Jerat-Jerat Maut Sang Penyesat
Oleh : Afifi widodo -
alsofwah
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ اللهُ
فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ
الَّذِيْ
خَلَقَكُمْ
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا. يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيثِ
كِتَابُ
اللهَ،
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَشَّرَ
الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ
فِي النَّارِ.
Hadirin
jama’ah yang berbahagia
Syukur kepada Allah adalah hal yang harus kita lakukan, karena hanya dengan
syukur, Allah akan menambah nikmatNya. Demikian pula syahadat persaksian kita
kepada Allah dan Rasulnya adalah perkara yang harus selalu kita teliti agar
semakin mendekati kepada persaksian yang kita ucapkan.
Adapun setelah itu jama’ah yang mulia, dari tempat ini saya serukan pada diri
saya dan jama’ah sekalian untuk selalu memelihara dan meningkatkan Taqwallah,
karena takwa adalah benteng dari segala murka dan adzab Allah.
Jama’ah Jum’at yang berbahagia
Kehidupan kita ini pada hakekatnya adalah kehidupan yang penuh dengan
pergolakan-pergolakan yang maha dahsyat karena melibatkan seluruh isi jagad.
Pergolakan panjang lagi melelahkan karena takkan berakhir hingga akhir zaman.
Pergolakan yang bengis dan sadis karena telah memakan trilyunan korban tanpa
rasa belas kasih. Itulah pergolakan iblis dan para serdadunya dengan bani Adam,
umat manusia. Bukankah semenjak iblis membangkang terhadap perintah Allah untuk
bersujud kepada Adam karena hasad ia lalu memproklamirkan diri untuk menyeret
dan menjerat anak-anak Adam ke jurang Jahannam? Sebagaimana yang telah Allah
firmankan:
قَالَ
رَبِّ بِمَا
أَغْوَيْتَنِي
لَأُزَيِّنَنَّ
لَهُمْ فِي
الْأَرْضِ
وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ
أَجْمَعِينَ
Iblis berkata: “Wahai
Rabbku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan
menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku
akan menyesatkan mereka semua.” (Al-Hijr: 39).
Juga firmanNya:
قَالَ
فَبِعِزَّتِكَ
لَأُغْوِيَنَّهُمْ
أَجْمَعِينَ،
إِلَّا
عِبَادَكَ
مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Iblis berkata: “Demi
kekuasanMu aku akan sesatkan mereka semua, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis
di antara mereka.” (Shad: 82-83)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Memang iblis teramat lihai dan cermat melihat celah untuk menggoda manusia.
Terlebih ada pintu menganga untuk ikut berperan serta yaitu kecenderungan nafsu
untuk berbuat jahat. Bukankah manusia punya syahwat kepada wanita, anak, harta
benda dan perkara keduniawian lain?. Dan bukankah nafsu cenderung untuk berbuat
menyimpang dari peraturannya?
Sebagaimana firmanNya:
“Dijadikan indah dalam (pandangan) manusia cinta kepada apa-apa yang diingini.
yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak, sawah dan ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (Surga).” (Ali Imran: 14).
Juga firmanNya:
“Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan karena sesungguhnya nafsu
selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku.
Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Yusuf: 53).
Celah syahwat itulah yang dibangkitkan iblis dan para serdadunya. Memang tidak
terlarang suami mencintai Istrinya, tapi iblis membuat manusia buta dalam
bercinta. Memang tidak terlarang manusia cinta pada anaknya tetapi iblis
buatnya lalai dari penciptanya.
Akhirnya manusia pun tergila-gila kepada wanita, harta memperbudaknya dan putra
(anak) melalaikannya. Kalau sudah demikian mereka jadi tawanan iblis atau
bahkan jadi serdadunya kecuali mereka yang dirahmati Rabbnya. Maka mereka akan
tersadar dan kembali ke rel semula. Rel kebenaran.
Hadirin jama’ah Jum’at yang mulia.
Bukankah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah mengingatkan kita dari
fitnah wanita, dunia dan syahwat.
وَاتَّقُوا
الدُّنْيَا
وَاتَّقُوا
النِّسَاءَ
فَإِنَّ
أَوَّلَ
فِتْنَةِ
بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ
كَانَتْ فِي
النِّسَاءِ.
“Takutlah
kalian terhadap dunia dan takutlah kalian terhadap wanita karena sesungguhnya
fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.”
(HR. Muslim).
Telah berjatuhan korban anak manusia karena fitnah wanita. Setan pun amat
cerdik dan pandai memperalat wanita, sebagai jerat lelaki ke jurang
kemaksiatan. Digerakkanlah para wanita supaya keluar rumah, dikerahkan supaya
berpenampilan indah, mengobral aurat dan wajah guna memanah hati lelaki yang
lemah. Hasilnya pun luar biasa. Banyak lelaki para pemuda dan orang tua
terjebak ke lembah nista.
Dunia pun digelar, diramu dan dipermak indah. Nampak bagai taman hijau penuh
kesejukan. Dan mulailah hati manusia disihir dengan kilauan dunia. Hasilnya pun
tak disangka-sangka. Manusia berbondong-bondong bertanafus (lomba-lomba) untuk
meraih dan meraup dunia. Jadilah manusia menampik agama dan menumpuk dunia.
Kecuali yang dirahmati Rabbnya tetap selamat dari gebyar dunia dan wanita.
Coba perhatikan bagaimana manusia sekarang acuh-tak acuh terhadap agamanya
tetapi begitu ambisi terhadap dunianya. gelar-gelar kesarjanaan pun ditumpuk
untuk meraih sukses dunia. Dan mereka yang tekun terhadap agamanya dituduh
kolot dan anti dunia.
Begitu pula bursa seks digelar di hampir tiap
Itulah di antara tebaran syahwat setan di tengah manusia. Tanpa pandang bulu.
Kalau sudah terjerat syahwat bakal ketagihan atau tergila-gila memenuhinya. Fa
na’udzu billah, Wallahul musta’an.
Syubhat, senjata kedua untuk mengacau akal dan ilmu manusia. Manusia dibuat
samar terhadap kebenaran agamanya. Papan paling suburnya untuk menabur benih
syubhat ini adalah para juhala (orang yang kurang ilmu, bodoh tentang
agamanya).
Jama’ah Jum’at yang berbahagia
Sebagai contoh pertama jama’ah sekalian tentunya ingat syubhat yang disuntikkan
ke bapak kita Adam dan ibunda Hawa. Apa kata iblis;
Dan syaitan berkata: “Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini,
melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang
yang kekal (dalam Surga)”.
Iblis menampakkan diri sebagai juru nasehat bagi keduanya. Kata iblis: Allah
tidak melarang mendekati pohon ini kecuali supaya tidak jadi malaikat dan tidak
kekal di Surga ini.
Jama’ah rahimakumullah
Bukankah ini karena lihainya iblis dalam menggoda. Hanya saja Adam dan Hawa
masih termasuk jenis hamba yang dirahmati Allah, karena segera taubat dari
ketergelincirannya dan tidak menjadi tawanan setan apalagi bala tentara iblis.
Contoh kedua, setan bisikan dalam pikiran para pecandu bid’ah untuk
menambah-nambahi dalam agama ini. Katanya menambah yang baik. Akhirnya dengan
pikiran hembusan setan inilah bid’ah semakin berkembang dan bertambah pesat.
Padahal mestinya mereka ingat ayat Allah:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah
Kucukupkan agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmatKu dan telah
Kuridhai Islam sebagai agama kalian.” (Al-Maidah:3)
Dan sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :
مَنْ
عَمِلَ
عَمَلاً
لَيْسَ
عَلَيْهِ
أَمْرُنَا
فَهُوَ رَدٌّ.
(رواه مسلم).
“Barangsiapa
yang beramal dengan suatu amalan bukan dari perkara (agama) kami, maka
tertolak.” (Riwayat Muslim).
Maka jelas bahwa Islam ini tidak memerlukan lagi tambahan-tambahan dalam
ajarannya. Karena dengan tambahan itu hanya akan menyeret ke Jahanam.
Misal ketiga syubhat yang dilemparkan setan di kalangan syi’ah. Katanya mereka
mencintai ahlul bait. Memang setiap kita harus mencintai ahlul bait. Bahkan
membenci ahlul bait merupakan cabang amalan kufur. Tetapi syubhat ahlul bait di
kalangan syi’ah ini telah menjerumuskan ke dalam sikap pengkultusan kepada
ahlul bait, bahkan sampai menuhankan. Tetapi di sisi lain terjadi pelecehan dan
pelaknatan, bahkan pengkafiran terhadap sebagian sahabat agung yang lain?!
Misal keempat, syubhat di kalagan khawarij dengan dalih berhukum dengan
Al-Qur’an. Tetapi mereka malah tergelincir kepada sikap pengkafiran sebagian
besar sahabat dan pelaku dosa besar.
Dan masih banyak lagi berbagai syubhat yang ditebar iblis dan serdadunya,
hingga manusia terjebak dan terjerat ranjau maut yang dipasangnya.
Hadirin ma’asyiral muslimin rahimakumullah wa a’azzakumullah
Itulah sekelumit uraian trik-trik maut yang digelar iblis dan setan sang
penjerat. Semoga Allah selamatkan kita dari jerat-jerat iblis laknatullah.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
اْلآيَاتِ
وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ
الْعَظِيْمَ
لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ
من كل ذنب.
فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
kedua
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا
أَمَرَ
فَانْتَهُوْا
عَمَّا نَهَى
عَنْهُ
وَحَذَّرَ.
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
صَلاَةُ
اللهِ وَسَلاَمُهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
Jama’ah
rahikumullah
Pada khutbah yang kedua ini sekedar kami ingatkan dengan firman Allah dalam
Dan berkatalah syaitan tatkala (hisab) diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah
menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu
tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu,
melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab
itu janganlah kamu mencerca seruanku tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku
sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat
menolongku. Sesungguhnya aku tidak membe-narkan perbuatanmu mempersekutukan aku
(dengan Allah)sejak dahulu.” (Ibrahim: 22).
Iblis hanya sekedar menggelar program, mengajak, merayu, mengobral janji yang
tak ditepati. Dan tak punya kemampuan apapun selama manusia bergantung kepada
Allah. yakni ketat memegang teguh kitabullah dan sunnah Rassulnya.
Akhirnya mudah-mudahan Allah menyelamatkan kita seluruhnya dari kejinya fitnah
syahwat dan syubhat, dan marilah kita tutup khutbah ini dengan memanjatkan doa
kepada Allah bagi kita dan kaum muslimin seluruhnya.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
مِنَ الْخَيْرِ
كُلِّهِ مَا
عَلِمْنَا
مِنْهُ وَمَا
لَمْ
نَعْلَمْ،
وَنَعُوْذُ
بِكَ مِنَ
الشَّرِّ
كُلِّهِ مَا
عَلِمْنَا
مِنْهُ وَمَا
لَمْ
نَعْلَمْ.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
مِنْ خَيْرِ
مَا سَأَلَكَ
بِهِ
عِبَادُكَ
الصَّالِحُوْنَ،
وَنَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
شَرِّ مَا
اسْتَعَاذَ
بِكَ مِنْهُ
عِبَادُكَ
الصَّالِحُوْنَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ.