Hancurnya
Suatu Bangsa
alsofwah, Selasa, 08 Juni 04
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ
الَّذِيْ خَلَقَكُمْ
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالاً
كَثِيْرًا وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا.
يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيثِ
كِتَابُ
اللهَ،
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَشَّرَ
الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ
ضَلاَلَةٍ
فِي النَّارِ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
...
Dari mimbar ini saya serukan kepada diri saya pribadi, dan kepada para jama’ah
sekalian untuk menjaga, mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan
nilai-nilai taqwa kepada Allah semoga kita selamat di hari pengadilanNya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...
Peristiwa-peristiwa nyata yang dicatat sejarah dan benar-benar pernah terjadi
yaitu hancur lebur, musnah dan lenyapnya eksistensi bangsa zaman dahulu.
Padahal mereka seperti dikabar-kan dalam Al-Qur’an merupakan bangsa-bangsa yang
kuat, baik fisiknya maupun ilmu pengetahuannya, seperti umat nabi Nuh
Alaihissalam , kaum Ad nabi Hud Alaihissalam kaum Tsamud Nabi Shalih
Alaihissalam , , kaum sodom Nabi Luth Alaihissalam kaum nabi Syuaib
Alaihissalam Fir’aun dengan kaumnya Nabi Musa Alaihissalam dll. Karena mereka
menentang Rasul mereka, bermaksiat kepada Allah dan rasulNya maka Allah
menghancurkan mereka.
Jama’ah Jum’at yang mulia ...
Begitu pula kekalahan yang diderita di dalam peperangan Uhud, tidaklah Allah
Subhannahu wa Ta'ala kaitkan dengan lihainya siasat musuh, akan tetapi Dia
kabarkan bahwa sebabnya adalah kesalahan kaum muslimin sendiri.
Sampai saat kamu lemah dan
berselisih dalam urusan itu, dan kamu bermaksiat (terhadap perintah Rasul).”
(Ali Imran: 152).
Maasyiral Muslimin rahimakumullah ...
Itulah musibah atau adzab atau peringatan dari Allah Subhannahu wa Ta'ala untuk
umat-umat terdahulu. Lantas apa penyebab musibah kelaparan, kekeringan,
kemarau, penyakit pengusiran dan pembunuhan dari musuh yang melanda muslimin.
Ternyata semua itu adalah balasan yang ditimpakan oleh Allah Subhannahu wa
Ta'ala akibat kemaksiatan-kemaksiatan yang kita lakukan. Sebagaimana rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam barsabda:
يَا
مَعَاشِرَ
الْمُهَاجِرِيْنَ،
خَمْسٌ إِذَا
ابْتَلَيْتُمْ
بِهِنَّ
وَأَعُوْذُ بِاللهِ
أَنْ
تُدْرِكُوْهُنَّ،
لَمْ تَظْهَرِ
الْفَاحِشَةُ
فِيْ قَوْمٍ
قَطٌّ حَتَّى
يُعْلِنُوْا
بِهَا إِلاَّ
فَشَا
فِيْهِمُ
الطَّاعُوْنُ
وَاْلأَوْجَاعُ
الَّتِيْ
لَمْ تَكُنْ
مَضَتْ فِيْ
أَسْلاَفِهِمُ
الَّذِيْنَ مَضَوْا
وَلَمْ
يَنْقُضُوا
الْمِكْيَالَ
وَالْمِيْزَانَ
إِلاَّ
أُخِذُوْا
بِالسِّنِيْنَ
وَشِدَّةِ
الْمُؤْنَةِ
وَجُوْرِ
السُّلْطَانِ
عَلَيْهِمْ
وَلَمْ
يَمْنَعُوْا
زَكَاةَ
أَمْوَالِهِمْ
إِلاَّ
مُنِعُوا
الْقِطْرَ
مِنَ السَّمَاءِ
وَلَوْ لاَ
الْبَهَاِئُم
لَمْ يُمْطَرُوْا
وَلَمْ
يَنْقُضُوْا
عَهْدَ اللهِ
وَرَسُوْلِهِ
إِلاَّ
سَلَّطَ
اللهُ عَلَيْهِ
عَدُوًّا
مِنْ غَيْرِهِمْ
فأَخَذُوْا
بَعْضَ ماَ
فِيْ أَيْدِيْهِمْ
وَمَا لَمْ
تَحْكُمْ
أَئِمَّتُهُمْ
بِكِتَابِ
اللهِ
وَيَتَخَيَّرُ
مِمَّا
أَنْزَلَ
اللهُ إِلاَّ
جَعَلَ اللهُ
بَأْسَهُمْ
بَيْنَهُمْ.
Wahai Muhajirin, ada 5 perkara
(sebab kehancuran). Jika kalian ditimpa 5 perkara tersebut dan aku berlindung
kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya;
·
Jika muncul perbuatan zina pada kaum dan melakukan
secara terang-terangan maka akan menyebar di tengah-tengah mereka wabah tha’un
dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada nenek moyang sebelum mereka.
·
Jika mengurangi takaran dan timbangan maka akan
ditimpakan pada mereka paceklik, dan kesusahan hidup dan kesewenang-wenangan
(kedzaliman) para penguasa atas mereka.
·
Jika mereka menahan zakat harta mereka akan ditahan
hujan untuk mereka, seandainya bukan karena hewan ternak, niscaya tidak akan
turun hujan atas mereka.
·
Jika mereka melanggar perjanjian yang di tetapkan Allah
dan RasulNya melainkan Allah akan menguasakan musuh-musuh dari luar kalangan
mereka atas mereka, lalu merampas sebagian yang ada di tangan mereka.
·
Selama pemimpin-peminpin mereka tidak berhukum kepada
kitabullah dan memilih yang terbaik dari yang diturunkan Allah maka Allah akan
jadikan musibah di antara mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah no. 4019 dishahihkan
oleh Al-albani di no.106, dari hadist Abdullah bin Umar).
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah
...
Itulah sebab-sebab kehancuran sebuah negeri, yang kali ini sebab-sebab itu
telah melanda di negeri kita ini. Betapa banyak pedagang-pedagang dipasar yang
curang dalam menimbang barang, betapa banyak orang yang tidak mau mengeluarkan
zakat hartanya bahkan disembunyikan, betapa kekejian dilakukan secara
terang-terangan, di televisi, koran, majalah, dan lainnya, sehingga negeri kita
dilanda krisis yang berkepanjangan, dan sampai sekarang belum kunjung usai,
bahkan informasinya harga akan naik lagi. Jikalau seluruh perbuatan syirik,
bid’ah dan segala,kemaksiatan tidak segera kita hentikan dan seluruh umat tidak
mau bertaubat tungguhlah saat bencana besar akan menimpa dinegeri tercinta ini
(semoga Allah mengampuni kita dan melindungi kita dari adzab yang lebih besar).
Karena itu Ma’asyirol muslimin rahimakumullah ...
Marilah kita hentikan semua perbuatan syirik, bid’ah dan segala macam
kemaksitan. Kemudian kita bertaubat kepada Allah memohon ampun atas segala
kemaksiatan yang kita lakukan, yaitu dengan cara:
·
Kita tegakkan Tauhid dan kita hancurkan syirik
Allah Subhannahu wa Ta'ala Rabb semesta alam, tidak rela jika disekutukan dan
disejajarkan dengan yang lainnya, baik yang disejajarkan malaikat ataupun Nabi.
Apalagi yang disejajarkan denganNya itu kayu, batu atau jin atau Nyai Roro
Kidul. Allah berfirman:
وَأَنَّ
الْمَسَاجِدَ
لِلَّهِ
فَلَا تَدْعُوا
مَعَ اللَّهِ
أَحَدًا
Sesungguhnya
masjid-masjid itu kepunyaan Allah Swt, maka janganlah kamu menyeru di dalamnya
kepada siapapun disamping Allah.” (Al-Jin: 18)
Artinya, suatu bangsa jika ingin selamat haruslah bertauhid kepada Allah
Subhannahu wa Ta'ala , sehingga budaya-budaya syirik seperti: Perdu-kunan,
paranormal, petik laut, pengisian kekebalan dan sebangsa-nya harus di berantas
sampai keakar-akarnya. Dan diganti dengan kehidupan ibadah kepada Allah semata.
·
Taat pada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
كُلُّ
أُمَّتِيْ
يَدْخُلُوْنَ
الْجَنَّةَ
إِلاَّ مَنْ
أَبَى،
قَالُوْا: يَا
َرُسْولَ
اللهِ وَمَنْ
يَأْبَى:
قَالَ: مَنْ
أَطَاعَنِيْ
دَخَلَ
الْجَنَّةَ
وَمَنْ
عَصَانِيْ فَقَدْ
أَبَى.
Setiap umatku akan
masuk Surga kecuali yang tidak mau.
·
Loyal kepada Allah dan RasulNya dan Bara’ (permu-suhan)
kepada musuh-musuh Allah dan RasulNya.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Kamu (Muhammad tidak akan mendapati suatu kaum (bangsa) yang beriman kepada
Allah dan hari akhir menjalin hubungan kasih sayang dengan orang-orang yang
menentang Allah dan RasulNya, sekalipun mereka adalah
bapak-bapaknya,anak-anaknya, saudara-saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah
orang-orang yang telah Allah tanamkan keimanan kedalam hati-hati mereka dan
Allah dukung mereka dengan pertolongan dariNya, dan Allah masukkan mereka
kedalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di
dalamnya .Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Mereka
itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa golongan Allah pasti menang.”
(Al-Mujadalah: 22).
Jika suatu bangsa dapat dibimbing untuk memahami, mengimani dan menegakkan tiga
perkara sederhana tersebut tadi, InsyaAllah bangsa itu akan menjadi bangsa yang
jaya . Jaminan akhirnya adalah Surga dan jaminan dunianya adalah kehidupan yang
tentram.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ
الْعَظِيْمَ
لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ.
فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah kedua:
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا
بَعْدُ؛
Ma’asyiral muslimin rohimakumullah
...
Kembali pada khutbah yang kedua ini, saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk
senantiasa meningkatkan Iman dan Taqwa dengan sesungguhnya. Shalawat dan salam
semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad dan para sahabatnya, keluarganya
dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Kemudian dari khutbah yang pertama tadi, dapat kita tarik kesimpulan sebagai
berikut:
Sebab utama dan pertama terjadinya bencana, malapetaka, krisis dan sebagainya
adalah akibat ulah tangan-tangan manusia itu sendiri
Jalan keluar dari kehancuran adalah:
- Kita tegakkan tauhid dan kita hancurkan segala bentuk syirik
- Taat kepada Rasulullah
- Loyal kepada Allah dan rasulNya dan bara’ (permusuhan) kepada musuh-musuh
Allah dan rasulNya.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ
عَلَى
النَّبِيِّ،
يَاأَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
صَلُّوْا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغفر
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا
آتِنَا مِنْ
لَدُنْكَ رَحْمَةً
وَهَيِّئْ
لَنَا مِنْ
أَمْرِنَا رَشَدًا.
رَبَّنَا لاَ
تُؤَاخِذْنَا
إِنْ
نَّسِيْنَا
أَوْ أَخْطَأْنَا،
رَبَّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ
عَلَيْنَا إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلَى
الَّذِيْنَ
مِن
قَبْلِنَا،
رَبَّنَا
وَلاَ
تُحَمِّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ،
وَاعْفُ عَنَّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنتَ
مَوْلاَنَا
فَانصُرْنَا
عَلَى
الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ
وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ.