PH01035U

Daftar Isi

SUNNAH-SUNNAH DI HARI JUM'AT

Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman خفظه الله

Dari www.ibnumajjah.wordpress.com dari Majalah Al-Furqon No.112 Edisi 09 Tahun Ke-10 1432/2011

 

بسم الله الرحمن الرحيم

MUQODDIMAH

 

Hari Jum'at merupakan hari istimewa bagi kaum muslimin. Karena keagungan dan keutamaan yang sangat banyak pada hari itu, maka sebagai seorang muslim, tentunya tidak akan membiarkan hari Jum'at berlalu begitu saja tanpa makna dan tanpa bisa menuai pahalanya.

Berikut ini tulisan sederhana seputar sunnah-sunnah di hari Jum'at yang bisa dijadikan kamus mungil dalam mendulang pahala di hari Jum'at. Allohul Muwaffiq.

 

YANG DIANJURKAN PADA HARI JUM'AT

Membaca Surat as-Sajdah dan al-lnsan Pada Sholat Subuh

 

Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ

"Adalah Nabi صلي الله عليه وسلم membaca pada sholat Subuh hari jum'at Surat as-Sajdah dan Surat al-lnsan." [HR. al-Bukhori no. 891]

Al-Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله mengatakan, "Aku mendengar guru kami, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata, 'Nabi صلي الله عليه وسلم  membaca dua surat ini karena kandungannya berisi penciptaan Adam عليه السلام, penyebutan hari kiamat dan kebangkitan para makhluk, dan hal itu semua terjadi pada hari Jum'at. Seolah-olah membaca dua surat ini adalah peringatan kepada umat akan apa yang telah dan akan terjadi.'" [Zad al-Maad: 1/206]

 

Memperbanyak Sholawat Kepada Nabi صلي الله عليه وسلم

 

Rosululloh صلي الله عليه وسلم adalah penghulu para manusia, sedangkan hari Jum'at adalah hari yang utama dalam sepekan, maka bersholawat kepada Nabi صلي الله عليه وسلم pada hari itu mengandung keistimewaan tersendiri. [Zad al-Maad: 1/364]

Dari Aus bin Anas bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

"Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu juga ditiupnya sangkakala. Maka perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu, karena sholawat kalian akan ditujukan kepadaku. Para sahabat bertanya, 'Bagaimana sholawat itu ditujukan kepadamu padahal engkau telah menjadi tanah?' Nabi صلي الله عليه وسلم menjawab, 'Sesungguhnya Alloh mengharamkan bumi untuk memakan jasad-jasad para nabi.'" [HR. Abu Dawud: 1531, Ibnu Majah: 1085, an-Nasai: 1373, al-Albani menshohihkannya dalam al-Irwa' no. 4, al-Misykah: 1361]

 

Membaca Surat al-Kahfi

 

Rosululloh bersabda:

إِنَّ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةُ الْكَهْفِ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَضَاءَلَهُ مِنَ النُّورِ مَابَيْنَ الْـجُمُعَتَيْنِ

"Barang siapa membaca Surat al-Kahfi pada hari Jum'at, maka Alloh akan meneranginya di antara dua Jum'at." [ HR. al-Baihaqi. 3 249 al-Hakim dalam al-Mustadrak 2/368 dan dia berkata, "Ini hadits Shohih. Dikuatkan oleh al-Albani dalam al-irwa’ no. 626]

 

Memperbanyak Do'a

 

Pada hari Jum'at ada satu waktu terkabul-kannya do'a. Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwasanya Rosululloh  صلي الله عليه وسلم  bersabda:

فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapatinya dan dia sedang sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan Alloh akan mengabulkan permohonannya tersebut." [HR. al-Bukhori: 2/344 dan Muslim: 852]

 

Selayaknya seorang muslim bersungguh-sungguh dalam berdo'a sepanjang hari Jum'at, dengan harapan mendapatkan waktu tersebut."  [Fatwa Lajnah Daimah: 1/333]

Faedah. Para ulama berselisih pendapat kapan waktu mustajab tersebut. Yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapatnya mayoritas ulama yang mengatakan bahwa waktu tersebut adalah ba'da asar. Berdasarkan [Juga berdasarkan Hadits riwayat Abu Dawud: 1048, an-Nasai:3/99, al-Hakim: 1/279. Lihat Fath al-Bari: 2/351] hadits Anas رضي الله عنه  bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم  bersabda:

الْتَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُرْجَى فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَى غَيْبُوبَةِ الشَّمْسِ

"Carilah waktu yang mustajab pada hari Jum'at itu ba'da asar sampai terbenamnya matahari." [HR. at-Tirmidzi: 489, al-Baghowi: 1051. Lihat Shohih al-Targhib: 793]

Pendapat ini dikuatkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari: 3/89, Ibnul Qoyyim dalam Zad al-Ma'ad: 1/378, dan disetujui pula oleh asy-Syaukani dalam Nail al-Author: 3/233. Allohu A'lam.

 

SEBELUM BERANGKAT SHOLAT JUM'AT

Mandi Seperti Mandi Junub

 

Dianjurkan bagi yang akan mendatangi sholat Jum'at untuk mandi terlebih dahulu. Berdasarkan hadits:

غُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh." [HR. al-Bukhori: 879 dan Muslim: 846]

Adapun sifat mandi Jum'at adalah seperti mandi janabah, berdasarkan riwayat yang lain:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ

"Barang siapa mandi Jum'at seperti mandi jinabat." [HR. al-Bukhori: 881 dan Muslim: 850]

 

Memakai Parfum, Minyak Rambut, dan Bersiwak

 

Anjuran ini disesuaikan dengan kemampuan, bukan perkara yang wajib. Berdasarkan hadits:

لَا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلَا يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الْإِمَامُ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى

"Tidaklah seorang mandi pada hari Jum'at dan bersuci menurut kemampuannya, kemudian memakai parfum dan minyak rambut, kemudian berangkat sholat dan tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian sholat yang ditentukan baginya, dan ketika imam memulai khotbahnya dia diam dini mendengarkan, maka akan diampuni dosanya dari Jum'at ke Jum'at yang lain." [HR. al-Bukhori: 883 dan Muslim: 857]

Rosululloh صلي الله عليه وسلم  juga bersabda:

لْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَأَنْ يَسْتَنَّ وَأَنْ يَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَ

"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh. Hendaknya dia bersiwak dan memakai parfum jika memiliki.” [HR. al-Bukhori: 880]

Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله  mengatakan, "Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk berhias diri pada hari Jum'at. Termasuk makna berhias adalah mencukur kumis, memotong kuku, dan lain-lain." [Fath al-Bari: 2/371]

 

Memakai Baju yang Paling Bagus

 

Dari Abu Huroiroh dan Abu Sa'id رضي الله عنهما  bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم  bersabda:

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُـمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ

"Barang siapa mandi pada hari Jum'at dan memakai baju paling bagus, memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jum'at….” [HR. Abu Dawud: 343, Ahmad: 3/81, al-Hakim: 1/283, Ibnu Hibban: 2767, Syaikh al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Shohih Abu Dawud: 331]  

 

Bersegera Berangkat Menuju Masjid

 

Hendaknya pada hari ini kita bersegera berangkat menuju sholat Jum'at karena keutamaannya yang sangat besar. Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم  bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ وَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَبْشًا ثُمَّ دَجَاجَةً ثُمَّ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

"Apabila hari Jum'at, malaikat berdiri pada setiap pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang pertama dan yang setelaknya dan yang setelaknya. Permisalan orang yang datang pagi-pagi seperti orang yang berkurban dengan seekor unta. Orang yang datang setelaknya seperti berkurban dengan seekor sapi. Yang datang selelahnya seperti berkurban dengan seekor domba. Yang datang setelahnya seperti berkurban dengan seekor ayam. Yang datang setelaknya seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telak memulai khotbahnya, malaikat melipat lembaran catatannya untuk mendengarkan khotbah." [HR. al-Bukhori: 881 dan Muslim: 850]

Anas bin Malik رضي الله عنه  berkata, "Kami biasa berpagi-pagi menuju sholat Jum'at, kemudian baru tidur siang setelahnya." [HR. al-Bukhori: 863]

 

Meninggalkan Perniagaan Ketika Telah Datang Waktu Sholat Jum'at

 

Alloh berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. al-Jumu'ah [62]: 9)

 

KETIKA SAMPAI TEMPAT SHOLAT JUM'AT

 

Sholat Tahiyyatul Masjid Sebelum Duduk 

 

جَابِرٍ قَالَ: دَخَلَ رَجُلٌ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ, وَالنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ . فَقَالَ: صَلَّيْتَ؟ قَالَ: لَا قَالَ: قُمْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما  berkata, "Ada seseorang yang masuk masjid pada hari Jum'at sedang Nabi صلي الله عليه وسلم  berkhotbah. Nabi صلي الله عليه وسلم bertanya kepadanya, Apakah engkau sudah sholat dua roka'at?' Dia menjawab, 'Belum.' Lantas Nabi صلي الله عليه وسلم  berkata kepadanya, 'Sholatlah dua roka'at terlebih dahulu.'" [HR. al-Bukhori: 930 dan Muslim: 875]

 

Duduk Dekat Khotib

 

Dari Sadad bin Aus رضي الله عنه  bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda: "Barang siapa mengumpuli istrinya' [Demikian yang dikatakan oleh al-Imam Ahmad dan al-Imam Waki' bin Jaroh رحمه الله. Lihat Zad al-Ma'ad: 1/373], mandi pada hari Jum'at, berpagi-pagi berangkat sholat dengan berjalan tidak naik kendaraan, kemudian duduk dekat khotib, diam mendengarkan khotbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya setiap langkah yang diayunkan seperti pahala puasa dan sholat setahun." [HR. Abdurrozzaq dalam al-Mushonnaf. 5570, Ahmad: 4/8, at-Tirmidzi: 496, Abu Dawud: 345, an-Nasai: 3/95, Ibnu Majah: 1087, Ibnu Khuzaimah: 1758]  

 

Sholat Sunnah Semampunya Sampai Khotib Datang

 

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه  bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم  bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

"Barang siapa mandi kemudian mendatangi sholat Jumat, sholat semampunya, dan diam hingga selesai khotbah dan sholat bersama imam, maka baginya ampunan antara Jumat dengan Jumat berikutnya dan tambahan tiga hari." [HR. Muslim: 857]

 

Tidak Melangkahi Pundak-pundak Manusia

 

Berdasarkan hadits:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَلَمْ يَتَخَطَّ أَعْنَاقَ النَّاسِ ثُمَّ صَلَّى مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ إِمَامُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلَاتِهِ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ جُمُعَتِهِ الَّتِي قَبْلَهَا

"Barang siapa mandi pada hari Jumat dan memakai baju paling bagus, memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jumat dan tidak melangkahi pundak manusia, lalu sholat semampunya, kemudian diam bila khotib sudah datang sampai dia se-lesai sholatnya, maka hal itu sebagai penghapus dosa antara Jumat hari itu dengan Jumat sebelumnya." [HR. Abu Dawud: 343, Ahmad: 3/81, al-Hakim: 1/283, Ibnu Hibban: 2767. Syaikh al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Shohih Abu Dawud: 331]

 

Mendengar Khotbah Dengan Baik

 

Ketika khotbah sudah dimulai hendaknya kita diam dan mendengarkan khotbah dengan saksama. Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه  bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم  bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

"Barang siapa mandi kemudian mendatangi sholat Jumat, sholat semampunya, dan diam hingga selesai khotbah dan sholat bersama imam, maka baginya ampunan antara Jumat dengan Jumat berikutnya dan tambahan tiga hari." [HR. Muslim: 857]

 

Larangan Berbicara Ketika Khotib Sedang Berkhotbah

 

Rosululloh صلي الله عليه وسلم  bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ: أَنْصِتْ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَالْإِمَامِ يَخْطُبُ, فَقَدْ لَغَوْتَ

"Apabila engkau berkata kepada saudaramu pada hari Jumat, 'Diamlah', sedang imam berkhotbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia." [HR. al-Bukhari: 934 dan Muslim: 851]

 

Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

 

Setelah sholat Jumat selesai, kita dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah dua roka'at atau empat roka'at yang paling afdholnya dikerjakan di rumah. Nabi  صلي الله عليه وسلم  bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا

"Jika kalian sudah selesai sholat Jumat, maka hendaklah sholat empat roka'at setelahnya." [HR. Muslim: 822]

Demikian ulasan ringkas seputar sunnah-sunnah di hari Jumat. Semoga bermanfaat.