
December 12, 2015
Khutbah Pertama:
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Ma’syiral muslimin arsyadakumullah,
Yang pertama dan paling utama, marilah kita panjatkan syukur kepada Allah ﷻ atas segala nikmat yang dicurahkan-Nya kepada kita, yaitu nikmat yang tidak terhitung nilainya. Allah ﷻ berfirman,
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS:Ibrahim | Ayat: 34).
Kemudian, kami nasihatkan kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian agar kita senantiasa bertakwa, sebagaimana wasiat Allah ﷻ,
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ ۚ
“Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 131).
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda,
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً .
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata: Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai, anak Adam! Sungguh selama engkau berdoa kapada-Ku dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni semua dosa yang ada pada engkau, dan Aku tidak peduli. Wahai, anak Adam! Seandainya dosa-dosamu sampai setinggi awan di langit, kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai, anak Adam! Seandainya engkau menemui-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku sedikit pun, tentulah Aku akan memberikan pengampunan sepenuh bumi’.” (Hadits hasan riwayat at-Tirmidzi).
Hadits ini memiliki kedudukan yang tinggi, yang menunjukkan keutamaan tauhid dan besarnya balasan yang disediakan Allah ﷻ bagi orang-orang yang mentauhidkan-Nya. Hadits ini juga menunjukkan betapa luasnya ampunan Allah ﷻ serta dorongan bagi para hamba untuk selalu memohon ampun dan bertaubat dari segala dosa.
Telah dimaklumi bahwa anak Adam tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Tetapi, orang yang terbaik, yaitu yang mau bertaubat dan memohon ampun kepada Allah ﷻ. Maka, berbahagialah orang yang mendapatkan ampunan Allah ﷻ.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dalam hadits di atas disampaikan beberapa hal berkaitan dengan sebab-sebab yang bisa mendatangkan ampunan Allah ﷻ. Di antara sebab-sebab itu:
Pertama: berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ
“Selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu dan Aku tidak memperdulikan (dosa-dosamu).”
Para ulama mengatakan, “Sepanjang engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, yang berarti selama doa dan harapanmu hanya kepada-Ku, maka Aku mengampunimu dan Aku tidak mempedulikan (kesalahan-kesalahanmu)”.
Allah ﷻ memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk berdoa dan berharap kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS:Al-Mu’min | Ayat: 60).
Rasulullah ﷺ juga sangat mendorong umatnya untuk selalu berdoa kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda,
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan doanya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Nabi ﷺ lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad).
Bahkan Allah ﷻ murka kepada orang-orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi).
Kaum muslimin rahimakumullah,
Kedua: sebab lainnya yang bisa mendatangkan ampunan Allah ﷻ adalah berharap hanya kepada Allah ﷻ.
Di antara sebab diampuninya dosa, yaitu berharap kepada Allah ﷻ. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah mengatakan, “Seseorang yang ada padanya kejelekan atau aib, hendaklah ia membaguskan prasangkanya kepada Allah ﷻ dan mengharap agar Allah ﷻ mengampuni dosa-dosanya. Demikian juga halnya orang yang memiliki ketaatan, hendaklah ia mengharap supaya Allah ﷻ menerima amalannya. Adapun orang yang bergelimang dengan perbuatan maksiat, mengharap tidak adanya balasan dari Allah ﷻ tanpa disertai penyesalan dan melepaskan maksiat, maka itu merupakan tipuan.”
Dalam hal ini, Rasulullah ﷺ pernah mendatangi seorang pemuda yang sedang berada di ambang kematian.
عَنْ
أَنَسٍ،
أَنَّ
النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
دَخَلَ عَلَى
شَابٍّ
وَهُوَ فِي
الْمَوْتِ،
فَقَالَ:
“كَيْفَ
تَجِدُكَ؟”
قَالَ:
“وَاللَّهِ
يَا رَسُولَ
اللَّهِ
أَنِّي
أَرْجُو
اللَّهَ،
وَإِنِّي
أَخَافُ
ذُنُوبِي”
فَقَالَ
رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ:
“لَا
يَجْتَمِعَانِ
فِي قَلْبِ
عَبْدٍ فِي
مِثْلِ هَذَا
الْمَوْطِنِ
إِلَّا
أَعْطَاهُ
اللَّهُ مَا
يَرْجُو
وَآمَنَهُ
مِمَّا يَخَافُ”.
Anas bercerita: “Suatu saat Rasulullah ﷺ
menjenguk seorang pemuda yang sedang mendekati ajalnya. Lalu beliau bertanya,
“Bagaimana keadaanmu?” Ia menjawab, “Demi Allah wahai
Rasulullah, sesungguhnya aku berharap pada Allah dan takut akan
dosa-dosaku”. Maka Rasulullah ﷺ
pun bersabda, “Tidaklah dua perasaan ini terkumpul dalam hati seorang
hamba dalam momen seperti ini; melainkan Allah akan memberi apa yang
diharapkannya dan melindungi dari apa yang ia takuti.” (HR. Tirmidzi dan
sanadnya dinilai hasan).
Kaum muslimin
rahimakumullah,
Oleh karena itu, banyak
sekali hadits yang mengajarkan kita tentang berharap dan takut kepada Allah ﷻ. Seharusnya seorang muslim menempatkan
dirinya di atas dua hal ini, yaitu antara takut dan harap kepada Allah. Allah ﷻ berfirman,
وَيَرْجُونَ
رَحْمَتَهُ
وَيَخَافُونَ
عَذَابَهُ ۚ
“Mengharapkan
rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya.” (QS:Al-Israa’ | Ayat: 57).
Ketiga: istighfar.
Betapapun besarnya dosa
yang dimiliki seseorang, jangan pernah ia berputus asa dan meninggalkan taubat
dan istighfar. Allah ﷻ telah memerintahkan
kita agar senantiasa beristighfar kepada-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya,
وَاسْتَغْفِرُوا
اللَّهَ ۖ
إِنَّ
اللَّهَ
غَفُورٌ
رَحِيمٌ
“Dan mohonlah ampunan
kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS:Al-Muzzammil | Ayat: 20).
Demikian juga firman-Nya,
فَسَبِّحْ
بِحَمْدِ
رَبِّكَ
وَاسْتَغْفِرْهُ
ۚ إِنَّهُ
كَانَ
تَوَّابًا
“maka bertasbihlah
dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah
Maha Penerima taubat.” (QS:An-Nashr | Ayat: 3).
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
وَالصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ
عَلَى
أَشْرَفِ
الأَنْبِيَاءِ
وَالمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
أَمَّا
بَعْدُ:
Ma’syiral mukminin
arsyadakumullah,
Sebab ampunan terakhir yang
ingin kami sampaikan pada kesempatan yang mulia ini adalah tauhid atau
mengesakan Allah ﷻ.
Seandainya seorang hamba
menemui Rabbnya dengan dosa yang memenuhi bumi, tetapi ia sama sekali tidak
mempersekutukan Allah ﷻ dengan selain-Nya,
niscaya Allah ﷻ akan mengampuni semua
dosanya. Sebagaimana diseutkan di dalam hadits yang khotib sampaikan pada
khotbah pertama. Dosa sepenuh bumi pun akan Allah ampuni jika tidak ada dosa
syirik.
Tauhid adalah sebab
terbesar datangnya ampunan Allah ﷻ
untuk hamba-hamba-Nya. Dan sebaliknya, syirik merupakan kezhaliman terbesar
seseorang kepada Rabbnya yang cepat mendatangkan murka-Nya.
Akibat yang ditimbulkan
dari kezhaliman tersebut adalah kehinaan di dunia dan siksa yang pedih di
akhirat kelak. Allah ﷻ mengharamkan surga
bagi mereka yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah. Allah ﷻ Ta’ala berfirman,
إِنَّهُ
مَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدْ حَرَّمَ
اللَّهُ
عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ
وَمَأْوَاهُ
النَّارُ ۖ
وَمَا
لِلظَّالِمِينَ
مِنْ
أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang
yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang
zalim itu seorang penolong pun.” (QS:Al-Maidah | Ayat: 72).
Bahkan Allah ﷻ tidak akan mengampuni orang yang
mempersekutukan-Nya. Allah ﷻ
berfirman,
إِنَّ
اللَّهَ لَا
يَغْفِرُ
أَنْ
يُشْرَكَ بِهِ
وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ ذَٰلِكَ
لِمَنْ
يَشَاءُ ۚ
وَمَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدِ
افْتَرَىٰ
إِثْمًا
عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah
tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain
dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
(QS:An-Nisaa | Ayat: 48).
Ma’syiral mukminin
arsyadakumullah,
Demikianlah beberapa factor
yang menjadi sebab diampuninya dosa. Semoga Allah ﷻ
menjadikan kita termasuk golongan para hamba yang selalu bertaubat dan
beruntung mendapat maghfirah-Nya. Amin.
ثُمَّ
اعْلَمُوْا
أَيُّهَا
المُسْلِمُوْنَ
أَنَّ خَيْرَ
الحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ،
وَخَيْرَ
الهَدْيِ هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
وَشَرَّ
الأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَعَلَيْكُمْ
بِالجَمَاعَةِ،
فَإِنَّ يَدَ
اللهِ عَلَى
الجَمَاعَةِ،
وَمَنْ شَذَّ
شَذَّ فِي
النّارِ:
(إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا)
[الأحزاب:56] .
اللَّهُمَّ
صَلِّ
وَسَلِّمْ
عَلَى عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ، وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنْ
خُلفَائِهِ
الرَّاشِدِيْنَ،
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِّيْنَ،
أَبِيْ
بَكْرٍ،
وَعُمَرَ،
وَعُثْمَانَ،
وَعَلِيٍّ،
وَعَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ،
وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ،
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ،
وَاجْعَلْ
هَذَا البَلَدَ
آمِنًا
مُطْمَئِنّاً
وَسَائِرَ بِلَادِ
المُسْلِمِيْنَ
عَامَةً يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
مَنْ أَرَادَ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
بِسُوْءٍ
فَأَشْغِلْهُ
بِنَفْسِهِ،
وَارْدُدْ
كَيْدَهُ فِي
نَحْرِهِ،
وَاجْعَلْ
تَدْمِيْرَهُ
فِي
تَدْبِيْرِهِ،
وَاكْشِفْ
نَوَايَاهُ
وَخُطَطَهُ
وَاجْعَلْهَا
سَبَبَ
لِلْقَضَاءِ
عَلَيْهِ إِنَّكَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ
قَدِيْرٍ،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَجْعَلُكَ
فِي
نُحُوْرِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
اكْفِنَا
شُرُوْرَهُمْ،
اَللَّهُمَّ
رُدَّ كَيْدَهُمْ
فِي
نُحُوْرِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
سَلِّطْ
بَعْضَهُمْ
عَلَى
بَعْضٍ،
وَاشْغِلْهُمْ
بِأَنْفُسِهِمْ،
وَأَنْزِلْ
بِهِمْ
بَأْسَكَ
الَّذِيْ لَا
يَرُدُّ عَنِ
القَوْمِ
المُجْرِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
وُلَاةَ
أُمُوْرِنَا،
وَاجْعَلْهُمْ
هُدَاةَ
مُهْتَدِيْنَ،
غَيْرَ
ضَالِّيْنَ
وَلَا
مُضِلِّيْنَ،
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
بِطَانَتَهُمْ،
وَأَبْعِدْ
عَنْهُمْ
بِطَانَةَ
السُّوْءِ
وَالمُفْسِدِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
اجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ
عَلَى
الْحَقِّ،
اَللَّهُمَّ
أَيِّدْهُمْ
بِالْحَقِّ،
اَللَّهُمَّ
انْصُرْهُمْ
بِالْحَقِّ
وَانْصُرِ
الحَقَّ
بِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
احْمِ بِهِمْ
عِبَادَكَ
وَبِلَادَكَ
يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ،
رَبَّنَا
تَقَبَّلْ
مِنَّا
إِنَّكَ
أَنْتَ
السَّمِيْعُ
الْعَلِيْمُ .
عِبَادَ
اللهِ، (إِنَّ
اللَّهَ
يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ
ذِي الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنْ
الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ*
وَأَوْفُوا
بِعَهْدِ
اللَّهِ إِذَا
عَاهَدْتُمْ
وَلا
تَنقُضُوا
الأَيْمَانَ
بَعْدَ
تَوْكِيدِهَا
وَقَدْ
جَعَلْتُمْ
اللَّهَ
عَلَيْكُمْ
كَفِيلاً
إِنَّ اللَّهَ
يَعْلَمُ مَا
تَفْعَلُونَ)
[النحل:90-91]،
فَاذْكُرُوْا
اللهَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ، وَاللهُ
يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُوْنَ.
Disalin dari khotbah Jumat
di Majalah As-Sunnah Edisi 05/Thn XIX
www.KhotbahJumat.com