Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ، وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ، أَرْسَلَهُ اللهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، فَبَلَّغَ الرِسَالَةَ، وَأَدَّى الْأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الْأُمَّةَ، وَجَاهَدَ فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَأَسْأَلُ اللهَ – تَعَالَى – بِمَنِّهِ وَكَرَمِهِ أَنْ يَجْعَلَنَا مِمَّنِ اتَّبَعُوْهُمْ بِإِحْسَانٍ، إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ.
أَمَّا
بَعْدُ:
فَيَا
أَيُّهَا
النَّاسُ،
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى،
وَاشْكُرُوْهُ
﴿أَنْ خَلَقَ
لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ
أَزْوَاجًا
لِتَسْكُنُوا
إِلَيْهَا
وَجَعَلَ
بَيْنَكُمْ
مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
إِنَّ فِي
ذَلِكَ
لآَيَاتٍ
لِقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ﴾
[الروم: 21].
Ibadallah,
Jihad
adalah puncak agama Islam sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika kaum muslimin meninggalkan jihad,
maka umat ini akan menjadi rendah dan hina. Musuh-musuh agama akan menguasai
mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا
تَبَايَعْتُمْ
بِالْعِينَةِ
وَأَخَذْتُمْ
أَذْنَابَ
الْبَقَرِ
وَرَضِيتُمْ
بِالزَّرْعِ
وَتَرَكْتُمْ
الْجِهَادَ
سَلَّطَ
اللَّهُ
عَلَيْكُمْ
ذُلًّا لَا
يَنْزِعُهُ
حَتَّى
تَرْجِعُوا
إِلَى دِينِكُمْ
“Apabila kamu melakukan jual beli dengan sistem
‘iinah (seseorang menjual sesuatu kepada orang lain dengan pembayaran di
belakang, tetapi sebelum si pembeli membayarnya si penjual telah membelinya
kembali dengan harga murah), menjadikan dirimu berada di belakang ekor sapi,
ridha dengan cocok tanam dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan
kamu dikuasai oleh kehinaan, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari dirimu
sebelum kamu rujuk (kembali) kepada dien kamu”. (Hadist Shahih riwayat
Abu Dawud).
Apabila
panji-panji jihad telah diangkat, kaum muslimin pun merasakan kebahagiaan. Dan
musuh-musuh mulai merasa takut dan gentar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
نُصِرْتُ
بِالرُّعْبِ
مَسِيرَةَ
شَهْرٍ
“Aku ditolong dengan rasa takut musuh satu bulan sebelum
bertemu.”
Jihad
disyariatkan apabila kaum muslimin merasa terancam dari musuh-musuh mereka.
Negeri ini (Arab Saudi) sejak berdirinya hingga saat ini berjalan dalam jihad
fi sabilillah. Jihad dalam bentuk persiapan kekuatan untuk menghadapi musuh.
Memberantas orang-orang fajir. Dan menghukum orang-orang yang berkhianat
terhadap agama.
Ibadallah,
Sesungguhnya
orang-orang munafik sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mereka adalah duri yang melemahkan kaum muslimin. mereka ingin memadamkan
cahaya Allah dengan lisan-lisan mereka. Dengan lisan-lisan mereka, mereka
memecah belah barisan kaum muslimin.
Dan
di antara kelompok munafik yang suka mengadu domba kaum muslimin adalah
kelompok Syiah. Kelompok ini, sejak pertama kali mereka muncul, mereka telah
memerangi Islam dan kaum muslimin. Mereka melakukan sesuatu terhadap kaum
muslimin, apa yang tidak dilakukan oleh orang-orang non Islam. Mereka
mendustakan Allah. Mendustakan rasul-rasul-Nya. Memerangi wali-wali Allah dan
orang-orang shaleh. Mereka melakukan kesyirikan dan membuat-buat ajaran baru.
Mereka menyebarkan akhlak-akhlak tercela. Mereka mendirikan partai, yayasan,
atau lembaga-lembaga untuk merencanakan kejelekan terhadap umat Islam.
Semenjak
berdirinya revolusi berdarah di Iran. Mereka muali merencanakan kejahatan
terhadap negeri dua tanah haram. Hingga menyerang Baitullah. Mereka membunuh
jamaah haji di bulan haram.
Kemudian
mereka membidani lahirnya gerakan pemberontak Houthi untuk menguasai negeri
Yaman. Mereka menumpahkan darah kaum muslimin. menghalalkan sesuatu yang Allah
haramkan. Dan tujuan utama mereka sudah kita ketahui bersama adalah menaklukkan
negeri dua tanah suci ini.
Ketika
jihad telah disyariatkan seperti saat ini. Dan pemimpin negeri ini (Arab Saudi)
bersama saudara-saudaranya sesame pemimpin negera-negara Islam telah
mengumandangkan jihad melawan kelompok pemberontak ini. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Hai
orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu
itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah,
bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah:
123).
Tentara-tentara
kita telah bersiap di daerah perbatasan. Para prajurit berada di medan tempur.
Para pengambil kebijakan dan strategi mereka juga menentukan langkah dan turut
dalam jihad ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رِبَاطُ
يَوْمٍ
وَلَيْلَةٍ
خَيْرٌ مِنْ
صِيَامِ
شَهْرٍ
وَقِيَامِهِ،
وَإِنْ مَاتَ
جَرَى
عَلَيْهِ
عَمَلُهُ
الَّذِيْ
كَانَ يَعْمَلُهُ
وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ
رِزْقُهُ
وَأَمِنَ
الْفَتَّانَ.
“Orang yang menjaga di tapal batas sehari semalam lebih
baik dari puasa dan shalat malam selama sebulan. Dan jika ia mati, maka
mengalirlah (pahala) amal yang biasa ia kerjakan, diberikan rezekinya, dan dia
dilindungi dari adzab (siksa) kubur dan fitnahnya.” (HR. Muslim).
Dan
ketika imam telah memerintahkan untuk berjihad, maka saat itu hokum jihad
menjadi wajib.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
القُرْآنِ
العَظِيْمِ،
وَنَفَعْنِي
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الأَيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الحَكِيْمِ،
وَنَفَعْنَا
بِهَدْيِ
سَيِّدِ
المُرْسَلِيْنَ
وَقَوْلِهِ
القَوِيْمِ،
أَقُوْلُ
قَوْلِي
هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
مُعِزُّ مَنْ
أَطَاعَهُ
وَاتَّقَاهُ،
وَمُذِلُّ
مَنْ خَالَفَ
أَمْرَهُ
وَعَصَاهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ لَا إِلَهَ
سِوَاهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
نَبِيَّنَا وَسَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اِصْطَفَاهُ
رَبُّهُ
وَاجْتَبَاهُ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ
وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ
عَلَى عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ:
فَاتَّقُوْا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوْتُنَّ
إِلَّا وَ
أَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ.
Ibadallah,
Ketauhilah
pada hari ini musuh-musuh Islam banyak menyebarkan tipu-daya yang melemahkan
umat. Mereka menebar fitnah. Berhati-hatilah dari rencana-rencana mereka.
Perhatikanlah sumber berita yang kit abaca. Jangan sampaikan kita menjadi orang
yang menyebarkan kejelekan di tengah kaum muslimin. Jangan sampai tindakan dan
semangat kita memalingkan kita dari kebenaran. Jangan samapi turut campur dalam
barisan tentara tanpa izin dari para pemimpin. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا
جَاءَهُمْ
أَمْرٌ مِنَ
الْأَمْنِ
أَوِ
الْخَوْفِ
أَذَاعُوا
بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ
إِلَى
الرَّسُولِ
وَإِلَى
أُولِي
الْأَمْرِ
مِنْهُمْ
لَعَلِمَهُ
الَّذِينَ
يَسْتَنْبِطُونَهُ
مِنْهُمْ
وَلَوْلَا
فَضْلُ
اللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُ
لَاتَّبَعْتُمُ
الشَّيْطَانَ
إِلَّا قَلِيلًا
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang
keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka
menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah
orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari
mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah
kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di
antaramu).” (QS. An-Nisaa: 83).
Perbanyaklah
doa untuk kemenanga pasukan kaum muslimin. Ingatlah, kemenangan itu di tangan
Allah smeata. Kalau bukan karena Dia, maka kemenangan tidak akan bisa digapai.
وَيَوْمَ
حُنَيْنٍ
إِذْ
أَعْجَبَتْكُمْ
كَثْرَتُكُمْ
فَلَمْ
تُغْنِ
عَنْكُمْ
شَيْئًا
وَضَاقَتْ
عَلَيْكُمُ
الْأَرْضُ
بِمَا
رَحُبَتْ
ثُمَّ وَلَّيْتُمْ
مُدْبِرِينَ
“Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu
menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak
memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit
olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” (QS.
At-Taubah: 25).
أَيُّهَا
المُسْلِمُوْنَ،
اِعْلَمُوْا
أَنَّ خَيْرَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ، وَخَيْرَ
الهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّدٍ،
وَشَرَّ
الأُمُوْرَ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ
فِي
الدِّيْنِ
بِدْعَةُ، وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي
النَّارِ،
فَعَلْيْكُمْ
بِالْجَمَاعَةِ،
عَلَيْكُمْ
بِالْجَمَاعَةِ
وَهِيَ:
اَلْإِجْتِمَاعُ
عَلَى
دِيْنِكُمْ؛
أَنْ لَا
تَتَفَرَّقُوْا
فِيْهِ، أَنْ
تَكُوْنُوْا
أُمَّةً
وَاحِدَةً،
قَلْبٌ وَاحِدٌ
وَهَدْفٌ
وَاحِدٌ وَعَمَلٌ
وَاحِدٌ
مَبْنيٌّ
عَلَى
الإِخْلَاصِ
لِلَّهِ
وَالاِتِّبَاعِ
لِرَسُوْلِهِ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ وَسَلَّمَ؛
فَإِنَّ يَدَ
اللهِ عَلَى
الْجَمَاعَةِ،
وَمَنْ شَذَّ
شَذَّ فِي
النَّارِ، وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ
أَمَرَكُمْ
بِأَمْرِ
فَقَالَ: ﴿إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا﴾[الأحزاب:
56] .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ
وَسَلِّمْ
عَلَى عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
مُحَمَّدٍ،
اَللَّهُمَّ
ارْزُقْنَا
مَحَبَّتَهُ
وَاتَّبَاعَهُ
ظَاهِرًا
وَبَاطِنًا،
اَللَّهُمَّ
تَوَفَّنَا
عَلَى
مِلَّتِهِ،
اَللَّهُمَ
احْشُرْنَا
فِي
زَمْرَتِهِ،
اَللَّهُمَّ
أَسْقِنَا
مِنْ
حَوْضِهِ،
اَللَّهُمَّ
أَدْخِلْنَا
فِي
شَفَاعَتِهِ،
اَللَّهُمَّ
اجْمَعْنَا
بِهِ فِي
جَنَّاتِ
النَّعِيْمِ
مَعَ الَّذِيْنَ
أَنْعَمْتَ
عَلَيْهِمْ
مِنَ
النَّبِيِّيْنَ،
وَالصِّدِّيْقِيْنَ،
وَالشُّهَدَاءِ
وَالصَّالِحِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
ارْضَ عَنْ
خُلَفَائِهِ
اَلرَّاشِدِيْنَ
وَعَنْ
زَوْجَاتِهِ
أُمَّهَاتِ
المُؤْمِنِيْنَ
وَعَنِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ
لَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ .
اَللَّهُمَّ
ارْضَ عنَّا
مَعَهُمْ
وَأَصْلِحْ
أَحْوَالَنَا
كَمَا
أَصْلَحْتَ
أَحْوَالَهُمْ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وُلَاةَ
أُمُوْرِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وُلَاةَ
أُمُوْرِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وُلَاةَ
أُمُوْرِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
رَعْيَتَهُمْ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ .
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
بِأَنَّا
نَشْهَدُ أَنَّكَ
أَنْتَ اللهُ
لَا إِلَهَ
إِلَّا أَنْتَ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ،
يَا حَيُّ يَا
قَيُّوْمُ،
يَا
مَنَّانُ،
يَا بَدِيْعُ
السَّمَاوَاتِ
وَالأَرْضِ،
نَسْأَلُكَ
اللَّهُمَّ
أَنْ
تُنَزَّلَ
بِالصَّرْبِ
الظَّالِمِيْنَ
بَأْسَكَ
الَّذِيْ لَا
يُرَدُّ عَنِ
الْقَوْمِ
المُجْرِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
أَنْزِلْ
بِهِمْ
بَأسَكَ
الَّذِيْ لَا
يُرَدُّ عَنِ
الْقَوْمِ
المُجْرِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
أَنْزِلْ
بِهِمْ
بَأْسَكَ
الَّذِيْ لَا
يُرَدُّ عَنِ
الْقَوْمِ
المُجْرِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
اشْدُدْ
وَطَأتكَ
عَلَيْهِمْ،
اَللَّهُمَّ
عَلَيْكَ
بِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
عَلَيْكَ بِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
عَلَيْكَ
بِهِمْ؛
فَإِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُوْنَكَ،
اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ
أَنْ
تَجْعَلَهُمْ
عِبْرَةً
لِلنَّاسِ
فِي الذِلِّ
وَالخِزْيِ وَالعَارِ
يَا أَرْحَمُ
الرَّاحِمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
بِأَنَّا نَشْهَدُ
أَنَّكَ
أَنْتَ اللهُ
لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ يَا
ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ،
يَا
مَنَّانُ،
يَا بَدِيْعَ
السَّمَاوَاتِ
وَالأَرْضِ،
يَا حَيُّ يَا
قَيُّوْمُ،
نَسْأَلُكَ
اللَّهُمَّ
أَنْ تَنْصُرَ
إِخْوَانَنَا
المُسْلِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
انْصُرْهُمْ
عَلَى
أَعْدَائِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
امْنِحْهُمْ
رِقَابَ
أَعْدَائِهِمْ
وَأَوْرَثَهُمْ
دِيَارَهُمْ
وَنِسَاءَهُمْ
وَأَمْوَالَهُمْ
وَذُرِّيَّاتَهُمْ،
إِنَّكَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيْرٍ
.
اَللَّهُمَّ
انْصُرْهُمْ
عَلَى
عَدُوِّهِمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
يَا حَيُّ يَا
قَيُّوْمُ، ﴿رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالإِيمَانِ
وَلا تَجْعَلْ
فِي
قُلُوبِنَا
غِلاً
لِلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَءُوفٌ
رَحِيمٌ﴾
[الحشر: 10] .
عباد
الله،﴿إِنَّ
اللَّهَ
يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ
وَالإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ
ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ
الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
(90) وَأَوْفُوا
بِعَهْدِ
اللَّهِ إِذَا
عَاهَدْتُمْ
وَلا
تَنْقُضُوا
الأَيْمَانَ
بَعْدَ تَوْكِيدِهَا
وَقَدْ
جَعَلْتُمُ
اللَّهَ عَلَيْكُمْ
كَفِيلاً
إِنَّ
اللَّهَ
يَعْلَمُ مَا
تَفْعَلُونَ﴾[النحل:
90-91]، واذكروا
الله العظيم
الجليل يذكركم،
واشكروه على
نِعَمِهِ
يزدكم﴿وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ﴾[العنكبوت:
45] .
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Yusuf as-Said
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com