Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala
Alsofwah. Oleh:
Drs. M.D. Hakim, Bba
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
قَدِيْمِ
اْلإِحْسَانِ
ذِي
الْعَطَاءِ
الْوَاسِعِ
وَاْلاِمْتِنَانِ،
أَحْمَدُهُ
سُبْحَانَهُ
وَأَشْكُرُهُ
عَلَى مَا
أَوْلَدَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلَى
عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
مُحَمِّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ
اللهِ
اِتَّقُوا
اللهَ
تَعَالَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ
سُبْحَانَهُ
هُوَ الْمُنْعِمُ
الْمُتَفَضِّلُ،
وَإِنْ تَعُدُّوْا
نِعْمَةَ
اللهِ لاَ
تُحْصُوْهَا.
إِنَّ
اْلإِنْسَانَ
لَظَلُوْمٌ
كَفَّارٌ. وَاللهُ
أَخْرَجَكُمْ
مِنْ
بُطُوْنِ
أُمَّهَاتِكُمْ
لاَ تَعْلَمُوْنَ
شَيْئًا
لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُوْنَ.
Saudara-saudara
sidang Jum’at yang berbahagia.
Syukur alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kesempatan berkumpul dan
bertatap muka sambil saling mengingatkan, betapa besarnya nikmat-nikmat yang
telah dan sementara dianugrahkan Allah kepada hamba-hambaNya, tidak terkecuali
kita yang hadir ditempat yang mulia ini...
Begitu kita
bangun pada dini hari, terasa badan jadi bugar, semangat dan tenaga kerja
rasanya pulih dan kembali segar, dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang
tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. Bukankah kita telah merasakan
nikmatnya tidur sepanjang malam. Sekujur badan terbujur lemas, lena menerawang
di alam mimpi, istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar, dan
andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba, berarti nikmatnya tidur tidak akan
kita rasakan, apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini, badan terasa
gerah, ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia.
Coba kita
simak firman Allah seperti yang telah dibacakan pada awal khutbah, yakni dalam
surah Ibrahim ayat 34:
وَإِنْ
تَعُدُّوا
نِعْمَتَ
اللَّهِ لَا
تُحْصُوهَا
Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung
nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya.”
Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah
dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat, nah
cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas.
Saudara-saudara
kaum muslimin yang berbahagia .
Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan, bahwasanya
setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung
kepada komponen udara yang telah disediakan oleh Maha Pencipta.
Di dalam udara atau hawa, padanya dijumpai berbagai unsur gas, gas oksigen,
nitrogen, hidrogeen, helium, zat lemas, argon, kripton dan gas-gas mulia
lainnya yang kecil jumlahnya. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik
gas, karena manusia tak mampu membuat gas. Yang ada hanyalah pabrik
memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.
Dari hasil
penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi
unsur-unsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan
makhluk-makhluk lainnya.
Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia
adalah gas oxygen. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan
memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. Allah telah mengatur
sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini
persis dalam prosentasi antara 18-20 %. Andai kata lebih tinggi dari prosentase
tersebut, maka suhu udara gerah, panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya
kebakaran dimana -mana, dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut
maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas, tersengal-sengal karena
pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita
dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami
beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia. Maha Besar Engkau ya Allah
.!
Saudara-saudara
muslimin yang barbahagia.
Untuk lebih meyakinkan diri kita, apa yang dikemukakan tadi, patutlah diketahui
atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama, bahwa
seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal, dalam satu menit kurang
lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2
liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan, ini berarti semenit akan
menghirup kurang lebih 40 liter udara. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan
mengkonsumsi 57.600 liter udara, atau dengan kata lain kita telah menggunakan
gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57.600 liter udara adalah 11.520
liter oxygen murni seharinya.
Berapa besarkah nilai ekonominya?
Saudara-saudara
kaum muslimin yang berbahagia.
Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. 40.000 yang isinya
6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah
40.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. 6.600 per liter.
Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan
gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11.520 kali Rp. 6.600 sama dengan Rp.
760.000,- kalau sebulan nilainya menjadi Rp. 22.800.000,-
Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang
telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun,
50 tahun atau 60 tahun rata-rata kita semua yang masih hidup, tertuang kepada
Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar,
rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri
setelah sampai kerumah, begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih
sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan.
Oleh karena
itu dalam surat Ar-rahman, Allah Subhannahu wa Ta'ala mewanti-wanti kepada
hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan
firmanNya:
فَبِأَيِّ
آلَاءِ
رَبِّكُمَا
تُكَذِّبَانِ
Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.”
Marilah kita
bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari
nafkah betapa besar karunia Allah kepada diri kita, keluarga kerabat kita,
bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya.
Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat
yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup
ini, masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki,
nikmat berkeluarga, nikmat kebahagiaan, nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk
nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu.
Sebagai
hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk
hati yang dalam, kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran, dan kesyukuran
ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata.
Mensyukuri
karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah
dalam sikap dan tindakan nyata, berupa membantu hajat hidup orang-orang yang
dalam kesempitan, menghibur orang-orang yang dalam kesedihan, orang yang
terkena musibah, membantu mereka yang membutuhkan pertolongan, meyantuni
anak-anak yatim dan badan-badan amal lainnya. Janganlah berdalih tidak mampu
sementara rizki terus mengalir masuk, penuhilah telapak tangan fakir miskin
yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan
berkepanjangan, ceritakanlah, kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain
betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan, ulangilah berkali-kali syukur ini
kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Hadirin
sidang Jum’at yang berbahagia.
Realisasi rasa syukur tersebut, bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia, tapi
dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta, dan yang
terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya
dalam surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi:
Artinya: “Katakanlah, terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan
penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali
memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling
juga.”
Satu hal
lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa
Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7:
لَئِنْ
شَكَرْتُمْ
لَأَزِيدَنَّكُمْ
وَلَئِنْ
كَفَرْتُمْ
إِنَّ عَذَابِي
لَشَدِيدٌ
Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa
kenikmatan, dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat
pedih.”
Marilah kita
memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari
perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk
dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri
nikmatNya, Amin Ya Robbal Alamien.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِاْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ،
وَتَقَبَلَّ
اللهُ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ،
إِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ
الْعَلِيْمُ.
وَقُلْ رَبِّ
اغْفِرْ
وَارْحَمْ
وَأَنْتَ
خَيْرُ
الرَّاحِمِيْنَ.
وَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
Kedua
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا
أَمَرَ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ، اَلْمُتَعَالِيْ
عَنِ
الْمُشَارَكَةِ
وَالْمُشَاكَلَةِ
لِسَائِرِ
الْبَشَرِ.
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
النَّبِيُّ
الْمُعْتَبَرُ.
وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ
سُبْحَانَهُ
صَلَّى عَلَى
نَبِيِّهِ
قَدِيْمًا.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلَى
النَّبِيِّ،
يَاأَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
فِي الْعَالَمِيْنَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ
وَيَا
قَاضِيَ
الْحَاجَاتِ
وَغَافِرَ
الذُّنُوْبِ
وَالْخَطِيْئَاتِ
بِرَحْمَتِكَ
يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
آمِيْنَ يَا
رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ
وَاللهُ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى
أَعْلَمُ
وَأَجَلُّ
وَأَعْظَمُ
وَأَكْبَرُ.