
November
3, 2015
Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ؛ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ
مَعَاشِرَ
المُؤْمِنِيْنَ:
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى؛
فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى
اللهَ
وَقَاهُ
وَأَرْشَدَهُ
إِلَى خَيْرٍ
أُمُوْرٍ
دِيْنِهِ
وَدُنْيَاهُ .
Ibadallah,
Al-Khoir
(kebaikan) adalah sebuah kata yang mencakup segala yang dimanfaatkan oleh
manusia, dan kebaikan berada di tangan Allah Yang menguasai Kerajaan. Allah
berfirman :
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٢٦)
Katakanlah:
“Wahai Tuhan yang mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada
orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut Kerajaan dari orang yang Engkau
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang
yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya
Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imron: 26).
Seluruh
kebaikan yang diperoleh dari sisi para hamba kalau bukan karena Allah yang
memberikan mereka kemampuan untuk meraihnya dan membimbing mereka maka mereka
tidak akan mampu meraihnya.
Mengerjakan
kebajikan adalah tugas para nabi dan merupakan ciri orang-orang yang beruntung.
Allah berfirman :
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ (٧٣)
“Kami
telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk
dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan
kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka
selalu menyembah.” (QS. Al-Anbiyaa: 73).
Diantara
doa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيِرَاتِ وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ
“Ya
Allah aku memohon kepadamu untuk mengerjakan kebajikan dan meninggalkan
kemunkaran.” (HR. At-Thirmidzi).
Dan
perbuatan kebajikan mengantarkan kepada istiqomahnya kehidupan individu dan
masyarakat. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu
dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj:
77).
Seorang
mukmin janganlah meremehkan kebaikan sedikit dan sekecil apapun. Allah Ta’ala berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧)
“Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat
(balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7).
Dan
sesungguhnya kita umat Islam –bagaimanapun kondisi kita- adalah umat yang
terbaik yang dikeluarkan bagi manusia. Keterbaikan ini bukanlah bentuk fanatik
kesukuan bukan pula karena untuk kebangsaan tertentu tanpa kebangsaan yang
lainnya. Allah berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
(QS. Ali Imron: 110).
Diantara
tanda-tanda keterbaikan adalah amar ma’ruf dan nahi munkar. Kalau
seandainya dilipat hamparannya, ditinggalkan ilmunya dan penerapannya, maka
akan tersebar kesesatan, beredar kebodohan, negeri akan rusak, dan manusia akan
binasa.
Keterbaikan
senantiasa menyertai seorang mukmin dalam segala kondisinya jika imannya
sempurna. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam. Bersabda :
“Sungguh
menakjubkan perkara seorang mukmin, seluruh perkaranya adalah baik, dan hal ini
tidak berlaku kecuali kepada seorang mukmin. Jika ia merasakan kesenangan maka
ia bersyukur maka ini yang terbaik baginya, dan jika ia ditimpa kesulitan maka
iapun bersabar, dan inilah yang terbaik baginya.” (HR. Muslim).
Seorang
mukmin akan meraih keterbaikan melalui mempelajari Alquran da mengajarkannya.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik
kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR.
Al-Bukhari).
Hal
ini memotivasi seorang muslim untuk mendorong putra putrinya untuk mempelajari
Alquran di halaqoh-halaqoh Alquran, mendidik mereka untuk mencintai kitab Rabb
mereka untuk menimba dari sumber airnya yang tidak akan pernah kering. Maka
seluruh kebaikan dan keterbaikan ada pada Alquran, agar mereka bahagia di dunia
sebelum di akhirat.
Seorang
muslim meraih keterbaikan dengan menuntut ilmu syar’i dan mendalaminya.
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
“Barangsiapa
yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah memahamkannya agama.”
Ilmu
merupakan perkara yang harus ada dalam kebangkitan umat dan pembangunan
peradaban, serta pengembangan masyarakat dan memajukannya ke arah masa depan
yang cemerlang.
Diantara
keterbaikan adalah mengagungkan perkara-perkara yang terhormat di sisi Allah.
Allah berfirman :
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ
“Demikianlah
(perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi
Allah.” (QS. Al-Hajj: 30).
Dan
perkara-perkara yang terhormat di sisi Allah adalah hak-hak Allah Ta’ala. dan
menjalankan hak Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam.
Termasuk
mengagungkan syiar-syiar Allah yang terkait dengan waktu ialah menghormati
bulan Ramadhan. Termasuk mengagungkan hal-hal yang dimuliakan Allah ialah tidak
menganggap remeh dosa-dosa kecil. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
(( إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فإنهن يحتمعن على الرجل حتى يهلكنه ))
“Janganlah
kalian anggap remeh dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa kecil tersebut terkumpul
pada diri seseorang, hingga membinasakannya.” (HR. Ahmad).
Keterbaikan
juga ada pada seorang mukmin yang kuat fisiknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
(( الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كلٍّ خيرٌ ))
“Orang
mukmin yang berbadan kuat lebih baik dan lebih disenangi Allah dari pada orang
mukmin yang lemah, namun demikian masing-masing mempunyai kebaikan.”
Maka
seharusnya orang mukmin memiliki kekuatan fisik dan kekuatan dalam membela
kebenaran.
Termasuk
keterbaikan ialah berhias diri dengan akhlak yang mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
(( خِيَارَكُمْ أَحَسنُكُمْ أَخْلاَقًا المُوَطّئوْنَ أكتافًا ))
“Orang-orang
pilihan di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya serta yang membentangkan
bahunya”. Artinya orang yang baik mudah bergaul, rendah hati sehingga
orang lain merasa nyaman bersahabat dengannya dan tidak terganggu.
Termasuk
keterbaikan adalah membayar hutang dengan baik. Dari Abu Hurairah berkata:
(( كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِنٌّ مِنَ الإِبِلِ، فَجَاءَهُ يَتَقَاضَاهُ، فَقَالَ: «أَعْطُوهُ»، فَطَلَبُوا سِنَّهُ، فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ إِلَّا سِنًّا فَوْقَهَا، فَقَالَ: «أَعْطُوهُ»، فَقَالَ: أَوْفَيْتَنِي أَوْفَى اللَّهُ بِكَ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً ))
Ada
seorang lelaki menghutangkan seekor unta dengan umur tertentu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lelaki itu datang kepada beliau untuk menagihnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
berkata : “berikanlah hak orang ini “ maka para sahabat mencarikan
unta yang seumur dengan unta yang beliau pinjam, hanya saja mereka tidak
menemukannya kecuali unta yang umurnya di atasnya. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
berkata : “serahkanlah kepadanya”. Lelaki itu lalu berkata :
“Engkau telah memenuhi hakku secara sempurna, semoga saja Allah memenuhi
hakmu”. Lalu Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “ Sesungguhnya orang
terbaik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutangnya).
Di
antara amal kebajikan ialah memberi manfaat kepada sesama dan melayani mereka.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
خَيْرُ النّاسِ أنْفَعُهُمْ لِلنّاسِ
“Sebaik-baik
manusia ialah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.” (HR.
Thabrani).
Memberi
manfaat kepada siapapun manusia; termasuk didalamnya menyenangkan hati sesama
kaum muslimin, dengan berkunjung dan memberi hadiah, memuliakan anak-anaknya,
memberikan makanan dan menghilangkan penderitaan kaum muslimin.
Diantara
keterbaikan orang-orang pilihan ialah diharapkan dari mereka kebaikan dan tidak
dikhawatirkan ada gangguan dari mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
:
خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ، وَشَرُّكُمْ مَنْ لاَ يُرْجَى خَيْرُهُ وَلاَ يُؤْمَنُ شَرُّهُ
“Sebaik-baik
kalian ialah orang yang bisa diharapkan kebaikannya dan tidak dikawatirkan
keburukannya. Sedangkan seburuk-buruk kalian ialah orang yang tidak bisa
diharapkan kebaikannya dan dikawatirkan keburukannya.” (HR. Turmudzi).
Salah
satu ciri-ciri sifat keterbaikan adalah bersih hati dan jujur perkataan. Allah Ta’ala berfirman :
فَإِذَا عَزَمَ الأمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ (٢١)
“Apabila
telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). tetapi Jikalau mereka
benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi
mereka.” (QS. Muhammad: 21).
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah ditanya: Siapakah orang yang paling baik? Beliau
menjawab:
ذُوْ الْقَلْبِ الْمَخْمُوْمِ وَاللِّسَانِ الصَّادِقِ
“Orang
yang berhati bersih dan tutur kata yang benar.” (HR. Ibnu Majah).
Tentu
suatu pekerjaan yang memerlukan perjuangan kuat untuk membersihkan hati itu
dari kecenderungan-kecenderungan berbuat zalim, dengki dan hasud. Alangkah
banyak terkotornya hari dengan sifat-sifat buruk ini!
Bersegera
berbuat kebajikan, tidak merasa berat, bermalas-malas menjalankannya merupakan
ciri khas orang-orang yang shalih. Allah Ta’ala
berfirman:
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Dan
bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka
berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.” (QS. Al-Baqara: 148).
Tanda
kebajikan orang-orang pilihan ialah kearifan dan keseimbangan dalam berpikir.
Allah Ta’ala
berfirman:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (٢٦٩)
“Allah
menganugerahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah)
kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia
benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang
berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS.
Al-Baqoroh: 269).
Hikmah
ialah kemampuan dalam membedakan antara yang benar dan yang salah, antara
kebajikan dengan keburukan serta kemampuan bekerja secara profesional.
Nilai
keterbaikan dapat diraih melalui cinta kepada kebajikan dengan kesungguhan niat
dalam memperolehnya. Allah Ta’ala
berfirman :
إِنْ يَعْلَم اللهُ فِي قُلُوبكُمْ خَيْرًا يُؤْتكُمْ خَيْرًا
“Jika
sekiranya Allah mengetahui dihati kalian ada kebaikan, tentu Ia memberikan
kepada kalian kebaikan.”
Maka,
sesuai dengan kadar tulusnya niat akan diraih anugerah Allah.
Keterbaikan
dapat diraih pula dengan bertaubat. Firman Allah Ta’ala :
فَإنْ يَتوْبُوْا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ
“Jikalau
mereka bertaubat, maka yang demikian itu suatu kebaikan bagi mereka.”
Keterbaikan
pun dapat diperoleh dengan cara menunjukkan tentang kebaikan dan medan-medan
kebaikan. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ دَلّ عَلَى خيْرٍ فلَهُ مِثْل أجْر فَاعِلِه
“Barangsiapa
yang menunjukkan ke arah kebajikan, maka dia mendapatkan pahalah seperti yang
diraih pelakunya.” (HR. Muslim).
Keterbaikan
dapat pula diperoleh dengan berlaku adil terhadap manusia lain. Firman Allah :
وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٣٥)
“Dan
sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang
benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS.
Al-Isroo’: 35).
Keterbaikan
dapat diperoleh pula dengan bersedekah. Firman Allah Ta’ala :
وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٨٠)
“Dan
menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh: 280).
Termasuk
tanda-tanda keterbaikan, usia panjang disertai amal perbuatan yang baik.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ :
ألا أخبركم بخياركم ؟ قالوا بلى يا رسول الله ، قال ” أطولكم أعمارا وأحسنكم أخلاقا
“Maukah
kamu aku beritahu tentang orang-orang pilihan di antara kamu? Mereka menjawab:
Tentu Ya Rasulallah! Beliau bersabda: “Orang yang paling panjang usianya
di antara kamu dan yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu
Hibban dalam shahihnya).
Diantara
tanda keterbaikan seorang lelaki adalah baiknya dia memperlakukan keluarganya.
Dari Aisyah, ia berkata. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik
kamu adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan akupun yang
terbaik di antara kamu terhadap keluargaku.” (HR. At-Turmudzi dan Ibnu
Majah).
Diantara
tanda keterbaikan pada seorang wanita ialah kesungguhannya menjaga
kehormatannya.
Allah
Ta’ala
berfirman :
وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٦٠)
“Dan
bahwa mereka (wanita-wanita) itu menjaga diri mereka akan lebih baik bagi
mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.
An-Nuur: 60).
Selendang
kehormatan merupakan lambang terjaganya kesucian wanita bila dibarengi dengan
upaya menjauhkan diri dari terbukanya aurat, bersolek, sikap
kebebasan dan penyimpangan.
Tanda-tanda
keterbaikan bagi para penguasa ialah kecintaan rakyat kepada mereka. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ، وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ
“Orang-orang
pilihan dari pemimpin kalian adalah mereka yang kalian cintai dan merekanpun
mencitai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalianpun mendoakan mereka.
Sedangkan orang-orang yang jahat dari pemimpin kalian ialah mereka yang kalian
benci dan mereka pun membenci kalian. Kalian mengutuk mereka dan merekapun
mengutuk kalian.” (HR. Muslim).
Termasuk
peluang emas untuk mengembangkan kebajikan yang banyak dalam jiwa dan kehidupan
ialah bulan Ramadhan yang penuh berkah yang kilauan kilatannya dan pancaran
bulan sabitnya sebentar lagi akan terlihat. Bulan yang dapat memulihkan kembali
kejernihan hati setelah tercoreng oleh kotoran dunia, menormalkan kembali
keindahan jiwa setelah berlumuran dengan berbagai kesibukan hidup, mensucikan
kembali hati nurani setelah sempat tercemar oleh kotoran-kotoran fitnah. Inilah
momentum untuk meraih kebajikan; di dalamnya ada Lailatul-Qadar yang nilainya
lebih baik dari pada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)
“Pada
malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya
untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit
fajar.” (QS. Al-Qadr: 4-5).
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa
berpuasa Ramadhan karena iman dan mencari ridha Allah, maka diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.”
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa
yang beribadah malam bulan ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah,
maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي
“Sesungguhnya
umrah pada bulan Ramadhan setara pahala haji, atau seperti menunaikan haji
bersamaku.”
كَانَ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
“Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa
sallam sangat dermawan tatkala Ramadhan, dan beliau dalam melakkan
kebaikan lebih cepat dari pada angin yang meniup dengan lepas.” (HR.
Bukhari dan Muslim).
أَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ .
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Ibadallah,
Diantara
keterbaikan adalah penjagaan para pahlawan para mujahidin di daerah perbatasan.
Mereka menghadapi musuh dengan gigih dan menghalangi musuhi. Mereka punya tekat
yang kuat dengan jiwa yang optimis akan kemenangan yang dekat.
Bulan
Ramadhan bulan kepahlawanan, mengandung nilai-nilai kejayaan dan kemenangan.
Bulan ini dalam sejarah sarat dengan peristiwa yang telah merubah perjalanan
kehidupan. Dalam bulan ramadhan terjadi perang Badar, penaklukan Mekah, perang
Yarmuk dan Al-Qadisiyah, Hithin dan Ain Jalut dll.
Para
pejuang yang gagah berani berdiri tegak sebagai pembela agama dan tanah air dan
harga diri di benteng-benteng perbatasan untuk menumpas para agresor dan
menumbangkan orang-orang yang zalim serta menyerang markas-markas antek-antek
asing yang berkhianat. Sejarah akan mengabadikan jasa-jasa mereka.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ
“Berjaga
di daerah perbatasan sehari semalam nilainya lebih baik dari pada puasa sebulan
lengkap dengan qiyamu-lailnya. Jika dia gugur, maka pahala amal baiknya yang
pernah dilakukan akan terus mengalir dan rezekinya pun tetap berjalan serta
aman dari fitnah kubur.”
كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلاَّ الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ
“Setiap
mayat telah tutup pahala amalnya kecuali seseorang yang mati karena menjaga
daerah perbatasan di jalan Allah. Sesungguhnya amal baktinya terus dikembangkan
hingga hari kiamat dan dia aman dari fitnah kubur.” (HR. At-Tirmidzi).
هَذَا وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا رَعَاكُمُ اللهُ عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦]، وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا))
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ,
وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ؛
أَبِيْ
بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ،
وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِيْ
الحَسَنَيْنِ
عَلِيٍّ,
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ
وَمَنِ
اتَّبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الْأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ
وَاحْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنَ
يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ,
اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ
وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ العَالَمِيْنَ,
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَّ
أَمْرِنَا
لِمَا
تُحِبُّ
وَتَرْضَى،
وَأَعِنْهُ
اللَّهُمَّ
عَلَى
البِرِّ
وَالتَّقْوَى،
وَسَدِّدْهُ
فِي
أَقْوَالِهِ
وَأَعْمَالِهِ
وَارْزُقْهُ
البِطَانَةَ
الصَّالِحَةِ
النَّاصِحَةِ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ,
اَللَّهُمَّ وَفِّقْ
جَمِيْعَ
وُلَاةَ
أَمْرِ
المُسْلِمِيْنَ
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَاتِّبَاعِ
سُنَّةِ
نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَاجْعَلْهُمْ
رَحْمَةً
وَرَأْفَةً عَلَى
عِبَادِكَ
المُؤْمِنِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا، أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَوْى
وَالعِفَّةَ
وَالغِنَى,
اَللَّهُمَّ
لَكَ
أَسْلَمْنَا
وَبِكَ آمَنَّا
وَعَلَيْكَ
تَوَكَّلْنَا
وَإِلَيْكَ
أَنَبْنَا
وَبِكَ
خَاصَمْنَا
نَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ
لَا إِلَهَ
إِلَّا
أَنْتَ، فَأَنْتَ
الْحَيُّ
الَّذِيْ لَا
يَمُوْتُ وَالْجِنُّ
وَالْإِنْسُ
يَمُوْتُوْنَ.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
مِنْ كُلِّ
خَيْرٍ
خَزَائِنُهُ
بِيَدِكَ،
وَنَعُوْذُ
بِكَ
اللَّهُمَّ
مِنْ كُلِّ
شَرٍّ
خَزَائِنُهُ
بِيَدِكَ,
وَنَسْأَلُكَ
اللَّهُمَّ
الجَنَّةَ
وَمَا
قَرَّبَ إِلَيْهَا
مِنْ قَوْلٍ
أَوْ عَمَلٍ،
وَنَعُوْذُ
بِكَ مِنَ
النَّارِ
وَمَا
قَرَّبَ إِلَيْهَا
مِنْ قَوْلٍ
أَوْ عَمَلٍ,
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ ذُنُوْبَ
المُذْنِبِيْنَ
مِنَ
المُسْلِمِيْنَ
وَتُبْ عَلَى
التَّائِبِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
ارْحَمْ
مَوْتَانَا
وَمَوْتَى
المُسْلِمِيْنَ،
وَاشْفِ
مَرْضَانَا
وَمَرْضَى
المُسْلِمِيْنَ,
اَللَّهُمَّ
وَفَرِّجْ
هَمَّ
المَهْمُوْمِيْنَ
مِنَ المُسْلِمِيْنَ،
وَنَفِّسْ
كَرْبَ المَكْرُوْبِيْنَ،
وَاقْضِ
الدَيْنَ
عَنِ المَدِنِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَارْفَعْ
عَنَّا الغَلَاءَ
وَالْوَبَاءَ
وَالْزَلَازِلَ
وَالفِتَنَ
وَالمِحَنَ وَالفِتَنَ
كُلِّهَا مَا
ظَهَرَ
مِنْهَا وَمَا
بَطَنَ؛ عَنْ
بَلَدِنَا
هَذَا
خَاصَةً وَعَنْ
سَائِرِ
بِلَادِ
المُسْلِمِيْنَ
عَامَةً يَا
أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ,
رَبَّناَ
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ,
رَبَّنَا إِنَّا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
الخَاسِرِيْنَ
.
.(
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ أَكْبَرُ
وَاللَّهُ
يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُونَ )عِبَادَ
اللهِ:
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Asy-Syaikh Abdul Baari Ats-Tsubaiti hafizohulloh
Penerjemah: Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com
www.KhotbahJumat.com