Khutbah
Pertama:
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ
إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
Kaum
Muslimin rahimakumullah,
Khatib
mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa
bertakwa kepada Allah Ta’ala, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
segala larangan-Nya. Bertakwa dengan cara menaati-Nya bukan berbuatk maksiat
kepada-Nya, mensyukuri nikmat-Nya bukan malah mengkufurinya, dan selalu
mengingat-Nya bukan melupakan-Nya.
Segala
puji bagi-Nya Rabb semesta alam, yang telah mengaruniakan berbagai kenikmatan
yang tak terhingga. Shalawat dan salam bagi penghulu para rasul, kekasih dan
penyejuk hati kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga
kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, serta pengikutnya hingga akhir zaman.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Hari
kiamat adalah suatu kepastian yang akan terjadi. Orang-orang yang beriman
meyakini kejadian hari itu dan mempersiapkan diri untuk sukses ketika hari yang
dahsyat itu terjadi. Sementara orang-orang munafik dan kafir, mereka
mengingkari hari itu, mereka hidup hanya untuk hari ini, bagi mereka kehidupan
adalah hanya kehidupan di dunia saja.
Kaum
Muslimin rahimakumullah
Hari
kiamat memiliki tanda-tanda, Allah Subhanahu wa Ta’ala sengaja
membuat tanda-tanda tersebut agar manusia sadar bahwa hari kiamat benar adanya,
agar manusia yang berpikir terbangun dari kelalaiannya, dan agar orang-orang
yang akrab dengan perbuatan dosa berhenti dari apa yang mereka lakukan.
Tanda-tanda
kiamat ada yang dikategorikan tanda kecil dan tanda yang besar. Tanda-tanda
tersebut membedakan masa kiamat akan terjadi. Di antara tanda-tanda kiamat
kecil ialah muncul banyak fitnah, banyak terjadi pembunuhan, perbuatan hina
merajalela, perbuatan keji dan kemungkaran semisal zina, minum arak, perjudian,
merasa bangga dengan perbuatan buruk dilakukan secara terang-terangan.
Sehingga, orang yang berpegang teguh pada agamanya bagaikan orang yang
menggenggam bara api.
Demikianlah
pula termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah dicabutnya ilmu,
ketidaktahuan terhadap agama tersebar luas, kuantitas kaum perempuan banyak
sekali, kaum laki-laki hanya sedikit, sutra banyak dipakai, banyak orang
menjadi penyanyi, seseorang melewati kuburan orang lain, lalu dia berkata,
“Seandainya saja aku berada di posisi dia.”
Termasuk
di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah muncul para dai yang menyesatkan, para
pemimpin yang menyimpang, amanat disia-siakan dengan diserahkan kepada orang
yang bukan ahlinya. Demikian pula minimnya kebaikan, jarang hujan, sering
terjadi gampa, banjir, harga-harga barang melangit, kaum perempuan keluar
dengan menanggalkan pakaian, berpakaian tapi telanjang.
Di
samping itu, termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah terjadinya
peperangan yang menentukan antara kaum Yahudi dan kaum muslimin. Akhirnya kaum
muslimin membunuh mereka sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu
dan pohon, lalu pohon atau batu tersebut berbicara, “Wahai orang muslim,
wahai hamba Allah! Ini orang Yahudi di belakang saya. Kemarilah, bunuh
dia!” Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya pohon Gharqad termasuk
pohon orang Yahudi.
Di
samping itu, termasuk tanda-tanda kiamat kecil ialah waktu berjalan terasa
cepat, sehingga setahun seakan-akan hanya sebulan, sebulan seakan-akan hanya
satu jam, dan satu jam bagaikan bara api yang membakar.
Termasuk
pula di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah menyia-nyiakan shalat, menuruti
hawa nafsu, Orang pendusta dibenarkan, dan orang yang jujur didustakan, orang
yang berkhianat dianggap dapat dipercaya, orang yang dapat dipercaya dianggap
berkhianat. Alquran menjadi lenyap. Yang tersisa hanyalah tulisannya,
mushaf-mushaf dihias dengan emas, kaum perempuan jadi pembicara, dan
masjid-masjid juga dihias.
Dari
tanda-tanda kecil ini, kita bisa melihat dan merasakan, betapa banyak
tanda-tanda yang disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dalam hadisnya tersebut sudah terjadi. Semoga Allah melindungi kita semua dari
keburukan.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Adapun
tanda-tanda kiamat besar ialah sebagai berikut:
1.
Terbitnya Matahari dari Arah Barat
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَقُوْمُ السَاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ، فَرَآهَا النَّاسُ؛ آمَنُوْا أَجْمَعُوْنَ، فَذَاكَ حِيْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلِ أَوْ كَسَبَتْ فِي إيْمَانِهَا خَيْرًا
“Kiamat
tidak akan datang sebelum matahari terbit dari arah Barat. Apabila orang-orang
melihat hal ini, maka semua orang yang ada di atasnya beriman. Hal ini pada
saat tidak berguna lagi iman seseorang yang memang belum beriman sebelum itu, atau
(belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
Hal
ini akan sulit dipercaya bagi orang-orang yang lemah imannya, apalagi mereka
yang kafir. Mereka selalu beralasan hal itu tidak masuk dalam rasio manusia,
bagaimana matahari yang setiap hari terbit dari arah Timur dan terbenam di
sebelah Barat tiba-tiba menyalahi kebiasaannya yang sudah jutaan tahun terjadi?
Namun
orang-orang yang beriman kepada Allah, Rasul-Nya, dan hari akhir, mereka dengan
mudah akan menerima hal itu. Bagi mereka, alam semesta ini pun dahulunya tidak
ada, lalu Allah jadikan ada, apalagi hanya matahari yang perputarannya
merupakan bagian kecil dari alam semesta.
Tanda
lainnya adalah Kabut
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka
Tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas yang meliputi
manusia. Inilah adzab yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan: 10-11)
Yang
dimaksud dengan dukhan dalam ayat ini ialah kabut tebal yang memenuhi
antara langit dan bumi yang muncul sebelum kiamat datang yang mengambil nafas
orang-orang kafir sehingga mereka hampir tercekik sedangkan bagi orang-orang
mukmin seperti mengalami pilek. Kabut ini berlangsung di muka bumi selama empat
puluh hari.
Munculnya
Dabbah (binatang melata) yang Dapat Berbicara Dengan Manusia
Di
antara tanda-tanda kiamat besar ialah keluarnya Dabbah (binatang) dari dalam
bumi yang dapat berbicara dengan manusia dengan bahasa yang fasih yang dapat
dipahami oleh semua yang mendengarnya. Dabbah itu mengabarkan kepada mereka
bahwa manusia dahulu tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Dabbah ini muncul di
akhir zaman pada saat manusia telah mengalami kebobrokan, mereka meninggalkan
perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mengganti agama
yang benar. Lantas Dabbah berbicara kepada mereka, “Sesungguhnya manusia
dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat kami.” Dabbah ini keluar dengan
membawa tongkat Nabi Musa ‘alaihissalam dan cincin Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.
Hidung orang-orang kafir diberi cap dengan cincin. Dan wajah orang mukmin
menjadi terang berkat tongkat tersebut sehingga dapat dikenali antara orang
mukmin dan orang kafir.
Munculnya
al-Masih Dajjal
Dia
dinamai al-A’war ad-Dajjal karena dia buta sebelah matanya yang kanan.
Fitnahnya merupakan fitnah terbesar yang menimpa orang-orang di akhir zaman.
Al-A’war ad-Dajjal tidak hanya mengaku-aku sebagai nabi, bahkan dia juga
mengaku-aku sebagai Tuhan. Muncul beberapa hal-hal yang luar biasa melalui
kedua tangannya sebagai bentuk istidraj dari Allah Subhanahu wa Ta’ala
kepadanya dan sebagai ujian bagi para manusia. Dia berkata kepada langit,
“Hujanlah!” Maka langit pun menurunkan hujan. Dia berkata kepada
bumi, “Keluarkanlah tanamanmu dan kekayaan yang kau pendam!” Maka
bumi pun mengeluarkannya. Dia dapat membunuh manusia lalu menghidupkannya
kembali.
Dia
mengelilingi seluruh permukaan bumi. Semua daerah yang dia masuki pasti dia
berbuat kerusakan di dalamnya kecuali Mekah dan Madinah. Sebab, jika dia hendak
memasukinya, dia menjumpai malaikat yang menjaganya, makanya dia kembali dan
gagal. Dajjal kali pertama muncul di sebuah kota yang bernama Asfihan. Pada
awalnya dia diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi. Kemudian dia diikuti
oleh orang-orang rendahan, orang-orang bodoh, dan rakyat jelata. Dia berada di
muka bumi selama empat puluh hari. Ada sehari yang bagaikan setahun. Ada yang
sehari bagaikan sebulan. Dan ada sehari yang bagaikan sepekan. Selebihnya,
hari-hari sebagaimana hari-hari biasa.
Semua
keterangan ini terdapat di dalam hadis-hadis shahih. Kami akan menuturkan
sebagian di antaranya dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dari
Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
“Tidaklah
seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta
sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan
Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya
“KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131)
Dalam
sebuah hadits shahih, dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ
! إِنَّهَا
لَمْ تَكُنْ
فِتْنَةً
عَلَى وَجْهِ
الأَرْضِ
مُنْذُ
ذَرَأَ اللهُ
ذُرِّيَةَ
آدَمَ
أَعْظَمُ
مِنْ
فِتْنَةِ
الدَّجَّالُ
وَ إِنَّ
اللهَ عَزَّ
وَ جَلَّ لَمْ
يُبْعَثْ
نَبِيًّا
إِلَّا
حَذَرَ
أُمَّتَهُ
الدَّجَّالَ
وَ أَنَا
آخِرُ
الأَنْبِيَاءِ
وَ أَنْتُمْ
آخِرُ
الأُمَمِ وَ
هُوَ خَارِجٌ
فِيْكُمْ لَا
مَحَالَةَ
“Wahai sekalian manusia, sungguh tidak ada fitnah yang
lebih besar dari fitnah Dajjal di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan anak
cucu Adam. Tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan
memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi
yang paling terakhir dan kalian juga ummat yang paling terakhir, maka tidak
dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah kalian.”
(Dikeluarkan dalam Shahih Al Jaami’ Ash Shoghir no. 13833. Syaikh Al
Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Dajjal keluar dengan membawa air dan api.
Maka, air yang dilihat oleh orang-orang sesungguhnya adalah api yang membakar.
Sedangkan api yang dilihat oleh orang-orang, sesungguhnya adalah air yang
dingin dan segar. Barangsiapa di antara kalian yang menjumpai hal ini, maka
hendaklah dia menjatuhkan diri pada sesuatu yang dilihatnya api, karena sesungguhnya
hal itu adalah air segar yang baik.”
An-Nawwas
bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
menuturkan tentang Dajjal pada suatu pagi. Beliau merendahkan tetapi juga
meninggikan suaranya, sampai-sampai kami menduga bahwa Dajjal berada di satu
sisi pohon kurma.” (Maksudnya, beliau merendahkan suaranya dengan
menyebutkan bahwa dia buta sebelah dan di antara kedua matanya tertulis
‘kafir’. Beliau juga memandang besar fitnah Dajjal karena mencakup
hal-hal yang luar biasa. Artinya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersungguh-sungguh mengganggap dekat munculnya Dajjal. Beliau
menggunakan redaksi yang bermacam-macam, baik yang merendahkan maupun yang
meninggikan –redaksi sehingga kami menduga- untuk bersungguh-sungguh
dalam menganggap dekat –bahwa Dajjal berada di satu sisi pohon kurma- di
(Madinah).
Beliau
bersabda, “Selain Dajjal yang lebih saya khawatirkan atas diri kalian.
Apabila dia muncul sedangkan saya masih ada di antara kalian, maka sayalah yang
akan mematahkan hujjahnya untuk membela kalian. Apabila dia muncul dan saya
sudah tidak ada di antara kalian, maka tiap-tiap orang membela dirinya sendiri.
Allah yang menggantikan diriku atas setiap orang muslim. Dajjal adalah pemuda
yang berambut keriting, matanya sayu, seakan-akan saya menyamakannya dengan
Abdul Uzza bin Qathan (seseorang yang binasa pada masa jahiliyah). Barangsiapa
bertemu dengannya, maka bacakan kepadanya bagian pembukaan surat Al-Kahfi. Dia
muncul di daerah antara Syiria dan Irak. Dia membuat banyak kerusakan di kanan
dan di kiri. Wahai hamba-hamba Allah! Tetaplah (pada keimanan dan janganlah
melenceng darinya).” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Berapa lama
dia berada di muka bumi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab, “Empat puluh hari. Yang sehari bagaikan setahun. Sehari lagi
bagaikan sebulan. Dan sehari lagi bagaikan sepekan. Sedangkan hari-hari lainnya
seperti hari-hari biasa.”
Kami
kembali bertanya, “Wahai Rasulullah! Pada sehari yang bagaikan setahun,
cukupkah bagi kami melakukan shalat untuk sehari dalam hari tersebut?”
Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak.
Perkirakanlah kadar waktunya.”
Kami
bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Seperti apakah kecepatan Dajjal di
bumi?”
Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bagaikan mendung
yang ditiup angin. Dia mendatangi suatu kaum, lalu dia mengajak kaum tersebut,
kemudian mereka beriman kepadanya dan menerimanya. Lantas dia memerintahkan
langit untuk menurunkan hujan, maka langit pun menurunkan hujan. Dia memerintahkan
bumi untuk mengeluarkan tanaman, lantas bumi pun menumbuhkan tanamannya,
sehingga binatang-binatang ternak mereka kembali di penghujung siang dalam
keadaan yang sangat baik, punuknya besar, serta gemuk dan kenyang. Kemudian dia
mendatangi kaum lain, lalu dia mengajak kaum tersebut, dan ternyata kaum ini
menolaknya (mereka masih teguh dengan ketauhidannya), lantas dia berpaling dari
kaum tersebut, lantas mereka mengalami paceklik (tidak ada hujan turun di
wilayah mereka dan rerumputan menjadi kering). Tidak ada harta apa pun di
tangan mereka dan mereka berjalan melewati reruntuhan, kemudian Dajjal berkata
pada reruntuhan tersebut, ‘Keluarkanlah harta pendamanmu,’ maka
harta pendaman reruntuhan tersebut mengikutinya sebagaimana ratu lebah.
Selanjutnya Dajjal memanggil seorang pemuda kekar, lalu dia membelahnya dengan
pedang menjadi dua bagian yang terpisah jauh sejauh lemparan, kemudian dia
memanggilnya lagi, lantas potongan tubuh itu menghadap dengan wajah yang
berseri-seri sambil tertawa.
Dalam
kondisi yang demikian, selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala
mengutus Nabi Isa Al-Masih bin Maryam ‘alaihissalam. Beliau turun
di menara putih sebelah timur Damaskus, mengenakan dua pakaian yang diwarnai,
seraya meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Ketika
beliau menundukkan kepalanya, keringat bercucuran bagaikan permata. Orang kafir
tidak mungkin mencium nafasnya kecuali langsung mati. Nafas beliau sampai
sejauh mata memandang. Kemudian Nabi Isa mencari Dajjal sehingga beliau
menemukannya di Bab Lud (nama tempat Syiria) lalu nabi Isa membunuhnya.
Selanjutnya Nabi Isa mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari
Dajjal, lalu beliau mengusap wajah-wajah mereka, beliau menjelaskan kepada
mereka derajat mereka di surga.
Dalam
kondisi demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi wahyu kepada
Nabi Isa ‘alaihissalam, ‘Sungguh, Aku telah mengeluarkan
hamba-hamba-Ku. Tidak ada seorang pun yang mempunyai kemampuan untuk memerangi
mereka. Kumpulkanlah mereka ini ke bukit Tursina (Jadikanlah bukit Tursina
sebagai benteng).’ Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala
mengirim Ya’juj Ma’juj. Mereka turun dengan cepat dari seluruh
tempat yang tinggi. Orang pertama di antara mereka melewati danau Thabariyah,
lalu mereka meminum airnya. Orang terakhir juga melewatinya, lalu mereka
berkata, ‘Sungguh, tadi ada di danau ini banyak airnya.’ Nabi Isa ‘alaihissalam
beserta sahabat-sahabatnya semakin kepepet, sehingga kepala sapi bagi salah
seorang di antara mereka lebih baik dari pada seratu dinar bagi kalian semua
hari ini (lantaran mereka sangat membutuhkan makanan), kemudian Nabi Isa
beserta sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(Mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar gangguan
Ya’juj Ma’juj segera dihilangkan), lalu Allah Subhanahu wa
Ta’ala mengirim cacing di dalam hidung unta dan kambing pada
leher-leher mereka. Lantas mereka pun mati sekaligus. Kemudian Nabi Isa ‘alaihissalam
beserta sahabat-sahabatnya turun ke bumi. Ternyata mereka tidak menemukan
tempat sejengkal pun di muka bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk. Lantas Nabi
Isa beserta sahabat-sahabatnya memohon kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala, kemudian Allah mengirimkan burung-burung semisal leher unta.
Burung-burung itu membawa bangkai Ya’juj Ma’juj lalu dilemparkan sesuai
kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa
Ta’ala mengirimkan hujan yang tidak dapat ditahan oleh tanah keras
dan gandum. Maka, bumi pun dicuci bersih sehingga seperti kaca. Kemudian
dikatakan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah buah-buahmu dan kembalikanlah
berkahmu.’ Pada hari itu sekelompok orang memakan delima dan mereka
berteduh dengan kulitnya, air susu sangat diberkahi. Bahkan, seekor unta yang
hampir melahirkan mencukupi untuk sekelompok orang banyak. Seekor sapi yang
hampir melahirkan mencukupi untuk satu kabilah. Seekor kambing yanghampir
melahirkan mencukupi satu suku. Dalam kondisi demikian, tiba-tiba Allah Subhanahu
wa Ta’ala mengirimkan angin yang baik, lalu angin ini mengena mereka di
bawah ketiak mereka, sehingga ruh setiap orang mukmin dan muslim dicabut. Yang
masih tersisa tinggal orang-orang jahat. Orang-orang pun melakukan hubungan
seks sebagaimana keledai (artinya, lelaki dan perempuan melakukan hubungan seks
secara terang-terangan di hadapan banyak orang bagaikan keledai). Maka, dalam
kondisi demikian datanglah hari kiamat.” (HR. Muslim)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah
Kedua:
أَحْمَدُ
رَبِّي
وَأَشْكُرُهُ
، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ نَبِيَنَا
مُحَمَّدٌ
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
Kaum
muslimin rahimani wa rahimakumullah
Setelah
kita mengetahui beberapa tanda besar hari kiamat, tanda-tanda lainnya adalah
Turunnya
Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam
Termasuk
di antara tanda-tanda kiamat besar ialah turunnya al-Masih Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam.
Alquran dan hadis-hadis telah menunjukkan hal ini. Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman,
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
“Tidak
ada seorang pun di antara ahli kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa)
menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi
mereka.” (QS. An-Nisa: 159)
Artinya,
tidak ada seorang pun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam
menjelang kematiannya dan pada hari kiamat Nabi Isa ‘alaihissalam
akan memberi kesaksian kepada mereka.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَإِنَّهُ
لَعِلْمٌ
لِلسَّاعَةِ
فَلَا تَمْتَرُنَّ
بِهَا
وَاتَّبِعُونِ
ۚ هَٰذَا
صِرَاطٌ
مُسْتَقِيمٌ
“Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda
akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang
(kiamat) itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf:
61)
Sesungguhnya
turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam merupakan tanda-tanda kiamat sudah
dekat. Terdapat beberapa hadis mutawatir mengenai turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam.
Sekarang ini Nabi Isa ‘alaihissalam hidup di langit. Allah Subhanahu
wa Ta’ala mengangkat ruhnya dan jasadnya kehadirat-Nya. Beliau akan
turun ke bumi sebagai hakim yang adil yang menetapkan hukum berdasarkan syariat
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Asy-Syaikhani
meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang
menguasai jiwaku. Sungguh, putra Maryam akan turun kepada kalian semua sebagai
hakim yang adil. Lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi, dan meniadakan
pajak. Harta pun melimpah-limpah sehingga tidak ada seorang pun yang mau
menerima (pemberian orang lain). Sehingga sujud sekali lebih baik dari pada
dunia dan isinya.” Terdapat di dalam hadis-hadis shahih pula bahwa Nabi
Isa ‘alaihissalam adalah orang yang akan membunuh Dajjal. Dan
setelah misi Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam selesai, beliau
meninggal dunia, lalu kaum muslimin menshalatinya dan dimakamkan di kamar Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam yang suci.
Tanda
berikutnya adalah
Keluarnya
Ya’juj Ma’juj
Ya’juj
Ma’juj disebutkan di dalam Alquran Al-Karim di dalam firman Allah Subhanahu
wa Ta’ala,
قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
“Hingga
apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun
dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Mereka berkata, ‘Hai
Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang
membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu
pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan
mereka?’.” (QS. Al-Kahfi: 94)
Ya’juj
Ma’juj merupakan kabilah dari keturunan Yafits bin Nuh. Mereka keluar di
akhir zaman setelah dinding penghalang yang dibuat oleh Dzulqarnain jebol.
Lantas mereka membuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai macam tindakan
keji dan kerusakan. Saking banyaknya, mereka memakan makanan dan tanaman apa
saja yang dijumpainya dan meminum danau Thabariyah sampai seakan-akan tidak
pernah ada airnya.
Keluarnya
Api yang Menggiring Manusia
Api
ini keluar dari tanah ‘Adn, yaitu api besar yang menakutkan. Tidak ada
sesuatu pun yang dapat memadamkannya. Api ini menggiring manusia.
Imam
Muslim rahimahullah meriwayatkan hadits ini dari Hudzaifah bin Asid:
إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّـى تَكُوْنَ عَشْـرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قُعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ.
“Sesungguhnya
Kiamat tidak akan terjadi hingga ada sepuluh tanda (sebelumnya): khasf di
timur, khasf di barat, khasf di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang bumi,
Ya’-juj dan Ma’-juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang
keluar dari jurang ‘Adn yang menggiring manusia.”
Demikianlah
di antara tanda-tanda kiamat besar. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala agar menyelamatkan kita dari api dunia dan akhirat dan semoga
Dia menyelamatkan kita dari kengerian kiamat berkat anugerah-Nya dan
kemuliaan-Nya. Sungguh, Dia Maha Mendengar dan Mahadekat.
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
اَللَّهُمَّ
افْتَحْ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَ
قَوْمِنَا
بِالحَقِّ
وَأَنْتَ
خَيْرُ
الفَاتِحِيْنَ
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
عِلْمًا نَافِعًا
وَرِزْقًا
طَيِّبًا
وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ
وصلى
الله على
نبينا محمد
وعلى آله
وصحبه و مَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
Artikel
KhotbahJumat.com