Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ؛ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ ، وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعِهِ ، مَا تَرَكَ خَيْرًا إِلَّا دَلَّ الأُمَّةَ عَلَيْهِ ، وَلَا شَرًّا إِلَّا حَذَّرَهَا مِنْهُ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
: اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى ؛
فَإِنَّ فِي تَقْوَى
اللهِ جَلَّ
وَعَلَا
خَلْفًا مِنْ
كُلِّ شَيْءٍ
وَلَيْسَ
مِنْ تَقْوَى
اللهِ خَلْفٌ.
وَتَقْوَى
اللهِ جَلَّ
وَعَلَا :
عَمَلٌ
بِطَاعَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
رَجَاءً
ثَوَابِ
اللهِ ،
وَتَرْكٌ
لِمَعْصِيَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
خِيْفَةً عَذَابِ
اللهِ .
قَالَ
تَعَالَى:
أَلَمْ تَرَ
كَيْفَ
فَعَلَ
رَبُّكَ
بِأَصْحَابِ
الْفِيلِ.
أَلَمْ
يَجْعَلْ
كَيْدَهُمْ
فِي
تَضْلِيلٍ.
وَأَرْسَلَ
عَلَيْهِمْ طَيْرًا
أَبَابِيلَ.
تَرْمِيهِمْ
بِحِجَارَةٍ
مِنْ
سِجِّيلٍ.
فَجَعَلَهُمْ
كَعَصْفٍ
مَأْكُولٍ.
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah
bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya
mereka (untuk menghancurkan Ka´bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan
kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu
(berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti
daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. Al-Fil: 1-5).
Ibadallah,
Allah
Jalla wa ‘Ala
menurunkan suatu surat di dalam Alquran yang mengisahkan tentang suatu kejadian
di masa lalu. Masa menjelang kelahiran Nabi kita yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Surat ini Allah namakan dengan surat al-Fil yang artinya gajah.
Surat
al-Fil adalah surat makiyah,
yakni surat yang diturunkan sebelum Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Surat al-Fil mengisahkan
tentang seorang Gubernur Yaman yang bernama Abrahah yang hendak menghancurkan
Ka’bah. Saat itu Yaman merupakan bagian dari Kerajaan Habasyah yang
beragama Nasrani.
Allah
Ta’ala
berfirman kepada Nabi Muhammad,
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
“Apakah
kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara
bergajah?” yakni memperhatikan atau melihat dengan mata hatimu wahai Muhammad.
Penyebab
Datangnya Pasukan Gajah ke Mekah
Imam
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula dari
keinginan Abrahah untuk memalingkan perhatian bangsa Arab dari Mekah dengan
Ka’bahnya menuju Yaman. Untuk mewujudkan hal tersebut, Abrahah membangun
sebuah gereja yang tinggi, besar, dan mewah agar bangsa Arab beralih
perhatiannya dari Ka’bah menuju gereja tersebut. Karena ketinggian
bangunan gereja tersebut, orang-orang Arab menyebut gereja tersebut dengan
Gereja al-Qullais.
Cita-cita
Abrahah ini pun sampai ke telinga penduduk Mekah dan orang-orang Quraisy.
Mereka marah dan kesal kepada Abrahah. Lalu mereka bertekad untuk menghinakan
bangunan gereja yang dibuat Abrahah. Salah seorang dari mereka pun membuang
kotoran di gereja tersebut untuk menghinakannya.
Mengetahui
hal ini, Abrahah marah besar. Niat mula yang hanya sekedar menyaingi
Ka’bah berganti murka hendak menghancurkan Ka’bah. Ia pun
menyiapkan pasukan yang mengendarai gajah untuk merobohkan Ka’bah.
Berangkatlah Abrahah bersama pasukannya menuju Mekah.
Perlawanan
Bangsa Arab Terhadap Abrahah
Dalam
Sirah Ibnu Hisyam
dikisahkan bahwa perjalanan Abrahah menuju Mekah tidaklah mulus begitu saja. Ia
mendapatkan perlawanan dari kabilah-kabilah Arab yang hendak menghalanginya merobohkan
Ka’bah. Namun Abrahah dan pasukannya berhasil mengalahkan mereka dan
menjadikan ketua kabilah mereka sebagai tawanan.
Pemimpin
Mekah, kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib, memerintahkan penduduk Mekah untuk
segera keluar dari Mekah karena Abrahah sudah membulatkan tekad untuk
merobohkan Ka’bah. Jika orang-orang Mekah menghadangnya, mereka tidak
akan mampu mengalahkan Abrahah. Dan Ka’bah pun tetap ia hancurkan. Abdul
Muthallib hanya memasrahkan Ka’bah kepada Sang Pemiliki Ka’bah,
Allah Subhanahu wa
Ta’ala.
Gajah
Yang Tunduk Kepada Allah dan Kebinasaan Abrahah Beserta Pasukannya
Saat
hampir tiba di Mekah, tiba-tiba gajah yang dibawa Abrahah menolak untuk
dikendalikan memasuki kota suci tersebut. Ia terduduk enggan untuk melangkahkan
kakinya tunduk kepada Rabb semesta alam, Allah Tabaraka wa Ta’ala. Gajah-gajah itu
menolak untuk menghancurkan syiar-syiar keimanan. Berbagai usaha dilakukan
untuk membuat gajah-gajah tersebut berdiri dan berjalan memasuki Mekah, namun
mereka tetap bergeming enggan menuruti perintah kemaksiatan tersebut. Namun
ketika diarahkan ke Yaman atau Syam, gajah tersebut berdiri dan bersegera
melangkahkan kaki-kaki mereka.
Oleh
karena itu, Allah berfirman,
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
“Bukankah
Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka´bah) itu
sia-sia?”
Perjalanan
mereka dengan jarak yang jauh, persiapan mereka yang banyak, kesulitan dan
rintangan yang mereka hadapi dalam perjalanan, semua sia-sia. Tidak sedikit pun
mereka memperoleh kebaikan darinya.
وَأَرْسَلَ
عَلَيْهِمْ
طَيْرًا
أَبَابِيلَ.
تَرْمِيهِمْ
بِحِجَارَةٍ
مِنْ سِجِّيلٍ.
فَجَعَلَهُمْ
كَعَصْفٍ
مَأْكُولٍ
Dan
Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari
mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan
mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Allah
datangkan thairan ababil
artinya burung yang banyak. Yang membawa batu-batu dari sijjil, dari tanah yang
terbakar. Kemudian mereka pun binasa bagaikan daun-daun yang hancur dimakan
ulat.
أَقُوْلُ
هَذَا
القَوْلِ
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
يَغْفِرْ
لَكُمْ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
كَثِيْرًا ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ
سُبْحَانَهُ مُرَاقَبَةً
مَنْ
يَعْلَمُ
أَنَّ
رَبَّهُ يَسْمَعُهُ
وَيَرَاهُ.
Ibadallah,
Betapa
besar pelajaran yang terdapat pada surat ini. Betapa Allah Subhanahu wa Ta’ala
Maha Kuasa, Dia bisa melakukan apa saja yang Dia inginkan dengan begitu
mudahnya. Dia menghancurkan kaum yang kuat, yang telah mengalahkan kelompok
lainnya dengan makhluk yang ringan saja.
Di
antara pelajaran yang bisa kita ambil dari surat al-Fil adalah:
Mudah-mudahan
apa yang kita kaji pada kesempatan kali ini semakin menanamkan ketakwaan dan
keyakinan kepada Allah. Semakin membuat kita sadar akan ke-Maha Kuasa-an-Nya.
Dan semoga apa yang khotib sampaikan menambah pemahaman kita akan kitab Rabb
kita, kitab suci kita Alquran.
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَاكُمُ اللهُ – عَلَى مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وقال صلى الله عليه وسلم : ((مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا)) , وَقَالَ عَلَيْهِ الصَلَاةُ وَالسَلَامُ : ((رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ)) ، وَلِهَذَا فَإِنَّ مِنَ البُخْلِ عَدَمُ الصَّلَاةِ وَالسَلَامِ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ عِنْدَ ذِكْرِهِ صلى الله عليه وسلم.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ
،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
، وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ
وَاحْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنَ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ
. اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةِ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ
وُلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
ذُنُبَنَا
كُلَّهُ ؛
دِقَّهُ
وَجِلَّهُ ،
أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
، سِرَّهُ
وَعَلَنَهُ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا
إِنَّا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
الخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
)عِبَادَ
اللهِ :
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ
،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ(
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ
يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُونَ
،
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com