MENELADANI KHALIFAH III UTSMAN BIN
AFFAN radiyallahu 'anhu
Rabu, 07 April 10 Oleh: Musthafa Aini, Lc.
KHUTBAH PERTAMA :
إِنَّ
الْحَمْدَ
لله نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ
بلله مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
الله فَلَا
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلَا
هَادِيَ
لَهُ، أَشْهَدُ
أَنْ لَا إلهَ
إلا الله
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً كَثِيرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ الَّذِي
تَسَآءَلُونَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ الله
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعِ
اللهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ الله
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّد صلى
الله عليه و
سلم ٍ وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي النَّارِ.
اللهم صَل
عَلَى
مُحَمدٍ،
وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلمْ.
Para Hadirin, Jama'ah Shalat Jum'at Sekalian
Pada
kesempatan yang mulia ini, kami selaku khatib berpesan kepada diri kami sendiri
dan kepada para Jama'ah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan dan
kualitas ibadah kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala, dengan cara sering dan
selalu menghadiri majelis-majelis ilmu dan mengamalkan dengan tulus dan ikhlas
ilmu-ilmu yang telah kita pelajari itu. Sebab hanya dengan cara seperti itulah
keridhaan Allah dan rahmatNya makin mudah kita raih, baik di dunia ini maupun
di akhirat kelak.
Para Hadirin Kaum Muslimin yang Berbahagia
Allah Subhanahu Wata'ala di dalam al-Qur`an al-Karim menyebutkan banyak sekali sejarah atau kisah-kisah umat-umat terdahulu dan para rasul beserta para pengikutnya, agar kita yang membacanya mendapatkan ibrah dan pelajaran berharga darinya, sebagaimana Allah Subhanahu Wata'ala firmankan :
لَقَدْ كَانَ
فِي
قَصَصِهِمْ
عِبْرَةٌ
لأُوْلِي
اْلأَلْبَابِ
"Sesungguhnya
pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai
akal." (Yusuf:
111).
Sejarah
Nabi kita, nabi Muhammad Sallallahu 'Alahi Wasallam dan para sahabatnya pun
bila dibaca dan dihayati dengan seksama sangat sarat dengan ibrah dan
pelajaran yang patut kita teladani. Bahkan di antara para sahabat Nabi
Sallallahu 'Alahi Wasallam itu pun ada sosok-sosok manusia yang istimewa karena
iman, takwa, ibadah, pengorbanan, jihad, infak fi sabilillah, zuhud, dan
amal-amal kebajikan lainnya yang mereka kerjakan, sehingga di antara mereka ada
yang telah mendapat kabar gembira dari Nabi Muhammad Sallallahu 'Alahi Wasallam,
yaitu busyra biljannah atau "kabar gembira menjadi ahli
surga". Di antara sahabat Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam yang telah
mendapatkan busyra biljannah itu adalah Utsman bin 'Affan radiyallahu
'anhu, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dan imam Muslim, dari
sumber hadits Abu Musa al-Asy'ari radiyallahu 'anhu, dia meriwayatkan, bahwa
pada suatu hari Nabi Muhammad Sallallahu 'Alahi Wasallam memasuki suatu kebun,
dan beliau menyuruhnya untuk menjaga pintu kebun tersebut. Dan ternyata
datanglah seseorang dan minta izin (agar diperbolehkan masuk). Maka Nabi
Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
اِئْذَنْ
لَهُ
وَبَشِّرْهُ
بِالْجَنَّةِ.
"Izinkan
ia, dan sampaikanlah kabar gembira padanya, dengan surga."
Ternyata
orang itu adalah Abu Bakar. Lalu datang lagi orang lain dan juga minta izin.
Maka Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda, "Izinkan dia, dan
sampaikanlah kabar gembira kepadanya dengan surga."
Dan ternyata orang itu adalah Umar bin al-Khaththab. Lalu datang lagi orang ketiga, juga meminta izin. Namun Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam diam sejenak, lalu bersabda,
"Izinkan
ia, dan sampaikanlah kabar gembira padanya dengan surga di atas bala (bencana)
yang menimpanya."
Dan ternyata orang itu adalah Utsman bin 'Affan.
Hadirin, Jama'ah Shalat Jum'at yang Berbahagia
Yang perlu kita pertanyakan di sini adalah, kenapa dan bagaimana Utsman bin 'Affan radiyallahu 'anhu sampai memperoleh "busyra" atau berita gembira seperti itu?
Inilah
yang akan kita ungkap pada kesempatan khutbah kali ini, agar kita bisa
mengambil hikmahnya.
Hadirin, Jama'ah Shalat Jum'at yang Berbahagia
Nasab beliau:
a) Dari pihak silsilah nasab ayahnya, Utsman bin 'Affan bertemu dengan silsilah nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam pada Abdi Manaf.
b) Dari pihak ibunya, ibunya Arwa
binti Kuraiz, yaitu putri dari Ummu Hukaim al-Baidha’ binti Abdul Muththalib,
saudari kandung ayah Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam, yaitu Abdullah bin Abdul
Muththalib.
Beliau masuk Islam :
Beliau
termasuk as-Sabiqun al-Awwalun, termasuk golongan orang-orang yang
pertama masuk Islam, bahkan beliau adalah orang laki-laki keempat yang masuk
Islam, setelah Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan Abu Bakar radiyallahu
'anhum. Beliau masuk Islam melalui ajakan Abu Bakar ash-Shiddiq radiyallahu
'anhu.
Ciri-ciri fisik beliau:
Utsman
bin 'Affan radiyallahu 'anhu adalah seorang lelaki yang berperawakan sedang,
tegap dan lebar, berkulit putih kemerah-merahan dengan wajah yang cukup tampan
dan manis. Beliau juga berjenggot tebal, dan berambut keriting. Siapa saja yang
melihatnya akan terpesona karena ketampanannya.
Hadirin, Jama'ah Shalat Jum'at, yang Berbahagia
Sifat-sifat kepribadian beliau:
Beliau adalah sosok manusia yang sangat pemalu, sehingga segan untuk berbicara. Namun apabila beliau berbicara, maka ucapan dan pembicaraan beliau sangat indah dan tepat, sehingga Abdurrahman bin Hathib mengatakan, "Saya tidak pernah melihat seorang sahabat Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam yang apabila berbicara lebih indah bahasanya dan lebih baik tutur katanya daripada Utsman bin 'Affan, hanya saja beliau adalah tipe lelaki yang takut berbicara." (Thabaqat Ibnu Sa'ad).
Akan tetapi, jika beliau telah berbulat tekad melakukan sesuatu, tidak seorang pun yang dapat menghalanginya, dan beliau sama sekali tidak takut mati dalam menghadapi kematian. Ini terbukti pada saat beliau dibujuk dan dipaksa untuk melepaskan jabatannya sebagai "khalifah", beliau mengatakan kepada para pemberontak "Saya tidak akan menanggalkan pakaian yang telah Allah pakaikan kepadaku, akan tetapi saya hanya menanggalkan apa yang kalian tidak suka". (Thabaqat Ibnu Sa'ad: 3/66).
Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam juga telah bersabda, "Orang yang benar-benar pemalu di antara umatku adalah Utsman." (Ibnu Sa'ad: 3/60).
Dan beliau juga bersabda tentang Utsman bin 'Affan, "Ketahuilah, aku malu kepada seorang lelaki yang para malaikat malu kepadanya." (Muttafaq 'alaih).
Ungkapan
ini beliau ucapkan kepada istrinya, Aisyah yang bertanya kepada beliau,
"Kenapa ketika Abu Bakar masuk, dan kemudian Umar masuk, engkau tetap
seperti keadaan semula, tidak menutup pahamu yang terbuka, sedangkan ketika
Utsman masuk malah engkau menutupnya?" Beliau menjawab, "Ketahuilah,
aku malu kepada lelaki yang para malaikat pun malu kepadanya."
Ibadah beliau:
Hadirin, Jama'ah Shalat Jum'at, yang Berbahagia
Utsman bin 'Affan adalah sosok hamba Allah yang benar-benar patuh dan taat kepada Allah dan RasulNya, beliau adalah manusia yang sangat merindukan keridhaan Allah Subhanahu Wata'ala. Sikap beliau ini tampak dari perjalanan hidup beliau setelah masuk Islam.
Beliau adalah orang pertama yang berhijrah bersama kelu-arganya ke Habasyah (Etiopia) lalu ke Madinah, karena memenuhi perintah Allah dan RasulNya. Bahkan Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda mengenai hal ini, "Mereka berdua (Utsman dan istrinya) disertai oleh Allah, dan sesungguhnya Utsman adalah orang pertama yang berhijrah kepada Allah bersama istrinya sesudah Nabi Luth." (Tarikh al-Khulafa`, karya as-Suyuthi, hal. 151).
Beliau adalah salah seorang sahabat Nabi yang hafal al-Qur`an di luar kepala. Dan ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau menamatkan al-Qur`an dalam satu malam pada saat shalat tahajjud. Bahkan disebutkan pula bahwa beliau selalu mengkha-tamkan bacaan al-Qur`an di bulan suci Ramadhan tiga hari satu kali khatam.
Beliau
juga adalah hamba Allah Subhanahu Wata'ala yang suka melakukan shaum
(puasa), bahkan pada saat beliau dikepung oleh para pemberontak di kediamannya
di Madinah dan beliau dibunuh dengan cara mengenaskan, beliau dalam keadaan
berpuasa.
Kedermawanan beliau:
Utsman bin 'Affan adalah salah satu hamba Allah yang ber-kecukupan dan diberi kemudahan mendapat rizki, sehingga beliau dikenal sebagai salah seorang sahabat Nabi yang cukup kaya harta. Namun beliau tidak terlena dengan kekayaan tersebut. Beliau justru menjadikan kekayaannya sebagai sarana untuk mencari keridhaan Allah dan RasulNya. Maka dari itu, beliau dikenal sangat dermawan, suka berinfak fi sabilillah. Sebagai contohnya:
1. Ketika Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam berhijrah bersama para sahabatnya ke Madinah, di sana mereka kesulitan untuk mendapatkan air minum. Dan yang ada saat itu hanya sumur milik seorang dari Bani Ghifar, yang dikenal dengan sumur Rumah. Lelaki itu menjual airnya satu qirbah (galon sedang) dengan satu mud (kurma atau gandum). Lalu Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam meminta untuk memberikannya kepada kaum Muslimin dengan imbalan satu sumur di surga. Namun orang itu mengatakan, "Saya tidak punya apa-apa lagi selain sumur ini." Dan ketika berita ini sampai kepada Utsman, maka beliau segera membelinya dengan harga 35.000 dirham, harga yang sangat tinggi saat itu. Lalu beliau datang kepada Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam, dan mengatakan, "Apakah engkau janjikan untukku pada sumur tersebut sebagaimana yang engkau janjikan pada orang itu?" Nabi menjawab, "Ya". Dan Utsman mewakafkan sumur tersebut. (Fath al-Bari: 5/407-408).
2. Ketika kaum Muslimin berada dalam masa paceklik, sementara mereka harus berjihad fi sabilillah, dan tidak ada perbekalan (logistik) yang cukup untuk itu, Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam menghimbau para sahabatnya untuk mendermakan hartanya. Maka Utsman bin 'Affan bangkit dan mengatakan, "Ya Rasulullah, saya menanggung 300 ekor unta dengan segala perlengkapan di atasnya." (HR. at-Tirmidzi).
Di dalam riwayat Ahmad disebutkan, bahwa beliau mender-makan sebanyak 1000 dinar yang beliau bungkus dalam ikatan kain-nya lalu meletakkannya di pangkuan Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam. maka Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
مَا ضَرَّ
ابْنَ
عَفَّانَ مَا
عَمِلَ بَعْدَ
الْيَوْمِ.
"Tidak
membahayakan bagi Utsman apa yang dia kerjakan setelah hari ini." Beliau mengucapkannya
berulang-ulang.
3. Ketika Rasulullah Sallallahu 'Alahi
Wasallam ingin memperluas wilayah Masjid Nabawi, Utsman bin Affan-lah yang
membebaskan tanahnya dan membelinya kepada pemiliknya dengan harga 25.000
dirham (riwayat an-Nasa`i).
4. Beliau juga selalu menginfakkan
hartanya kepada kaum kerabatnya dan juga suka membebaskan hutang orang yang
ber-hutang kepada beliau. Dan beliau juga selalu menebus kemerdekaan budak
sahaya setiap Jum'at. (Lihat lebih lanjut di Aqidah Ahlus-sunnah fi
ash-Shahabah: 259-274).
Hadirin, Kaum Muslimin Sekalian
Jihad dan perjuangan beliau:
Utsman bin 'Affan radiyallahu 'anhu adalah salah seorang mujahid yang selalu ikut serta di dalam perjuangan dan peperangan untuk menegakkan kalimatullah. Beliau terlibat langsung dalam perang Khandaq dan Hudaibiyah, Khaibar, Fathu Makkah dan lain-lain. Bahkan sumpah setia yang dikenal dengan "Bai`at ar-Ridhwan" dilakukan oleh Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam karena Utsman bin 'Affan.
Ketika
beliau menjadi khalifah, beliau mengirimkan pasukan-nya untuk melanjutkan
perjuangan menegakkan agama Allah Subhanahu Wata'ala, dan pada masa
pemerintahan beliau banyak wilayah-wilayah di belahan bumi yang ditaklukkan,
seperti Armania, Afrika, Qubrus, negeri bangsa Turki dan lain-lain.
Hadirian, Kaum Muslimin Sekalian
Serba-serbi mengenai keutamaan beliau:
Tidak hanya itu keutamaan Utsman bin 'Affan radiyallahu 'anhu. Masih banyak lagi yang belum disebutkan, yang di antaranya saja:
1. Beliau termasuk ke dalam barisan syuhada'. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam pernah mendaki gunung uhud bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Tiba-tiba gunung uhud bergetar, maka Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda, "Diamlah (tenanglah) wahai uhud, karena sesungguhnya di atasmu hanyalah seorang Nabi, shiddiq, dan dua orang syahid."
2. Beliau adalah manusia satu-satunya
yang menikahi dua putri Nabi Muhammad Sallallahu 'Alahi Wasallam, yaitu
Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Ketika Ruqayyah radiyallahu 'anha wafat, Nabi
menikahkan Utsman dengan putrinya Ummi Kultsum. Dan setelah ummu Kultsum wafat,
Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda, "Kalau seandainya aku masih
punya anak perempuan yang lain niscaya akan aku nikahkan kamu dengannya."
Karena pernikahan dengan dua putri Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam inilah
Utsman dijuluki "Dzun Nurain" (pemilik dua cahaya).
3. Beliau juga adalah salah satu dari empat Khulafa` Rasyidin, yang wajib dipatuhi dan diteladani. Menurut pendapat yang rajih di kalangan ulama Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah bahwa Utsman bin Affan radiyallahu 'anhu menduduki urutan ketiga sebagai manusia terbaik dan paling utama setelah Abu Bakar dan Umar radiyallahu 'anhuma.
Semoga kita semua pandai memetik ibrah dan hikmah dari para pendahulu kita yang shalihin.
بَارَكَ الله
لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ
وَجَعَلَنَا
اللهُ مِنَ
الَّذِيْنَ
يَسْتَمِعُوْنَ
الْقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ
أَحْسَنَهُ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِـرُ
الله لِيْ وَلَكُمْ.
KHUTBAH KEDUA :
اَلْحَمْدُ
لله الَّذِيْ
أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ
بِالْهُدَى
وَدِيْنِ
الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّيْنِ
كُلِّهِ
وَلَوْ
كَرِهَ
الْمُشْرِكُوْنَ،
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إلهَ
إِلاَّ الله
وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ،
قَالَ الله
تَعَالَى:
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:
Setiap
Muslim wajib menjadi seorang Muslim sejati yang berpegang teguh kepada kitab
sucinya, yaitu al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam serta
mempelajari sejarah dan perjalanan hidup Nabi-nya dan para sahabatnya, juga
mempelajari sejarah para ulama pendahulunya, agar kecintaan kepada mereka makin
tumbuh di dalam hati, dan agar bisa meneladani mereka dalam mengarungi
kehidupan dunia ini.
Apabila
seorang Muslim semakin mengetahui sifat-sifat terpuji para pendahulunya,
perbuatan-perbuatan, dan amal shalih yang telah mereka lakukan, seperti
kepatuhan mereka kepada Allah dan RasulNya, kezuhudan mereka, perjuangan mereka
yang telah mengukir sejarah, kepahlawanan mereka fi sabilillah dan budi
pekerti nan luhur yang menjadi daya tarik bagi orang-orang kafir untuk masuk
Islam, maka dorongan untuk meneladani mereka semakin kuat di dalam jiwa kita.
Hadirin Jama'ah Shalat Jum'at yang Berbahagia
Marilah, sebelum kita menghadap kepada Allah menunaikan Shalat Jum'at, kita bermunajat dan merendahkan diri kepadaNya memohon kebaikan dunia dan akhirat kita.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. اللهم
بَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ
نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ.
( Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan
Setahun Edisi Kedua, Darul Haq, Jakarta. Diposting oleh Wandy Hazar Z )