
December
3, 2013
Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِي
تَسَآءَلُونَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ الله
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعِ
اللهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ الله
وَخَيْرَ الْهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صلى الله عليه
و سلم وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ فِي
النَّارِ.
اللهم صَل
عَلَى
مُحَمدٍ،
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلمْ.
Jamaah
Jumat yang dirahmati Allah
Marilah
kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Dengan iman dan taqwa itu, manusia akan meraih kesuksesan
yang sebenarnya dalam kehidupan. Baik kehidupan di dunia sekarang ini, atau di
akhirat nanti. Karena seluruh manusia yang hidup di dunia ini akan menuju
kepada akhir yang sama, yaitu menuju kematian. Allah berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tiap-tiap
yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah
disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke
dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain
hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)
Ayat Allah yang mulia ini dengan tegas menyatakan
bahwa tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Setiap orang, termasuk
kita, akan merasakan kematian. Baik orang itu kaya atau miskin, berpangkat atau
tidak; berani atau takut, semua akan mati. Bahkan, walaupun manusia lari dari
kematian, dan berlindung di dalam benteng yang kokoh, ia tidak akan mampu
menolak kematian. Allah berfirman,
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ
“Di
mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam
benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa: 78)
Kemudian,
apa yang sebenarnya akan terjadi setelah kematian? Apakah manusia setelah mati
akan berubah menjadi tanah dan selesai segala urusan? Tidak! Akan tetapi
sesungguhnya ada kehidupan setelah kematian. Ada pembalasan terhadap segala
perbuatan. Dan seluruh manusia akan melihat hasil perbuatannya. Jika
perbuatannya baik, hasilnya pun baik. Sebaliknya jika perbuatannya buruk,
hasilnya pun buruk.
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS. Ali
Imran: 185)
Kita
lihat kenyataan di dunia ini, keadilan tidak tegak dengan sebenarnya! Memang,
di dunia ini sudah ada balasan, namun belum sempurna. Demikian juga di alam
kubur, namun itu juga belum sempurna. Balasan yang sempurna adalah setelah
pengadilan agung pada hari kiamat. Sudah siapkah kita menghadapinya? Siapkah
kita mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita? Semoga kita selalu
mendapatkan bimbingan Allha Ta’ala dalam meniti jala yang lurus, hingga
akhir hayat kita.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah
Kedua:
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلِيُّ الصَالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتِمَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَهِيْمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Jamaah
Jumat yang berbahagia
Telah
kami sampaikan berita dari Allah tentang kematian yang pasti datang, dan
pembalasan pada hari kiamat yang siap menghadang. Lantas, siapakah yang meraih
keberuntungan dan kesuksesan pada hari pembalasan nanti? Marilah kita
perhatikan firman Allah berikutnya,
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
“Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah
beruntung.” (QS. Ali Imran: 185)
Inilah
keberuntungan hakiki, inilah kesuksesan abadi, inilah puncak harapan sejati,
inilah yang pantas dijadikan cita-cita. Yaitu selamat dari neraka dan masuk ke
dalam surga. Dan ini tidak akan terjadi, kecuali jika seorang hamba mendapat
rahmat Allah, rahmat ar-Rahman, rahmat ar-Rahim. Adapun sarana untuk meraih
rahmat Allah, wasilah masuk surga, sebab selamat dari neraka, adalah iman dan
amal shaleh. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
“Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik
makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu
adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS.
Al-Bayyinah: 7-8)
Namun
jika seseorang tidak beriman, maka dia disebut seburuk-buruk makhluk dan kekal
di dalam neraka. Allah berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya
orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan
masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah
seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 6)
Walaupun
jalan itu sudah jelas, kebenaran terang-benderang, ternyata banyak manusia
tertipu dan terpedaya di dunia ini. Allah telah mengingatkan manusia pada akhir
ayat
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُور
“Kehidupan
dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali
Imran: 185)
Jamaah
Jumat yang berbahagia
Kita
harus ingat bahwa kesenangan dunia ini hanyalah ujian. Apakah manusia lebih
mementingkan dunia ataukah lebih mementingkan ridha Allah? Yaitu dengan
melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ketahuilah,
dan hendaknya kita waspada! Orang yang ingin menempuh jalan kebenaran, dia
memiliki musuh, yaitu setan yang berwujud jin atau manusia. Setan-setan
tersebut menghiasi dunia ini, sehingga seorang menjadi lupa terhadap tujuan
hidupnya, yaitu mengabdi dan menyembah kepada Allah Yang Esa. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
“Hai
manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari
itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat
(pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar,
maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan
(pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS.
Luqman: 33)
Oleh
karena itu, kita harus selalu waspada, karena memang dunia ini hanyalah
kesenangan yang memperdayakan. Gunakanlah hidup kita untuk beribadah kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan
Rasul-Nya.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ،
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ،
الأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبٌ
الدَعَوَاتِ.
رَبَّنَا
لَا
تُؤَاخِذْنَا
إِنْ
نَسِينَا أَوْ
أَخْطَأْنَا
ۚ رَبَّنَا وَلَا
تَحْمِلْ
عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا حَمَلْتَهُ
عَلَى
الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا
وَلَا
تُحَمِّلْنَا
مَا لَا طَاقَةَ
لَنَا بِهِ ۖ
وَاعْفُ
عَنَّا
وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنَا
ۚ أَنْتَ
مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا
عَلَى
الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ. والحمد
لله رب
العالمين
Sumber:
Majalah As-Sunnah edisi 09/X/1427 H/2006