Tiga Amalan Baik
Rabu, 17
Maret 04 Oleh:
Muhammad Ali Aziz
Kaum
Muslimin Yang Terhormat
Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada
malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang
turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada
suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.
Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi
segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan
dalam hidup. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan
Istighfar yang kita singkat TIGA IS.
Istiqomah. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.
Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam
berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut:
عَنْ
أَبِيْ
سُفْيَانَ
بْنِ عَبْدِ
اللهِ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُ
قَالَ: قُلْتُ
يَا رَسُوْلَ
اللهِ، قُلْ
لِيْ فِي
اْلإِسْلاَمِ
قَوْلاً لاَ
أَسْأَلُهُ
عَنْهُ
أَحَدًا
غَيْرَكَ.
قَالَ: قُلْ
آمَنْتُ
بِاللهِ
ثُمَّ اسْتَقِمْ.
(رواه مسلم).
“Dari
Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai
asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu
bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah
beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim).
Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan
bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup,
ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram
halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas
kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.
Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an
surat Fushshilat ayat 30:
إِنَّ
الَّذِينَ
قَالُوا رَبُّنَا
اللَّهُ
ثُمَّ
اسْتَقَامُوا
تَتَنَزَّلُ
عَلَيْهِمُ
الْمَلَائِكَةُ
أَلَّا تَخَافُوا
وَلَا
تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا
بِالْجَنَّةِ
الَّتِي
كُنْتُمْ
تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah
Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun
kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah
kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah
kepadamu.” (Qs. Fushshilat: 30)
Istikharah, selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh
pertimbangan dalam setiap keputusan.
Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan.
Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan
batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang
benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan
sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah.
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
مَنْ
كَانَ
يُؤْمِنُ
بِاللهِ
وَالْيَوْمِ
اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ
خَيْرًا أَوْ
لِيَصْمُتْ.
(رواه البخاري
ومسلم عن أبي
هريرة).
Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan
bicaralah esok hari).
Kalau
ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah,
jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan
itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi
lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar
ma’ruf nahi munkar.
Mengenai kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu
alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda:
أَتَانِيْ
جِبْرِيْلُ
فَقَالَ: يَا
مُحَمَّدًا
عِشْ مَا
شِئْتَ
فَإِنَّكَ
مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ
مَا شِئْتَ
فَإِنَّكَ
مُفَارِقٌ،
وَاعْمَلْ
مَا شِئْتَ
فَإِنَّكَ
مَجْزِيٌّ
بِهِ. (رواه
البيهقي عن
جابر).
Jibril
telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi
sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi
engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan
sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi dari Jabir).
Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika
akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan
data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama .
Para pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak
mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan
masyarakat.
Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita
benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian
hari.
Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
مَا
خَابَ مَنِ
اسْتَخَارَ
وَلاَ نَدِمَ
مَنِ
اسْتَشَارَ
وَلاَ عَالَ
مَنِ
اقْتَصَدَ.
Tidak
akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah
dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas)
Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul
Izati.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan
sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang
merusak kehidupan kita. Oleh karena ia harus diobati.
Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan
kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun
kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah
dengan penuh keridloan Allah.
Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan
karena kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak
boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan
ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang
produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan.
Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami
kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk
yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat
satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.
Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam, kepada kaumnya:
وَيَا
قَوْمِ
اسْتَغْفِرُوا
رَبَّكُمْ ثُمَّ
تُوبُوا
إِلَيْهِ
يُرْسِلِ
السَّمَاءَ
عَلَيْكُمْ
مِدْرَارًا
وَيَزِدْكُمْ
قُوَّةً
إِلَى
قُوَّتِكُمْ
وَلَا
تَتَوَلَّوْا
مُجْرِمِينَ
“Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu
lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras
atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu
berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud:52).
Para
Jamaah yang dimuliakan Allah
Sekali lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Agar kita
tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan, tidak bisa tidak
kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah, Istikharah
dan Istighfar.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan
dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. Amin
أَقُولُ
قَوْ لِي
هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
اِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
Kedua
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
الَّذِيْ
أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ
وَاْلاِعْتِصَامِ
بِحَبْلِ
اللهِ
الْمَتِيْنِ.
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ
لاَشَرِيْكَ
لَهُ، إِيَّاهُ
نَعْبُدُ
وَإِيَّاُه
نَسْتَعِيْنُ.
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ،
اَلْمَبْعُوْثُ
رَحْمَةً
لِلْعَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
عِبَادَ الله،
اِتَّقُوا
اللهَ مَا
اسْتَطَعْتُمْ
وَسَارِعُوْا
إِلَى
مَغْفِرَةِ
رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلَى
النَّبِيِّ،
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَقَرَابَتِهِ
وَأَزْوَاجِهِ
وَذُرِّيَّاتِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
جَمِيْعَ
وُلاَةَ
الْمُسْلِمِيْنَ،
وَانْصُرِ
اْلإِسْلاَمَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ،
وَأَهْلِكِ
الْكَفَرَةَ
وَالْمُشْرِكِيْنَ
وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ
وَيَا
قَاضِيَ
الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ
افْتَحْ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَ
قَوْمِنَّا
بِالْحَقِّ
وَاَنْتَ
خَيْرُ
الْفَاتِحِيْنَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَادْعُوْهُ
يَسْتَجِبْ
لَكُمْ
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ.
|
YAYASAN AL-SOFWA |