Karunia Allah Bagi Mereka Yang
Bersyukur Dan Balasannya Bagi Mereka Yang Kufur
Jumat,
01 Oktober 04 Oleh: Umar Said Wijaya
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
الَّذِيْ
أَنْعَمَ
عَلَى
عِبَادِهِ
نِعَمَهُ
آلاَئَهُ
الْوَفِيْرَةَ
وَجَعَلَ فِيْ
عَبْدِه
رَسُوْلاً،
جَاءَ
بِاْلإِسْلاَمِ
لِيَهْدِيَهُمْ
إِلَى
الصِّرَاطِ
الْمُسْتَقِيْمِ
صِرَاطِ
اللهِ
الْعَزِيْزِ
الْحَمِيْدِ
لُهَ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَاْلأَرْضِ
وَيُرْشِدُهُمْ
إِلَى مَا
فِيْهِ
صَلاَحُهُمْ
فِيْ دُنْيَاهُمْ
وَأُخْرَاهُمْ.
وَبِهِ
نَسْتَعِيْنُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْهُ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ
لاَشَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ
الدِّيْنِ.
أَمَّا
بَعْدُ؛
أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ
بِتَقْوَى
اللهِ فَقَدْ
فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ.
يَاأَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
وَقَالَ
اللهُ فِيْ
كِتَابِهِ
الْكَرِيْمِ:
لَئِنْ
شَكَرْتُمْ
لأَزِيْدَنَّكُمْ
وَلَئِنْ
كَفَرْتُمْ
إِنَّ
عَذَابِيْ
لَشَدِيْدٌ.
Jamaah
jum’ah yang berbahagia.
Kalau kita lihat dan kita perhatikan sekitar kita, betapa banyak nikmat yang
telah dikaruniakan Allah kepada hambaNya. Dari nikmat hidup, sarana dan
prasarana yang menunjangnya sampai yang terbesar yaitu nikmat Iman dan Islam.
Dan kalaulah kita hitung nikmat yang telah Allah anugrahkan kepada kita, maka
kita tidak akan mampu untuk menghitungnya. Hal itu karena terlalu banyaknya nikmat
dan karunia yang telah dianugerahkan kepada hambaNya. Allah berfirman:
وَإِنْ
تَعُدُّوا
نِعْمَةَ
اللَّهِ لَا
تُحْصُوهَا
“Dan jika kamu
menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya.” (An
Nahl, 18)
Oleh karenanya, seyogyanya kita selaku hamba yang telah begitu banyak
mendapatkan fasilitas nikmat ini untuk bersyukur atas anugrah Allah. Bahkan
rasulpun tak henti-hentinya untuk selalu berdo’a dan berusaha agar menjadi
hamba yang bersyukur.
Aisyah Radhiallaahu anha telah meriwayatkan bahwa nabi selalu bangun malam
untuk menunaikan shalat sampai-sampai kedua kaki beliau bengkak. Maka beliau
(Aisyah Radhiallaahu anha) bertanya:
أَ
تَصْنَعُ
هَذَا وَقَدْ
غَفَرَ اللهُ
مَا تَقَدَّمَ
مِنْ
ذَنْبِكَ
وَمَا
تَأَخَّرَ؟
“Mengapa
engkau lakukan ini wahai Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni kesalahan
Anda baik yang sudah lampau maupun yang akan datang?” Lalu beliau menjawab:
أَفَلاَ
أَكُوْنُ
عَبْدًا
شَكُوْرًا
Salahkah
aku jika manjadi hamba yang bersyukur. (HR. Muslim)
Hal ini mencontohkan, hendaknya seorang hamba selalu mensyukuri apa yang telah
dianugrahkan oleh Allah kepadanya sehingga benar-benar menjadi hamba yang
bersyukur.
Jama’ah
Jum’ah yang berbahagia.
Untuk mendorong para hambaNya agar bersegera mewujudkan diri mereka sebagai
‘abdan syakura, maka Allah memberi mereka stimulus untuk merangsang tumbuhnya
niat dan keinginan bersegera untuk besyukur.
Oleh karenanya Allah menjanjikan akan menambah karunia yang telah diberikan
bagi mereka yang mau mensyukuri dengan tambahan yang berlipat ganda dan
sebaliknya Allah akan memberikan adzab yang pedih bagi mereka yang mengingkari
nikmatNya.
Jamaah Jum’ah yang berbahagia..!
Allah tidak hanya memberikan janji-janji qouliyah (dengan kata-kata) yang hanya
dapat kita dengar belaka, akan tetapi lebih dari itu Allah memberikan contoh
secara langsung dalam kehidupan agar seorang hamba dapat menyaksikannya secara
riel (nyata)
Yang demikian ini seperti apa yang telah digambarkan dalam keluarga nabi Daud
Alaihissalam dan Sulaiman Alaihissalam .
وَلَقَدْ
آتَيْنَا
دَاوُودَ
مِنَّا فَضْلًا
يَا جِبَالُ
أَوِّبِي
مَعَهُ
وَالطَّيْرَ
وَأَلَنَّا
لَهُ
الْحَدِيدَ،
أَنِ اعْمَلْ
سَابِغَاتٍ
وَقَدِّرْ
فِي
السَّرْدِ وَاعْمَلُوا
صَالِحًا
إِنِّي بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
“Dan sungguh telah kami
berikan kepada Daud karunia dari kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan
burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan kami telah
melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju dari besi yang besar-besar dan
ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang shalih. Sesungguhnya Aku
melihat apa yang kamu kerjakan.”
Jama'ah jum'ah yang berbahagia!
Karena Daud bersyukur dan semakin ikhlas dalam beridabadah, maka Allah
menambahkan baginya karunia yang melimpah. Yaitu Sulaiman Alaihissalam. Yang telah
diberi kelebihan oleh Allah.
وَلِسُلَيْمَانَ
الرِّيحَ
غُدُوُّهَا
شَهْرٌ
وَرَوَاحُهَا
شَهْرٌ
وَأَسَلْنَا
لَهُ عَيْنَ
الْقِطْرِ
وَمِنَ
الْجِنِّ
مَنْ يَعْمَلُ
بَيْنَ
يَدَيْهِ
بِإِذْنِ
رَبِّهِ
وَمَنْ
يَزِغْ
مِنْهُمْ
عَنْ
أَمْرِنَا نُذِقْهُ
مِنْ عَذَابِ
السَّعِيرِ،
يَعْمَلُونَ
لَهُ مَا
يَشَاءُ مِنْ
مَحَارِيبَ
وَتَمَاثِيلَ
وَجِفَانٍ
كَالْجَوَابِ
وَقُدُورٍ
رَاسِيَاتٍ
اعْمَلُوا
آلَ دَاوُودَ
شُكْرًا
وَقَلِيلٌ مِنْ
عِبَادِيَ
الشَّكُورُ
Dan Kami (tundukkan)
angin bagi Sulaiman. Yang perja-lanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan
sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)
dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian jin ada yang bekerja di
hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang
di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab Neraka yang
apinya menyala-nyala, para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang
dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan
piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di
atas tungku).Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan
sedikit sekali hamba-hanbaKu yang berterimakasih. (Saba’, 12-13)
Beginilah Allah menggambarkan nimatNya yang dianugrahkan kepada hamba yang
bersyukur.
Jamaah jum’ah yang berbahagia!
Dan sebaliknya Allah mempermisalkan mereka yang tidak bersyukur dengan kaum
saba’ yang mengingkari nikmat yang telah dikaruniakan kepada mereka.
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) ditempat kediaman
mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri. (Kepada mereka
dikatakan): “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Tuhanmu dan
bersyukurlah kamu kepadaNya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu)
adalah Tuhan yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan
kepada mereka banjir besar dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun
yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari
pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran
mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan adzab (yang sedemikian itu) melainkan hanya
kepada orang-orang yang sangat kafir. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara
negeri-negeri yang Kami limpahi berkat kepadanya, beberapa negeri yang
berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak) perjalanan.
Berjalanlah kamu dikota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. Maka
mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami, dan mereka
menganiaya diri mereka sendiri, maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami
hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang sedemikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar
lagi bersyukur.”
Negeri Saba’ berada di daerah Yaman. Yang mendapatkan karunia melimpah dari
Allah sehingga menjadi negeri yang makmur, tidak kekurangan sandang maupun
pangan. Negeri ini diapit oleh dua kebun yang sangat subur dari sebelah kanan
dan kiri, menjadi negeri aman dan sentosa. Untuk mengairi, mereka membangun
bendungan penampung air hujan. Karena kemak-muran sepanjang jalan dinegeri ini
kanan kirinya diteduhi oleh pepohonan dan buah-buahannya masak dan dialiri oleh
saluran-saluran air, sehingga mereka yang mengadakan perjalanan dinegeri ini tidak
membutuhkan bekal, mereka bisa mendapatkannya dimanapun mereka berada dan
singgah baik siang mapun malam hari sehingga mereka dapat menempuh perjalanan
dengan aman dan tenang.
Akan tetapi kaum Saba’ tidak bersyukur atas karunia yang telah dianugrahkan
oleh Allah, mereka mengingkari dengan tidak mau taat kepada Allah sehingga
mereka menganiaya diri mereka sendiri. Karena itu Allah mendatangkan adzab,
mengirimkan banjir besar, bendungan mereka hancur, berikut kebun dan rumah
mereka. Lalu Allah mengganti kebun mereka dengan kebun yang hanya ditumbuhi
tanaman-tanaman yang berduri dan berbuah pahit. Demikianlah adzab Allah yang
ditimpakan atas kaum saba’ yang tidak mau bersyukur.
Jamaah Jum’ah yang berbahagia..!
Oleh karenanya hendaknya kita selalu berusaha untuk menjadi hamba yang
bersyukur sehingga Allah menambahkan keruniaNya kepada kita dengan berlipat dan
menjauhkan kita dari adzabNya yang begitu memedihkan.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الآياَتِ
وّالذِّكْرِ
الحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا
وَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
Kedua
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا.
قَالَ
تَعَالَى: يَا
أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
قَالَ تَعَالَى:
{وَمَن
يَتَّقِ
اللهَ
يَجْعَل
لَّهُ مَخْرَجًا}
وَقَالَ:
{وَمَن
يَتَّقِ
اللهَ
يُكَفِّرْ
عَنْهُ
سَيِّئَاتِهِ
وَيُعْظِمْ
لَهُ أَجْرًا}.
ثُمَّ
اعْلَمُوْا
فَإِنَّ
اللهَ
أَمَرَكُمْ
بِالصَّلاَةِ
وَالسَّلاَمِ
عَلَى رَسُوْلِهِ
فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلَى
النَّبِيِّ،
يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ.
اَللَّهُمَّ
أَرِنَا
الْحَقَّ
حَقًّا
وَارْزُقْنَا
اتِّبَاعَهُ،
وَأَرِنَا
الْبَاطِلَ
باَطِلاً
وَارْزُقْنَا
اجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
رَبَّنَا
هَبْ لَنَا
مِنْ
أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ
أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا.
سُبْحَانَ
رَبِّكَ
رَبِّ الْعِزَّةِ
عَمَّا
يَصِفُوْنَ،
وَسَلاَمٌ عَلَى
الْمُرْسَلِيْنَ
وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى
اللهُ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ.
وَأَقِمِ
الصَّلاَةَ.
|
YAYASAN AL-SOFWA |