Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ
أَمَّا
بَعْدُ
أَيُّهَا
النَّاسُ
اِتَّقُوْا
اللهَ تَعَالَى
Kaum
Muslimin sekalian,
Tidaklah
akan diliputi dengan rasa saling mencintai suatu kaum yang berkumpul di atas
kedengkian.
Barangsiapa
yang memendam permusuhan dan menanti-nanti waktu untuk membalas dendam maka ia
akan hidup dengan tersiksa dan menderita…
Jadilah
ia terbelenggu oleh kegelisahan…
Tidak
ada yang merusak hubungan diantara manusia sebagaimana kerusakan yang dilakukan
oleh kebencian yang terpendam…
Dialah
dendam kesumat yang tersembunyi…, keburukan yang akan
terkuak…perpisahan yang sangat nampak…
Menyebabkan
rusaknya negeri…, mengurangi perbendaharaan harta…,
menghancur-leburkan kedekatan…memutuskan tali persahabatan…memicu
api peperangan…
إِنَّ الضَّغِيْنَةَ تَلْقَاهَا وَإِنْ قَدُمَتْ … كَالْعَرِّ يَكْمُنُ حِيْناً ثُمَّ يَنْتَشِرُ
“Sesungguhnya
rasa dendam, meskipun telah lama terpendam….
Engkau
mendapatinya seperti penyakit kudisan yang reda sesaat lalu
merambat…”
Begitu
dekat berkembangnya…begitu cepat matangnya…begitu
dekat…begitu cepat tersebar…
Peninggalan
yang terburuk adalah dendam yang diteruskan oleh para ahli waris…, dendam
kesumat yang memenuhi hati anak-anak…, lalu tertanamkan di dada-dada para
cucu…lalu terpelihara selama-lamanya…
Dahulu
dikatakan :
أَحْيَا الضَّغَائِنَ آباَءٌ لَنَا سَلَفُوْا … فَلَنْ تَبِيْدَ وَلِلآبَاءِ أَبْنَاءُ
“Dendam
kesumat dihidupkan oleh ayah-ayah kita yang telah lalu….
Maka
tidak akan sirna dendam tersebut karena para ayah tentu memiliki
anak-anak…”
Barangsiapa
yang kedengkian adalah benderanya…, membalas dendam adalah
tujuannya…, melampiaskan kemarahan adalah tradisinya…maka akan
reduplah sinarnya… akan jatuhlah bangunannya… rendahlah
derajatnya…serta menyala-nyala dadanya (dengan api dendam dan
amarah-pen)…
Barangsiapa
yang meninggalkan kedengkian dan dendam kesumat maka ia akan hidup penuh
keselamatan…akan menyatukan persahabatan… memperbanyak
pendukungnya…, terjauhkan dari gejolak… dan aman dari
kerusakan…
Kapan
saja kedengkian dan kebencian serta permusuhan telah menguasai hati…,
maka akan menyesatkan dan menyakitkan…akan sirnalah bersihnya
hati…tumbuhlah kepedihannya…, berkesinambungan
penderitaannya…sehingga sulit dan tidak bisa terobati….
Diantara
manusia, ada yang jika berselisih langsung menghajr…, jika bersengketa
berbuat kefajiran…iapun mencaci maki lawan sengketanya…bertekad
untuk membalasnya…iapun langsung menyakiti dan menyenangi
permusuhan…
Dan
washiat yang bermanfaat dan kata bijak yang mencakup adalah sabda pemimpin
seluruh orang bijak shallallahu
‘alaihi wa sallam
فمن أحبَّ أن يُزَحْزَحَ عن النار ، ويُدْخل الجنة ، فلتأته مَنِيَّتُهُ وهو مؤمن بالله واليوم الآخر ، وليأت إلى الناس الذي يحبُّ أن يؤتَى إليه
“Barangsiapa
yang ingin untuk selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga, maka hendaknya
ajalnya mendatanginya dan ia dalam kondisi beriman kepada Allah dan hari
akhirat, dan ia bersikap kepada manusia dengan sikap yang suka diperlakukan
kepadanya” (HR Muslim)
Yaitu
ia bersikap kepada mereka dengan sikap yang ia suka jika mereka lakukan
kepadanya. Dengan demikian maka teraturlah segala perkara…, hilanglah
perselisihan dan saling menjauhi…serta hilanglah kedengkian dari
dada-dada…
Wahai
sang penyimpan dendam dan kedengkian yang terpendam…
Sikapmu
ini tidaklah membuatmu menaiki ketinggian…tidaklah engkau membangun
kemegahan…tidak pula engkau menempuh jalan yang lurus…serta
kebahagiaan pun tidak kau raih…
وَدَعُوا
الضَّغِيْنَةَ
لاَ تَكُنْ
مِنْ شَأْنِكُمْ
** إِنَّ
الضَّغَائِنَ
لِلْقَرَابَةِ
تُوضَعُ
“Tinggalkanlah kedengkian…janganlah kedengkian
menjadi kebiasaan kalian…! Sesungguhnya kedengkian terbuang demi
kekerabatan…
واعْصُوا
الَّذِي
يُزْجِي
النَّمَائِمُ
بَيْنَكُمْ **
مُتْنَصِحاً
، ذَاكَ
السِّمَامُ
المُنقَعُ
Jangan
turuti apa yang dihembuskan oleh para nammam (tukang mengadu domba) yang
bergaya seperti pemberi nasehat…
Sesungguhnya
dia adalah pembawa racun yang tertimbun…
يُزْجِي
عَقَارِبَهُ
لِيَبْعَثَ
بَيْنَكُمْ **
حَرْباً
كَمَا بَعَثَ
العُرُوقَ
الأَخْدَعُ
Ia
melepaskan kalajengking-kalajengkingnya untuk mengobarkan peperangan diantara
kalian…
Sebagaimana
dua urat leher yang mengalirkan urat-urat ke seluruh tubuh…
أَبُنَيَّ
لا تَكُ مَا
حَيِيْتَ
مُمَارِيًا ….
وَدَعِ
السَّفَاهَةَ
إِنَّهَا لاَ
تَنْفَعُ
Wahai
putraku, janganlah engkau memenuhi hidupmu dengan
pertengkaran…Tinggalkanlah kebodohan sesungguhnya ia tidak membawa
manfaat…
لاَ
تَحْمِلَنَّ
ضَغِيْنَةً
لِقَرَابَةٍ …
إِنَّ
الضَّغِيْنَةَ
لِلْقَرَابَةِ
تَقْطَعُ
Janganlah
engkau memendam kedengkian terhadap kerabat…
Sesungguhnya
kedengkian harus diputuskan demi kerabat…
لاَ
تَحْسَبَنَّ
الْحِلْمَ
مِنْكَ
مَذَلَّةً …
إِنَّ
الْحَلِيْمَ
هُوَ
الأَعَزُّ الأَمْنَعُ
Janganlah
engkau mengira bahwa sikap hilm (sabar dan tidak membalas) adalah
kerendahan…
Sungguh
sifat hilm justru merupakan sifat yang termulia dan terkuat…
Jadilah
dirimu selalu meninggalkan permusuhan….dan selalu memaafkan…
Balaslah
kesalahan dengan kesabaran dan ketenangan…
Waspadalah…,
jangan sampai engkau terpancing dan terprovokasi…dari orang-orang yang
ingin agar engkau terjatuh dan tersungkur…
وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (٣٤)
Dan
tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang
lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan
seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (QS Fushhilat : 34)
Berbuat
baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu, maka akan menjadikannya
dekat…, kelembutan kepadanya menjadikannya membelok kepadamu.., dan sikap
mudaaroot (lemah lembut) akan menjadikannya bersamamu…
وما
قَتلَ
السفاهة َ
مثلُ حلمٍ …
يَعودُ بهِ على
الجَهْلِ
الحليمُ
Dan
tidak ada yang membunuh kebodohan seperti sifat “hilm” (sabar dan
tidak membalas)…
Dimana
orang yang halim terus bersikap sabar menghadapi kebodohan..
ولا
تقطعْ أخاً
لكَ عِنْدَ
ذَنْبٍ … فإنّ
الذنبَ
يعفوهُ
الكريمُ
Dan
janganlah engkau memutuskan hubungan dengan saudaramu karena
kesalahannya…
Karena
kesalahan itu dimaafkan oleh orang yang mulia (karim)
Maka
hendaknya saling lembut bukan saling menjauh…, saling bermuka manis bukan
saling bertengkar…, saling mendekati bukan saling bermusuhan…,
saling mendukung bukan saling bermusuhan…, saling lembut bukan saling
keras-kerasan…
Dan
dikatakan bahwa puncak dari adab adalah menyembunyikan kemarahan, dan diantara
perkataan alami : al-hilm (sabar dan tidak membalas padahal mampu untuk
membalas), dan al-‘afwu (memaafkan), dan as-shofh (berlapang dada), dan
al-mannu (memberi kebaikan kepada orang lain), dan al-in’aam (menyuguhkan
kenikmatan pada orang lain).
Dan
tidaklah menahan amarah, memaafkan orang yang berbuat jahat, memaafkan orang
yang jahil, dan bersabar memikul hal yang dibenci…kecuali seorang yang
mulia lagi terpandang, seorang yang sabar lagi cerdas, seorang alim lagi faqih.
Tidak
akan langgeng keserasian jika disertai dengan kebencian dan benturan…,
tidak akan tersisa saling menghargai jika disertai dengan kemarahan dan
konflik…, tidak akan ada salam jika disertai dengan pembalasan dan dendam…
Barangsiapa
yang selalu menuntut pembalasan maka akan habis waktunya…, akan bercerai
berai saudara-saudaranya…akan ditinggal oleh para sahabatnya…
Barangsiapa
yang selalu bermuka masam…sentuhannya kering…, memakai pakaian
permusuhan…, enggan memaafkan…maka ia akan jatuh dan
celaka…tersungkur dalam kerugian…
Menyerang…,
berkata-kata kasar…, sengaja menyakiti…, merupakan langkah-langkah
yang buruk…yang menyebabkan dada-dada menjadi panas…kemarahan
bergejolak…menimbulkan kedengkian…dan memutuskan tali hubungan dan
cinta kasih…
Maka
tinggalkanlah itu semua dan waspadalah…
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا (٥٣)
Dan
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan
yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di
antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
(QS Al-Isroo’ : 53)
Semoga
Allah menjadikan aku dan kalian termasuk orang-orang yang memberi petunjuk dan
mendapatkan petunjuk, semoga Allah menjaga kita dari keburukan syaitan-syaitan
dan para pembuat makar (rencana jahat) serta kekejiannya para orang-orang yang
hasad dan dengki…
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
فِي مَقَامِنَا
هَذَا أَنْ
تَوْفِقَنَا
لِلْقِيَامِ
بِمَا
أَوْجَبْتَ
عَلَيْنَا
وَأَنْ نَكُوْنَ
مِنْ
عِبَادِكَ
المُخْبِتِيْنَ
الصَّادِقِيْنَ
البَارِيْنَ
يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
إِنَّكَ
جَوَادٌ
كَرِيْمٌ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
العَالَمِيْنَ
وَصَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ .
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
العَالَمِيْنَ
وَلَا
عُدْوَانَ
إِلَّا عَلَى
الظَّالِمَيْنَ
وَأَشْهَدُ
أَلَّا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ .
أَمَّابَعْدُ:
Kaum
Muslimin, diantara manusia ada yang jika hendak meraih kedudukan dan
ketinggian…, pangkat dan jabatan…, kekuasaan dan kepemimpinan serta
ingin tampil…, maka iapun memusuhi rekan-rekannya…, iapun dengki
kepada saudara-saudaranya…ia benci jika disebutkan keutamaan dan kebaikan
mereka…ia suka jika keburukan dan cela mereka tersebar…jika nampak
kesalahan-kesalahan mereka…, jika ia tidak menemukan kesalahan mereka,,
tidak menemukan buktinya, maka iapun menuduh mereka dengan tuduhan bohong dan
dusta…
Demi
Allah…ini adalah perangi yang menjadikan rendah dan hina para
lelaki…dengan perangai ini mereka menyerupai orang-orang
rendahan…meniru-niru orang-orang yang terhina…, dengan perangai
tersebut merekapun terjatuh di lumpur kehinaan, kerendahan, dan
kesesatan…
حُبُّ
الرِّئَاسَـةِ
دَاءٌ
يَحْلِقُ
الدُّنْيَـا…
وَيَجْعَلُ
الْحَقَّ
حَرْبًا لِلْمُحِبِّيْنَا
Kecintaan
terhadap kepemimpinan adalah penyakit yang menggerogoti dunia…
Menjadikan
kebenaran adalah memerangi orang-orang yang mencintai kita…
يَفْرِي
الْحَلاَقِيْمَ
وَالأَرْحَامَ
يَقْطَعُهَا….
فَلاَ
مُرُوْءَةَ
تَبْقَى وَلاَ
دِيْنَا
Kerongkongan
ia potong dan tali silaturahmi ia putuskan…
Maka
tidak ada lagi budi pekerti yang tersisa dan juga agama…
فَتَنَزَّهُوا
عَنْ فِعْلِ
الْحُسَّادِ
وَذَوِي…
الْأَحْقَادِ
وَانْتَهُوا
عَنِ الرَّدَى
Sucikanlah
diri kalian dari perbuatan para penghasad dan para pendengki dan berhentilah
kalian dari kehinaan…
وَلاَ
تُؤْذُوا
مِنَ
الْخَلْقِ
أَحَداً…
وَكُفُّوْا
عَنِ
الشَّرِّ
لِسَاناً
وَيَداً
Dan
janganlah kalian menyakiti seorang pun….
Dan
tahanlah lisan dan tangan kalian dari keburukan
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَاكُمُ اللهُ – عَلَى مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وقال صلى الله عليه وسلم : ((مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
.وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ
،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ الشِّرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ
وَاجْعَلْ
هَذَا البَلَدَ
آمِنًا
مُطْمَئِنَّ
وَسَائِرَ
بِلَادِ
المُسْلِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
دَوْرِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ
وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ
يَارَبَّ العَالَمِيْنَ
اَللَّهُمَّ
مَنْ أَرَادَ
أَهْلَ
الإِسْلَامِ
بِسُوْءٍ
فَجْعَلْ كَيْدَهُ
فِي نَحْرِهِ
وَاجْعَلْ
تَدْبِيْرَهُ
تَدْمِيْرُهُ
يَاسَمِيْعُ
الدُّعَاءِ اَللَّهُمَّ
تَقَبَّلْ
صَلَاتَنَا
وَصِيَامَنَا
وَدُعَائَنَا
اَللَّهُمَّ
لَا
تَرُدْنَا
خَائِبِيْنَ
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ
يَوْمَ
يَقُوْمُ
الْحِسَابِ
رَبَّنَا
اغْفِرْ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوْبِنَا
غِلًّا
لِلَّذِيْنَ
أَمَنُوْا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
غَفُوْرٌ
رَحِيْمٌ
لَا
إِلَهَ
إِلَّا أَنْتَ
سُبْحَانَكَ
إِنِّي
كُنْتُ مِنَ
الظَّالِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ
صَلِّى
وَسَلِّمْ عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَآلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Syaikh Sholah Al-Budair hafizohulloh (Imam dan Khotib
Masjid Nabawi)
Oleh Ustadz Firanda Andirja