Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعِهِ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا .
أَمَّا
بَعْدُ:
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
عِبَادَ
اللهِ اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى،
وَاعْلَمُوْا
أَنَّ
تَقْوَى
اللهِ جَلَّ
وَعَلَا هِيَ
أَسَاسُ
الفَلَاحِ
وَعُنْوَانُ
السَعَادَةِ
فِي
الدُنْيَا
وَالآخِرَةِ،
وَتَقْوَى
اللهَ جَلَّ
وَعَلَا أَنْ
يَعْمَلَ
العَبْدُ
بِطَاعَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
يَرْجُوْ
ثَوَابَ اللهِ،
وَأَنْ
يَتْرُكَ
مَعْصِيَةَ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
يَخَافُ
عِقَابَ
اللهِ.
Ibadallah,
Sesungguhnya
nikmat Allah kepada kaum perempuan sangatlah besar. Allah menjadikan Islam
sebagai sebab kebahagian, penjagaan, keutamaan, dan kehormatan seorang wanita.
Islam juga melindungi wanita dari kerusakan dan kejelekan. Semua itu bertujuan
agar jiwa dan raga wanita terjaga dari hal-hal yang membinasakan dan
merendahkannya.
Sungguh
Islam telah memuliakan wanita muslimah dengan semulia-mulianya penghormatan.
Menjaga mereka dengan sebaik-baik penjagaan. Yang demikian agar wanita muslimah
tetap dalam kehormatannya, terjaga dalam akhlak yang mulia, dan istiqomah dalam
menjaga perintah Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
وَاللَّهُ
يُرِيدُ أَنْ
يَتُوبَ
عَلَيْكُمْ
وَيُرِيدُ
الَّذِينَ
يَتَّبِعُونَ
الشَّهَوَاتِ
أَنْ
تَمِيلُوا
مَيْلًا
عَظِيمًا
“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang
yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya
(dari kebenaran).” (QS. An-Nisa: 27).
Ibadallah,
Sesungguhnya
wanita muslimah pada zaman sekarang ini dihadapkan kejelekan dan konspirasi
untuk menghancurkan dan merusak kemuliaan mereka. Merendahkan kehormatan dan
merusak agama serta keimanan wanita muslimah.konspirasi dan kejelekan itu
disebarkan melalui stasiun-stasiun televisi, majalah-majalah yang mengumbar
aurat, dan menyibukkan mereka dengan mode-mode pakaian yang ketat menunjukkan
lekuk-lekuk tubuh wanita. Hati para wanita pun diupayakan untuk kagum dan
berusaha menyerupai wanita-wanita yang bukan dari kalangan muslimah.
Wanita-wanita yang jalan di muka bumi tanpa keimanan, akhlak, dan adab mulia.
Ibadallah,
Nash-nash
syariat menjelaskan bahwa fitnah (ujian) dari wanita dapat menimbulkan
kerusakan dan bahaya yang besar. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah
hadits dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ
“Tidak
ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki
daripada (fitnah) wanita.”
Diriwayatkan
oleh Imam Muslim dari Abu Said al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اتَّقُوا
الدُّنْيَا
وَاتَّقُوا
النِّسَاءَ
فَإِنَّ
أَوَّلَ
فِتْنَةِ
بَنِي إِسْرَائِيلَ
كَانَتْ فِي
النِّسَاءِ
“Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan
wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena
sebab godaan wanita.”
Dan
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْأَةُ
عَوْرَةٌ
فَإِذَا
خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا
الشَّيْطَانُ
“Wanita adalah aurat. Apabila ia keluar, syaitan akan
menghiasinya dari pandangan laki-laki.” (HR. Tirmidzi).
Yakni
setan menjadikan wanita sebagai jalan untuk merealisasikan tujuan mereka dalam
menyebarkan perbuatan keji dan tercela dengan cara menjadikan laki-laki
tergoda. Apalagi ketika wanita itu keluar dengan berdandan dan berwangi-wangian
agar orang-orang semakin memperhatikan mereka, maka yang demikian lebih bahaya
lagi keadaannya.
Ibadallah,
Bagi
siapa saja yang merenungi perjalanan sejarah kehidupan manusia, tentu mereka
akan mengetahui bahwasanya di antara sebab terbesar yang merusak masyarakat dan
mencemarkan akhlak adalah ketika para wanita tampil dengan membuka auratnya.
Kemudian mereka bercampur baur dengan laki-laki. Berlebih-lebihan dalam
berhias. Dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan umum dengan tampilan yang
menggoda.
Ibnul
Qayyim rahimahullah berkata, “Tidak diragukan lagi, campur baur antara
laki-laki dan perempuan adalah sebab pokok terjadinya musibah dan kejelekan,
datangnya bencana, dan rusaknya keadaan masyarakat. Campur baur antara
laki-laki dan perempuan juga menjadi penyebab terjadinya banyak perbuatan keji
dan zina”.
Ibadallah,
Islam
mewajibkan wanita mengenakan hijab dan melarang mereka dari hal-hal yang telah
kami sebutkan semata-mata hanya untuk menjaga wanita itu sendiriagar tidak
direndahkan. Hanya untuk menjaga dan membimbing mereka agar tidak terjerumus ke
dalam perbuatan yang keji. Dan agar mereka tidak terjerembab ke dalam kesalahan
dan kerusakan.
Oleh
karena itu, Islam mengajarkan para wanita agar mengenakan pakaian ketakwaan
yang suci dan menjaga kehormatan. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“dan
hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku
seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33).
Firman-Nya
juga,
وَإِذَا
سَأَلْتُمُوهُنَّ
مَتَاعًا
فَاسْأَلُوهُنَّ
مِنْ وَرَاءِ
حِجَابٍ
ذَلِكُمْ
أَطْهَرُ
لِقُلُوبِكُمْ
وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka
(isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu
lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53).
وَقُلْ
لِلْمُؤْمِنَاتِ
يَغْضُضْنَ
مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
وَيَحْفَظْنَ
فُرُوجَهُنَّ
وَلَا يُبْدِينَ
زِينَتَهُنَّ
إِلَّا مَا
ظَهَرَ مِنْهَا
وَلْيَضْرِبْنَ
بِخُمُرِهِنَّ
عَلَى جُيُوبِهِنَّ
…
Katakanlah
kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung
kedadanya…” (QS. An-Nur: 31).
Dan
firman-Nya,
يَا
أَيُّهَا
النَّبِيُّ
قُلْ
لِأَزْوَاجِكَ
وَبَنَاتِكَ
وَنِسَاءِ
الْمُؤْمِنِينَ
يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ
مِنْ
جَلَابِيبِهِنَّ
ذَلِكَ
أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ
فَلَا
يُؤْذَيْنَ
وَكَانَ اللَّهُ
غَفُورًا
رَحِيمًا
Hai
Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59).
Dan
masih banyak nash syariat yang lain, baik dari Alquran maupun Sunnah, yang
semuanya bertujuan untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan seroang wanita
muslimah. Menjauhkan mereka dari sebab-sebab kejelekan dan kerusakan.
فَنَسْأَلُ اللهَ الكَرِيْمَ بِأَسْمَائِهِ الحُسْنَى وَصِفَاتِهِ العُلْىَ أَنْ يَحْفَظَ نِسَاءَنَا وَنِسَاءَ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ وَبَلَاءٍ وَأَنْ يَجْنِبْهُنَّ الفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَنْ يَرُدَّ كَيْدَ مَنْ أَرَادَ بِهِنَّ شَرّاً فِي نَحْرِهِ إِنَّهُ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ وَهُوَ أَهْلُ الرَّجَاءِ وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الوَكِيْلِ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ،
وَاسِعِ
الْفَضْلِ
وَالْجُوْدِ
وَالْاِمْتِنَانِ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا
اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا .
أَمَّا
بَعْدُ:
عِبَادَ
اللهِ
أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى
اللهِ
تَعَالَى،
فَإِنَّ
تَقْوَى الله
جَلَّ
وَعَلَا هِيَ
خَيْرُ زَادِ
يُبَلِّغُ
إِلَى
رِضْوَانِ
اللهِ،
وَهِيَ وَصِيَّةُ
اللهِ لِلْأَوَّلِيْنَ
وَالآخِرِيْنَ
مِنْ خَلْقِهِ،
وَهِيَ
وَصِيَةُ
الرَّسُوْلِ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
لِأُمَّتِهِ،
وَهِيَ
وَصِيَة
ُالسَّلَفِ
الصَالِحِ
فِيْمَا
بَيْنَهُمْ،
وَنَسْأَلُ
اللهَ جَلَّ
وَعَلَا أَنْ
يَجْعَلَنَا
جَمِيْعًا
مِنْ أَهْلِ
التَّقْوَى
وَأَنْ
يُوَفِقَنَا
لِتَحْقِيْقِهَا
.
Ibadallah,
Imam
Ahmad meriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu bahwasanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا
صَلَّتْ
الْمَرْأَةُ
خَمْسَهَا
وَصَامَتْ
شَهْرَهَا
وَحَفِظَتْ
فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ
زَوْجَهَا
قِيلَ لَهَا
ادْخُلِي الْجَنَّةَ
مِنْ أَيِّ
أَبْوَابِ
الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu,
berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya; niscaya
akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang
kau mau.”
Bersemangatlah
wahai wanita muslimah untuk menjemput janji Allah yang begitu agung dan penuh
keutamaan ini. Jika wanita muslimah hidup dengan ketaatan kepada Allah;
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, bagi mereka surga
yang penuh dengan kenikmatan.
Jika
wanita muslimah hidup dengan menjaga kehormatan dan kehidupan yang baik, bagi
mereka di hari kiamat kelak janji Allah yang Dia tidak akan menyelisihi
janji-Nya. Mereka akan mendapatkan ridha dari Allah Jalla wa ‘Ala,
dimasukkan ke dalam surga, dan diselamatkan dari adzab neraka.
Adapun
ketika mereka hidup di dunia dengan berbangga-bangga di dalamnya, mereguk
fitnah dunia dengan berbagai macamnya, dan mereka lupa dengan aturan agama,
mereka akan dianggap rendah oleh manusia itu sendiri walaupun kelihatannya
mereka dipuja dan di akhirat mereka akan mendapatkan balasan atas dosa dan
kesalahan yang telah mereka lakukan di dunia.
وَنَسْأَلُ اللهَ جَلَّ وَعَلَا أَنْ يُوَفِقَنَا جَمِيْعاً لِكُلِّ خَيْرٍ يُحِبُّهُ وَيَرْضَاهُ، وَأَنْ يُعِيْذُنَا مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، وَأَنْ يُعِيْذُنَا مِنْ نَزَغَاتِ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
وَصَلُّوْا
– رَحِمَكُمُ
اللهُ – عَلَى
مُحَمَّدِ
بْنِ عَبْدِ
اللهِ كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ
بِذَلِكَ فِي
كِتَابِهِ
فَقَالَ: ﴿
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
﴾ [الأحزاب:٥٦]
، وَقَالَ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : ((
مَنْ صَلَّى
عَلَيَّ
صَلاةً
صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ
بِهَا
عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِي بَكْرٍ
وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ
وَعَلِيٍّ،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنِ،
اَللَّهُمَّ
احْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنِ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
للَّهُمَّ
وَآمِنَّا
فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَ أَمْرِنَا
لِهُدَاكَ
وَاجْعَلْ
عَمَلَهُ فِي
رِضَاكَ.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا
أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا،
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِيْ
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
.(
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ )عِبَادَ
اللهِ:
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel www.KhotbahJumat.com