Pergolakan Hati Manusia Di Tengah
Syubhat Dan Syahwat
Sabtu,
16 Oktober 04 Oleh:
Zaki Rakhmawan
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ الَّذِيْ
خَلَقَكُمْ
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا.
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيثِ
كِتَابُ
اللهَ،
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَشَّرَ
الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ
ضَلاَلَةٍ فِي
النَّارِ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
Sidang
Jum’at rahimakumullah
Ingatlah, wahai kaum muslimin, sungguh kemaksiatan selalu membayangi kita,
kapan dan di mana saja kita berada. Kemaksiatan adalah senjata syetan yang
tersohor. Dia membisikkan bujuk rayu dan tipuan kepada hati agar melakukan dosa
.
Bagaimana hati manusia dapat terkena bujuk rayu syetan? jawabannya, karena
manusia tidak taat kepada Allah Ta’aala. Sungguh, amal pekerjaan manusia tidak
akan sempurna tanpa bekal ketaqwaan. Dan tidaklah benar ketaqwaan tanpa dasar
ilmu. Perumpamaannya adalah seperti buah yang baik, aromanya enak dan rasanya
lezat. Aromanya adalah ilmu dan nasehat, sedangkan rasanya adalah amal
perbuatan.
Sungguh manusia tergantung pada hatinya, sebab ia memberi komando kepada semua
anggota tubuh, mulai akal pikiran sampai kepada panca indera. Sehingga apabila hatinya
baik maka baik pula anggota badan yang lainnya, tetapi apabila jahat maka
binasalah semua anggota yang lainnya.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
أَلاَ
وَإِنَّ فِي
الْجَسَدِ
مُضْغَةً، إِذَا
صَلُحَتْ
صَلُحَ
الْجَسَدُ
كُلُّهُ، وَإِذَا
فَسَدَتْ
فَسَدَ
الْجَسَدُ
كُلُّهُ،
أَلاَ وَهِيَ
الْقَلْبُ.
(رواه البخاري
ومسلم).
“Ingatlah
dalam badan ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah semua badannya, jika
ia rusak, maka rusaklah semua badannya. Ingatlah dia adalah hati.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
Ketahuilah bahwa hati manusia dibagi tiga macam:
Pertama: hati yang sehat/shahih, yaitu hati yang bersih dan terlepas dari
selubung syahwat dan kegelapan syubhat. Pemilik hati ini adalah orang-orang
yang bertaqwa kepada Allah Ta’aala. Ia senantiasa melakukan amal shalih dengan
ikhlas dan mematuhi aturan Allah dan Rasulnya.
FirmanNya:
يَوْمَ
لَا يَنْفَعُ
مَالٌ وَلَا
بَنُونَ، إِلَّا
مَنْ أَتَى
اللَّهَ
بِقَلْبٍ
سَلِيمٍ
“(Yaitu) di hari harta
dan anak laki-laki tiada berguna, kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah
dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’araa: 88-89)
Kedua: Hati yang mati, yaitu lawan dari hati yang sehat. Pemilik hati ini
adalah orang-orang kafir. Mereka tidak mengimani Allah, tidak mengakui bahwa
hanya kepada Allah Ta’ala ibadahnya ditujukan, serta tidak mempercayai
nama-nama dan sifat Allah Ta’ala. Setiap tindakannya hanya menuruti hawa nafsu
semata. Hawa adalah pemimpin dan syahwat adalah prinsip. Mereka jauh dari
ketaatan kepada Allah Ta’ala. Sungguh merupakan tempat yang nyaman bagi syetan
untuk mengajak kepada kebinasaan.
Ketiga, Hati yang sakit, Yaitu hati yang berada di antara hati yang sehat dan
mati. Pemiliknya adalah orang-orang munafik. Ia mengaku beriman, beramal
shalih, bertawakkal, namun lebih menyukai riya’,ujub, sombong, bila berjanji
tidak ditepati, bila berkata tidak bisa dipegang. Allah Ta’ala berfirman:
فِي
قُلُوبِهِمْ
مَرَضٌ
فَزَادَهُمُ
اللَّهُ
مَرَضًا
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ بِمَا
كَانُوا
يَكْذِبُونَ
“Di hati mereka ada
penyakit, lalu ditambah Allah penyakit-nya. Bagi mereka adzab yang pedih
disebabkan kedustaannya”. (QS. Al-Baqarah: 10).
Salah satu syarat untuk meraih badan yang sehat adalah menjauhkan diri dari
makanan yang dapat menyebabkan sakit. Begitu pula dengan hati, bila ingin hati
yang sehat maka jauhkanlah hati dari faktor-faktor yang merusaknya. Antara lain
fitnah syahwat dan syubhat. Fitnah syahwat dapat berasal dari wanita, anak,dan
kekayaan harta. Allah Ta’ala berfirman:
زُيِّنَ
لِلنَّاسِ
حُبُّ
الشَّهَوَاتِ
مِنَ
النِّسَاءِ
وَالْبَنِينَ
وَالْقَنَاطِيرِ
الْمُقَنْطَرَةِ
مِنَ
الذَّهَبِ
وَالْفِضَّةِ
وَالْخَيْلِ
الْمُسَوَّمَةِ
وَالْأَنْعَامِ
وَالْحَرْثِ
“Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini,
yaitu: wanita-wanita, anak-anak,harta yang banyak dari jenis emas,perak,kuda
pilihan, binatang ternak dan sawah ladang.” (QS. Ali Imran:14)
Sidang Jum’at rahimakumullah.
Sungguh fitnah wanita sangat berbahaya dan dahsyat. Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam bersabda:
مَا
تَرَكْتُ
بَعْدِيْ
فِتْنَةً
هِيَ أَضَرُّ
عَلَى
الرِّجَالِ
مِنَ
النِّسَاءِ.
(متفق عليه).
“Tidak kutinggalkan sesudah matiku suatu fitnah (ujian) yang
lebih berbahaya bagi laki-laki dari fitnah wanita.” (Muttafaq alaih)
Fitnah dari wanita sangat banyak sekali ragamnya, antara lain dalam hal
pakaian. Tak dapat dipungkiri bahwa jika seorang wanita keluar dari rumahnya
tanpa menjaga auratnya, maka syetan akan menjadikan ia menarik pandangan mata
lelaki. Tidak hanya satu laki-laki yang tergoda tetapi puluhan, ratusan dan
bahkan lebih. Hal itulah yang menyebabkan jatuhnya akhlak kaum lelaki, sehingga
sangat jorok. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
صِنْفَانِ
مِنْ أَهْلِ
النَّارِ
لَمْ أَرَهُمَا؛
قَوْمٌ
مَعَهُمْ
سِيَاطٌ
كَأَذْنَابِ
الْبَقَرِ
يَضْرِبُوْنَ
بِهَا النَّاسَ،
وَنِسَاءٌ
كَاسِيَاتٌ
عَارِيَاتٌ
مُمِيْلاَتٌ
مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ
كَأَسْنِمَةِ
الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ
لاَ
يَدْخُلْنَ
الْجَنَّةَ وَلاَ
يَجِدْنَ
رِيْحَهَا،
وَإِنَّ
رِيْحَهَا
لَتُوْجَدُ
مِنْ
مَسِيْرَةِ
كَذَا وَكَذَا.
(رواه مسلم).
“Dua manusia dari ahli Neraka yang belum ku lihat di zamanku, yaitu kaum yang
membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi. Mereka memukul manusia dengannya. Dan
wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok
kepala mereka seperti punuk unta yang condong., mereka tidak akan masuk Surga.
Dan sesungguhnya bau Surga bisa tercium dari jarak yang sangat jauh”
(HR.Muslim)
Wanita mempunyai sifat yang kurang mulia, antara lain: mudah mengeluh, suka
menuntut, suka membicarakan orang lain(ghibah), kurang pandai berterimah kasih
kepada suami. Seorang istri yang kurang puas terhadap kondisi ekonomi dan
sosial yang telah diusahakan suaminya, sering kali tidak sabar dan mendesak
suaminya untuk berbuat kolusi, korupsi, berkhianat, dan tindakan maksiat
lainnya. Memang tidak semua wanita seperti itu, hanya wanita yang shalihahlah
yang tidak melakukan seperti itu. Merekalah perhiasan dunia yang terbaik,
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
اَلدُّنْياَ
مَتَاعٌ
وَخَيْرُ
مَتَاعِهَا
الْمَرْأَةُ
الصَّالِحَةُ.
(رواه مسلم).
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita
yang shalihah.” (HR. Muslim)
Maka bagi kita, haruslah berhati-hati dengan fitnah wanita dan wajib untuk
mendidik istri, anak dan saudari-saudari kita agar menutup auratnya dan menjaga
kehormatannya, sehingga dapat menjadi wanita yang shalihah.
Anak dapat membutakan orang tua dari kebenaran. Demi anak orang tua rela
mengorbankan keimanannya,kejujurannya. Bahkan kadang kala mampu menjerat orang
tua untuk bermalas-malasan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, bakhil dalam
berinfaq, bershadaqah, maupun zakat. Kepentingan sang anak dijadikan alasan
atas kebakhilannya, kemalasan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Allah
berfirman:
إِنَّمَا
أَمْوَالُكُمْ
وَأَوْلَادُكُمْ
فِتْنَةٌ
وَاللَّهُ
عِنْدَهُ
أَجْرٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah bagimu. Dan di sisi
Allahlah pahala yang besar.” (QS. At-Thaghabun: 15)
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
اَلْوَلَدُ
مَحْزَنَةٌ
مَجْبَنَةٌ
مَجْهَلَةٌ
مُبْخَلَةٌ.
“Anak itu (dapat mendatangkan) kesedihan, rasa takut, kebodohan
dan kebakhilan.” (HR. Ath-Tabrani, dishahihkan oleh Syekh Al-Albani)
Maka wajiblah bagi orang tua untuk bersabar dan istiqomah dalam menjaga anak
sebagai amanat dari Allah Ta’aala.
Sidang Jum’at rahimakumullah.
Ketahuilah bahwa fitnah harta merupakan awal kebobrokan akhlaq manusia. Korban
dari fitnah ini senantiasa haus dan lapar untuk menimbun harta. Ia membanting
tulang siang malam untuk harta, tidak ada waktu untuk yang lain. Bahkan ia rela
melepas kejujurannya, dan keimanannya untuk digadaikan demi harta. Kekayaan dan
harta membuat ia lupa kepada Allah Ta’ala. Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam bersabda:
إِنَّ
لِكُلِّ
أُمَّةٍ
فِتْنَةً،
وَفِتْنَةُ
أُمَّتِي
الْمَالُ.
(حديث حسن
رواه الترمذي).
“Tiap umat mempunyai cobaan dan ujian sendiri-sendiri dan fitnah
cobaan umatku adalah kekayaan harta.” (HR. Tirmidzi, sanadnya hasan disepakati
oleh Adz-Dzahabi)
Sidang Jum’at rahimakumullah.
Selain fitnah syahwat, ada fitnah yang lain yang tak kalah berbahayanya, yaitu
fitnah syubhat. Apakah fitnah syubhat itu?Yaitu fitnah atau ujian yang
ditimbulkan dari sesuatu yang status halal haramnya. Hal ini sering menimpa
orang-orang yang telah belajar dan menerima ilmu, tetapi tidak memahaminya dan
tidak amanah . Dengan ilmunya yang minim, ia merasa telah mengetahui dien
Islam, lalu memahaminya dengan seenaknya . Ia tidak tahu dimana kebenaran yang
haq itu berada?.
Pendapatnya salah tetapi ia tidak tahu letak kesalahannya dan tidak mau
menerima pendapat yang benar dari pihak lain. Yang halal dikatakan haram, yang
sunnah dikatakan bid’ah. Ia menjadi fitnah bagi orang lain. Akibat dari fitnah
syubhat adalah taqlid buta atau mengikuti pendapat orang lain tanpa ilmu.
Taklid yang tidak diperbolehkan apabila mengikuti adat istiadat atau ajaran
nenek moyang yang bertentangan dengan ketentuan dari Allah Ta’ala, mengikuti
pendapat orang lain yang tidak mengetahui proporsionalitasnya (kebenarannya).
Tetapi diperbolehkan mengikuti pendapat orang yang diketahui telah berusaha
keras dan konsekwen dalam ketaatannya kepada Allah Ta’ala dan RasulNya. Hanya
ketentuan Allah dan RasulNya yang layak dijadikan dalil dan hujah serta harus
diikuti. Sungguh tidak ada pendapat manusia yang layak untuk didikuti kecuali
pendapat Rasulullah. Malik bin Anas berkata :
لَيْسَ
أَحَدٌ
بَعْدَ
النَّبِيِّ
إِلاَّ يُؤْخَذُ
مِنْ
قَوْلِهِ
وَيُتْرَكُ
إِلاَّ النَّبِيَّ
.
“Tidaklah seorangpun sepeninggal Nabi n yang patut diikuti
perkataannya dan ditinggalkan, kecuali perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam ” (harus diikuti semuanya).
Maka marilah kita menimba ilmu dengan bersungguh-sungguh dan berpegang teguh
kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah dengan pemahaman para salafus shalih
untuk selamat dari bahaya fitnah Syubhat.
فَاسْتَبِقُوا
الْخَيْرَاتِ،
أَقُولُ قَوْ
لِي هَذَا
وَاسْتَغْفِرُوا
اللهَ اِنَّهُ
هُوَ
الْغَفُورُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
Kedua
إِنَّ
الْحَمْدَ
لله
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا.
أَمَّا
بَعْدُ؛
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Saya mengajak para jama’ah dan diri saya sendiri untuk bertaqwa dan memerangi
syetan yang senantiasa menggoda manusia dengan tipuan-tipuannya. Senjata yang
bisa kita gunakan yaitu pertama: Keyakinan yang shahih berdasar Al-Qur’an dan
Sunnah Rasulullah n. Inilah yang menghancurkan syubhat dan khayalan-khayalan
kosong. Kedua; Kesabaran, dengan inilah kita dapat memberangus syahwat dan hawa
nafsu. Allah berfirman:
وَجَعَلْنَا
مِنْهُمْ
أَئِمَّةً
يَهْدُونَ
بِأَمْرِنَا
لَمَّا
صَبَرُوا
وَكَانُوا
بِآيَاتِنَا
يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan di
antara mereka itu pimpinan yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika
mereka bersabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. (QS. As-Sajdah: 24)
Demikian khotbah Jum’at ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Ya Allah
lindungilah kami dari segala macam bahaya, dan kesukaran, serta berilah
kemudahan untuk mengatasi-nya.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلَى
النَّبِيِّ،
يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلإِخْوَانِنَا
الَّذِيْنَ
سَبَقُوْنَا
بِاْلإِيْمَانِ
وَلاَ
تَجْعَلْ
فِيْ
قُلُوْبِنَا
غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَءُوْفٌ
رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَارْحَمْهُمَا
كَمَا
رَبَّيَانَا
صِغَارًا.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ
ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ
أَكْبَرُ.
|
YAYASAN AL-SOFWA |