
April 19, 2015
Khutbah
Pertama:
إَنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ، وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعِهِ، مَا تَرَكَ خَيْرًا إِلَّا دَلَّ الأُمَّةَ عَلَيْهِ، وَلَا شَرًّا إِلَّا حَذَّرَهَا مِنْهُ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ:
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
عِبَادَ
اللهِ: اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى
وَرَاقِبُوْهُ
سُبْحَانَهُ
مُرَاقَبَةً
مَنْ
يَعْلَمُ أَنَّ
رَبَّهُ
يَسْمَعُهُ
وَيَرَاهُ،
وَتَقْوَى
اللهِ جَلَّ
وَعَلاَ:
عَمَلٌ
بِطَاعَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
رَجَاءَ ثَوَابَ
اللهِ، وَتَرْكٌ
لِمَعْصِيَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
خِيْفَةَ
عَذَابِ
اللهِ .
Ayyuhal
mukminun ibadallah,
Di
antara nikmat Allah yang terbesar yang hanya Dia anugerahkan kepada umat Islam,
umatnya Nabi Muhammad ﷺ adalah Dia menurunkan Alquran sebagai pelajaran untuk manusia.
Alquran adalah petunjuk yang jelas:
هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Alquran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu
dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Sebagai
pengingat bagi orang-orang yang beriman. Nasihat bagi orang-orang yang
bertakwa. Hidayah bagi orang-orang yang mengamalkannya. Kebaikan bagi para
hamba. Dan kemuliaan serta kesuksesan di dunia dan akhirat.
Ayyuhal
mukminun ibadallah,
Di
antara keistimewaan Alquran adalah Allah mudahkan ia dengan semudah-mudahnya.
Allah ﷻ berfirman,
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Allah
ﷻ
mengulang-ulang kalimat tersebut sebanyak empat kali di dalam kitab-Nya yang
mulia. Semuanya kita jumpai dalam surat Al-Qamar. Hal ini menjelaskan kepada
kita bahwa Allah benar-benar menjadikan Alquran itu mudah untuk dipelajari.
Ibadallah,
Kemudahan
ini, kemudahan yang Allah ﷻ jadikan di dalam Alquran, khusus Allah
berikan kepada Alquran. Tidak ada satu pun kitab suci samawi yang Allah
turunkan ke dunia yang memiliki sifat mudah seperti Alquran. Allah jaga kitab
ini secara sempurna. Adapun kitab-kitab terdahulu sebelum Alquran dibaca
melalui lembaran-lembaran. Sedangkan Alquran sangat mudah untuk dibaca,
dipahami, dihafalkan, dan diamalkan.
Ibadallah,
Alquran
juga mudah untuk dihafalkan. Ini adalah sebuah realita yang dirasakan banyak
orang dan mereka lihat di kehidupan seharian. Anda bisa melihat di masyarakat,
banyak orang-orang yang menghafalkan Alquran 30 juz, padahal masih anak kecil.
Anda juga menyaksikan, ada orang yang hafal Alquran padahal usianya telah lanjut.
Anda juga menyaksikan, para penghafal Alquran, padahal mereka tidak mengerti
bahasa Arab. Mereka tidak paham artinya tapi mereka bisa menghafalnya. Ini
semua adalah bentuk kemudahan Alquran untuk dihafalkan. Dan ini adalah
kemudahan dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, ambillah bagian dari Alquran dengan bagian
yang banyak. Semangatlah dalam menghafalkannya. Barangsiapa yang berkeinginan
untuk menghafalkannya, maka Allah ﷻ akan memudahkannya. Sebagaimana
firman-Nya,
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Allah
telah memudahkan kitab ini baik siang maupun malam, bagi mereka yang diberi
taufik. Membacanya termasuk perkara mudah. Ia senantiasa terasa nikmat bagi
kalbu dan selalu dirindu. Ketika kita membacanya satu hizb, maka ada rasa
keinginan terus dan terus membacanya. Tidak ada orang yang mengatakan
“saya bosan membaca Alquran”. Yang ada saya malas. Hal itu karena
lemahnya keimanannya.
Ibadallah,
Adapun
kemudahan secara maknawi. Allah ﷻ menurunkan Alquran agar kita mentadabburi
makna dan tujuannya. Allah ﷻ berfirman,
أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ
“Maka
apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami)…” (QS.
Al-Mu’minuun: 68).
Firman-Nya
juga
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
“Maka
apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari
sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya.” (QS. An-Nisaa: 82).
Dan
firman-Nya,
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini
adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya
mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang
yang mempunyai fikiran.” (QS. Shaad: 29).
Allah
ﷻ
telah memudahkan Alquran untuk ditadabburi dan direnungi makna-maknanya. Dan
seseorang yang mentadabburi Alquran, akan bertambah keimanannya. Bertambah pula
keyakinannya. Sehingga ia menjadi pribadi yang lebih baik dan istiqomah dalam
kebaikan tersebut. Merekalah orang-orang yang mendapatkan keberkahan dan
hidayah di dunia dan akhirat.
Ibdallah,
Allah
ﷻ
memudahkan seorang hamba mengamalkan Alquran. Seluruh perintah dan hukum-hukum
yang terdapat di dalam Alquran bukanlah perintah yang memberatkan. Apalagi
sampai membinasakan karena sulitnya. Allah ﷻ berfirman,
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dan
Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan.” (QS. Al-Hajj: 78).
Dan
juga firman-Nya,
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 185).
Perintah-perintah
tersebut adalah amalan yang mudah bagi orang-orang yang diperintah. Tidak ada
kesulitan dan kesempitan di dalamnya. Perhatikanlah hal-hal yang Allah wajibkan
di dalam agama ini. Semuanya mudah. Bahkan dalam firman-Nya yang lain, Allah ﷻ
menyatakan,
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Maka
bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (QS. At-Taghaabun:
16).
Ibadallah,
Wajib
bagi kita kaum muslimin untuk mengetahui hak Alquran. Mengetahui kedudukannya.
Allah ﷻ telah memudahkannya untuk dibaca, dihafal, dipahami, dan
diamalkan. Sikap kita semestinya adalah menerima dan menyambut seruannya.
Sebagian ulama mengatakan bahwa makna dari firman Allah,
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Maksudnya
adalah tidakkah orang-orang yang mempelajarinya itu tergerak untuk
mengamalkannya. Dan barangsiapa yang menginginkan ibadah, amal, hidayah,
kesuksesan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka semua petunjuknya ada di
dalam Alquran.
Ya
Allah, kami memohon dengan nama-nama-Mu Yang Maha indah dan sifat-sifat-Mu Yang
Maha mulia, tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi selain engkau,
engkaulah Rabb semesta alam, wahai pemilik keagungan dan kemuliaan, jadikanlah
kami semua ahlul quran. Yaitu mereka yang termasuk orang-orang yang Engkau
istimewakan.
Ya
Allah, bantulah kami dalam membacanya, menghafalkannya, memahaminya, dan
beramal dengannya. Berilah kami taufik wahai Rabb yang mulia dan yang agung
kepada apa yang Engkau cintai dan ridhai. Teguhkanlah kami dalam perkataan dan
perbuatan yang benar.
أَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
Khutbah
Jumat:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
كَثِيْرًا،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ؛
صَلَّى اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ:
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
عِبَادَ
اللهِ: اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى،
وَرَاقِبُوْهُ
سُبْحَانَهُ
فِي السِّرِّ
وَالعَلَانِيَةِ
وَالغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ
مُرَاقَبَةً
مَنْ
يَعْلَمُ أَنَّ
رَبَّهُ
يَسْمَعُهُ
وَيَرَاهُ .
Ayyuhal
mukminun,
Kemudahan
yang Allah berikan dalam Alquran adalah sebagai bentuk taufik dari Allah untuk
para hamba-Nya. Barangsiapa yang menyambut Alquran dengan baik yakni ia
membacanya, merenungi maknanya, dan mengamalkannya, maka ia telah mendapatkan
keberuntungan yang besar. Kemudahan di dalam Alquran akan diberikan bagi mereka
yang menempuh jalan ini.
Adapun
orang-orang yang lalai dari membaca, merenungi, dan mengamalkan Alquran, mereka
tidak akan mendapatkan kemudahan ini. Bahkan orang-orang yang demikian termasuk
apa yang Allah ﷻ firmankan,
وَقَالَ الرَّسُولُ يَارَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Berkatalah
Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu
yang tidak diacuhkan”. (QS. Al-Furqaan: 30).
Tidak
mengacuhkan atau tidak memperdulikan Alquran bentuknya adalah dengan tidak
membacanya, tidak mentadabburinya, dan tidak mengamalkannya.
Ayyuhal
mukminun ibadallah,
Mintalah
perlindungan kepada Allah ﷻ dari keadaan demikian. Keadaan orang-orang
yang tidak peduli terhadap Alquran. Minta tolonglah kepada Allah agar termasuk
orang yang yang dimudahkan dalam membaca, mentadabburi, dan mengamalkannya.
Barangsiapa yang meminta tolong kepada Allah ﷻ, pasti Allah akan menolongnya.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan
barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaaq: 3).
Kita
memohon kepada Allah agar Dia senantiasa memberi taufik kepada kita semua dalam
kebaikan, hidayah, dan jalan yang lurus.
وَاعْلَمُوْا -رَعَاكُمُ اللهُ- أَنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كَلَامُ اللهِ، وَخَيْرَ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الجَمَاعَةِ .
وَصَلُّوْا
وَسَلِّمُوْا
-رَعَاكُمُ
اللهُ- عَلَى
مُحَمَّدِ
بْنِ عَبْدِ
اللهِ كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ
بِذَلِكَ فِي
كِتَابِهِ
فَقَالَ : ﴿
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً ﴾
[الأحزاب:٥٦] ، وَقَالَ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: (( مَنْ
صَلَّى
عَلَيَّ
صَلاةً
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
بِهَا
عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ؛
أَبِيْ
بَكْرٍ
الصِدِّيْقِ،
وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِيْ
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ
وَعَنِ التَّابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
انْصُرْ مَنْ
نَصَرَ
دِيْنَكَ
وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ
نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ،
اَللَّهُمَّ
انْصُرْ
إِخْوَانَنَا
المُسْلِمِيْنَ
المُسْتَضْعَفِيْنَ
فِي كُلِّ مَكَانٍ،
اَللَّهُمَّ
كُنْ لَهُمْ
نَاصِرًا
وَمُعِيْنًا،
وَحَافِظًا
وَمُؤَيِّدًا،
اَللَّهُمَّ
وَعَلَيْكَ
بِأَعْدَاءِ
الدِّيْنَ
فَإِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُوْنَكَ،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَجْعَلُكَ
فِي نُحُوْرِهِمْ،
وَنَعُوْذُ
بِكَ
اللَّهُمَّ مِنْ
شُرُوْرِهِمْ.
اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا،
وَاجْعَلْ
وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا،
وَزَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا،
أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
ذُنُبَنَا
كُلَّهُ؛ دِقَّهُ
وَجِلَّهُ،
أَوَّلَهُ
وَأَخِرَهُ، عَلَانِيَتَهُ
وَسِرَّهُ،
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَوَالِدَيْهِمْ
وَذُرِّياَتَهُمْ
وَلِمَشَايِخِنَا
وَوُلَاةِ
أَمْرِنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ،
رَبَّنَا
إِنَّا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
الخَاسِرِيْنَ،
اَللَّهُمَّ أَعْطِنَا
وَلَا
تَحْرِمْنَا،
وَزِدْنَا
وَلَا
تَنْقُصْنَا،
وَآثِرْنَا
وَلَا
تُؤْثِرْ
عَلَيْنَا.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ:
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،
) وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ
يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُونَ (
.
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com