Peringatan Tentang Lima Bencana Yang
Akan Menimpa Umat Islam
Jumat,
30 April 04 Oleh:
M. Nur Jannata
Ma’asyiral
muslimin, sidang Jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya pada kesempatan khotbah Jum’at (siang hari ini) khotib berwasiat,
hendaknya kita bersama-sama sejenak bermu-hasabah untuk meningkatkan iman dan
taqwa kita kepada Allah Ta’ala, taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya, yaitu
dengan menumbuhkan rasa takut kepada siksa dan adzab Allah, menjalan-kan semua
perintahNya serta menjauhi semua laranganNya.
Ma’asyirol Muslimin … arsyadakumullah
Ada banyak hal yang patut kita cermati dari berbagai ujian, bencana dan
malapetaka yang menimpa umat Islam dewasa ini. Dalam Al-Qur’an, sesungguhnya
Allah Ta’ala telah mengingat-kan kepada kita bahwa adzab dan siksa Allah tidak
khusus hanya menimpa orang-orang zhalim di antara kita. Allah berfirman dalam
Al-Qur’an:
وَاتَّقُوا
فِتْنَةً لَا
تُصِيبَنَّ
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
مِنْكُمْ
خَاصَّةً
وَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
شَدِيدُ
الْعِقَابِ
Yang artinya: “Dan
perihalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja
di antara kamu dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaNya” (AS. An-Anfal:
25).
Imam Ahmad bin Hambal juga meriwayatkan hadits dari Ummu Salamah, ia berkata
bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
إِذَا
ظَهَرَ
الْمَعَاصِيْ
فِيْ
أُمَّتِيْ
عَمَّهُمُ
اللهُ
بِعَذَابٍ
مِنْ عِنْدِهِ،
فَقُلْتُ: يَا
رَسُوْلَ
اللهِ، أَمَا
فِيْهِمْ
يَوْمَئِذٍ
أُنَاسٌ
صَالِحُوْنَ؟
قَالَ: بَلَى.
قُلْتُ:
فَكَيْفَ
يَصْنَعُ
بِأُلَـئِكَ؟
قَالَ:
يُصِيْبُهُمْ
مَا أَصَابَ
النَّاسُ ثُمَّ
يَصِيْرُوْنَ
إِلَى
مَغْفِرَةٍ
مِنَ اللهِ
وَرِضْوَانٍ.
Artinya:
“Jika timbul maksiat pada umatku, maka Allah akan menyebarkan adzab (siksa)
kepada mereka. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah tidak ada pada waktu itu
orang-orang shalih?” Beliau menjawab:”ada”. Aku bertanya lagi: “Apa yang akan
Allah perbuat kepada mereka?” Jawab beliau: “Allah akan menimpakan kepada
mereka adzab sebagaimana yang ditimpakan kepada orang-orang yang melakukan
maksiat, kemudian mereka akan mendapat ampunan dan keridhoan dari Robbnya.”
(HR. Imam Ahmad, VI/304, Al-Haitsami mengatakan bahwa hadits ini perawinya terpercaya).
Ma’asyirol muslimin … sidang Jum’at yang berbahagia.
Demikianlah bila suatu kaum sudah bermaksiat dan menen-tang perintah-perintah
Allah serta mengkufuri nikmat-nikmatNya, maka sungguh Allah akan menurunkan
kehinaan dan kebinasaan kepada mereka baik kehinaan di dunia maupun kehinaan di
akhirat. Lalu bagaimanakah dengan kita yang hidup di negeri ini, negeri yang
banyak di jumpai di dalamnya kemaksiatan, kemungkaran dan
penyelewengan-penyelewengan moral. Adakah kita sudah meng-ingatkan kepada mereka
akan siksa Allah yang maha pedih, Allah berfirman di dalam Al-Qur’an.
وَضَرَبَ
اللَّهُ
مَثَلًا
قَرْيَةً
كَانَتْ
آمِنَةً
مُطْمَئِنَّةً
يَأْتِيهَا
رِزْقُهَا
رَغَدًا مِنْ
كُلِّ
مَكَانٍ
فَكَفَرَتْ
بِأَنْعُمِ
اللَّهِ
فَأَذَاقَهَا
اللَّهُ
لِبَاسَ
الْجُوعِ وَالْخَوْفِ
بِمَا
كَانُوا
يَصْنَعُونَ
Yang artinya: ”Dan Allah telah membuat suatu perumpa-maan dengan sebuah negeri
yang dahulunya aman dan tentram, rizqinya datang kepadanya melimpah ruah dari
segala tempat akan tetapi penduduknya mengingkari akan nikmat Allah, karena itu
Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa
yang mereka perbuat”. (QS. An-Nahl: 112).
Ayat di atas menggambarkan dengan jelas betapa Allah akan membinasakan sebuah
negeri yang penduduknya berbuat zhalim dan mengingkari nikmat-nikmat Allah,
sehingga Allah menimpakan kepada mereka siksaNya berupa kelaparan dan
ketakutan.
Bahkan dalam sebuah hadits shohih, Imam Ibnu Majah meriwayatkan bahwa akan ada
lima bencana yang akan menimpa umat ini. Dari Abdullah bin Umar bin Khaththab
ia berkata: “Aku adalah salah seorang dari sepuluh keluarga muhajirin yang
berada di rumah kediaman Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau
menghadapkan wajahnya kepada kami:”Wahai kaum Muhajirin!! sesungguhnya ada lima
perkara dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menemuinya, beliau
bersabda:
Yang artinya:
Ma’ashiral
muslimin sidang Jum’at yang berba-hagia.
Demikianlah dengan tegas Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan di
hadapan kaum muhajirin tentang lima bencana yang akan menimpa umat ini, yang
pertama bahwa bila kemaksiatan dan kemungkaran terjadi pada suatu kaum dengan
terang-terangan, perjudian yang semakin merajalela, pelacuran, prostitusi dan
perzinaan serta kasus-kasus perkosaan yang hampir setiap hari menghiasi halaman
surat kabar, maka sungguh Allah akan menimpakan kepada penduduk negeri tersebut
bencana dengan wabah penyakit (tho’un) yang tidak akan pernah ada obatnya dan
tidak pernah dialami oleh umat-umat seblumnya. Penyakit Aids yang ditemukan
pada penghujung tahun 1980 adalah bukti siksa Allah atas penyimpangan moral
yang dilakukan manusia. Di dalam Konfrensi AIDS sedunia di Amsterdam, Prof. Dr.
J. Man mengatakan bahwa penyakit Aids dapat menularkan tiga penderita dalam
satu menit, dan pada dekade tahun 2000 kedepan diprediksikan penderita Aids
mencapai 110 juta jiwa, yang berarti satu di antara lima puluh penduduk dunia
dinyatakan positif mengidap menyakit tersebut, sedangkan 65% penderitanya
adalah anak-anak remaja (ABG). Adapun penu-larannya 90% adalah melalui hubungan
badan di luar nikah, pelacuran dan prostitusi, dan yang sejenisnya.
Selanjutnya yang kedua, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan
bahwa bila suatu kaum telah mengurangi takaran dan timbangannya, niscaya Allah
akan menimpakan kepada kaum tersebut dengan bencana berupa paceklik sepanjang
tahun, serta berkuasanya pemimpin-pemimpin yang bengis dan bejat moralnya
(diktator), pemimpin-pemimpin yang akan menindas bangsanya sendiri.
Selanjutnya yang ketiga: Tidaklah suatu kaum yang enggan mengeluarkan zakat
malnya, baik para petani, pedagang, pengusaha dan orang-orang berkewajiban
mengeluarkan zakatnya, kemudian mereka tidak mengeluarkannya, niscaya Allah
akan menimpakan kepada mereka siksa dan malapetaka dengan tidak diturunkannya
hujan dari langit, dan bila karena tidak ada binatang ternak, niscaya Allah
tidak akan menurunkan hujan selama-lamanya, maknanya bahwa Allah lebih
mencintai binatang-binatang ternak dibandingkan orang-orang berharta namun
tidak mengeluarkan zakat hartanya.
Yang keempat: Tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara dirinya dengan Allah
dan RasulNya, melainkan Allah akan mendatangkan kepada mereka musuh-musuh yang
bukan dari golongan mereka, lalu merampas sebagian harta yang ada pada mereka.
Selanjutnya yang kelima: Bahwa sungguh tidaklah suatu kaum, dimana pemimpin-pemimpin
mereka, imam-imam mereka sudah tidak tunduk dan berhukum dengan Kitabullah
Al-Qur’an, maka Allah akan mengadzab mereka dengan kesengsaraan dan perpecahan
di antara mereka. Dalam kaitannya berhukum dengan selain hukum Allah
(Kitabullah), setelah iqomatul hujjah sampai kepada mereka.
Sahabat Ibnu Abbas berkata:
مَنْ
جَحَدَ مَا
أَنْزَلَ
اللهُ فَقَدْ
كَفَرَ
Yang
artinya: “Siapa yang menolak apa yang diturunkan oleh Allah, maka telah kafir”.
(Lihat Tafsir Al-Thobari, VI/149).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
وَمَتَى
تَرَكَ
الْعَالِمُ
مَا عَلِمَهُ
مِنْ كِتَابِ
اللهِ
وَسُنَّةِ
رُسُوْلِهِ وَاتَّبَعَ
حُكْمَ
الْحَاكِمِ
الْمُخَالِفِ
لِحُكْمِ
اللهِ
وَرَسُوْلِهِ
كَانَ مُرْتَدًّا
كَافِرًا
يَسْتَحِقُّ
الْعُقُوْبَةَ
فِي
الدُّنْيَا
وَاْلآخِرَةِ.
“Dan kapan saja seorang alim meninggalkan apa yang dia ketahui
dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya lalu mengikuti hukum penguasa
(pemerintah) yang bertentangan dengan hukum Allah dan RasulNya, maka ia telah
murtad dan kafir serta pantas baginya mendapatkan siksa di dunia dan di
akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 35/373).
Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata:
إِنِ
اعْتَقَدَ
أَنَّ
الْحُكْمَ
بِمَا أَنْزَلَ
اللهُ غَيْرَ
وَاجِبٍ
وَأَنَّهُ
مُخَيَّرٌ
فِيْهِ مَعَ
تَيَقُّنِهِ
أَنَّهُ حُكْمُ
اللهِ، هَذَا
كُفْرٌ
أَكْبَرُ.
Yang
artinya: “Jika seseorang berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah adalah
tidak wajib, dan meyakini bahwa boleh memilih (antara berhukum dengan hukum
Allah ataupun tidak) serta berkeyakinan bahwa yang demikian itu adalah hukum
Allah juga, ini adalah kufur akbar.” (Madarijus Salikin, I/337).
Ma’asyiral Muslimin ... Sidang Jum’at yang berbahagia.
Bila kita mencermati lebih dalam sesungguhnya banyak ayat Al-Qur’an yang
mengisahkan tentang dibinasakannya umat-umat terdahulu sebagai ibroh (pelajaran)
bagi umat yang datang kemudian.
بَارَكَ
اللهُ فِي
الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ
وَنَفَعِنْي
وَإِيَّاكُمْ
بِالآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ،
إِنَّهُ هُوَ
الَّسِمْيُع
اْلعَلِيْمُ،
فَاسْتَغْفِرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
Kedua
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِ اللهُ
فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ
أَنَّ لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلَى
عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
مُحَمِّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَيَا
عِبَادَ
اللهِ،
أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ
بِتَقْوَى
اللهِ فَقَدْ
فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ
الْمُتَّقُوْنَ،
حَيْثُ قَالَ
تَعَالَى: يَا
أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyirol
Muslimin Rahimakumullah …
Pada khotbah yang kedua ini, khotib mewasiatkan kepada para jama’ah sekalian
untuk selalu bermuhasabah terhadap segala amal ibadah yang telah kita lakukan
selanjutnya untuk menutup khutbah Jum’at pada siang hari ini, marilah kita
berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari segala melapetaka yang akan menimpa kita
sekalian.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لَنَا
دِيْنَنَا
الَّذِيْ
هُوَ
عِصْمَةُ
أَمْرِنَا،
وَأَصْلِحْ
لَنَا
دُنْيَانَا
الَّتِيْ
فِيْهَا
مَعَاشُنَا،
وَأَصْلِحْ
لَنَا
آخِرَتَنَا
الَّتِيْ
إِلَيْهَا
مَعَادُنَا،
وَاجْعَلِ
الْحَيَاةَ
زِيَادَةً
لَنَا فِيْ
كُلِّ خَيْرٍ،
وَاجْعَلِ
الْمَوْتَ
رَاحَةً
لَنَا مِنْ كُلِّ
شَرٍّ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا وَلإِخْوَانِنَا
الَّذِيْنَ
سَبَقُوْنَا
بِاْلإِيْمَانِ
وَلاَتَجْعَلْ
فِيْ
قُلُوْبِنَا
غِلاًّ
لِّلَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَءُوْفٌ
رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
أَقِيْمُوا
الصَّلاَةَ.
|
YAYASAN AL-SOFWA |