
July
18, 2014
Khutbah
Pertama:
﴿
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
الَّذِي
أَنْزَلَ عَلَى
عَبْدِهِ
الْكِتَابَ
وَلَمْ
يَجْعَلْ لَهُ
عِوَجًا *
قَيِّمًا
لِيُنْذِرَ
بَأْسًا
شَدِيدًا
مِنْ
لَدُنْهُ
وَيُبَشِّرَ
الْمُؤْمِنِينَ
الَّذِينَ
يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ
أَنَّ لَهُمْ
أَجْرًا حَسَنًا
* مَاكِثِينَ
فِيهِ
أَبَدًا﴾
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا.
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ:
اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى
Kaum
muslimin yang dirahmati Allah,
Bertakwalah
kepada Allah Ta’ala
dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan, ketika dalam keadaan sepi
maupun di tengah keramaian. Perbanyaklah amalan shaleh yang mendekatkan diri
kepada Allah.
Ketahuilah!
Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia adalah bulan puasa dan shalat di malam
harinya. Dan bulan ini adalah bulan istimewa yang khusus untuk Alquran. Inilah
bulan dimana Alquran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“(Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Allah
Subhanahu wa Ta’ala
mengabarkan tentang kekhususan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya
dengan memilihnya menjadi bulan dimana Alquran diturunkan. Bahkan diriwayatkan
bahwa Ramadhan menjadi bulan dimana seluruh kitab-kitab para nabi diturunkan
kepada mereka. dalam Musnad
Imam Ahmad dan al-Mu’jam
al-Kabir oleh Imam Thabrani dari hadits Watsilah bin
al-Asqa’, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ ، وَأُنْزِلَ الإِنْجِيلُ لِثَلاثَ عَشْرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الزَّبُورُ لِثَمَانَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لأَرْبَعَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ
“Suhuf
Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan setelah
6 hari bulan Ramadhan. Injil diturunkan setelah 13 hari bulan Ramadhan. Zabur
diturunkan setelah 18 hari bulan Ramadhan. Dan Alquran diturunkan setelah 14
hari bulan Ramadhan.”
Hadits
ini menunjukkan bahwa bulan Ramadha adalah bulan dimana kitab-kitab ilahiyah
diturunkan kepada para rasulu ‘alaihim ash-shalatu wa salam. Bedanya,
kitab-kitab selain Alquran diturunkan secara sekaligus kepada para nabi dan
rasul. Adapun Alquran diturunkan secara sekaligus ke Baitul ‘Izzah di
langit dunia pada lailatul qadr. Allah Ta’ala
berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya
Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah
yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan: 3).
Allah
Ta’ala
juga berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya
Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr:
1)
Allah
berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“(Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Alquran.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Ketiga
ayat ini menunjukkan bahwa Alquran yang mulia diturunkan di malam yang sama,
yaitu malam yang disifati dengan malam penuh berkah. Malam itu adalah malam
al-qadr (lailatul qadr). Lailatul qadr terdapat pada bulan Ramadan.
Setelah
itu, Alquran diturunkan secara bertahap disesuaikan dengan peristiwa yang
terjadi. Abdullah bin Abbas radhiallahu
‘anhuma mengatakan,
أُنزل القرآن جملة واحدة إلى سماء الدّنيا ليلة القدر ثم أنزل بعد ذلك في عشرين سنة ثم قرأ : ﴿ وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا﴾ [الفرقان:٣٣] ، ﴿ وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا ﴾ [الإسراء:١٠٦] ))
“Alquran
diturunkan secara sekaligus ke langit dunia pada lailatul qadr. Setelah itu
(diturunkan kepada Nabi) selama 20-an tahun. Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat,
“Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang
ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik
penjelasannya.” (QS. Al-Furqan: 33). Dan ayat “Dan Alquran itu
telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.”
(QS. Al-Isra: 106).
Ibadallah,
Hikmah
dari diturunkannya Alquran di bulan Ramadhan adalah sebagai bentuk pengagungan
terhadap Alquran, pengagungan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
risalahnya, pengagungan terhadap bulan Ramadhan, dan pengagungan terhadap malam
dimana Alquran diturunkan, yaitu malam lailatul qadr. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya
Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu
apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya
untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit
fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5).
Ibadallah,
Kesemua
hal di atas menunjukkan betapa agungnya bulan Ramadhan dan ia memiliki sebuah
hubungan yang istimewa dengan Alquran. Wahyu Allah Rabbul ‘alamin
Hal-hal
di atas menunjukkan betapa agungnya bulan puasa ini dan betapa erat kaitannya
dengan Alquran. Betapa tidak, Allah memberikan keutamaan yang besar dengan
menurunkan wahnyu firman-Nya yang mengandung hidayah dan cahaya kebahagian di
dunia dan akhirat di bulan ini. Allah Ta’ala
berfirman,
هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Hidayah
untuk tercapainya kebaikan agaman dan dunia. Di dalam Alquran terdapat
penjelasan yang sangat jelas tentang kebenaran. Juga terdapat keterangan yang
gambling tentang perbedaan antara petunjuk dan kesesatan, antara kebenaran dan
kebatilan, dan antara cahaya dan kegelapan.
Ibadallah,
Perhatikanlah
keutamaan bulan ini betapa besar karunia Allah di dalamnya. Karena itu
hendaknya para hamba mengagungkannya dan menjadikannya musim untuk beribadah
dan membekali diri untuk hari kembali.
Ayat
ini juga menjelaskan, di bulan ini sangat dianjurkan untuk mengkaji Alquran
yang mulia. Bersungguh-sungguh dan menaruh perhatian yang besar padanya.
Memperbanyak membacanya. Memurojaah hafalan atau mengulang-ulanginya di hadapan
orang yang mampu mengoreksi hafalan.
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi
Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah seorang yang paling murah hatinya
dengan (berbagi-pen) kebaikan, dan beliau lebih bermurah hati ketika di dalam
bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Jibril ‘alaihissalam,
dan Jibril ‘alaihissalam
menemui beliau setiap malam dalam Ramadhan samapi berakhir (bulan), ia
menyampaikan Alquran kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, maka jika Jibril ‘alaihissalam
menemui beliau maka beliau adalah seorang yang lebih bermurah hati dengan
(berbagi) kebaikan daripada angin yang mengalir.” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Nabi
shallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan bacaan Alqurannya pada saat
shalat malam di bulan Ramadhan, lebih dari malam-malam di bulan lainnya. Ini
adalah sesuatu yang disyariatkan bagi mereka yang ingin memanjangkannya sesuai
dengan kehendaknya, maka hendaknya ia shalat sendiri. Dan boleh juga
memperpanjang bacaan dalam shalat berjamaah atas persetujuan para jamaah.
Selain itu, maka dianjurkan untuk membaca dengan bacaan yang ringan. Imam Ahamd
berkata kepada sebagian sahabtnya yang shalat bersamanya di bulan Ramadhan,
“Mereka itu orang yang lemah, maka bacalah lima, enam, atau tujuh
ayat”. Imam Ahmad rahimahullah memperingatkan agar memperhatikan keadaan
para makmum dan jangan membebani mereka.
Para
salafush shalih rahimahumullah membaca Alquran di bulan Ramadhan di dalam
shalat dan di luar shalat. Mereka menambah perhatian mereka terhadap Alquran
yang mulia. Al-Aswad rahimahullah mengkhatamkan Alquran setiap dua hari.
An-Nakha-I mengkhatamkannya setiap tiga hari, namun di sepuluh hari terakhir
beliau tambah giat lagi. Qatadah mengkhatamkan Alquran di setiap tujuh hari dan
di sepuluh hari terakhir beliau menyelesaikannya dalam tiga hari. Apabila bulan
Ramadhan tiba, Az-Zuhri mengatakan, “Bulan ini adalah bulan membaca
Alquran dan memberi makan”. Imam Malik apabila masuk bulan Ramadhan
meninggalkan membaca hadits dan berdiskusi bersama penuntut ilmu lainnya,
beliau memfokuskan diri untuk membaca Alquran dari mushafnya. Qatadah fokus
mempelajari Alquran di bulan Ramadhan. Sufyan ats-Tauri apabila datang bulan
Ramadhan beliau meninggalkan ibadah sunnah dan menyibukkan diri dengan membaca
Alquran. Dan masih banyak lagi riwayat-riwayat tentang perhatian para salaafush
shalih terhadap Alquran di bulan Ramadhan.
Semoga
Allah mengaruniakan saya dan Anda sekalian untuk mengikuti mereka dalam
kebaikan. Kita memohon kepada-Nya dengan nama-Nya yang baik dan sifat-Nya yang
sempurna agar menjadikan Alquran sebagai penyejuk hati kita, cahaya di
dada-dada kita, penghibur di kala kesedihan, dan mengusir kegalauan yang kita hadapi.
أَقُوْلُ هَذَا الْقَوْلِ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الْفَضْلِ وَالجُوْدِ
وَالْاِمْتِنَانِ
، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
؛ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا.
أما بعد عباد
الله :
أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ
بِتَقْوَى
اللهِ ؛
فَإِنَّ مَنِ
اتَّقَى
اللهَ
وَقَاهُ ، وَأَرْشَدَهُ
إِلَى خَيْرِ
أُمُوْرِ
دِيْنِهِ
وَدُنْيَاهُ.
Saya
berwasiat kepada diri saya pribadai dan jamaah sekalian agar bertakwa kepada
Allah. Karena barangsiapa yang bertakwa kepada-Nya, Dia akan menjaga mereka
serta menunjukki mereka kepada urusan yang terbaik untuk agama dan dunianya.
Ibadallah,
Sesungguhnya
perhatian terhadap Alquran dengan berbacagai macam bentuknya: membaca dan
menghafalnya, belajar dan mengajarkannya, menadabburi dan memahaminya, serta
mengamalkannya adalah tanda kebaikan. Semakin umat Islam berpegang teguh dan
perhatian dengan Kitabullah, maka semakin banyak kebaikan dan keutamaan yang
ada pada mereka. dari Utsman bin Affan radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik
kalian adalah mereka yang mempelajari Alquran dan mengamalkannya.” (HR.
Bukhari).
Kebaikan
seorang hamba Allah itu sangat terkait dengan Alquran.
Diriwayatkan
dari Abu Abdul Qasim bin Salam di kitabnya Fadha-il Alquran dari Abdullah bin
Amr bin al-Ash radhiallahu
‘anhuma ia berkata, “Wajib bagi kalian berpegang dengan
Alquran, mempelajarinya dan mengajarkannya kepada anak-anak kalian. Karena
kalian akan ditanya tentangnya. Dengannya juga kalian akan diberi balasan. Dan
cukuplah Alquran sebagai nasihat”.
Ibadallah,
Sesungguhnya
Alquran itu agung dan kedudukannya tinggi. Alquran merupakan sebab mulianya
umat ini dan sumber kebahagiaan mereka. Alquran adalah jalan kesuksesan di
dunia dan akhirat. Wajib bagi kita semua untuk mengangungkan dan menaruh
perhatian yang besar terhadapnya dan terus menambah kualitas perhatian kita
khususnya di bulan Alquran ini, bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Ibadallah,
Di
antara bentuk perhatian terhadap Alquran juga adalah membentuk halaqoh-halaqoh
Alquran yang dikhususkan untuk mengkaji Alquran. Berinfak dan mendermakan harta
untuk hal-hal yang demikian merupakan amalan yang baik. Karena berpartisipasi
dalam menegakkan menara-menara syiar Islam. Hal ini sangat dimotivasi oleh
Islam. Wajib bagi orang-orang yang memiliki kelapangan harta dan mereka yang
dikaruiakan Allah ‘Azza
wa Jalla kekayaan untuk bersifat dermawan dalam kebaikan, mendukung
wakaf penyebaran Alquran dan membiayai pengkajian, hafalan, dan bacaan Alquran.
Allah Ta’ala
berfirman,
وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا
“Dan
kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh
(balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling
besar pahalanya.” (QS. Al-Muzammil: 20).
Kita
memohon kepada Allah Jalla
wa ‘Ala agar member kita taufik untuk berpegang terguh kepada
Alquran dan menjaganya. Kemudian menjadikan kita sebagai ahlul Quran yang
merupakan ahlullah (keluarga Allah).
وَصَلُّوْا
وَسَلِّمُوْا
رَحِمَكُمُ
اللهُ عَلَى
مُحَمَّدِ
بْنِ عَبْدِ
اللهِ كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ بِذَلِكَ
فِي
كِتَابِهِ
فَقَالَ: ﴿
إِنَّ
اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً ﴾
[الأحزاب:٥٦] ،
وقال صلى الله
عليه وسلم : ((
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ
صَلاةً
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ بِهَا
عَشْرًا))
.وَجَاءَ
عَنْهُ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
الحَثُّ مِنَ
الإِكْثَارِ
مِنَ
الصَّلَاةِ
وَالسَّلَامِ
عَلَيْهِ فِي
لَيْلَةِ
الجُمْعَةِ
وَيَوْمِهَا ؛
فَأَكْثَرُوْا
فِي هَذَا
اليَوْمِ
مِنَ الصَّلَاةِ
وَالسَّلَامِ
عَلَى
رَسُوْلِ
اللهِ .
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ . وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِيْ بَكْرِ الصِّدِّيْقِ ، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ ، وَعُثْمَانَ ذِيْ النُوْرَيْنِ، وَأَبِي الحَسَنَيْنِ عَلِي، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ. .
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَ
أَمْرِنَا لِمَا
تُحِبُّ وَتَرْضَى
، وَأَعِنْهُ
عَلَى
البِرِّ
وَالتَّقْوَى
، وَسَدِدْهُ
فِي
أَقْوَالِهِ
وَأَعْمَالِهِ
،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
جَمِيْعَ
وُلَاةَ
أَمْرِ
المُسْلِمِيْنَ
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَاتِّبَاعِ
سُنَّةِ نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ
صَلَّي اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
، وَاجْعَلْهُمْ
رَأْفَةً
رَحْمَةً
عَلَى
عِبَادِكَ
المُؤْمِنِيْنَ
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
ظُلْماً
كَثِيْرًا
وَلَا
يَغْفِرُ
الذُّنُوْبَ
إِلَّا
أَنْتَ
فَاغْفِرْ
لَنَا مَغْفِرَةً
مِنْ
عِنْدِكَ
وَارْحَمْنَا
إِنَّكَ
أَنْتَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ
اَللَّهُمَّ
بَارِكْ
لَنَا فِي
شَهْرِ
رَمَضَانَ ،
اَللَّهُمَّ
بَارِكْ
لَنَا فِي
شَهْرِ رَمَضَانَ
،
اَللَّهُمَّ
بَارِكْ
لَنَا فِي
شَهْرِ
رَمَضَانَ ،
وَأَعِنَّا
فِيْهِ عَلَى
الصِّيَامِ
وَالْقِيَامِ
وَتِلَاوَةِ
الْقُرْآنِ
وَوَفِّقْنَا
فِيْهِ
لِكُلِّ خَيْرٍ
يَا ذَا الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
.
اَللَّهُمَّ
هَذِهِ
أَيْدِيْنَا
إِلَيْكَ
مُدَّت
وَدَعْوَاتُنَا
إِلَيْكَ
رُفِعَتْ
وَأَنْتَ يَا
ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
اَلْقَائِلِ
فِي
كِتَابِكَ : ﴿
وَإِذَا سَأَلَكَ
عِبَادِي
عَنِّي
فَإِنِّي
قَرِيبٌ
أُجِيبُ
دَعْوَةَ
الدَّاعِ
إِذَا
دَعَانِ
فَلْيَسْتَجِيبُوا
لِي وَلْيُؤْمِنُوا
بِي
لَعَلَّهُمْ
يَرْشُدُونَ
﴾ اَللَّهُمَّ
دَعْوَنَاكَ
فَأَجِبْ يَا
حَيُّ يَا
قَيُّوْمُ ،
اَللَّهُمَّ
تَقَبَّلْ دُعَاءَنَا
وَاغْفِرْ
ذُنُوْبَنَا
وَتَقَبَّلْ
تَوْبَتَنَا
وَأَعْطِنَا
وَحَقِّقْ لَنَا
رَجَاءَنَا
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالْإِكْرَامِ،
وَآخِرُ دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ العَالَمِيْنَ،
وَصَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
.
Diterjemahkan
dari khotbah Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com