Khutbah
Pertama:
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ لِحِفْظِ حُدُوْدِهِ ، وَأَعَانَهُمْ بِمَنِّهِ وَفَضْلِهِ عَلَى اْلقِيَامِ بِحُقُوْقِهِ ، حَفِظُوْا حُدُوْدُ اللهِ فَحَفِظَهُمُ اللهُ ، وَاتَّجَهُوْا بِقُلُوْبِهِمْ إِلَى اْلإِسْتِعَانَةِ بِرَبِّهِمْ فَأَعَانَهُمُ اللهُ .عَلِمُوْا أَنَّ اْلأَمَّةَ لَوِاجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَنْفَعُواا لْعَبْدَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْهُ إِلاَّ بِشَيْئٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَهُ، فَعَلَّقُوْا رَجَاءَهُمْ بِهِ، وَأَيْقَنُوْا أَنَّ اْلأَمَّةَ لَوِاجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوااْلعَبْدَ بِشَيْئٍ لَمْ يُضِرُّوْهُ إِلاَّ بِشَيْئٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْهِ ، فَاعْتَمَدُوْا عَلَيْهِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَبِيَدِهِ مَلَكُوْتُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، اْلبَشِيْرُ النَّذِيْرُ ، السِّرَاجُ الْمُنِيْرُ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ، وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىْ يَوْمِ الدِّيْنِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
أَمَّا
بَعْدُ :
فَاتَّقُوا
اللَّهَ
عِبَادَ
اللَّهِ
حَقَّ
التَّقْوَى.
Ibadallah,
Dewasa
ini, agama Islam disifati dengan agama yang bengis, liar, dan kasar. Karena
Islam membunuh orang yang membunuh. Memotong tangan orang yang mencuri. Merajam
mereka yang telah menikah namun berzina. Mencambuk pezina yang belum menikah.
Mencambuk para pemabuk. Dan negara-negara yang menerapkan hukum tersebut akan
dituduh tidak memperdulikan hak asasi manusia.
Padahal
hakikat yang terdapat di balik hukuman-hukuman tersebut adalah lemah lembut dan
kasih sayang. Diterapkannya hukuman-hukuman tersebut dalah tindakan preventif
dari terjadinya kejelekan dan kerusakan yang lebih besar. Diterapkannya
hukuman-hukuman tersebut akan membuat orang-orang merasa aman, jiwa harta, dan
kehormatan mereka. Allah ﷻ berfirman,
وَلَكُمْ
فِي
الْقِصَاصِ
حَيَاةٌ يَا
أُولِي
الْأَلْبَابِ
لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup
bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.”
(QS:Al-Baqarah | Ayat: 179).
Firman-Nya
juga,
وَالسَّارِقُ
وَالسَّارِقَةُ
فَاقْطَعُوا
أَيْدِيَهُمَا
جَزَاءً
بِمَا
كَسَبَا نَكَالًا
مِنَ اللَّهِ
وَاللَّهُ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri,
potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan
dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” (QS:Al-Maidah | Ayat: 38).
Dan
juga firman-Nya,
الزَّانِيَةُ
وَالزَّانِي
فَاجْلِدُوا
كُلَّ
وَاحِدٍ
مِنْهُمَا
مِائَةَ
جَلْدَةٍ ۖ
وَلَا
تَأْخُذْكُمْ
بِهِمَا
رَأْفَةٌ فِي دِينِ
اللَّهِ إِنْ
كُنْتُمْ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الْآخِرِ ۖ
وَلْيَشْهَدْ
عَذَابَهُمَا
طَائِفَةٌ مِنَ
الْمُؤْمِنِينَ
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka
deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas
kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika
kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan)
hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”
(QS:An-Nuur | Ayat: 2).
Hukuman
ini tidak ditegakkan untuk anak-anak dan orang-orang yang hilang akalnya atau
gila. Hukum ini hanya diterapkan kepada yang berakal. Orang-orang yang cerdas,
mereka tahu tidak akan menemukan hukum yang lebih baik dari hukum Islam.
Orang-orang
non-Islam yang menjuluki agama kita dengan sifat-sifat yang buruk. Namun mereka
menutup mata dengan pembantaian yang mereka lakukan. Pembantaian terhadap
anak-anak yang sedang menyusui. Pembantaian terhadap orang-orang tua yang lemah
dan sakit. Pembantaian ini adalah sesuatu yang dibenci oleh nurani manusia. Dan
dimurkai oleh Allah ﷻ.
Mereka
melegalkan apa yang mereka lakukan dengan membela diri. Lalu mereka jadikan hal
itu sesuatu yang tidak masalah. Adapun agama kita yang menegakkan keadilan,
mereka cap sebagai agama bar-bar. Kita kaum muslimin, dilarang membunuh para
wanita, anak-anak, dan orang-orang tua. kita kaum muslimin, dilarang membunuh
orang non-Islam tanpa alasan yang dibenarkan. Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
“Barangispa
yang membunuh orang kafir yang mengikat perjanjian (dengan orang Islam), maka
ia tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga sudah tercium dari jarak
perjalanan 40 tahun.” (HR. Bukhari).
Dari
Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
مَرَّ
رَسُولُ
اللَّهِ صلى
الله عليه
وسلم بِامْرَأَةٍ
يَوْمَ
فَتْحِ
مَكَّةَ
مَقْتُولَةٍ
فَقَالَ مَا
كَانَتْ
هَذِهِ
تُقَاتِلُ ،
ثُمَّ نَهَى
عَنْ قَتْلِ
النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ
“Rasulullah ﷺ melewati seorang
perempuan yang terbunuh pada hari Fathu Mekah. Kontan beliau bersabda, ‘Tidaklah
perempuan ini ikut berperang’. Lalu beliau melarang pembunuhan terhadap
wanita dan anak-anak.”
Dengan
fakta yang terjadi, kelompok mana yang lebih layak disebut sebagai kelompok
tercela? Allah ﷻ berfirman,
لَا
يَرْقُبُونَ
فِي مُؤْمِنٍ
إِلًّا وَلَا
ذِمَّةً
وَأُولَئِكَ
هُمُ
الْمُعْتَدُونَ
“Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap
orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah
orang-orang yang melampaui batas.” (QS:At-Taubah | Ayat: 10).
Bertakwalah
wahai hamba Allah. Bersyukurlah kepada-Nya karena Dia telah menjadikan seorang
muslim. Mintalah keteguhan kepada-Nya dalam meniti agama ini hingga kita
berjumpa dengan-Nya. Dan hendaknya kita berhati-hati dengan orang yang suka
berdusta. Ada sebagian orang yang kata-katanya terlihat indah, padahal
sebenarnya itu adalah kesesatan yang nyata.
Islam
yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ adalah rahmat, walaupun orang-orang yang
dengki memfitnahnya dengan keburukan. Allah ﷻ berfirman,
وَمَا
أَرْسَلْنَاكَ
إِلَّا
رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS:Al-Anbiyaa | Ayat: 107).
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ
فِيْ الْقُرْانِ
الْعَظِيْمِ ,
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
اْلأَيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ ,
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
الله َلِيْ
وَلَكُمْ
وَلِكَافَةِ
الْمُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ ,
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
Khutbah
Kedua:
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
الَّذِي لَهُ
مَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي
الْأَرْضِ
وَلَهُ
الْحَمْدُ
فِي
الْآخِرَةِ
وَهُوَ الْحَكِيمُ
الْخَبِيرُ
أَمَّا
بَعْدُ:
فَاتَّقُوا
اللَّهَ
عِبَادَ
اللَّهِ،
Ibadallah,
Bersungguh-sungguhlah
wahai hamba Allah. Bersungguh-sungguhlah dalam memperoleh dan mendapatkan
kebenaran dan kebaikan. Dunia internasional telah menyaksikan dengan mata
kepala mereka masing-masing akan kekejaman kaum Yahudi. Merekalah bangsa
pembunuh para nabi.
Wajib
bagi kita, dengan apa yang telah anugerahkan kepada kita, untuk memanfaatkan
teknologi modern ini dalam mendapatkan kebenaran. Kemudian kita dakwahkan
kebenaran itu kepada lingkungan kita. Kita jelaskan bagaimana kasih sayang
Islam terhadap alam semesta. Kita jelaskan keistimewaan agama yang mulia ini.
Kemudian kita jelaskan juga tentang betapa kaum Yahudi adalah bangsa perusak.
Mudah-mudahan
kita bisa menjadi agen-agen agama kita. Dalam memperbaiki citra agama ini. Kita
berakhlak dengan akhlak yang mulia. Memegang peranan dalam kemanfaatan di
masyarakat kita. Dan lain sebagainya.
Allah
ﷻ
berfirman,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah:
“Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak
(kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada
termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS:Yusuf | Ayat: 108).
اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ,
اللَّهُمَّ
بَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِاْلإِيمَانِ
وَلاَ
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلاَّ لِلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَحِيمٌ
رَبَّنَا
لا
تُؤَاخِذْنَا
إِنْ
نَسِينَا أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبَّنَا
وَلا
تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْراً
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلَى الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبَّنَا
وَلا تُحَمِّلْنَا
مَا لا
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ
وَاعْفُ
عَنَّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى
الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِينَ
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com