***بسم
الله الرحمن
الرحيم
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
“يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُواْ
اتَّقُواْ
اللّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ”.
“يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُواْ
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّن نَّفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيراً
وَنِسَاء وَاتَّقُواْ
اللّهَ
الَّذِي
تَسَاءلُونَ
بِهِ وَالأَرْحَامَ
إِنَّ اللّهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيباً”.
“يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا
اللَّهَ
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيداً .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعْ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزاً
عَظِيماً”
أما
بعد
Jamaah
Jumat rahimakumullah
Segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang
Menguasai hari pembalasan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak
disembah kecuali Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, seorang rasul yang datang mengajak
kepada keselamatan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepadanya, kepada
keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejaknya hingga
hari perhitungan.
Saudaraku,
kepadamu nasihat ini ditujukan, semoga kiranya mendapat perhatian yang dalam.
Sesungguhnya
perumpamaan saya dan Anda ibarat seorang pengendara mobil yang sedang
mengadakan perjalanan melalui sebuah jalan. Saat kendaraan melaju dan terus
melaju, tiba-tiba ada sesesorang yang berdiri di pinggir jalan berteriak,
“Berhenti, berhenti!”
Pengendara
mobil itu berkata, “Ada apa memangnya dan mengapa Anda menyuruh saya
berhenti?”
Orang
yang menghentikannya itu berkata: “Kamu jangan pergi melalui jalan ini,
karena jalan ini sangat licin dan di kanan-kirinya terdapat jurang yang
dalam.”
Pengendara
mobil itu pun lega hatinya, segeralah ia menjabat tangan orang yang
menghentikannya dan berterima kasih atas saran yang disampaikan.
Demikianlah
perumpamaan saya dan Anda. Orang yang mengendarai mobil itu adalah Anda,
sedangkan orang yang hendak menghentikannya adalah saya. Dan sekarang saya
ingin menyampaikan nasihatku kepadamu karena rasa sayang dan kasihan kepadamu,
maka dengarkalah nasihat ini!
Dengarkan
dahulu, sebelum Anda melangkah!
Sebelum
Anda melangkah, ingatlah beberapa hal berikut:
Pertama, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَاْلأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّيُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِن لاَّتَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Langit
yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan
tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian
tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha
Pengampun.” (QS.
Al Israa’: 44)
أَلَمْ
تَرَ أَنَّ
اللهَ
يَسْجُدُ
لَهُ مَن فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَن فِي
اْلأَرْضِ وَالشَّمْسُ
وَالْقَمَرُ
وَالنُّجُومُ
وَالْجِبَالُ
وَالشَّجَرُ
وَالدَّوَآبُّ
“Apakah kamu tidak mengetahui,
bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan,
bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata? (QS. Al Hajj: 18)
Subhaanallah!
Alam ini semuanya bertasbih dan memuji Allah juga bersujud. Matahari bersujud,
bulan bersujud, gunung-gunung yang tinggi bersujud, bintang-bintang bersujud,
pepohonan bersujud, bahkan binatang pun ikut bersujud. Tinggallah manusia,
sebagai makhluk yang kecil dan lemah yang diciptakan dari air yang hina
ternyata menjadi sosok makhluk yang membangkang dan enggan bersujud. Saat azan
dikumandangkan yang memanggilnya untuk sujud, ia enggan mendatanginya.
Allahu
akbar! Makhluk yang lemah ini hendak menempuh jalan yang berbeda dengan
makhluk–makhluk yang lain, saat makhluk yang lain bertasbih, ia enggan
bertasbih, saat makhluk yang lain bertahmid (memuji Allah), ia enggan bertahmid
dan saat makhluk yang lain bersujud ia enggan bersujud.
Kedua, Nabi Nuh ‘alaihissalam pernah berkata kepada
kaumnya:
مَّالَكُمْ
لاَتَرْجُونَ
لِلَّهِ
وَقَارًا {13}
وَقَدْ
خَلَقَكُمْ
أَطْوَارًا {14}
أَلَمْ
تَرَوْا
كَيْفَ خَلَقَ
اللُه سَبْعَ
سَمَاوَاتٍ
طِبَاقًا {15}
وَجَعَلَ
الْقَمَرَ
فِيهِنَّ
نُورًا
وَجَعَلَ
الشَّمْسَ
سِرَاجًا {16}
Mengapa
kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?—-Padahal Dia Sesungguhnya telah
menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian—-Tidakkah kamu
perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit
bertingkat-tingkat?—-Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya
dan menjadikan matahari sebagai pelita?” (QS. Nuh: 13-16)
Makhluk
yang lemah bernama “manusia” ini ternyata berani bermaksiat kepada
Allah Yang Maha Agung, Yang menciptakan tujuh langit secara bertingkat-tingkat,
menciptakan bulan sebagai cahaya dan matahari sebagai pelita.
وَمَاقَدَرُوا
اللهَ حَقَّ
قَدْرِهِ
وَاْلأَرْضُ
جَمِيعًا
قَبْضَتُهُ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
وَالسَّمَاوَاتُ
مَطْوِيَّاتٌ
بِيَمِينِهِ
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
Dan
mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya Padahal bumi
seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan
tangan kanan-Nya. Maha suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka
persekutukan. (QS.
Az Zumar: 67)
Ibnu
Mas’ud radhiallahu
‘anhu berkata:
جَاءَ
حَبْرٌ مِنَ
الْيَهُودِ
فَقَالَ : إِنَّهُ
إِذَا كَانَ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
جَعَلَ
اللَّهُ
السَّمَوَاتِ
عَلَى
إِصْبَعٍ ،
وَالأَرَضِينَ
عَلَى
إِصْبَعٍ ،
وَالْمَاءَ
وَالثَّرَى
عَلَى
إِصْبَعٍ ،
وَالْخَلاَئِقَ
عَلَى إِصْبَعٍ
، ثُمَّ
يَهُزُّهُنَّ
ثُمَّ
يَقُولُ : أَنَا
الْمَلِكُ
أَنَا
الْمَلِكُ .
فَلَقَدْ رَأَيْتُ
النَّبِىَّ
صلى الله عليه
وسلم يَضْحَكُ
حَتَّى
بَدَتْ
نَوَاجِذُهُ
تَعَجُّباً
وَتَصْدِيقاً
، لِقَوْلِهِ
ثُمَّ قَالَ
النَّبِىُّ
صلى الله عليه
وسلم ( وَمَا
قَدَرُوا
اللَّهَ
حَقَّ
قَدْرِهِ )
إِلَى
قَوْلِهِ (
يُشْرِكُونَ)
Seorang
alim yahudi pernah datang (kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam) dan berkata: “Sesungguhnya pada hari
kiamat, Allah akan menjadikan langit di satu jari, bumi seluruhnya di satu
jari, air dan tanah di satu jari dan makhluk-makhluk yang lain di satu jari,
kemudian Allah menggoyangnya dan berkata, “Akulah Raja, Akulah Raja.”
Ibnu
Mas’ud berkata: “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum
hingga nampak gigi gerahamnya karena kagum sekaligus pembenaran Beliau terhadap
kata-katanya, lalu Beliau membacakan ayat, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan
yang semestinya” sampai ayat yang berbunyi
“yusyrikuun.” (HR. Bukhari)
Ibnu
Abbas radhiallahu
‘anhuma
berkata, “Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh jika diletakkan di
telapak tangan Ar Rahman seperti biji sawi yang diletakkan di tangan seseorang
di antara kamu.”
Orang
yang bijak mengatakan, “Kamu jangan melihat kecilnya dosa yang kamu
kerjakan, tetapi lihatlah kepada siapa kamu
bermaksiat?!.”
Kepada
Allah Rabbul ‘aalamin
Anda bermaksiat, padahal tidak ada seorang pun yang dapat meloloskan diri dari
siksa-Nya.
Sekarang
bandingkanlah dengan makhluk yang sangat perkasa “malaikat” yang
memiliki kekuatan hingga mampu memindahkan kerajaan ratu Balqis ke hadapan Nabi
Sulaiman ‘alaihissalam
dalam sekejap mata (lihat kitab Tafsir
Juz Amma karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin bagian tafsir surat An
Naazi’at), yang memiliki sayap dua, tiga, empat hingga enam ratus sayap
seperti malaikat JIbril yang sayapnya menutupi ufuk. Meskipun mereka
makhluk yang sangat perkasa, namun mereka sangat takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla, saat
mendengar firman Allah, mereka mengepakkan sayapnya karena tunduk kepada
firman-Nya dengan rasa takut seakan-akan seperti bunyi gemerincing rantai di
atas sebuah batu. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا قَضَى اللَّهُ الأَمْرَ فِى السَّمَاءِ ضَرَبَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِأَجْنِحَتِهِا خُضْعَاناً لِقَوْلِهِ كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ فَإِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا : مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ، قَالُوا لِلَّذِى قَالَ : الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْكَبِيرُ
“Apabila Allah menetapkan sesuatu di
atas langit, maka para malaikat mengepakkan sayapnya karena tunduk kepada
firman-Nya seakan-akan seperti bunyi gemerincing rantai di atas sebuah batu
yang licin, sehingga apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka,
mereka berkata: “Apa yang difirmankan oleh Tuhanmu?” lalu dijawab:
“Kebenaran, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (HR.
Bukhari)
Ketiga, berapa lama kamu hidup di dunia;
enam puluh tahun? seratus tahun? atau seribu tahun?
Allah
‘Azza wa Jalla
berfirman:
وَلَتَجِدَنَّهُمْ
أَحْرَصُ
النَّاسِ
عَلَى حَيَاةٍ
وَمِنَ
الَّذِينَ
أَشْرَكُوا
يَوَدُّ أَحَدُهُمْ
لَوْ
يُعَمَّرُ
أَلْفَ
سَنَةٍ وَمَا
هُوَ
بِمُزَحْزِحِهِ
مِنَ
الْعَذَابِ أَن
يُّعَمَّرَ
وَاللَّهُ
بَصِيرٌ
بِمَا يَعْمَلُونَ
“Masing-masing mereka ingin
agar diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan
menjauhkannya dari siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah: 96)
أَقُوْلُ
قَوْلِي
هَذَا،
وَأَسْتَغْفِرُهُ
العَظِيْمَ
الجَلِيْلَ
لِيْ
وَلَكُمْ، وَلِجَمِيْعِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ
KHUTBAH
KEDUA
اَلحَمْدُ
لِلّهِ
الوَاحِدِ
القَهَّارِ، الرَحِيْمِ
الغَفَّارِ،
أَحْمَدُهُ
تَعَالَى
عَلَى
فَضْلِهِ
المِدْرَارِ،
وَأَشْكُرُهُ
عَلَى
نِعَمِهِ
الغِزَارِ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَّا
إِلَهَ
إِلَّا الله
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ
العَزِيْزُ
الجَبَّارُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
نَبِيَّنَا
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
المُصْطَفَى
المُخْتَار،
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ الطَيِّبِيْنَ
الأَطْهَار،
وَإِخْوَنِهِ
الأَبْرَارِ،
وَأَصْحَابُهُ
الأَخْيَارِ،
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
مَا
تُعَاقِبُ
اللَيْلَ
وَالنَّهَار
Keempat, apakah termasuk mustahil jika bulan
depan, atau beberapa bulan lagi, tahun depan atau beberapa tahun lagi maut
datang menghampirimu?!
Tentu,
tidak mustahil, lalu amal apa yang sudah Anda persiapkan? Inginkah Anda dicabut
nyawa dalam keadaan berbuat maksiat?! Maka,
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ
وَلْتَنظُرْ
نَفْسٌ
مَّاقَدَّمَتْ
لِغَدٍ
وَاتَّقُوا
اللهَ إِنَّ
اللهَ خَبِيرٌ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). (QS. Al Hasyr: 18)
Berbekallah
dengan ketakwaan, sebelum tiba hari di mana masing-masing manusia menjauh, dari
ibu dan bapaknya, dari isteri dan anaknya,
فَإِذَا
جَآءَتِ
الصَّاخَّةُ
{33} يَوْمَ يَفِرُّ
الْمَرْءُ
مِنْ أَخِيهِ
{34} وَأُمِّهِ
وَأَبِيهِ {35}
وَصَاحِبَتِهِ
وَبَنِيهِ {36}
لِكُلِّ
امْرِئٍ
مِّنْهُمْ
يَوْمَئِذٍ
شَأْنٌ يُغْنِيهِ
{37}
Dan
apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua)— Pada
hari ketika manusia lari dari saudaranya,—- Dari ibu dan bapaknya,—
Dari istri dan anak-anaknya.—Setiap orang dari mereka pada hari itu
mempunyai urusan yang menyibukkannya.” (QS. Abasa: 33-37)
Kelima, janganlah hanya karena ingin
memperoleh kesenangan yang sementara Anda rela bergelimang di atas kemaksiatan.
Bersabarlah menahan diri dari maksiat dan tetap teruslah menjalankan ketaatan
agar Anda memperoleh surga yang dijanjikan. Saudaraku,
يَاقَوْمِ
إِنَّمَا
هَذِهِ
الْحَيَاةُ
الدُّنْيَا
مَتَاعٌ وَإِنَّ
اْلأَخِرَةَ
هِيَ دَارُ
الْقَرَارِ
Sesungguhnya
kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat
Itulah negeri yang kekal.”
(QS. Al Mu’min: 39)
Keenam, ingatlah baik-baik! Sesungguhnya
setelah kamu mati, kamu tidak dibiarkan begitu saja, bahkan amal perbuatan yang
kamu lakukan selama di dunia akan dimintai pertanggungjawaban dan akan
diberikan balasan. Allah Ta’ala berfirman:
أَفَحَسِبْتُمْ
أَنَّمَا
خَلَقْنَاكُمْ
عَبَثًا
وَأَنَّكُمْ
إِلَيْنَا
لاَتُرْجَعُونَ
“Maka Apakah kamu mengira,
bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa
kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS. Al Mu’minun: 115)
Ketujuh,
Ingatlah selalu,
kalau pun manusia tidak melihatmu, namun Allah Subhaanahu wa Ta’aala
selalu melihat dan mengawasimu, Dia berfirman:
وَمَاتَكُونُ
فِي شَأْنٍ
وَمَاتَتْلُوا
مِنْهُ مِنْ
قُرْءَانٍ
وَلاَتَعْمَلُونَ
مِنْ عَمَلٍ
إِلاَّ
كُنَّا
عَلَيْكُمْ
شُهُودًا
إِذْ
تُفِيضُونَ
فِيهِ
وَمَايَعْزُبُ
عَن رَّبِّكَ
مِن مِّثْقَالِ
ذَرَّةٍ فِي
اْلأَرْضِ
وَلاَفِي السَّمَآءِ
“Dan tidaklah kamu mengerjakan
suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu
melakukannya. tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu meskipun sebesar zarrah
(debu) di bumi ataupun di langit.” (QS. Yunus: 61).
Kedelapan, sesungguhnya maksiat yang Anda
lakukan, sebenarnya sama saja menyakiti diri sendiri, sama saja menyerahkan
Anda kepada azab. Ya, adzab neraka, yang apinya diberi kekuatan enam puluh
sembilan kali api di dunia, bahan bakarnya manusia dan batu, minuman
penghuninya nanah dan air mendidih, makanannya zaqqum dan pohon dhari’ (yang durinya
sangat keras), di sana penghuninya tidak hidup dan tidak mati, setiap kali
kulitnya hangus diganti dengan kulit yang baru agar mereka merasakan siksa.
Bandingkanlah
dengan surga yang penuh kenikmatan. Dengan kenikmatannya yang belum pernah
dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di hati
manusia. Penghuninya akan hidup selamanya, akan sehat selamanya, akan muda
selamanya dan akan senang selamanya. Bidadari yang disiapkan, pakaian sutera
yang diberikan, sungai susu, madu dan arak yang tidak memabukkan dan apa
yang mereka inginkan ada di hadapan.
Ya
Allah, masukkanlah kami ke dalam surga dan jauhkanlah kami dari neraka.
Kesembilan, sesungguhnya setan dari kalangan
manusia yang mengajak Anda mendurhakai perintah-Nya akan berlepas diri dari
Anda dan tidak siap bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
Allah
‘Azza wa Jalla
berfirman:
إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ اْلأَسْبَابُ {166} وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَاهُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ {167}
“(Yaitu)
ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang
mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara
mereka terputus sama sekali.—- Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti:
“SeAndainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri
dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah
Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya yang menjadi sesalan bagi
mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. (QS. Al Baqarah: 166-167)
Demikian
pula setan dari kalangan jin, ia akan berlepas diri dari manusia yang mengikuti
jejaknya,
وَقَالَ
الشَّيْطَانُ
لَمَّا
قُضِيَ اْلأَمْرُ
إِنَّ اللهَ
وَعَدَكُمْ
وَعْدَ الْحَقِّ
وَوَعَدتُّكُمْ
فَأَخْلَفْتُكُمْ
وَمَاكَانَ
لِيَ عَلَيْكُم
مِّن
سُلْطَانٍ
إِلآ أَن
دَعَوْتُكُمْ
فَاسْتَجَبْتُمْ
لِي فَلاَ
تَلُومُونِي
وَلُومُوا
أَنفُسَكُم
مَّآأَنَا
بِمُصْرِخِكُمْ
وَمَآأَنتُم
بِمُصْرِخِيَّ
“Dan berkatalah setan ketika
perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan
kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku
menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan
(sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu
janganlah kamu mencercaku akan tetapi cercalah Anda sendiri. aku sekali-kali
tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. (QS. Ibrahim: 22)
Nasihat
Terakhir
Mungkin
Anda akan berkata, “Ya, mulai saat ini saya akan merubah jalan hidup
saya, namun tolong tunjukan kepada saya jalan yang lurus, yang mengarah kepada
surga?”
Jawab:
“Baiklah, jika Anda memang menginginkan demikian, maka inilah jalannya:
“Marilah kubacakan apa yang
diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu Yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu
dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu
membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki
kepadamu dan kepada mereka,dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang
keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu
membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu
(sebab) yang benar”. demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu
memahami(nya).—-Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali
dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. dan sempurnakanlah
takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang
melainkan sekedar kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu
Berlaku adil, Kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.—– Dan
bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah dia,
dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah
agar kamu bertakwa.”
(QS. Al An’aam: 151-153)
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اللهم
بَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ.
Marwan
bin Musa