Pengaruh Ma’siat dan Dosa terhadap
Umat
Jama’ah Sidang Jum’at yang dirahmati Allah
Kami berwasiat kepada diri kami
pribadi dan jama’ah sekalian, Bertaqwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala
dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Taatlah kepadaNya, rasakanlah selalu
pengawasanNya dan jangan durhaka kepadaNya.
Allah telah memberikan anugerah
yang luar biasa kepada umat ini. Dan menjadikannya sebagai umat pembimbing dan
pemimpin. Allah memilihnya untuk mengemban risalah dan menurunkan Kitab SuciNya
yang paling agung kepada umat ini. Allah berjanji memberikan pertolongan jika
umat ini mau menolong agamaNya. Dan Allah berjanji memberikan kemuliaan dan
kejayaan jika umat ini mau berpegang teguh pada Kitab Allah dan Sunnah NabiNya.
Umat ini pernah memimpin dan
mengendalikan dunia selama berabad-abad. Kemudian kepemimpinannya dicabut dan
keadaannya berubah dengan mencolok. Musuh-musuhnya mengepungnya, berbagai
musibah menimpanya, beragam cobaan dan bencana menderanya secara bertubi-tubi.
Realita yang mengenaskan dan kondisi yang memilukan ini telah menggugah hati
anak-anak umat ini yang ingin menyongsong masa depan yang cerah. Insya Allah
Pertanyaannya adalah: Apa yang menimpa
kita, wahai umat Islam ? Apa yang mendera umat kita sehingga terpuruk dan
terhina ? Apa factor-faktor yang membuat umat kita sampai ke titik nadir
setelah berada di puncak kejayaan ? Apa yang menyeret umat ini ke jurang yang
dalam dan menjerumuskannya ke dasar kenyataan yang sangat dalam.
Jawaban yang disepakati semua orang
ialah penyebab semua itu adalah perbuatan dosa dan maksiat. Dan satu hal yang
tidak terbantahkan ialah bahwa Allah Subhanahu Wata’ala telah menetapkan
sunnatullah (hukum alam) yang berlaku di jagat raya ini dan tidak bisa diganti.
Sunnatullah itu berlaku di dalam kehidupan pribadi, umat dan bangsa tanpa bisa
dirubah. Maka umat yang berjalan menurut syari’at Allah dan mengikuti jejak
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, pasti akan sampai ke tujuan dan
berhasil menggapai cita-cita. Karena Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa
membimbingnya, menolongnya dan memperhatikannya. Di dunia ini tidak ada seorang
pun yang memiliki hubungan nasab atau kerabat dengan Allah Subhanahu Wata’ala.
Sebaliknya jika umat ini mengabaikan perintah Allah, melanggar hukum-hukum
agamaNya, dan mencampakkan Sunnah RasulNya, pasti Allah akan membuatnya
menanjak dijalur yang berat dan sengsara sampai mereka mau kembali kepada
agamanya. Betapa hinanya makhluk di mata Allah jika mereka menyia-nyiakan
perintahNya, durhaka kepadaNya secara terbuka, dan meremehkan hukum-hukum
agamaNya. Setiap azab yang menimpa suatu kaum dulu maupun kini penyebabnya
tidak lain adalah perbuatan dosa yang mereka lakukan.
إِنَّ
اللهَ لاَيُغَيِّرُ
مَابِقَوْمٍ
حَتَّى
يُغَيِّرُوا
مَابِأَنفُسِهِمْ.
Sesungguhnya Allah tidak merubah
keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka
sendiri. (QS. Ar-Ra’du: 11)
وَمَآأَصَابَكُم
مِّن
مُّصِيبَةٍ
فَبِمَا
كَسَبَتْ
أَيْدِيكُمْ
وَيَعْفُوا
عَن كَثِيرٍ.
Dan apa saja musibah yang menimpa
kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah
memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syuraa: 30)
Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu
meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda,
yang artinya :
“Sesungguhnya
Allah merasa cemburu, dan kecemburuan Allah itu terjadi manakala seorang mukmin
melakukan apa yang diharamkan oleh Allah.” ( Shahih Al-Bukhari, 5223 dan Shahih Muslim, 2761 )
Aku melihat dosa membuat hati mati
Dan kecanduannya mewariskan kehinaan
Meninggalkan dosa adalah hidupnya hati
Dan menjauhinya amat baik bagi jiwamu
Wahai umat Islam! Sesungguhnya
perbuatan dosa dan ma’siat itu memiliki pengaruh yang kuat terhadap kesehatan
badan dan hati. Di samping memberikan kesialan yang nyata dalam hidup umat dan
bangsa.
Al-Imam Al-Allamah Ibnu Qoyyim
Al-Jauziyah Rahimahullah menyatakan: “Perlu diketahui bahwa perbuatan dosa dan
ma’siat itu memiliki dampak yang buruk. Dan sudah barang tentu dampak buruknya
terasa di dalam hati sebagaimana racun berdampak buruk terhadap tubuh. Bukankah
setiap keburukan dan penyakit yang ada di dunia dan Akhirat disebabkan oleh
perbuatan dosa dan maksiat ?!
Apa yang membuat Adam dan Hawa
harus keluar dari Surga ? Apa yang membuat Iblis diusir dari kerajaan langit,
dikutuk, diubah wujud lahir dan batinnya, dan diganti kedudukannya; dari dekat
menjadi jauh, dari rahmat menjadi laknat, dari elok menjadi jelek, dan dari
Surga menjadi Neraka yang menyala-nyala ?
Apa yang membuat seluruh penduduk
bumi tenggelam, bahkan air menutupi puncak-puncak gunung ? Apa yang membuat
angin topan menghantam kaum Ad dan membuat mereka mati bergelimpangan di atas
tanah laksana batang-batang pohon kurma yang tumbang, serta meluluh lantahkan
bangunan, tanaman, pepohonan dan binatang ternak mereka. Sehingga mereka
menjadi pelajaran berharga bagi umat-umat lainnya sampai hari Kiamat.?
Apa yang mengirimkan teriakan keras
kepada kaum Tsamud hingga memotong-motong jantung yang ada di dalam dada mereka
dan membuat mereka mati seketika ?
Apa yang membuat kampung yang dihuni kaum homoseks diangkat ke atas lalu
dibalik 180 derajat dan dihunjamkan kembali ke dalam bumi, kemudian diikuti
dengan hujan batu panas yang menimpa mereka, dan itu tidak terlalu jauh dari
orang-orang yang zhalim.?
Apa yang membuat kaum Syu’aib
dikirimi awan azab layaknya naungan, kemudian setelah berada tepat di atas
kepala mereka, tiba-tiba awan itu menghujani mereka dengan api yang
menyala-nyala ?
Apa yang membuat Fir’aun dan
kaumnya tenggelam di lautan, kemudian ruhnya dibawa ke Neraka jahannam,
sehingga tubuhnya tenggelam sedangkan ruhnya dibakar di Neraka Jahannam ?
Apa yang membuat kaum-kaum sesudah
Nuh ‘Alaihissalam dibinasakan dengan aneka hukuman dan dihancur-leburkan ?
Apa yang membuat Bani Israil
diserang oleh orang-orang yang memiliki kekuatan besar, lalu mereka merajalela
di tengah-tengah kampung, membunuh para lelaki, menawan anak-anak dan wanita,
membakar rumah-rumah, dan menjarah harta benda, kemudian mereka menyerang
kembali dan menghancurkan apa saja yang mereka hancurkan ?
Apa yang membuat Bani Israil
ditimpa bermacam-macam azab dan hukuman, mulai dari pembunuhan, penawanan,
penghancuran negeri, kekejaman penguasa hingga pengubahan wujud mereka menjadi
kera dan babi ? Dan pada akhirnya Allah Subhanahu Wata’ala bersumpah dengan
firmanNya :
لَيَبْعَثَنَّ
عَلَيْهِمْ
إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ
مَن
يَسُومُهُمْ
سُوءَ الْعَذَابِ.
Sesungguhnya Dia (Allah) akan
mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang
akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. (QS. Al-A’raf :167)
Ibnul Qoyyim terus menyebut
hukuman-hukuman atas perbuatan dosa dan maksiat serta pengaruhnya terhadap hati
dan badan di dunia dan Akhirat. Seraya menyitir nash-nash Al-Qur’an dan Hadits,
beliau menelusuri kejadian-kejadian yang menimpa berbagai umat dan masa, serta
sejarah orang-orang yang mendustakan dan mengingkari firman Allah.
Hukuman-hukuman yang bisa menimpa
orang-orang yang berbuat maksiat antara lain: terhalang dari ilmu dan rizki,
merasakan kesepian, kesulitan dan kegelapan, lemah hati dan badan, terhalang
dari ketaatan, terhapusnya berkah, hina di mata Allah, rusaknya akal, lemahnya
tekad, terkuncinya hati, padamnya cahaya cemburu, hilangnya rasa malu,
lenyapnya nikmat, datangnya petaka, rasa takut, gentar, gelisah, buta hati, dan
datangnya bermacam-macam azab, bencana, hukuman, dan penderitaan hidup di
dunia, di dalam kubur dan di Hari Kiamat. Pendek kata, segala macam keburukan
dan kerusakan di air, udara, tanam-tanaman, buah-buahan, tempat tinggal,
manusia, Negara, darat, angkasa, laut, dunia dan Akhirat, penyebabnya tidak
lain adalah perbuatan dosa dan maksiat. Sunnatullah ini telah ditegaskan di
dalam Al-Qur’an Al-Karim. Terutama ketika menceritakan tentang umat-umat
terdahulu yang mendustakan firman Tuhan. Ini dimaksudkan agar menjadi pelajaran
dan peringatan bagi orang yang punya hati, mau mendengar dan menyaksikan apa
yang terjadi.
كُلاًّ
أَخَذْنَا
بِذَنبِهِ
فَمِنْهُم مَّنْ
أَرْسَلْنَا
عَلَيْهِ
حَاصِبًا
وَمِنْهُم
مَّنْ
أَخَذَتْهُ
الصَّيْحَةُ
وَمِنْهُم
مَّنْ
خَسَفْنَا
بِهِ
اْلأَرْضَ
وَمِنْهُم
مَّنْ
أَغْرَقْنَا
وَمَاكَانَ
اللهُ
لِيَظْلِمَهُمْ
وَلَكِن
كَانُوا
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
Maka masing-masing (mereka itu)
Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan
kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras
yang menguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan
diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak
menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Al-‘Ankabut :40)
Kalau anda berada di dalam nikmat
maka peliharlah
Karena perbuatan maksiat bisa melenyapkan nikmat
Pertahankan nikmat itu dengan syukur kepada Tuhan
Karena syukur kepada Tuhan bisa melenyapkan bencana
Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu
berkata: “Sesungguhnya kebajikan itu memiliki sinar di wajah, cahaya di hati,
kelapangan di dalam rizki, kekuatan di badan, dan kecintaan di hati makhluk
(manusia). Dan sesungguhnya kejahatan itu memiliki kesuraman di wajah,
kegelapan di dalam hati dan kubur, kelemahan di badan, kekurangan di dalam
rizki, dan kebencian di hati makhluk (manusia).”
Hasan Al-Bashari Radiyallahu ‘anhu
berkata: “Walaupun orang-orang yang suka berbuat maksiat itu belagak terhormat,
namun kenistaan maksiat tidak bisa lepas dari hati mereka. Allah senantiasa
menistakan orang-orang yang durhaka kepadaNya.”
Saudara-saudara seiman dan
seakidah! Belum tibakah saatnya bagi umat Islam untuk menyadari bahwa
kelemahan, pertikaian, perpecahan dan penindasan musuh yang mereka alami saat
ini sesungguhnya disebabkan karena kemaksiatan mereka kepada Allah ? Tidakkah
sepatutnya bagi umat Islam yang tengah didera beragam hukuman dalam kehidupan
keagamaan maupun keduniawian, secara konkrit maupun secara abstrak, akibat
pelanggaran terhadap hal-hal yang di haramkan kepada agamanya yang benar ?
kemudian dan menyadari bahwa semua kekacauan yang terjadi di segala bidang
kehidupan, perang dahsyat yang terjadi di berbagai belahan bumi,
penyakit-penyakit ganas, kelaparan yang mengerikan, banjir yang hebat, gempa
bumi, letusan gunung berapi, dan kejadian-kejadian lain yang mengerikan
sesungguhnya disebabkan dosa-dosa manusia dan keengganan mereka untuk mengikuti
firman Allah.
وَمَن
يُعْرِضْ عَن
ذِكْرِ
رَبِّهِ
يَسْلُكْهُ
عَذَابًا
صَعَدًا.
Dan barangsiapa yang berpaling dari
peringatan Rabbnya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat. (QS. Al-Jin :17)
أَفَأَمِنَ
الَّذِينَ
مَكَرُوا
السَّيِّئَاتِ
أَن يَخْسِفَ اللهُ
بِهِمُ
اْلأَرْضَ
أَوْ
يَأْتِيَهُمُ
الْعَذَابُ
مِنْ حَيْثُ
لاَيَشْعُرُونَ
أَوْيَأْخُذَهُمْ
فِي
تَقَلُّبِهِمْ
فَمَاهُمْ
بِمُعْجِزِينَ
أَوْيَأْخُذَهُمْ
عَلَى
تَخَوُّفٍ
فَإِنَّ
رَبَّكُمْ
لَرَءُوفٌ
رَّحِيمٌ.
Maka apakah orang-orang yang
membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi
oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang
tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan,
maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu), atau Allah mengazab
mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa).Maka sesungguhnya Rabbmu adalah
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl :47)
Ayyuhal muslimun! Tidakkah anda melihat penderitaan dan hukuman yang menimpa
berbagai umat dan bangsa di sekitar anda ? bukankah hal itu terjadi akibat
perbuatan dosa dan maksiat ? Sesungguhnya perbuatan dosa dan maksiat itu telah
merusak banyak Negara. Banyak sekali masyarakat yang tenggelam dalam kehidupan
jahiliyah, baik dalam bidang akidah, pemikiran maupun akhlak putra-putrinya.
Praktik syirik merajalela dan banyak ditemukan pelanggaran terhadap Sunnah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam bentuk praktik bid’ah.
Larangan-larangan Allah dilanggar, dosa-dosa besar yang mengundang murka Allah
dikerjakan, kefasikan berkembang pesat, kerusakan menyebar di rumah-rumah,
jalan-jalan dan pasar-pasar. Dan semua itu berlangsung tanpa ada yang menegur
dan merubahnya.
Dan siapa pun tahu seberapa parah
kerusakan dan keserba bolehan (permisitisme) yang disiarkan oleh
stasiun-stasiun televisi. Allahul
musta’an! Kini bahkan ada perbuatan dosa yang dibagga-banggakan oleh
sebagian orang. Laa haula wala
quwwata illa billah! Sungguh, umat Islam kini benar-benar hidup pada era
keterasingan dari Islam, di tengah-tengah para penyeru jahannam. Na’udzu billah! Betapa luas
kebesaran Allah terhadap hamba-hambanya! Tidak cukupkah peringatan-peringatan
itu bagi anda, wahai hamba-hamba Allah!? Tidak bergunakah pelajaran-pelajaran
yang bisa kita petik dari kejadian-kejadian masa lalu maupun masa kini!?
إِنَّ
رَبَّكَ
لَبِالْمِرْصَادِ.
Sesungguhnya Rabbmu benar-benar
mengawasi. (QS. Al-Fajr :14)
Masalah ini sangat krusial dan
perlu dikaji secara serius oleh umat Islam sekarang pada level pemimpin,
ulama’, intelektual, dan aktifitas dakwah dalam rangka menghentikan kemunduran
besar-besaran yang membuat umat ini rentan terhadap murka Allah di dunia
sebelum di Akhirat.
Inilah kenyataan yang sebenarnya.
Sesungguhnya orang-orang yang prihatin terhadap kondisi umat ini benar-benar
menggantungkan harapan pada kebangkitan Islam yang baru, gairah keimanan yang
benar dan gerakan dakwah yang terpuji yang sedang marak di berbagai kawasan
dunia Islam, agar generasi muda Islam mau kembali kepada sumber kejayaan dan
kebahagiaan mereka, baik di dunia maupun di Akhirat. Dan itu tidaklah sulit
bagi Allah.
بارَكَ
الله لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ
لله الَّذِيْ
أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ
بِالْهُدَى
وَدِيْنِ
الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّيْنِ
كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ
الْمُشْرِكُوْنَ،
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إله
إِلاّ ِالله
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
قَالَ الله
تَعَالَى:
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ.
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ:
Ma'asyiral
Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa bertaqwa
kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ketahuilah bahwa kemaksiatan dapat merusak
Negara, membutakan mata hati, menyiksa badan, menistakan umat, merusak jiwa dan
mengahancurkan masyarakat.
Sesungguhnya tanggung jawab untuk
mencegah bencana dan dampak buruk perbuatan dosa terhadap individu dan
masyarakat berada di pundak setiap muslim. Karena Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang
kepemimpinannya.” (HR. Al-Bukhari, 2554 dan Muslim, 1829 )
Setiap muslim harus meluruskan
dirinya sendiri, memelihara keluarganya, mendidik anak-anaknya untuk mencintai
kebajikan dan menjauhi kemungkaran serta berusaha menurut kadar kemampuannya
untuk membersihkan masyarakat dan lingkungan sekitarnya dari noda-noda dosa dan
maksiat. Karena Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin : apakah ia memenuhi
kewajibannya ataukah menyia-nyiakannya ? Limpahkanlah rahmatMu kepada kami,
wahai Tuhan kami!
Saudara-saudara sekalian!
Ketahuilah bahwa bencana tidak akan turun kecuali karena perbuatan dosa dan
tidak akan hilang kecuali dengan taubat. Maka gemuruhkanlah lidah dengan
istighfar. Bertaubatlah secara terus-menerus dengan taubat nasuhaa yang
memenuhi syarat-syaratnya dan bebas dari penghalang keabsahannya. Mudah-mudahan
Allah berkenan memberikan ampunan, menerima taubat dan memaafkan kesalahan.
Karena Allah telah menjanjikan hal itu kepada hamba-hambaNya dalam firmanNya:
قُلْ
يَاعِبَادِي
الَّذِينَ
أَسْرَفُوا عَلَى
أَنفُسِهِمْ
لاَتَقْنَطُوا
مِن رَّحْمَةِ
اللهِ إِنَّ
اللهَ
يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ
جَمِيعًا
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ
الرَّحِيمُ.
Katakanlah:"Hai hamba-hamba-Ku
yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa
dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar :53)
إِنَّ
اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ
يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab :56).
اللهم
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
بَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْب.
ربَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ
نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ.