
Bertamasya
ke Negeri Surga
June 24, 2011
***
[Khutbah
Pertama]
إِنَّ
الْحَمْدَ
لله
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ
بلله مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
الله فَلَا
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلَا
هَادِيَ
لَهُ، أَشْهَدُ
أَنْ لَا إله
إلا الله
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِي تَسَآءَلُونَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ الله
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعِ
اللهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ الله
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّد صلى
الله عليه و
سلم ٍ وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي النَّارِ.
اللهم صَل عَلَى
مُحَمدٍ،
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلمْ.
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah, atas nikmat iman
dan takwa dengan syukur yang sesungguhnya, sehingga Allah benar-benar berkenan
menambahkan anugrah nikmat teragung itu, berupa keteguhan iman dan ketinggian
takwa sebagai balasan bagi hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, Amin. Allahumma
Amin!
Termasuk dalam anugerah keimanan yang agung yang harus senantiasa
kita syukuri adalah keimanan dan keyakinan yang di-berikan oleh Allah ke dalam
hati sanubari kita sekalian, berupa percaya akan wujudnya surga dengan segala
kenikmatannya, dan percaya adanya neraka dengan segala penderitaan yang paling
pedih dan memilukan.
Dengan keimanan pada nikmat-nikmat surga, kita akan menjadi
semakin terdorong untuk beramal shalih, dan mempertebal ketakwaan kita, begitu
juga dengan rasa takut pada ancaman siksaan neraka, akan semakin menambah rasa
takut kita dari berbuat maksiat yang dapat melunturkan busana takwa dari diri
kita. (Fana’udzubillah).
Hadirin Rahimakumullah wa A’azzakumullah!
Sesungguhnya, Allah menjanjikan surga dengan segala puncak
kenikmatannya demi kebahagiaan para hadirin dan segenap orang-orang mukmin di
dunia dan di akhirat. Sejak di dunia orang-orang beriman mendapatkan
kebahagiaan, karena selalu beramal shalih demi cita-cita yang mulia di akhirat.
Dari iman dan amal shalih yang mereka laksanakan, Allah membalas kebaikan
mereka di dunia sebelum nanti di akhirat juga akan diberi balasan kebaikan,
مَنْ
عَمِلَ
صَالِحًا
مِّن ذَكَرٍ
أَوْ أُنثَى
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِيَنَّهُ
حَيَاةً
طَيِّبَةً
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَجْرَهُمْ
بِأَحْسَنِ
مَاكَانُوا
يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih,
baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan
Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami berikan
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.” (An-Nahl: 97).
Sedangkan di akhirat kelak Allah menyediakan surga bagi mereka
dengan segala puncak kenikmatan-kenikmatan di dalam-nya, sebagaimana Allah Subhanahu
wa Ta’ala telah menjelaskannya di dalam firman-Nya di atas.
Di sini, khatib mencoba untuk memaparkan gambaran surga,
sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah di dalam Alquran, oleh Rasulullah
di dalam hadits-hadits beliau, dan beberapa keterangan dari para salafush
shalih:
1. Pintu-pintu yang bermacam-macam; ada pintu
shalat, pintu jihad, sedekah, pintu ar-Rayyan yang dikhususkan bagi ahli
puasa dan pintu-pintu yang lainnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam pernah
menjelaskan bahwa,
مَا
مِنْكُمْ
مِنْ أَحَدٍ
يَتَوَضَّأُ
فَيُسْبِغُ
الْوَضُوْءَ
ثُمَّ
يَقُوْلُ:
“Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu dan
menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan,
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إله
إِلَّا الله
وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُ الله
وَرَسُوْلُهُ
‘Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah
selain Allah dan Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya‘,
إِلَّا
فُتِحَتْ
لَهُ
أَبْوَابُ
الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ
يَدْخُلُ
مِنْ
أَيِّهَا شَاءَ
“melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga,
dia (dipersilahkan) masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”
(H.R. Muslim, no. 234).
Hadirin Rahimakumullah!
2. Tingkatan-tingkatan surga.
Tingkatan tertinggi adalah surga yang khusus untuk nabi kita
Muhammad Shallallahu ‘alahi wa Sallam di tempat yang paling tinggi
di Surga Firdaus.
Kemudian surga para Nabi, surga para mukminin yang beriman kepada
segenap Rasulullah, kamar-kamar mereka berada tinggi di atas, mereka
menyaksikannya bagaikan menyaksikan bintang “كَوْكَبٌ
دُرِّيٌّ” yang melintas di atas, jauh di ufuk langit di sebelah
timur atau barat, yang mana antara satu dengan yang lainnya tidak sama.
Tingkatan surga itu lebih dari seratus dan bagi pembaca dan
penghafal al-Qur`an dipersilakan naik ke derajat-derajat berikutnya sesuai
jumlah bacaan mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
هُمْ
دَرَجَاتُُ
عِندَ اللهِ
وَاللهُ بَصِيرُُ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
“(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah,
dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (Ali Imran: 163).
Bahkan bagi para syuhada`, mereka mendapatkan surga
bertingkat seratus, antara tingkat yang satu dengan berikutnya setinggi antara
langit dan bumi.
Hadirin Rahimakumullah!
3. Tanah di surga adalah Misk (kasturi).
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam menceritakan
tentang mi’raj beliau Shallallahu ‘alahi wa Sallam,
أُدْخِلْتُ
الْجَنَّةَ
فَإِذَا
فِيْهَا جَنَابِذُ
اللُّؤْلُؤِ
وَإِذَا
تُرَابُهَا الْمِسْكُ.
“Saya dimasukkan ke surga, ternyata di dalamnya ada
kubah-kubah dari mutiara dan tanahnya dari misk (kasturi).” (H.R.
al-Bukhari).
Ibnu Shayyad pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu
‘alahi wa Sallam tentang tanah di surga, maka beliau menjawab,
“Pasir lembut yang putih, misk yang murni,” (H.R. Muslim:
2928).
4. Istana-istana megah dan indah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَيُدْخِلْكُمْ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي مِنْ
تَحْتِهَا
اْلأَنْهَارُ
وَمَسَاكِنَ
طَيِّبَةً
فِي جَنَّاتِ
عَدْنٍ
ذَلِكَ
الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ
“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan
kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan
kamu) ke istana-istana yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang
besar.” (Ash-Shaff: 12).
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam bercerita,
دَخَلْتُ
الْجَنَّةَ
فَإِذَا
أَنَا بِقَصْرٍ
مِنْ ذَهَبٍ،
فَقُلْتُ:
لِمَنْ هذا؟
فَقَالُوْا:
لِرَجُلٍ
مِنْ
قُرَيْشٍ.
فَمَا مَنَعَنِيْ
أَنْ أَدْخُلَهُ
يَا ابْنَ
الْخَطَّابِ
إِلَّا مَا
أَعْلَمُ
مِنْ
غَيْرَتِكَ.
قَالَ:
وَعَلَيْكَ
أَغَارُ يَا
رَسُوْلَ
الله؟
“Saya pernah masuk surga, tiba-tiba saya berada dalam
sebuah istana emas, saya bertanya, ‘Milik siapa istana ini?’ Mereka
menjawab, ‘Milik seseorang dari Quraisy (Umar bin
al-Khaththab)’.” “Tidak ada yang menghalangiku untuk
memasukinya wahai Ibnu al-Khaththab, kecuali karena apa yang saya ketahui dari
kecemburuanmu.” Umar mengatakan, “Apakah kepadamu aku cemburu wahai
Rasulullah?” (H.R. al-Bukhari, no. 7024 dan Muslim, no. 2394).
Sebuah contoh lain yang menceritakan kondisi istana di surga;
malaikat Jibril ‘alaihissalam pernah mendatangi Nabi Shallallahu
‘alahi wa Sallam dan berkata kepada beliau,
“Khadijah akan datang kepadamu membawa bejana berisi lauk
pauk, makanan, dan minuman. Apabila dia datang, maka sampaikanlah salam dari
Rabbnya dan dariku, lalu berilah kabar gembira kepada-nya dengan sebuah istana
di surga dari mutiara berongga, tiada hiruk pikuk maupun keletihan di dalamnya.”
(H.R. al-Bukhari, no. 3821 dan Muslim, no. 2432).
5. Kamar-kamar di surga;
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
لَكِنِ
الَّذِينَ
اتَّقَوْا
رَبَّهُمْ لَهُمْ
غُرَفٌ مِّن
فَوْقِهَا
غُرَفٌ
مَّبْنِيَّةٌ
تَجْرِي مِن
تَحْتِهَا
اْلأَنْهَارُ
وَعْدَ اللهِ
لاَ يُخْلِفُ
اللهُ الْمِيعَادَ
“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb-nya mereka
mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya dibangun pula kamar-kamar yang di
bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya.
Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.” (Az-Zumar: 20).
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam bersabda,
“Sesungguhnya di dalam surga ada kamar-kamar, luarnya
terlihat dari dalamnya, ruang dalamnya tampak dari luarnya.” Seorang
badui bertanya, “Untuk siapa itu?” Beliau Shallallahu ‘alahi wa
Sallam menjawab, “Untuk orang yang indah tutur katanya, suka memberi
makan, selalu ber-puasa, serta melaksanakan shalat malam di saat orang-orang
sedang tidur.” (H.R. at-Titmidzi, no. 1984, dn Ahmad, no. 1340 dan
di-hasankan oleh al-Albani).
6. Kemah-kemah di surga.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
حُورٌ
مَّقْصُورَاتٌ
فِي
الْخِيَامِ
“Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit
dalam kemah-kemah.” (Ar-Rahman: 72).
Dan nabi kita Shallallahu ‘alahi wa Sallam bersabda,
إِنَّ
لِلْمُؤْمِنِ
فِي الْجَنَّةِ
لَخَيْمَةً
مِنْ
لُؤْلُؤَةٍ
وَاحِدَةٍ
مُجَوَّفَةٍ،
طُوْلُهَا
سِتُّوْنَ مِيْلًا،
لِلْمُؤْمِنِ
فِيْهَا
أَهْلُوْنَ
يَطُوْفُ
عَلَيْهِمُ
الْمُؤْمِنُ،
فَلَا يَرَى
بَعْضُهُمْ
بَعْضًا.
“Sesungguhnya orang Mukmin di surga memiliki sebuah tenda
dari mutiara berongga, panjangnya enam puluh mil. Di dalamnya dia memiliki
istri-istri yang dia gilir, sebagian mereka tidak melihat sebagian yang lain.”
(HR. Muslim, no. 2838).
7. Peraduan di dalam surga. Para penghuni surga
berada di atas peraduan-peraduan yang indah lagi nyaman, Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman,
مُتَّكِئِينَ
عَلَى سُرُرٍ
مَّصْفُوفَةٍ
وَزَوَّجْنَاهُم
بِحُورٍ
عِينٍ
“Mereka bertelekan di atas peraduan-peraduan yang
berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik
ber-mata jeli.” (Ath-Thur: 20).
8. Tahta di dalam surga yang sangat indah dengan
sandaran yang sangat nikmat: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
أُوْلَئِكَ
لَهُمْ
جَنَّاتُ
عَدْنٍ تَجْرِي
مِن
تَحْتِهِمُ
اْلأَنهَارُ
يُحَلَّوْنَ
فِيهَا مِنْ
أَسَاوِرَ
مِن ذَهَبٍ
وَيَلْبَسُونَ
ثِيَابًا
خُضْرًا مِّن
سُنْدُسٍ
وَإِسْتَبْرَقٍ
مُّتَّكِئِينَ
فِيهَا عَلَى
اْلأَرَائِكِ
نِعْمَ
الثَّوَابُ
وَحَسُنَتْ
مُرْتَفَقًا
أُوْلَئِكَ
لَهُمْ
جَنَّاتُ
عَدْنٍ
تَجْرِي مِن
تَحْتِهِمُ
اْلأَنهَارُ
يُحَلَّوْنَ
فِيهَا مِنْ
أَسَاوِرَ مِن
ذَهَبٍ
وَيَلْبَسُونَ
ثِيَابًا
خُضْرًا مِّن
سُنْدُسٍ
وَإِسْتَبْرَقٍ
مُّتَّكِئِينَ
فِيهَا عَلَى
اْلأَرَائِكِ
نِعْمَ
الثَّوَابُ
وَحَسُنَتْ
مُرْتَفَقًا
“Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka Surga
‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan
gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera
tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas tahta yang indah. Itulah
pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.”
(Al-Kahfi: 31).
Hadirin Rahimakumullah!
9. Busana di surga adalah busana yang terbuat
dari sutera, di mana ketika kita berada di dunia, memakai sutera adalah
larangan keras dari Rasulullah bagi kaum laki-laki dan diperbolehkan bagi kaum
wanita, tetapi di surga nanti, keharaman memakai sutera ter-hapus, dan penghuni
surga akan mengenakannya kelak, dan baju-baju tersebut tidak akan usang
selamanya.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَلْبَسُونَ
مِن سُندُسٍ
وَإِسْتَبْرَقٍ
مُّتَقَابِلِينَ
“Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal,
(duduk) berhadap-hadapan.” (Ad-Dukhan: 53).
Dan baju-baju itu indah menawan, sapu tangannya pun jika
dibandingkan dengan pakaian terindah di dunia, maka sama dengan busana-busana
para raja, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat al-Bukhari, bahwa sapu
tangan di surga itu lebih indah daripada busana raja-raja.
10. Buah-buahan di surga.
Buah-buahan segar yang sangat amat nikmat, kelezatannya tiada tara
dan terus berbuah tiada pernah habis sepanjang masa, merendah dekat sekali,
mudah untuk dipetik oleh penduduk surga yang berjalan-jalan berkeliling surga
sambil memetik buah-buahan yang mereka lewati di tepi-tepi jalan-jalan surga.
Satu biji anggurnya saja andaikan dimakan oleh penduduk bumi dan langit, tetap
tidak akan habis.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
أُكُلُهَا
دَائِمٌ
وَظِلُّهَا
تِلْكَ عُقْبَى
الَّذِينَ
اتَّقَوْا
“Buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian
pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa.”
(Ar-Ra’d: 35).
11. Pohon-pohon di surga.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,
“Kedua surga itu mempunyai pepohonan dan buah-buahan.”
(Ar-Rahman ; 48)
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang
artinya),
“Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan
pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas.”
(Al-Waqi’ah: 28-30).
Imam al-Bukhari dan Muslim mengeluarkan sebuah hadits dari
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam, bahwa beliau bersabda,
“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon, bila
seorang pengendara menempuh perjalanan di bawah teduhannya selama seratus
tahun, ia masih belum melewatinya, bacalah ayatnya jika kalian mau, (dan
naungan yang terbentang luas).” (H.R. al-Bukhari 3252, Muslim 2826).
Di dalam Sunan at-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘alahi
wa Sallam bersabda,
“Dan pangkal-pangkal batangnya dari emas.”
(H.R. at-Tirmidzi 2525)
12. Sungai-sungai di surga.
Sungai-sungai itu mengalir di bawah istana-istana, kamar-kamar dan
taman-taman. Mengalir dari atasnya yaitu Arasy Allah Yang Maha Pengasih,
mata air dan air mancur yang memancar.
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam bersabda,
سَيْحَانُ
وَجَيْحَانُ
وَالْفُرَاتُ
وَالنِّيْلُ
كُلٌّ مِنْ
أَنْهَارِ
الْجَنَّةِ.
“Saihan, Jaihan, Eufrat, dan Nil, semuanya dari
sungai-sungai surga.” (HR. Muslim 2839).
13. Istri-istri di surga.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَهُمْ
فِيهَا
أَزْوَاجُُ
مُطَهَّرَةُُ
وَهُمْ
فِيهَا
خَالِدُونَ
“Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci
dan mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 25).
Sedang istri-istrinya yang Mukminah, yang shalihah, yang berasal
dari dunia akan menjadi paling jelita, paling anggun lagi mempesona di antara
para bidadari di atas, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radiyallahu
‘anha, yang diriwayatkan oleh Muslim.
بَارَكَ
الله لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ
وَجَعَلَنَا
اللهُ مِنَ
الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ
الْقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ
أَحْسَنَهُ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِـرُ
الله لِيْ
وَلَكُمْ.
[Khutbah
Kedua]
اَلْحَمْدُ
لله الَّذِيْ
أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ
بِالْهُدَى
وَدِيْنِ
الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّيْنِ
كُلِّهِ
وَلَوْ
كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ،
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إلهَ
إِلاَّ الله
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
قَالَ
الله
تَعَالَى:
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
اللهم
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ
Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah
Gambaran surga yang selanjutnya yaitu:
14. Kendaraan di surga.
Abdullah bin Umar radiyallahu ‘anhuma menerangkan,
“Kuda-kuda dari Yaqut merah yang bisa terbang ke mana
saja dan setiap kendaraan atau hewan-hewan pilihan yang mengagumkan.”
15. Pasar di surga.
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam bersabda,
“Di surga ada pasar, mereka mengunjunginya setiap Jumat,
kemudian angin utara bertiup menerpa wajah dan busana mereka, maka menambah
kegagahan dan ketampanan mereka, mereka pulang, dengan kondisi yang semakin
tampan dan rupawan, keluarga mereka menyambut mereka dan berkata, ‘Demi
Allah, betapa bertambah tampan dan rupawan Anda!’ Mereka pun membalas,
‘Demi Allah, kini kalian pun bertambah cantik dan rupawan’.”
(H.R. Muslim 2833 dari Anas radiyallahu ‘anhu).
Itulah sekelumit gambaran surga yang sangat indah nan mempesona, yang
tidak pernah terlihat oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, tidak teraba
oleh indra kita yang lemah ini dan tidak pula pernah terbetik di hati seorang
hamba sekalipun. Masih banyak sekali keindahan-keindahan surga yang tidak dapat
disampaikan oleh khatib pada kesempatan ini, semoga saja dengan
gambaran-gambaran yang telah disampaikan tadi dapat memberikan motifasi kepada
kita semua untuk selalu berlomba-lomba mendapatkannya.
Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah, semoga kita sekalian,
bersama anggota keluarga kita, masyarakat Muslimin dan para pemimpin kaum
Mukminin dicatat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai calon
penghuni surga, yang merupakan cita-cita akhir tempat kembali kita. Amin,
ya Rabbal Alamin, kenikmatan puncak yang tiada terbayangkan.
إِنَّ
اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ
يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اللهم
بَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ
،
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ
نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ
Penulis:
Ustadz Waznin Mahfud
Disalin dari buku Kumpulan Khutbah Jum’at
Pilihan Setahun Edisi Kedua, Darul Haq, Jakarta (alsofwah.or.id) dengan
penyuntingan bahasa oleh Tim Redaksi KhotbahJumat.com
Artikel www.KhotbahJumat.com