Kedzaliman Adalah Kegelapan Di Hari
Kiamat
Jumat,
08 Oktober 04 Oleh: Mubarak Bamu’alim
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ الَّذِيْ
خَلَقَكُمْ
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا.
يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ يُطِعِ
اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَإِنَّ
خَيْرَ
الْحَدِيثِ
كِتَابُ
اللهَ،
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَشَّرَ
الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ
ضَلاَلَةٍ
فِي النَّارِ.
Sesunggunya
Allah Ta’ala Yang Maha Adil, Yang Maha Pengasih terhadap hamba-hamba Nya, telah
mengharamkan atas diriNya berbuat kezhaliman, dan mengharamkannya pula atas
hamba-hambaNya serta mengancam orang-orang yang melakukan kezhaliman dengan
sangsi yang berat didunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Allah
berfirman:
وَكَذَلِكَ
أَخْذُ
رَبِّكَ
إِذَا أَخَذَ
الْقُرَى
وَهِيَ
ظَالِمَةٌ
إِنَّ
أَخْذَهُ أَلِيمٌ
شَدِيدٌ
“Dan demikianlah adzab
Tuhanmu apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat dhalim,
sesungguhnya adzabNya itu sangat pedih dan keras.” (QS. Huud: 102)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَلَا
تَحْسَبَنَّ
اللَّهَ
غَافِلًا
عَمَّا
يَعْمَلُ
الظَّالِمُونَ
إِنَّمَا
يُؤَخِّرُهُمْ
لِيَوْمٍ
تَشْخَصُ
فِيهِ
الْأَبْصَارُ
“Dan janganlah
sekali-kali kamu mengira bahwasannya Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh
orang-orang yang berbuat zhalim, sesungguhnya Allah menanggguhkan mereka sampai
suatu hari yang pada waktu itu mata terbelalak.” (QS. Ibrahim, 42)
Kaum Muslimin rahimakumullah.
Al-Imam Hasan Al-Bashri dan Qatadah, berkata: Kedzaliman itu ada tiga macam:
Adapun
Kedzaliman pertama: yang tidak akan diampuni Allah sebelum pelakunya
bertobat, adalah syirik pada Allah ‘azza wa jalla.
Mengapa dosa syirik itu tidak diampuni? Karena kesyirikan merupakan
kezhaliman terbesar dimana seorang musyrik telah menempatkan makhluk ciptaan
Allah yang penuh dengan kekurangan, ditempatkan pada kedudukan Allah ‘Azza wa
jalla, Dzat yang Maha Sempurna.
Nah! apakah ada kezhaliman yang lebih besar dari pada syirik?!
Jawabannya: tidak ada! Oleh sebab itu Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ
الشِّرْكَ
لَظُلْمٌ
عَظِيمٌ
“Sesungguhnya kesyirikan adalah
kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman:13)
Dan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ اْلإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَوْلُ الزُّوْرِ. (صحيح الجامع، 2628).
“Maukah
aku kabarkan kepadamu sekalian tentang dosa yang paling besar? yaitu
mempersekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, dan persaksian palsu.” (HS.
Muttafaq alaih)
Hadirin sidang shalat Jum’at rahimakumullah.
Dosa syirik membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan seorang manusia di
dunia dan di akhirat. Di antaranya sebagai berikut:
Demikian
besarnya akibat dosa syirik, oleh sebab itu Imam ahli tauhid, Nabi Ibrahim
‘alaihis salam memohon kepada Allah agar menjauhkan dia dan keturunannya dari
dosa syirik.
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang
aman dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.” (QS.
Ibrahim:35)
Namun perlu diketahui bahwa perbuatan syirik itu tidaklah
terbatas hanya pada penyembahan patung-patung saja, akan tetapi banyak
macamnya, seperti: berdoa kepada selain Allah, meminta kepada kuburan-kuburan
para rasul, nabi, orang-orang shalih atau para wali, menyembelih binatang
kurban untuk selain Allah, meminta pertolongan kepada selain Allah agar
terlepas dari suatu kesulitan atau disembuhkan dari suatu penyakit, beranggapan
bahwa benda-benda tertentu memiliki kesaktian, mampu memberikan manfaat atau
mudlarat dan bentuk-bentuk kesyirikan lain yang dilakukan oleh sebagian kaum
muslimin. Kami memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan–perbuatan
syirik.
Hadirin sidang Jum’at rahimakumullah
Kezhaliman yang kedua: kezhaliman yang tidak dibiarkan
begitu saja tanpa ada pembalasan, yaitu kezhaliman yang dilakukan seorang
manusia terhadap sesamanya, atau seorang muslim terhadap saudaranya. Dalam
sebuah hadist Qudsi yang diriwayat-kan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, bahwa
Allah berfirman:
يَا عِبَادِيْ إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا. (مختصر صحيح مسلم، تحقيق الألباني، رقم 1828 ص 482).
“Wahai
hamba-hambaku sesungguhnya Aku mengharamkan atas diriKu untuk berbuat zhalim
(kepada hamba-hambaKu) dan Aku mengharamkannya pula atas kamu sekalian, maka
janganlah kamu sekalian saling menzhalimi satu dengan yang lain.”
Kita sering melihat dalam realita kehidupan dunia ini, perbuatan kezhaliman
yang dilakukan seseorang kepada saudara-nya baik dalam harta, jiwa dan
kehormatannya, seperti: pengam-bilan tanah, rumah seseorang secara paksa tanpa
ada imbalan yang pantas, ketidakadilan dalam harta warisan, memakan harta anak
yatim, tidak membayar hutang dalam kondisi mampu melunasinya, korupsi, menumpahkan
darah orang lain tanpa haq, mengancam jiwa seseorang, intimidasi dan teror,
memfitnah,mencaci maki, mencerca, mencemarkan nama baik dan lain-lain.
Semua itu merupakan bentuk kezhaliman yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya
Shalallaahu alaihi wasalam. Sebagaimana dalam khutbah Arafah, Nabi Muhammad
Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
إِنَّ
دِمَاءَكُمْ
وَأَمْوَالَكُمْ
وَأَعْرَاضَكُمْ
عَلَيْكُمْ
حَرَامٌ.
Sesungguhnya
darah-darahmu, harta-hartamu dan kehor-matanmu diharamkan atas kamu sekalian.
(HR. Al-Bukhari-Muslim, Lihat Iqadhul himam, hal. 341)
Dan dalam hadist lain beliau bersabda:
اِتَّقُوا
الظُّلْمَ
فَإِنَّ
الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ.
(مختصر صحيح
مسلم، 1829).
“Takutlah
kamu berbuat kedzaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah
kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Oleh karena itu beliau memerintahkan umatnya agar menyelesaikan urusan-urusan
antara mereka di dunia ini, sebelum datangnya hari kiamat, yang perkara-perkara
tersebut diselesaikan bukan lagi berupa harta, darah, dan kehormatan melainkan
dengan tebusan amal-amal shalih.
Di sana nantinya, seorang yang kaya dengan amal kebajikan-nya dapat bangkrut
seketika, akibat kedzaliman yang dilakukan di dunia. Dari Abu Hurairah
Radhiallaahu anhu, Nabi muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
أَتَدْوُرْنَ
مَا
الْمُفْلِسُ؟
قَاُلْوا: اَلْمُفْلِسُ
فِيْنَا مَنْ
لاَ دِرْهَمَ
وَلاَ
مَتَاعَ لَهُ.
قَالَ: إِنَّ
الْمُفْلِسَ
مِنْ
أُمَّتِيْ
مَنْ
يَأْتِيْ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
بِصَلاَةٍ
وَصِيَامٍ
وَزَكَاةٍ
وَيَأْتِيْ
وَقَدْ
شَتَمَ هَذَا
وَأَكَلَ مَالَ
هَذَا
وَسَفَكَ
دَمَ هَذَا
وَضَرَبَ هَذَا،
فَيُقْضَى
هَذَا مِنْ
حَسَنَاتِهِ
وَهَذَا مِنْ
حَسَنَاتِهِ،
فَإِنْ
فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ
قَبْلَ أَنْ
يَقْضِيَ مَا
عَلَيْهِ
أُخِذَ مِنْ
خَطَايَاهُمْ
فَطُرِحَتْ
عَلَيْهِ
ثُمَّ طُرِحَ
فِي النَّارِ.
(رواه مسلم،
رقم 2581).
“Tahukah
kalian apakah orang yang bangkrut itu? para sahabat berkata: Orang yang
bangkrut di antara kami, adalah yang tidak mempunyai uang dan harta benda, Nabi
Shalallaahu alaihi wasalam berkata: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari
umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat,
puasa dan zakat, namun dia pernah mencaci si anu, memakan harta si anu,
menumpahkan darah, dan memukul orang lain., maka diputuskanlah perkara orang tersebut
dengan diambil sebagian dari pahala kebaikannya, kemudian seorang lagi dengan
pahalanya, dan jika pahalanya telah habis sebelum menyelesaikan
kewajiban-kewajiban atasnya maka diambillah dosa-dosa orang-orang yang
dizhaliminya, lalu dilimpahkan kepadanya, kemudian ia dicam-pakkan ke Neraka.”
(HR.Muslim, No. 2581).
Kezhalimam yang ketiga: kezhaliman yang diampuni, yaitu kezha-liman
seorang hamba terhadap dirinya dengan melakukan pelanggaran terhadap hak-hak
Allah atas dirinya, misalnya mening-galkan puasa, berzina, minum arak, dan
perbuatan-perbuatan yang mungkar lainnya yang berkaitan dengan pelanggaran
hak-hak Allah terhadap dirinya. Barangsiapa yang terjerumus dalam
kemung-karan-kemungkaran tersebut tanpa menganggapnya halal lalu segera
mengingat Allah Ta’aala dan kembali kepadanya dengan bertobat dan beramal
shaleh niscaya akan diampuni oleh Allah Ta’ala Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyanyang.
Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan pekerjaan keji atau menganiaya diri
mereka, mereka ingat akan Allah lalu mohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan
siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? dan mereka tidak
meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu
balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka, dan Surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali Imran:135 – 136)
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ
الْعَظِيْمَ
لِيْ
وَلَكُمْ.
Khutbah
Kedua
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
وَالْعَاقِبَةُ
لِلْمُتَّقِيْنَ
وَلاَ عُدْوَانَ
إِلاَّ عَلَى
الظَّالِمِيْنَ.
اَلصَّلاَةُ
وَالسَّلاَمُ
عَلَى
رَسُوْلِ اللهِ
وَآلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ
وَالاَهُ.
Saudara-saudara
kaum muslimin
Pada kesempatan ini, saya mengajak saudara-saudara dan diri saya sendiri, untuk
bertaqwa kepada Allah Ta’aala, serta taat kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam dengan mengikuti sunnah-sunnahnya dan jauhilah perbuatan zhalim dengan
segala bentuknya! Sesungguh-nya perbuatan zhalim itu menimbulkan kegelisahan
dan kegun-dahan pada jiwa seseorang di dunia ini, serta mengakibatkan
kebinasaan di akhirat kelak.
Akhirnya marilah kita berdoa kepada Allah Ta’aala, agar selalu diberi taufiq
untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.
إِنَّ
اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلَى
النَّبِيِّ،
يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلإِخْوَانِنَا
الَّذِيْنَ
سَبَقُوْنَا
بِاْلإِيْمَانِ
وَلاَ
تَجْعَلْ
فِيْ
قُلُوْبِنَا
غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَءُوْفٌ
رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَارْحَمْهُمَا
كَمَا
رَبَّيَانَا
صَغِيْرًا.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ.