INDAHNYA SURGA
Rabu, 14
April 10, Oleh:
Waznin Mahfud
إِنَّ
الْحَمْدَ
لله
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بلله
مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
الله فَلَا
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلَا
هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إله
إلا الله
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِي
تَسَآءَلُونَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ الله
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعِ
اللهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ الله
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّد صلى
الله عليه و
سلم ٍ وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي النَّارِ.
اللهم صَل
عَلَى
مُحَمدٍ،
وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلمْ.
Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah, atas nikmat iman dan takwa dengan syukur yang sesungguhnya, sehingga Allah benar-benar berkenan menambahkan anugerah nikmat teragung itu, berupa keteguhan iman dan ketinggian takwa sebagai balasan bagi hamba-hambaNya yang pandai bersyukur, Amin. Allahumma Amin!
Termasuk dalam anugerah keimanan yang agung yang harus senantiasa kita syukuri adalah keimanan dan keyakinan yang di-berikan oleh Allah ke dalam hati sanubari kita sekalian, berupa percaya akan wujudnya surga dengan segala kenikmatannya, dan percaya adanya neraka dengan segala penderitaan yang paling pedih dan memilukan.
Dengan
keimanan pada nikmat-nikmat surga, kita akan menjadi semakin terdorong untuk
beramal shalih, dan mempertebal ketakwaan kita, begitu juga dengan rasa takut
pada ancaman siksaan neraka, akan semakin menambah rasa takut kita dari berbuat
maksiat yang dapat melunturkan busana takwa dari diri kita. (Fana'udzubillah).
Hadirin Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Sesungguhnya
Allah menjanjikan surga dengan segala puncak kenikmatannya demi kebahagiaan
para hadirin dan segenap orang-orang Mukmin di dunia dan di akhirat. Sejak di
dunia orang-orang beriman mendapatkan kebahagiaan, karena selalu beramal shalih
demi cita-cita yang mulia di akhirat. Dari iman dan amal shalih yang mereka
laksanakan, Allah membalas kebaikan mereka di dunia sebelum nanti di akhirat
juga akan diberi balasan kebaikan :
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa
yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan
sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An-Nahl: 97).
Sedangkan
di akhirat kelak Allah menyediakan surga bagi mereka dengan segala puncak
kenikmatan-kenikmatan di dalam-nya, sebagaimana Allah Subhanahu Wata'ala telah
menjelaskannya di dalam Firman-Nya di atas.
Di
sini khatib mencoba untuk memaparkan gambaran surga, sebagaimana yang telah
diterangkan oleh Allah di dalam Al-Qur`an, oleh Rasulullah di dalam
hadits-hadits beliau, dan beberapa keterangan dari para salafush shalih:
1. Pintu-pintu yang bermacam-macam; ada pintu shalat, pintu jihad,
sedekah, pintu ar-Rayyan yang dikhususkan bagi ahli puasa dan
pintu-pintu yang lainnya.
Rasulullah
Sallallahu 'Alahi Wasallam pernah menjelaskan bahwa :
مَا
مِنْكُمْ
مِنْ أَحَدٍ
يَتَوَضَّأُ
فَيُسْبِغُ
الْوَضُوْءَ
ثُمَّ
يَقُوْلُ:
"Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan,
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إله
إِلَّا الله
وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُ الله
وَرَسُوْلُهُ،
'Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya',
إِلَّا
فُتِحَتْ لَهُ
أَبْوَابُ
الْجَنَّةِ
الثَّمَانِيَةُ
يَدْخُلُ
مِنْ
أَيِّهَا
شَاءَ.
“melainkan akan dibukakan baginya
delapan pintu surga, dia (dipersilahkan) masuk dari pintu mana saja yang dia
kehendaki."
(HR. Muslim, no. 234).
Hadirin Rahimakumullah!
2. Tingkatan-tingkatan surga.
Tingkatan
tertinggi adalah surga yang khusus untuk Nabi kita Muhammad Sallallahu 'Alahi
Wasallam di tempat yang paling tinggi di Surga Firdaus.
Kemudian surga para Nabi, surga para Mukminin yang ber-iman kepada segenap Rasulullah, kamar-kamar mereka berada tinggi di atas, mereka menyaksikannya bagaikan menyaksikan bintang "كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ" yang melintas di atas, jauh di ufuk langit di sebelah timur atau barat, yang mana antara satu dengan yang lainnya tidak sama.
Tingkatan
surga itu lebih dari seratus dan bagi pembaca dan penghafal al-Qur`an
dipersilakan naik ke derajat-derajat berikutnya sesuai jumlah bacaan mereka.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
هُمْ
دَرَجَاتٌ
عِندَ اللهِ
وَاللهُ
بَصِيرٌ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
"(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (Ali Imran: 163).
Bahkan
bagi para syuhada`, mereka mendapatkan surga bertingkat seratus, antara
tingkat yang satu dengan berikutnya setinggi antara langit dan bumi.
Hadirin Rahimakumullah!
3. Tanah di surga adalah Misk (kasturi).
Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam menceritakan tentang mi'raj beliau Sallallahu 'Alahi Wasallam :
أُدْخِلْتُ
الْجَنَّةَ
فَإِذَا
فِيْهَا جَنَابِذُ
اللُّؤْلُؤِ
وَإِذَا
تُرَابُهَا
الْمِسْكُ.
"Saya dimasukkan ke surga, ternyata di dalamnya ada kubah-kubah dari mutiara dan tanahnya dari misk (kasturi)." (HR. al-Bukhari).
Ibnu
Shayyad pernah bertanya kepada Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam tentang tanah di
surga, maka beliau menjawab, "Pasir lembut yang putih, misk yang
murni," (HR. Muslim: 2928).
4. Istana-istana megah dan indah.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
يَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَيُدْخِلْكُمْ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي مِنْ
تَحْتِهَا
اْلأَنْهَارُ
وَمَسَاكِنَ
طَيِّبَةً
فِي جَنَّاتِ
عَدْنٍ
ذَلِكَ
الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ
"Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke istana-istana yang baik di surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (Ash-Shaff: 12).
Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bercerita :
دَخَلْتُ
الْجَنَّةَ
فَإِذَا
أَنَا بِقَصْرٍ
مِنْ ذَهَبٍ،
فَقُلْتُ:
لِمَنْ هذا؟
فَقَالُوْا:
لِرَجُلٍ
مِنْ
قُرَيْشٍ.
فَمَا مَنَعَنِيْ
أَنْ
أَدْخُلَهُ
يَا ابْنَ
الْخَطَّابِ
إِلَّا مَا
أَعْلَمُ
مِنْ
غَيْرَتِكَ.
قَالَ: وَعَلَيْكَ
أَغَارُ يَا
رَسُوْلَ
الله؟
"Saya
pernah masuk surga, tiba-tiba saya berada dalam sebuah istana emas, saya
bertanya, 'Milik siapa istana ini?' Mereka menjawab, 'Milik seseorang dari
Quraisy (Umar bin al-Khaththab)'." "Tidak ada yang menghalangiku
untuk memasukinya wahai Ibnu al-Khaththab, kecuali karena apa yang saya ketahui
dari kecemburuanmu." Umar mengatakan, "Apakah kepadamu aku cemburu
wahai Rasulullah?"
(HR. al-Bukhari, no. 7024 dan Muslim, no. 2394).
Sebuah contoh lain yang menceritakan kondisi istana di surga; malaikat Jibril ‘alaihissalam pernah mendatangi Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam dan berkata kepada beliau,
"Khadijah
akan datang kepadamu membawa bejana berisi lauk pauk, makanan, dan minuman.
Apabila dia datang, maka sampaikanlah salam dari Rabbnya dan dariku, lalu
berilah kabar gembira kepada-nya dengan sebuah istana di surga dari mutiara
berongga, tiada hiruk pikuk maupun keletihan di dalamnya" (HR. al-Bukhari, no. 3821 dan
Muslim, no. 2432).
5. Kamar-kamar di surga;
Allah
Subhanahu Wata'ala berfirman :
لَكِنِ
الَّذِينَ
اتَّقَوْا
رَبَّهُمْ لَهُمْ
غُرَفٌ مِّن
فَوْقِهَا
غُرَفٌ
مَّبْنِيَّةٌ
تَجْرِي مِن
تَحْتِهَا
اْلأَنْهَارُ
وَعْدَ اللهِ
لاَ يُخْلِفُ
اللهُ الْمِيعَادَ
"Tetapi
orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya mereka mendapat kamar-kamar (di
surga), di atasnya dibangun pula kamar-kamar yang di bawahnya mengalir
sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan
memungkiri janjiNya."
(Az-Zumar: 20).
Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda
"Sesungguhnya
di dalam surga ada kamar-kamar, luarnya terlihat dari dalamnya, ruang dalamnya
tampak dari luarnya." Seorang badui bertanya, "Untuk siapa itu?"
Beliau Sallallahu 'Alahi Wasallam menjawab, "Untuk orang yang indah tutur
katanya, suka memberi makan, selalu ber-puasa, serta melaksanakan shalat malam
di saat orang-orang sedang tidur." (HR. at-Titmidzi, no. 1984, dn Ahmad, no. 1340 dan
di-hasankan oleh al-Albani).
6. Kemah-kemah di surga.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
حُورٌ
مَّقْصُورَاتٌ
فِي
الْخِيَامِ
"Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah-kemah." (Ar-Rahman: 72).
Dan Nabi kita Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
إِنَّ
لِلْمُؤْمِنِ
فِي
الْجَنَّةِ
لَخَيْمَةً
مِنْ لُؤْلُؤَةٍ
وَاحِدَةٍ
مُجَوَّفَةٍ،
طُوْلُهَا سِتُّوْنَ
مِيْلًا،
لِلْمُؤْمِنِ
فِيْهَا أَهْلُوْنَ
يَطُوْفُ
عَلَيْهِمُ
الْمُؤْمِنُ،
فَلَا يَرَى
بَعْضُهُمْ
بَعْضًا.
"Sesungguhnya
orang Mukmin di surga memiliki sebuah tenda dari mutiara berongga, panjangnya
enam puluh mil. Di dalamnya dia memiliki istri-istri yang dia gilir, sebagian
mereka tidak melihat sebagian yang lain." (HR. Muslim, no. 2838).
7. Peraduan di dalam surga. Para penghuni surga berada di atas
peraduan-peraduan yang indah lagi nyaman, Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
مُتَّكِئِينَ
عَلَى سُرُرٍ
مَّصْفُوفَةٍ
وَزَوَّجْنَاهُم
بِحُورٍ
عِينٍ
"Mereka
bertelekan di atas peraduan-peraduan yang berderetan dan Kami kawinkan mereka
dengan bidadari-bidadari yang cantik ber-mata jeli." (Ath-Thur: 20).
8. Tahta di dalam surga yang sangat indah dengan sandaran yang sangat
nikmat: Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
أُوْلَئِكَ
لَهُمْ
جَنَّاتُ
عَدْنٍ تَجْرِي
مِن
تَحْتِهِمُ
اْلأَنهَارُ
يُحَلَّوْنَ
فِيهَا مِنْ
أَسَاوِرَ
مِن ذَهَبٍ
وَيَلْبَسُونَ
ثِيَابًا
خُضْرًا مِّن
سُنْدُسٍ
وَإِسْتَبْرَقٍ
مُّتَّكِئِينَ
فِيهَا عَلَى
اْلأَرَائِكِ
نِعْمَ
الثَّوَابُ
وَحَسُنَتْ
مُرْتَفَقًا
أُوْلَئِكَ
لَهُمْ
جَنَّاتُ
عَدْنٍ
تَجْرِي مِن
تَحْتِهِمُ
اْلأَنهَارُ
يُحَلَّوْنَ
فِيهَا مِنْ
أَسَاوِرَ
مِن ذَهَبٍ
وَيَلْبَسُونَ
ثِيَابًا
خُضْرًا مِّن
سُنْدُسٍ
وَإِسْتَبْرَقٍ
مُّتَّكِئِينَ
فِيهَا عَلَى
اْلأَرَائِكِ
نِعْمَ الثَّوَابُ
وَحَسُنَتْ
مُرْتَفَقًا
"Mereka itulah (orang-orang
yang) bagi mereka Surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga
itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari
sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas
tahta yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang
indah."
(Al-Kahfi: 31).
Hadirin Rahimakumullah!
9. Busana di surga adalah busana yang terbuat dari sutera, di mana
ketika kita berada di dunia, memakai sutera adalah larangan keras dari
Rasulullah bagi kaum laki-laki dan diperbolehkan bagi kaum wanita, tetapi di
surga nanti, keharaman memakai sutera ter-hapus, dan penghuni surga akan
mengenakannya kelak, dan baju-baju tersebut tidak akan usang selamanya.
Allah
Subhanahu Wata'ala berfirman :
يَلْبَسُونَ
مِن سُندُسٍ
وَإِسْتَبْرَقٍ
مُّتَقَابِلِينَ
"Mereka
memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan." (Ad-Dukhan: 53).
Dan
baju-baju itu indah menawan, sapu tangannya pun jika dibandingkan dengan
pakaian terindah di dunia, maka sama dengan busana-busana para raja,
sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat al-Bukhari, bahwa sapu tangan di
surga itu lebih indah daripada busana raja-raja.
10. Buah-buahan di surga.
Buah-buahan segar yang sangat amat nikmat, kelezatannya tiada tara dan terus berbuah tiada pernah habis sepanjang masa, merendah dekat sekali, mudah untuk dipetik oleh penduduk surga yang berjalan-jalan berkeliling surga sambil memetik buah-buahan yang mereka lewati ditepi-tepi jalan-jalan surga. Satu biji anggurnya saja andaikan dimakan oleh penduduk bumi dan langit, tetap tidak akan habis.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
أُكُلُهَا
دَائِمٌ
وَظِلُّهَا
تِلْكَ عُقْبَى
الَّذِينَ
اتَّقَوْا
"Buahnya
tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi
orang-orang yang bertakwa."
(Ar-Ra'd: 35).
11. Pohon-pohon di surga.
Allah
Subhanahu Wata'ala berfirman, yang artinya :
ذَوَاتَا
أَفْنَانٍ
"Kedua
surga itu mempunyai pepohonan dan buah-buahan." (Ar-Rahman ; 48)
Dan
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
"Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas." (Al-Waqi'ah: 28-30).
Imam al-Bukhari dan Muslim mengeluarkan sebuah hadits dari Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam, bahwa beliau bersabda :
"Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon, bila seorang pengendara menempuh perjalanan di bawah teduhannya selama seratus tahun, ia masih belum melewatinya, bacalah ayatnya jika kalian mau, (dan naungan yang terbentang luas)." (HR. al-Bukhari 3252, Muslim 2826).
Di dalam Sunan at-Tirmidzi, Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
"Dan
pangkal-pangkal batangnya dari emas." (HR. at-Tirmidzi 2525)
12. Sungai-sungai di surga.
Sungai-sungai itu mengalir di bawah istana-istana, kamar-kamar dan taman-taman. Mengalir dari atasnya yaitu Arasy Allah Yang Maha Pengasih, mata air dan air mancur yang memancar.
Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
سَيْحَانُ
وَجَيْحَانُ
وَالْفُرَاتُ
وَالنِّيْلُ
كُلٌّ مِنْ
أَنْهَارِ
الْجَنَّةِ.
"Saihan,
Jaihan, Eufrat, dan Nil, semuanya dari sungai-sungai surga." (HR. Muslim 2839).
13. Istri-istri di surga.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
وَلَهُمْ
فِيهَا
أَزْوَاجٌ
مُطَهَّرَةٌ
وَهُمْ
فِيهَا
خَالِدُونَ
"Dan
untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di
dalamnya".
(Al-Baqarah: 25).
Sedang istri-istrinya yang Mukminah, yang shalihah, yang berasal dari dunia akan menjadi paling jelita, paling anggun lagi mempesona di antara para bidadari di atas, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radiyallahu 'anha, yang diriwayatkan oleh Muslim.
بَارَكَ
الله لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ
وَجَعَلَنَا
اللهُ مِنَ
الَّذِيْنَ
يَسْتَمِعُوْنَ
الْقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ
أَحْسَنَهُ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِـرُ
الله لِيْ
وَلَكُمْ.
KHUTBAH KEDUA :
اَلْحَمْدُ
لله الَّذِيْ
أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ
بِالْهُدَى
وَدِيْنِ
الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّيْنِ
كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ
الْمُشْرِكُوْنَ،
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إلهَ
إِلاَّ الله
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ،
قَالَ الله
تَعَالَى:
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:
Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah
Gambaran
surga yang selanjutnya yaitu:
14. Kendaraan di surga.
Abdullah bin Umar radiyallahu 'anhuma menerangkan :
"Kuda-kuda
dari Yaqut merah yang bisa terbang ke mana saja dan setiap kendaraan atau
hewan-hewan pilihan yang mengagumkan".
15. Pasar di surga.
Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
"Di surga ada pasar, mereka mengunjunginya setiap Jum'at, kemudian angin utara bertiup menerpa wajah dan busana mereka, maka menambah kegagahan dan ketampanan mereka, mereka pulang, dengan kondisi yang semakin tampan dan rupawan, keluarga mereka menyambut mereka dan berkata, 'Demi Allah, betapa bertambah tampan dan rupawan Anda!' Mereka pun membalas, 'Demi Allah, kini kalian pun bertambah cantik dan rupawan'." (HR. Muslim 2833 dari Anas radiyallahu 'anhu).
Itulah sekelumit gambaran surga yang sangat indah nan mempesona, yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, tidak teraba oleh indra kita yang lemah ini dan tidak pula pernah terbetik di hati seorang hamba sekalipun. Masih banyak sekali keindahan-keindahan surga yang tidak dapat disampaikan oleh khatib pada kesempatan ini, semoga saja dengan gambaran-gambaran yang telah disampaikan tadi dapat memberikan motifasi kepada kita semua untuk selalu berlomba-lomba mendapatkannya.
Akhirnya,
marilah kita memohon kepada Allah, semoga kita sekalian, bersama anggota
keluarga kita, masyarakat Muslimin dan para pemimpin kaum Mukminin dicatat oleh
Allah Subhanahu Wata'ala sebagai calon penghuni surga, yang merupakan cita-cita
akhir tempat kembali kita. Amin, ya Rabbal Alamin, kenikmatan puncak
yang tiada terbayangkan.
إِنَّ
اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ
يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم بَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ
نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ.
( Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi
Kedua, Darul Haq, Jakarta. Diposting oleh Wandy Hazar Z )