibadah di masa lalu, maka dapat ia qadha dan apabila menzalimi orang lain, maka
tunaikanlah haknya. Marilah kita semua bertobat kepada Allah ayyuhal muslimun dan
jangan menunda-nundanya. Ketauhilah, bahwasanya tobat dapat menghapuskan
dosa-dosa masa lalu, walaupun dosa tersebut adalah dosa besar. Karena Allah
Dia-lah Yang Maha Menerima Tobat dan Maha Penyayang. Allah berfirman,
قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku
yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa
dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosasemuanya.
Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”
(Q.s. Az-Zumar: 53)
باَرَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الكَرِيْمِ وَنَفَعْنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فَيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِكْرِ الحَكِيْم . أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلسَّائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ .
الحَمْدُ
للهِ غَافِرِ
الذَنْبِ
قَابِلِ التَوْبِ
شَدِيْدِ
العِقَابِ ،
ذِي الطَوْلِ
لَا إِلهَ
إِلَّا هُوَ
إِلَيْهِ
المَصِيْر ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
البَشِيْرَ
النَذِيْرَ ؛
صلى الله عليه
وعلى آله
وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
فِي القَوْلِ
وَالفِعْلِ
وَالاِعْتِقَادِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا .
أما بعد
Ayyuhannas, bertakwalah kepada Allah, taati dan
kerjakanlah perintah-Nya bukan malah bermaksiat kepada-Nya. Bersegeralah
bertobat kepada-Nya sebelum pintu tobat tertutup rapat. Sesungguhnya Allah
tidak menerima tobat seorang hamba apabila ruhnya telah menepi di
tenggorokannya. Allah berfirman,
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْئَانَ وَلاَالَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلاَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
“Dan tidaklah tobat itu diterima Allah
dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal
kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya
saya bertobat sekarang.’” (Q.s. An-Nisa: 18).
Bertobatlah
kepada Allah ayyuhal
muslimun dan perbanyaklah amalan-amalan ketaatan yang semata-mata
ikhlas mengharap pahala dari Allah dan sesuai dengan sunah rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Orang yang pintar adalah orang yang menundukkan dirinya agar beramal untuk
bekal setelah mati. Dan orang yang pandir adalah orang yang memperturutkan hawa
nafsunya dan berharap kepada Allah sebuah angan-angan kosong.
Ucapkanlah
shalawat dan salam untuk dia yang telah memberikan kabar gembira dan
peringatan, seorang pelita yang menerangi, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Demikianlah Allah telah memuliakannya dalam kitab-Nya,
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(Q.s. Al-Ahzab: 56)
Rasulullah
pun telah menerangkan keutamaan shalawat tersebut dengan sabdanya,
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku
dengan satu shalawat, maka Allah akan bershalawat atasnya sebanyak 10 kali.”
اللَّهُمَّ
صَلِّ
وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى
عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
صَاحِبُ
المَقَامِ
المَحْمُوْد
وَالحَوْضِ
المَوْرُوْد
وَارضَ
اللّهُمَّ عَن
خُلَفَاءِهِ
الرَّاشِدِيْنَ
الهَادِيِّيْنَ
المَهْدِيِّيْنَ
أَبِي بَكْرٍ
وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ
وَعَلِي ، وَارْضَ
اللّهُمَّ
عَن
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ
، وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِيْنِ ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ بِمَنِكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اللّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
، وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ ،
واحم
حَوْزَةَ
الِإسْلَامِ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ
. اللّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمْتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْهُمْ
هُدَاةً
مُهْتَدِيْنَ
يَقُوْلُوْنَ
بِالحَقِّ
وَبِهِ
يَعْدِلُوْنَ
. اللهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
الأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ
. اللّهُمَّ
اغْفِر
ذُنُوْبَ
المُذْنِبِيْنَ
وَتُبْ عَلَى
التَائِبِيْنَ
وَاكْتُبْ
الصِحَّةَ
وَالعَافِيَةَ
لِلْحُجَّاجِ
وَالمُعْتَمِرِيْنَ
وَالمُقِيْمِيْنَ
وَالمُسَافِرِيْنَ
مِنَ
المُسْلِمِيْنَ
.
اللّهُمَّ
أَحْسِنْ
عَاقِبَتَنَا
فِي الأُمُوْرِ
كُلِّهَا
وَأَجِرْنَا
مِنْ خِزْيِ
الدُّنْيَا
وَعَذَابِ
الآخِرَةِ .
اللّهُمَّ
أَصْلِحْ
لَنَا
دِيْنَنَا
اَلَّذِيْ هُوَ
عِصْمَةُ
أَمْرِنَا ،
وَأَصْلِحْ
لَنَا دُنْيَانَا
التِي
فِيْهَا
مَعَاشِنَا ،
وَأَصْلِحْ
لَنَا
آخِرَتَنَا
التِي
إِلَيْهَا
مَعَادِنَا ،
وَاجْعَلْ
الحَيَاةَ
زِيَادَةً
لَنَا فِي
كُلِّ خَيْرٍ
وَالمَوْتَ رَاحَةً
لَنَا مِنْ
كُلِّ شَرٍ .
رَبَّنَا اغْفِرْ
لَنَا وَلِإِخْوَانِنِا
الذِيْنَ
سَبَقُوْنَا
بِالإِيْمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوْبِنَا
غِلًّا
لِلَّذِيْنَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوْفٌ
رَحِيْمٌ .
رَبَّنَا لَا تُزِغْ
قُلُوْبَنَا
بَعْدَ إِذْ
هَدَيْتَنَا
وَهَبْ لَنَا
مِنْ
لَّدُنْكَ
رَحْمَةً إِنَّكَ
أَنْتَ الوَهَّابُ
. رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُنْيَا حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَارِ.
عباد الله :
إِنَّ اللهَ
يَأْمُرُكُم
بِالعَدْلِ
وَالإحْسَان
وَإِيْتَاءِ
ذِيْ القُرْبَى
وَالنَهْيُ
عَنِ
الفَحْشَاءِ
وَالمُنْكَرِ
وَالبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ العَلِيَ
العَظِيْمَ
الجَلِيْلَ
يَذْكُرُكُمْ
،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ
يِزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرْ
وَاللهُ يَعَلَمُ
مَا
تَصْنَعُوْنَ.
Sumber:
http://www.al-badr.net/web/index.php?page=lecture&action=lec&lec=296
Diterjemahkan oleh redaksi www.khotbahjumat.com
Artikel www.khotbahjumat.com