Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ
مَعَاشِرَ
المُؤْمِنِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى ،
اِتَّقُوْهُ
وَرَاقِبُوْهُ
مُرَاقَبَةً
مَنْ
يَعْلَمُ
أَنَّ
رَبَّهُ
يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ
.
Ibadallah,
Sesungguhnya
bagian terpenting dan paling berpengaruh dari ibadah haji adalah perkumpulan
yang mulia dan penuh berkah, wukuf di Arafah. Para jamaah haji berkumpul
bersama-sama menggemakan kalimat talbiyah kepada Allah Jalla wa ‘Ala.
Mereka berharap rahmat Allah Ta’ala,
takut akan adzab-Nya, dan meminta fadhilah-Nya di hari perkumpulan teragung
umat Islam dunia.
Ibadallah,
Perkumpulan
akbar ini mengingatkan seorang muslim akan perkumpulan yang lebih besar lagi
pada hari kiamat. Hari dimana manusia pertama dan yang paling terakhir
berkumpul. Mereka semua menunggu putusan yang akan mengantarkan mereka kepada
suatu kedudukan, apakah mendapat kenikmatan ataukah adzab yang pedih. Hari
dimana mereka dihadapkan kepada Allah. Allah Ta’ala
berfirman,
وَعُرِضُوا
عَلَى
رَبِّكَ
صَفًّا
“Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris.”
(QS. Al-Kahfi: 48).
Allah
Jalla wa ‘Ala
juga berfirman,
يَوْمَئِذٍ
تُعْرَضُونَ
لَا تَخْفَى
مِنْكُمْ
خَافِيَةٌ
“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada
sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haqqah:
18).
Pada
hari yang besar itu, Allah akan kumpulkan seluruh hamba-Nya sebagaimana
firman-Nya,
لَيَجْمَعَنَّكُمْ
إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ
لَا رَيْبَ
فِيهِ
“Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat,
yang tidak ada keraguan terjadinya.” (QS. An-Nisa: 87).
Firman-Nya
yang lain,
يَوْمَ
يَجْمَعُكُمْ
لِيَوْمِ
الْجَمْعِ ذَلِكَ
يَوْمُ
التَّغَابُنِ
“(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada
hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.” (QS.
At-Taghabun: 9).
Dan
Dia juga berdirman,
ذَلِكَ
يَوْمٌ
مَجْمُوعٌ
لَهُ
النَّاسُ
وَذَلِكَ
يَوْمٌ
مَشْهُودٌ
“Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia
dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang
disaksikan (oleh segala makhluk).” (QS. Hud: 103).
Ibadallah,
Pada
hari itu Allah kumpulkan manusia yang pertama dan manusia yang terakhir dalam
satu tempat.
قُلْ
إِنَّ
الْأَوَّلِينَ
وَالْآخِرِينَ
(49) لَمَجْمُوعُونَ
إِلَى
مِيقَاتِ
يَوْمٍ مَعْلُومٍ
“Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu
dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu
tertentu pada hari yang dikenal.” (QS. Al-Waqi’ah: 49-50).
Tidak
ada seorang pun yang bakal luput dari perkumpulan terbesar ini. Orang yang
dahulu wafat dalam keadaan tertimpa bangunan, orang yang wafat hilang di suatu
tempat, orang yang wafat karena dimangsa hewan buas, dll. Semuanya akan
dikumpulkan, tanpa satu pun yang terluput. Allah Ta’ala berfirman,
وَحَشَرْنَاهُمْ
فَلَمْ
نُغَادِرْ
مِنْهُمْ
أَحَدًا
“dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami
tinggalkan seorangpun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47).
Firman-Nya
juga,
أَيْنَ
مَا
تَكُونُوا
يَأْتِ
بِكُمُ اللَّهُ
جَمِيعًا
إِنَّ
اللَّهَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ
قَدِيرٌ
“Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan
kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 147).
Firman-Nya
yang lain,
إِنْ
كُلُّ مَنْ
فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ
إِلَّا آتِي
الرَّحْمَنِ
عَبْدًا (93) لَقَدْ
أَحْصَاهُمْ
وَعَدَّهُمْ
عَدًّا (94) وَكُلُّهُمْ
آتِيهِ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
فَرْدًا
“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan
datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah
telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.
Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan
sendiri-sendiri.” (QS. Maryam: 93-95).
Kita
semua akan dikumpulkan di bumi yang berbeda dari bumi yang kita hidup sekarang
ini. Allah Ta’ala
berfirman,
يَوْمَ
تُبَدَّلُ
الْأَرْضُ غَيْرَ
الْأَرْضِ
وَالسَّمَاوَاتُ
وَبَرَزُوا
لِلَّهِ
الْوَاحِدِ
الْقَهَّارِ
“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang
lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar)
berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”
(QS. Ibrahim: 48).
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa
sallam telah menjelaskan kepada kita bagaimana sifat dari bumi yang
menjadi tempat manusia berkumpul itu. Dari Sahl bin Saad, ia berkata,
“Aku mendengar Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
يُحْشَرُ
النَّاسُ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
عَلَى أَرْضٍ
بَيْضَاءَ
عَفْرَاءَ
كَقُرْصَةِ
النَّقِيِّ
لَيْسَ
فِيهَا
عَلَمٌ لِأَحَدٍ
“Pada hari kiamat kelak, manusia akan dikumpulkan di bumi
yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar tidak ada tanda (bangunan)
milik siapapun di atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Yakni
semua manusia akan dikumpulkan di suatu tempat yang tinggi, tidak ada
lembahnya, juga tidak ada pegunungan, tidak ada bebatuan besar dan tidak ada
juga tempat tinggal atau bangunan.
Ibadallah,
Manusia
akan dikumpulkan pada hari itu tanpa mengenakan alas aki, tanpa sandal. Mereka
juga dikumpulkan dalam keadaan telanjang, tanpa sehelai pakaian pun, dan belum
dikhitan. Dari Ibnu Abbas radhiallahu
‘anhuma, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّكُمْ
مَحْشُورُونَ
حُفَاةً
عُرَاةً غُرْلًا
ثُمَّ قَرَأَ
: ﴿ كَمَا
بَدَأْنَا
أَوَّلَ
خَلْقٍ
نُعِيدُهُ
وَعْدًا
عَلَيْنَا
إِنَّا
كُنَّا
فَاعِلِينَ ﴾
[الأنبياء:١٠٤]
“Sesungguhnya kalian dikumpulkan dalam keadaan tanpa alas
kaki, telanjang, dan tidak dikhitan. (Beliau mengutip firman Allah)
‘Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan
mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah
yang akan melaksanakannya’. (QS. Al-Anbiya: 104).” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Dari
Aisyah radhiallahu ‘anha, ketika ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
يُحْشَرُ
النَّاسُ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
حُفَاةً
عُرَاةً
غُرْلًا
“Manusia dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tanpa
alas kaki, telanjang, dan tidak dikhitan.” Aisyah menanggapi,
“Wahai Rasulullah, laki-laki dan wanita dikumpulkan bersama, mereka akan
saling melihat?” Rasulullah menjawab,
يَا
عَائِشَةُ
الْأَمْرُ
أَشَدُّ مِنْ
أَنْ
يَنْظُرَ
بَعْضُهُمْ
إِلَى بَعْضٍ
“Wahai Aisyah, urusan pada hari itu jauh lebih berat
(untuk terpikirkan) melihat satu sama lainnya.”
Ibadallah,
Pada
hari itu, matahari turun merendah, mendekatk kepada manusia. Hingga jaraknya
sekitar satu mil saja. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan arsy-Nya
ar-Rahman. Siapa yang berlindung di naungan arsy, maka ia akan terlindungi.
Bagi siapa yang terpapar terik matahari yang membakar, maka ia akan binasa.
Saat itu manusia berdesakan dan saling mendorong antara satu dengan yang lain.
Kaki-kai saling berebut posisi. Dan leher serasa terpotong-potong karena haus.
Semua
manusia berkumpul di tempat dengan matahari yang sangat terik, dengan nafas
yang tersengal-sengal, dalam keadaan berdesak-desakan, dan keringat mereka
membanjiri bumi. Kemudian keringat tersebut terus membanjiri dan menenggelamkan
manusia berdasarkan amalan masing-masing. Berdasarkan kedudukan mereka di sisi
Rabb semesta alam, termasuk orang yang berbahagia atau orang yang binasa. Di
antara mereka ada yang keringatnya membanjirinya hingga mata kaki, ada yang
hingga sebatas telinganya, dan ada yang tenggelam karena keringatnya. Semoga
Allah memberikan keselamatan kepada kita.
Dari
Abu Hurairah radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ
“Pada
hari kiamat, manusia berkeringat, sehingga keringat mengalir ke bumi tujuh
puluh hasta dan menenggelamkan mereka hingga telingga.” (HR. Bukhari).
Dari
al-Miqdad bin al-Aswad radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
تُدْنَى
الشَّمْسُ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
مِنْ
الْخَلْقِ
حَتَّى
تَكُونَ
مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ
مِيلٍ
فَيَكُونُ
النَّاسُ
عَلَى قَدْرِ
أَعْمَالِهِمْ
فِي
الْعَرَقِ ؛
فَمِنْهُمْ
مَنْ يَكُونُ
إِلَى
كَعْبَيْهِ ،
وَمِنْهُمْ
مَنْ يَكُونُ
إِلَى
رُكْبَتَيْهِ
، وَمِنْهُمْ
مَنْ يَكُونُ
إِلَى
حَقْوَيْهِ ،
وَمِنْهُمْ
مَنْ يُلْجِمُهُ
الْعَرَقُ
إِلْجَامًا ،
قَالَ وَأَشَارَ
رَسُولُ
اللَّهِ
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
بِيَدِهِ
إِلَى فِيهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap
makhluk hingga tinggal sejauh satu mil. Maka manusia tersiksa dalam keringatnya
sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada
yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua betisnya.
Adapula yang sampai pinggangnya. Ada juga yang keringatnya sungguh-sungguh
menyiksanya.” Perawi berkata: “Rasulullah menunjuk dengan tangannya
ke dalam mulutnya”.
Ibdallah,
Hari
itu sebanding dengan 50.000 tahun menurut perhitungan kita.
Allah
Ta’ala
berfirman,
تَعْرُجُ
الْمَلَائِكَةُ
وَالرُّوحُ
إِلَيْهِ فِي
يَوْمٍ كَانَ
مِقْدَارُهُ
خَمْسِينَ
أَلْفَ
سَنَةٍ
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan
dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (QS. Al-Ma’arij:
4).
Dan
dalam Sahih Muslim, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا
مِنْ صَاحِبِ
ذَهَبٍ وَلَا
فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي
مِنْهَا
حَقَّهَا
إِلَّا إِذَا
كَانَ يَوْمُ
الْقِيَامَةِ
صُفِّحَتْ
لَهُ
صَفَائِحُ
مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ
عَلَيْهَا
فِي نَارِ
جَهَنَّمَ فَيُكْوَى
بِهَا
جَنْبُهُ
وَجَبِينُهُ
وَظَهْرُهُ ،
كُلَّمَا
بَرَدَتْ
أُعِيدَتْ لَهُ
فِي يَوْمٍ
كَانَ
مِقْدَارُهُ
خَمْسِينَ
أَلْفَ
سَنَةٍ
حَتَّى
يُقْضَى
بَيْنَ الْعِبَادِ
فَيَرَى
سَبِيلَهُ
إِمَّا إِلَى
الْجَنَّةِ
وَإِمَّا
إِلَى
النَّارِ
“Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak
mengeluarkan zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknya
lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu
disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali
dingin akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang
ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia melihat tempat
kembalinya apakah ke surga atau ke neraka.”
Ibadallah,
Pada
hari itu, Allah Jalla wa
‘Ala melindungi orang-orang yang beriman. Sehingga bagi orang
yang beriman hari kiamat tersebut hanya berlangsung seolah-olah waktu zuhur dan
asar. Dari Abu Hurairah radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
يَوْمُ الْقِيَامَةِ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كَقَدْرِ مَا بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ
“Lama
hari kiamat bagi orang-orang beriman seperti waktu antara zuhur dan
asar.” (HR. Hakim).
Kita
memohon kepada Allah dengan karunianya untuk melindungi kita pada hari ini.
Orang-orang
yang beriman juga akan mendapatkan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka
dinaungi oleh naungan-Nya. Allah Jalla
wa ‘Ala berfirman pada hari itu,
أَيْنَ
الْمُتَحَابُّونَ
بِجَلَالِي ،
الْيَوْمَ
أُظِلُّهُمْ
فِي ظِلِّي
يَوْمَ لَا ظِلَّ
إِلَّا
ظِلِّي
“Dimana orang-orang yang saling mencintai karena
keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka saat tidak ada naungan
pada hari ini selain naungan-Ku.”
Pada
hari itu, manusia merasakan ketakutan. Mereka mendatangi para nabi agar para
nabi itu memohonkan syafaatkan kepada Allah agar segera memulai keputusan dan
hukum untuk hamba-hamba-Nya. Para nabi itu pun tidak bisa memenuhi permintaan
mereka kecuali Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sayalah untuk
perkara tersebut.”
Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam pun terus bersujud di bawah arsy Allah, memohon kepada-Nya.
Dengan petunjuk dari Allah, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam memuji Allah dengan puja-puji yang belum pernah
diucapkan oleh seorang pun sebelum beliau. Kemudian Allah berfirman,
ارْفَعْ
رَأْسَكَ
وَسَلْ
تُعْطَهْ
وَاشْفَعْ
تُشَفَّعْ
“Angkatlah kepalamu! Mintalah, pasti engkau akan diberi.
Dan berilah syafaat, pasti akan dikabulkan.”
Saat
itu, Allah ‘Azza wa Jalla membagi para hamba-Nya.
Ini
adalah makna firman Allah Ta’ala,
وَجَاءَ
رَبُّكَ
وَالْمَلَكُ
صَفًّا صَفًّا
(22) وَجِيءَ
يَوْمَئِذٍ
بِجَهَنَّمَ
يَوْمَئِذٍ
يَتَذَكَّرُ
الْإِنْسَانُ
وَأَنَّى
لَهُ
الذِّكْرَى (23)
يَقُولُ يَا
لَيْتَنِي قَدَّمْتُ
لِحَيَاتِي
“Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.
Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah
manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan:
“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk
hidupku ini”.” (QS. Al-Fajr: 22-24).
Renungkanlah
wahai hamba Allah, suatu hari yang telah dijelaskan kepada kita tentang
keadaannya. Hendaknya kita bertakwa kepada Allah dan membekali diri dengan
sebaik-baik perbekalan. Allah Ta’ala
menutup ayat tentang haji dengan firman-Nya,
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
وَاعْلَمُوا
أَنَّكُمْ
إِلَيْهِ
تُحْشَرُونَ
“Bertakwalah kepada Allah dan ketauhilah hanya kepada-Nya
kalian akan dikumpulkan.” (QS. Al-Baqarah: 203).
Semoga
Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang bertakwa. Dan melindungi
kita pada hari kebangkita itu. Hanya dengan kasih dan karunia-Nya kita bisa
merasakan keamana pada hari yang ketakutan begitu mencekam.
قُوْلُ
هَذَا
القَوْلِ
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
يَغْفِرْ
لَكُمْ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الفَضْلِ
وَالجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ
, وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ,
وَأَشْهَدُ
أَنَّ محمداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
؛ صَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ
مَعَاشِرَ
المُؤْمِنِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ
فَإِنَّ تَقْوَى
اللهِ جَلَّ
وَعَلَا
خَيْرُ زَادٍ
، وَقَدْ
قَالَ اللهُ
تَعَالَى فِي
أَثْنَاءِ آيَاتِ
الحَجِّ : ﴿وَتَزَوَّدُوا
فَإِنَّ
خَيْرَ
الزَّادِ التَّقْوَى
وَاتَّقُونِ
يَا أُولِي
الْأَلْبَابِ
﴾ [البقرة:١٩٧] .
Ibadallah,
Barangsiapa
yang menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat, maka
ia juga harus menyadari bahwa Allah akan menghisab amalannya. Barangsiapa yang
tahu kalau Allah akan menghisabnya dengan mempertanyakan semua perbuatannya,
maka hendaknya ia menyiapkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Siapkanlah
jawaban yang benar.
Orang
yang cerdas adalah mereka yang menundukkan hawa nafsunya, dan beramal untuk
kehidupan setelah kematian. Dan orang yang lemah adalah mereka yang mengikuti
hawa nafsunya dan panjang angan-angannya.
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَاكُمُ اللهُ – عَلَى مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وقال صلى الله عليه وسلم : ((مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
.وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ
،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
، وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ,
وَاحْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنِ
يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ,
اَللَّهُمَّ
انْصُرْ دِيْنَكَ
وَكِتَابَكَ
وَسُنَّةَ
نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَعِبَادَكَ
المُؤْمِنِيْنَ
، اَللَّهُمَّ
وَعَلَيْكَ
بِأَعْدَاءِ
الدِّيْنَ
فَإِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُوْنَكَ
، اَللَّهُمَّ
عَلَيْكَ
بِأَعْدَاءِ
الدِّيْنَ فَإِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُوْنَكَ
، اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَجْعَلُكَ
فِي
نُحُوْرِهِمْ
وَنَعُوْذُ
بِكَ اللَّهُمَّ
مِنْ
شُرُوْرِهِمْ،
اَللَّهُمَّ
مَنْ
أَرَادَنَا
أَوْ أَرَادَ
دِيَارَنَا
أَوْ أَرَادَ
دِيْنَنَا
بِسُوْءٍ
فَأَشْغِلْهُ
فِي نَفْسِهْ
، وَاجْعَلْ
تَدْمِيْرَهُ
تَدْبِيْرَهُ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
. اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا ,
وَاجْعَلْ
وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ العَالَمِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ وَلِيَّ
أَمْرِنَا
لِهُدَاكَ
وَاجْعَلْ
عَمَلَهُ فِي
رِضَاكَ ، وَارْزُقْهُ
البِطَانَةً
الصَالِحَةً
النَاصِحَةً
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ.
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
جَمِيْعَ
وُلَاةَ أَمْرِ
المُسْلِمِيْنَ
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَتَحْكِيْمِ
شَرْعِكَ .
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَناَ
تَقْوَاهَا ،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ زَكَّاهَا
أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا
،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعِفَّةَ
وَالغِنَى ، اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى وَالسَّدَادَ
،
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ ذَاتَ
بَيْنِنَا
وَأَلِّفْ
بَيْنَ
قُلُوْبِنَا
وَاهْدِنَا
سُبُلَ السَّلَامِ
وَأَخْرِجْنَا
مِنَ
الظُّلُمَاتِ
إِلَى
النُّوْرِ
وَبَارِكْ
لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا
وَأَبْصَارِنَا
وَأَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا
وَأَمْوَالِنَا
وَاجْعَلْنَا
مُبَارَكِيْنَ
أَيْنَمَا كُنَّا
. اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
بِأَسْمَائِكَ
الْحُسْنَى وَصِفَاتِكَ
العُلَى أَنْ
تَجْعَلْ
قُوَّتَنَا
حَلَالًا
وَأَنْ
تَجَنِّبْنَا
الحَرَامَ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
. اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ
،
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا ذُنُبَنَا
كُلَّهُ
دِقَّهُ
وَجِلَّهُ
أَوَّلَهُ
وَآخِرَهُ
سِرَّهُ
وَعَلَّنَهُ .
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبَّ
العَالَمِيْنَ
وَصَلَّى
اللهُ وَسَلَّمَ
وَباَرَكَ
وَأَنْعَمَ
عَلَى عَبْدِ
اللهِ
وَرَسُوْلِهِ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَآلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com