SUNNAH-SUNNAH DI HARI JUM'AT
Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman خفظه
الله
Dari www.ibnumajjah.wordpress.com
dari Majalah
Al-Furqon No.112 Edisi 09 Tahun Ke-10 1432/2011
بسم
الله الرحمن
الرحيم
MUQODDIMAH
Hari Jum'at merupakan hari istimewa bagi kaum muslimin. Karena
keagungan dan keutamaan yang sangat banyak pada hari itu, maka sebagai seorang
muslim, tentunya tidak akan membiarkan hari Jum'at berlalu begitu saja tanpa
makna dan tanpa bisa menuai pahalanya.
Berikut ini tulisan sederhana seputar sunnah-sunnah di hari Jum'at
yang bisa dijadikan kamus mungil dalam mendulang pahala di hari Jum'at. Allohul
Muwaffiq.
YANG DIANJURKAN PADA
HARI JUM'AT
Membaca Surat as-Sajdah dan
al-lnsan Pada Sholat Subuh
Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ
"Adalah Nabi صلي الله
عليه وسلم membaca pada sholat Subuh hari jum'at Surat
as-Sajdah dan Surat al-lnsan." [HR. al-Bukhori no. 891]
Al-Imam Ibnul Qoyyim رحمه
الله mengatakan, "Aku mendengar guru
kami, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه
الله berkata, 'Nabi صلي
الله عليه
وسلم membaca dua surat ini karena kandungannya
berisi penciptaan Adam عليه
السلام, penyebutan
hari kiamat dan kebangkitan para makhluk, dan hal itu semua terjadi pada hari
Jum'at. Seolah-olah membaca dua surat ini adalah peringatan kepada umat akan
apa yang telah dan akan terjadi.'" [Zad al-Maad: 1/206]
Memperbanyak Sholawat Kepada Nabi صلي الله عليه وسلم
Rosululloh صلي الله
عليه وسلم adalah penghulu para manusia, sedangkan hari Jum'at
adalah hari yang utama dalam sepekan, maka bersholawat kepada Nabi صلي
الله عليه
وسلم pada hari itu mengandung
keistimewaan tersendiri. [Zad al-Maad: 1/364]
Dari Aus bin Anas bahwasanya Nabi صلي
الله عليه
وسلم bersabda:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
"Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian
adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu
juga ditiupnya sangkakala. Maka perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu,
karena sholawat kalian akan ditujukan kepadaku. Para sahabat bertanya,
'Bagaimana sholawat itu ditujukan kepadamu padahal engkau telah menjadi tanah?'
Nabi صلي الله
عليه وسلم menjawab, 'Sesungguhnya Alloh mengharamkan bumi
untuk memakan jasad-jasad para nabi.'" [HR. Abu Dawud: 1531, Ibnu Majah:
1085, an-Nasai: 1373, al-Albani menshohihkannya dalam al-Irwa' no. 4, al-Misykah: 1361]
Membaca Surat al-Kahfi
Rosululloh bersabda:
إِنَّ
مَنْ قَرَأَ
سُوْرَةُ
الْكَهْفِ
يَوْمَ
الْـجُمُعَةِ
أَضَاءَلَهُ
مِنَ النُّورِ
مَابَيْنَ
الْـجُمُعَتَيْنِ
"Barang siapa membaca Surat al-Kahfi pada hari Jum'at,
maka Alloh akan meneranginya di antara dua Jum'at." [ HR. al-Baihaqi. 3 249 al-Hakim dalam al-Mustadrak
2/368 dan dia berkata, "Ini hadits Shohih. Dikuatkan oleh al-Albani dalam
al-irwa’ no. 626]
Memperbanyak Do'a
Pada hari Jum'at ada satu waktu terkabul-kannya do'a. Dari
Abu Huroiroh رضي الله
عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله
عليه وسلم bersabda:
فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
“Sesungguhnya pada hari Jum'at ada
satu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapatinya dan dia sedang sholat
memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan Alloh akan mengabulkan permohonannya
tersebut." [HR. al-Bukhori: 2/344 dan Muslim: 852]
Selayaknya seorang muslim bersungguh-sungguh dalam berdo'a
sepanjang hari Jum'at, dengan harapan mendapatkan waktu tersebut." [Fatwa Lajnah Daimah: 1/333]
Faedah. Para ulama berselisih pendapat
kapan waktu mustajab tersebut. Yang lebih mendekati kebenaran adalah
pendapatnya mayoritas ulama yang mengatakan bahwa waktu tersebut adalah ba'da
asar. Berdasarkan [Juga berdasarkan Hadits riwayat Abu Dawud:
1048, an-Nasai:3/99, al-Hakim: 1/279. Lihat Fath al-Bari: 2/351] hadits Anas رضي
الله عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله
عليه وسلم bersabda:
الْتَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُرْجَى فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَى غَيْبُوبَةِ الشَّمْسِ
"Carilah waktu yang mustajab pada hari Jum'at itu
ba'da asar sampai terbenamnya matahari." [HR. at-Tirmidzi: 489, al-Baghowi:
1051. Lihat Shohih al-Targhib: 793]
Pendapat ini dikuatkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari: 3/89, Ibnul Qoyyim dalam Zad al-Ma'ad: 1/378, dan disetujui pula oleh
asy-Syaukani dalam Nail al-Author: 3/233. Allohu A'lam.
SEBELUM BERANGKAT SHOLAT
JUM'AT
Mandi Seperti Mandi Junub
Dianjurkan bagi yang akan mendatangi sholat Jum'at untuk mandi
terlebih dahulu. Berdasarkan hadits:
غُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang
yang telah baligh." [HR. al-Bukhori: 879 dan Muslim: 846]
Adapun sifat mandi Jum'at adalah seperti mandi janabah,
berdasarkan riwayat yang lain:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ
"Barang siapa mandi Jum'at seperti mandi
jinabat." [HR. al-Bukhori: 881 dan Muslim: 850]
Memakai Parfum, Minyak Rambut, dan Bersiwak
Anjuran ini disesuaikan dengan kemampuan, bukan perkara
yang wajib. Berdasarkan hadits:
لَا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلَا يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الْإِمَامُ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى
"Tidaklah seorang mandi pada hari Jum'at dan bersuci
menurut kemampuannya, kemudian memakai parfum dan minyak rambut, kemudian
berangkat sholat dan tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian sholat yang
ditentukan baginya, dan ketika imam memulai khotbahnya dia diam dini
mendengarkan, maka akan diampuni dosanya dari Jum'at ke Jum'at yang lain." [HR. al-Bukhori: 883 dan Muslim:
857]
Rosululloh صلي
الله عليه
وسلم juga bersabda:
لْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَأَنْ يَسْتَنَّ وَأَنْ يَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَ
"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang
yang telah baligh. Hendaknya dia bersiwak dan memakai parfum jika memiliki.” [HR. al-Bukhori: 880]
Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه
الله mengatakan, "Di dalam hadits ini terdapat
anjuran untuk berhias diri pada hari Jum'at. Termasuk makna berhias adalah mencukur
kumis, memotong kuku, dan lain-lain." [Fath al-Bari: 2/371]
Memakai Baju yang Paling Bagus
Dari Abu Huroiroh dan Abu Sa'id رضي
الله عنهما bahwasanya Rosululloh صلي الله
عليه وسلم bersabda:
مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُـمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ
"Barang siapa mandi pada hari Jum'at dan memakai baju
paling bagus, memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jum'at….” [HR. Abu Dawud: 343, Ahmad: 3/81,
al-Hakim: 1/283, Ibnu Hibban: 2767, Syaikh al-Albani menyatakan bahwa hadits
ini hasan dalam Shohih Abu Dawud: 331]
Bersegera Berangkat Menuju Masjid
Hendaknya pada hari ini kita bersegera berangkat menuju sholat
Jum'at karena keutamaannya yang sangat besar. Dari Abu Huroiroh رضي
الله عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله
عليه وسلم bersabda:
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ وَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَبْشًا ثُمَّ دَجَاجَةً ثُمَّ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
"Apabila hari Jum'at, malaikat berdiri pada setiap
pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang pertama dan yang setelaknya dan
yang setelaknya. Permisalan orang yang datang pagi-pagi seperti orang yang
berkurban dengan seekor unta. Orang yang datang setelaknya seperti berkurban
dengan seekor sapi. Yang datang selelahnya seperti berkurban dengan seekor
domba. Yang datang setelahnya seperti berkurban dengan seekor ayam. Yang datang
setelaknya seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telak memulai
khotbahnya, malaikat melipat lembaran catatannya untuk mendengarkan
khotbah." [HR. al-Bukhori: 881 dan Muslim: 850]
Anas bin Malik رضي الله
عنه berkata, "Kami biasa berpagi-pagi menuju
sholat Jum'at, kemudian baru tidur siang setelahnya." [HR. al-Bukhori: 863]
Meninggalkan Perniagaan Ketika Telah
Datang Waktu Sholat Jum'at
Alloh berfirman:
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
إِذَا نُودِي
لِلصَّلَاةِ
مِن يَوْمِ
الْجُمُعَةِ
فَاسْعَوْا
إِلَى ذِكْرِ
اللَّهِ
وَذَرُوا الْبَيْعَ
ذَلِكُمْ
خَيْرٌ
لَّكُمْ إِن
كُنتُمْ
تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat
Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual
beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS.
al-Jumu'ah [62]: 9)
KETIKA SAMPAI TEMPAT
SHOLAT JUM'AT
Sholat Tahiyyatul Masjid Sebelum Duduk
جَابِرٍ
قَالَ: دَخَلَ
رَجُلٌ
يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ,
وَالنَّبِيُّ
صلى الله عليه
وسلم يَخْطُبُ
. فَقَالَ:
صَلَّيْتَ؟
قَالَ: لَا
قَالَ: قُمْ
فَصَلِّ
رَكْعَتَيْنِ
Jabir bin Abdillah رضي الله
عنهما berkata, "Ada seseorang yang masuk masjid
pada hari Jum'at sedang Nabi صلي الله
عليه وسلم berkhotbah. Nabi صلي
الله عليه
وسلم bertanya kepadanya, Apakah engkau
sudah sholat dua roka'at?' Dia menjawab, 'Belum.' Lantas Nabi صلي
الله عليه
وسلم berkata kepadanya, 'Sholatlah dua roka'at
terlebih dahulu.'" [HR. al-Bukhori: 930 dan Muslim: 875]
Duduk Dekat Khotib
Dari Sadad bin Aus رضي الله
عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله
عليه وسلم bersabda: "Barang siapa mengumpuli
istrinya' [Demikian yang dikatakan oleh al-Imam Ahmad
dan al-Imam Waki' bin Jaroh رحمه
الله. Lihat Zad al-Ma'ad: 1/373], mandi pada hari Jum'at,
berpagi-pagi berangkat sholat dengan berjalan tidak naik kendaraan, kemudian
duduk dekat khotib, diam mendengarkan khotbah dan tidak berbuat sia-sia, maka
baginya setiap langkah yang diayunkan seperti pahala puasa dan sholat
setahun." [HR. Abdurrozzaq dalam al-Mushonnaf. 5570, Ahmad: 4/8,
at-Tirmidzi: 496, Abu Dawud: 345, an-Nasai: 3/95, Ibnu Majah: 1087, Ibnu
Khuzaimah: 1758]
Sholat Sunnah Semampunya Sampai Khotib Datang
Dari Abu Huroiroh رضي الله
عنه bahwasanya Nabi صلي الله
عليه وسلم bersabda:
مَنْ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
"Barang siapa mandi kemudian mendatangi sholat Jum’at, sholat semampunya, dan diam
hingga selesai khotbah dan sholat bersama imam, maka baginya ampunan antara Jum’at dengan Jum’at berikutnya dan tambahan tiga
hari." [HR. Muslim: 857]
Tidak Melangkahi Pundak-pundak Manusia
Berdasarkan hadits:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَلَمْ يَتَخَطَّ أَعْنَاقَ النَّاسِ ثُمَّ صَلَّى مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ إِمَامُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلَاتِهِ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ جُمُعَتِهِ الَّتِي قَبْلَهَا
"Barang siapa mandi pada hari Jum’at dan memakai baju paling bagus,
memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jum’at dan tidak melangkahi pundak
manusia, lalu sholat semampunya, kemudian diam bila khotib sudah datang sampai
dia se-lesai sholatnya, maka hal itu sebagai penghapus dosa antara Jum’at hari itu dengan Jum’at sebelumnya." [HR. Abu Dawud: 343, Ahmad: 3/81,
al-Hakim: 1/283, Ibnu Hibban: 2767. Syaikh al-Albani menyatakan bahwa hadits
ini hasan dalam Shohih Abu Dawud: 331]
Mendengar Khotbah Dengan Baik
Ketika khotbah sudah dimulai hendaknya kita diam dan
mendengarkan khotbah dengan saksama. Dari Abu Huroiroh رضي الله
عنه bahwasanya Nabi صلي
الله عليه
وسلم bersabda:
مَنْ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
"Barang siapa mandi kemudian mendatangi sholat Jum’at, sholat semampunya, dan diam hingga
selesai khotbah dan sholat bersama imam, maka baginya ampunan antara Jum’at dengan Jum’at berikutnya dan tambahan tiga
hari." [HR. Muslim: 857]
Larangan Berbicara Ketika Khotib Sedang Berkhotbah
Rosululloh صلي الله
عليه وسلم bersabda:
إِذَا
قُلْتَ
لِصَاحِبِكَ:
أَنْصِتْ
يَوْمَ
اَلْجُمُعَةِ
وَالْإِمَامِ
يَخْطُبُ,
فَقَدْ
لَغَوْتَ
"Apabila engkau berkata kepada saudaramu pada hari Jum’at, 'Diamlah', sedang imam
berkhotbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia." [HR. al-Bukhari: 934 dan Muslim: 851]
Sholat Sunnah Setelah Sholat Jum’at
Setelah sholat Jum’at selesai, kita
dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah dua roka'at atau empat roka'at yang
paling afdholnya dikerjakan di rumah. Nabi
صلي
الله عليه
وسلم bersabda:
إِذَا
صَلَّى
أَحَدُكُمُ
الْجُمُعَةَ
فَلْيُصَلِّ
بَعْدَهَا
أَرْبَعًا
"Jika
kalian sudah selesai sholat Jum’at, maka
hendaklah sholat empat roka'at setelahnya." [HR. Muslim: 822]
Demikian ulasan
ringkas seputar sunnah-sunnah di hari Jum’at. Semoga
bermanfaat.