Khutbah
Pertama:
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا
بَعْدُ
مَعَاشِرَ
المُؤْمِنِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ ؛
فَإِنَّ مَنِ
اتَّقَى
اللهَ
وَقَاهُ
وَأَرْشَدَهُ
إِلَى خَيْرِ
دِيْنِهِ
وَدُنْيَاهُ
Ketauhilah
jamaah rahimakumullah,
Islam
datang dengan bimbingan yang agung dan arahan yang benar untuk menyukian jiwa
dan menyempurnakan akhlak agar manusia memiliki derajat yang tinggi. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا
بُعِثْتُ
لِأُتَمِّمَ
مَكَارِمَ
الْأَخْلَاقِ
“Hanya saja aku ini diutus untuk menyempurnakan akhlak
yang mulia.”
Ibadallah,
Di
antara akhlak yang agung dan adab yang mulia yang diserukan agama kita yang
lurus ini adalah mengenal kedudukan orang-orang yang lebih tua dan menjaga
kesantuan terhadap mereka. Ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha membawakan
sebuah wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَمَرَنَا
رَسُولُ
اللَّهِ -صلى
الله عليه وسلم-
أَنْ
نُنَزِّلَ
النَّاسَ
مَنَازِلَهُمْ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
memerintahkan kami untuk menempatkan seseorang pada kedudukannya.” (HR.
Muslim)
Inilah
suatu hal yang wajib kita ketahui, yaitu menempatkan seseorang pada kedudukan
mereka dan sesuai dengan hak mereka. Barangsiapa yang tidak mengetahui hal ini,
niscaya mereka tidak akan bisa merealisasikan kewajiban ini. Dari Abu Hurirah radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
مَنْ
لَمْ
يَرْحَمْ
صَغِيرَنَا
وَيَعْرِفْ
حَقَّ
كَبِيرِنَا
فَلَيْسَ
مِنَّا
“Siapa yang tidak menyayangi orang yang lebih muda di
antara kami dan tidak mengenal hak orang yang lebih tuanya, maka dia bukan
termasuk golongan kami.” (HR. Bukhari)
Renungkanlah
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini “dan tidak
mengenal hak orang yang lebih tuanya”, jadi, ini merupakan suatu hal yang
mendasar yang harus direalisasikan dan ditunaikan. Kita harus mengetahui
kedudukan, posisi, dan besarnya hak-hak orang yang telah berumur. Apabila kita
mengetahui kedudukan mereka dan pengetahuan kita tersebut sampai ke lubuk hati
kita, maka hati akan tergerak untuk menunaikannya. Karena muncul kedaran di
hati kita, mereka yang tidak mengetahui hak orang-orang yang tua bukanlah
termasuk golongan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
tidak termasuk orang-orang yang berada dalam petujunjuk beliau.
Ketika
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki Kota Mekah
setelah menaklukkannya, Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu
datang menghadap Rasulullah dengan membawa ayahnya, Abu Quhafah, yang sudah
tua. Saat itu, ayah Abu Bakar belum memeluk Islam. Ketika sampai di hadap Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, beliau berkata kepada Abu Bakar, “Mengapa
engkau buat ayahmu yang sudah tua ini datang kepada kita. Semestinya engkau
(Abu Bakar) beri tahu aku, pasti akulah yang akan mendatanginya.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan
tangannya di dada ayah Abu Bakar, lalu mengajaknya untuk memeluk Islam. Allah
pun melapang hati Abu Quhafah, lalu ia memeluk Islam.
Ibadallah,
Dalam
Sunan Abu Dawud terdapat sebuah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam, beliau bersabda,
إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ ، وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَلَا الْجَافِي عَنْهُ ، وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ
“Sesungguhnya
termasuk pengagungan kepada Allah adalah dengan menghormati seorang muslim yang
lebih tua, dan para penghafal Al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dan tidak
meremehkan, serta menghormati pemimpin yang adil.” (HR Abu Dawud)
Ibadallah,
Menghormati
orang yang lebih tua termasuk memuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Menghormati seorang muslim yang telah berumur merupakan amalan yang mendekatkan
seseorang kepada Allah dan mendapatkan pahala dari-Nya. Terlebih lagi orang tua
tersebut sudah renta, badannya lemah dan kesehatannya berkurang, penghormatan
kepada mereka lebih dikedepankan lagi.
Kebanyakan
orang yang sudah tua sangat membutuhkan perhatian dan pengawasan. Perlu
perhatian secara fisik, perhatian secara psikis, serta perhatian secara sosial.
Barangsiapa yang mengetahui hak-hak mereka, lalu menunaikannya , niscaya Allah
akan menjaganya pula saat ia berusia tua kelak. Yahya bin Said al-Madini
mengatakan, “Kami mendengar sebuah kejadian bahwa seseorang yang menghina
orang yang sudah tua, lalu Allah tidak mewafatkannya sebelum ia juga dihinakan
di masa tuanya.”
Jadi
wajib bagi kita mengetahui dan memperhatikan hak-hak yang suda tua, terlebih
lagi orang yang sudah tua tersebut adalah orang tua kita, kakek atau paman
kita, tetangga atau kerabat kita. Mereka ini memiliki hak-hak yang
berlipat-lipat lagi. Tidak hanya hak orang yang usianya telah tua, tapi mereka
juga punya hak sebagai orang tua, atau hak sebagai paman, atau hak sebagai
tetangga.
Wajib
bagi seorang muslim agar bertakwa kepada Allah Jalla wa ‘Ala dalam
merealisasikan hak-hak mereka dan memberikan penghormatan yang semestinya
kepada mereka.
Ibadallah,
Orang-orang
yang sudah tua, di usia mereka biasanya lebih bersemangat menunaikan ketaatan
dan menjauhi hal-hal yang diharamkan, lebih mudah menjawab perintah-perintah
Allah Jalla wa ‘Ala. Di antara mereka juga terkadang merasa bahwa
ajal mereka telah dekat dan akan berpisah dengan kehidupan.
Amirul
mukminin, Sulaiman bin Abdul Malik, suatu ketika masuk ke dalam masjid. Ia
melihat seseorang yang sudah sepuh, lalu ia merendah terhadapnya dan berkata,
“Wahai syaikh (sebutan untuk orang yang sudah berumur), apakah Anda
berharap kematian?” Orang tua tersebut menjawab, “Tidak.”
Beliau kembali bertanya, “Mengapa?” Orang tua tersebut menjawab,
“Telah berlalu masa muda dan kejelekannya, dan telah datang masa tua dan
kebaikannya. Sekarang, apabila aku berdiri, maka aku berucap bismillah,
apabila aku duduk (dari berdiri), maka kuucapkan alhamdulillah. Aku
ingin hal ini terus kualami.” Inilah makna sabda Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam ketika ditanya,
أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
Manusia
manakah yang baik itu? Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan
baik amalannya.”
Ibadallah,
Sesungguhnya
orang-orang yang baik itu dan utama adalah mereka yang menjadi contoh,
senantiasa sujud dan berdoa, taat dan cepat menyambut perintah Allah. Mereka
juga adalah orang-orang yang banyak beristighfar dan berdakwah di jalan Allah.
Hak-hak mereka harus kita jaga dan kita perhatikan posisi mereka. Mereka adalah
perhiasan dan bagian terindah di dalam rumah, maka hendaklah kita bertakwa
kepada Allah dalam bermuamalah dengan orang yang telah tua.
Ibdallah,
Sesuatu
yang sangat menyedihkan kita pada hari ini adalah anak-anak remaja dan pemuda
tidak mengenal hak-hak orang tua, lebih jauh lagi akan merealisasikannya. Lebih
parah dari itu mereka malah bersikap ofensif dan mencela orang-orang yang sudah
tua.
Ibadallah,
Anak-anak
muda dan para remaja ini, harus mengetahui hak-hak orang tua dan membiasakan
diri menunaikannya. Mereka ini harus mendekatkan diri kepada Allah Jalla wa
‘Ala melalui perantara menjaga hak-hak para orang tua sebelum
kesempatan itu tidak ada lagi.
Betapa
banyak seseorang yang memiliki orang yang sepuh di dalam rumahnya, akan tetapi
ia tidak memperhatikan dan menunaikan hak-hak mereka. Tatkala orang tua
tersebut wafat, barulah ia menyesal karena telah menyia-nyiakannya. Hendaklah
kita bertakwa kepada Allah terhadap mereka dengan memperhatikan hak-hak mereka.
Kita
memohon kepada Allah Jalla wa ‘Ala agar membimbing para pemuda
kita kepada kebaikan, menjaga kehormatan dan hak orang yang sudah tua. Dan
semoga Allah memberkahi orang yang sudah tua di kalangan kita, membalas
kebaikan-kebaikan mereka, dan meninggikan derajat mereka.
أَقُوْلُ هَذَا القَوْلِ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الفَضْلِ
وَالجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ
, وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ,
وَأَشْهَدُ
أَنَّ محمداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
؛ صَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا .
أَمَّا
بَعْدُ
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
عِبَادَ اللهِ
: اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى
وَاعْلَمُوْا
أَنَّ
تَقْوَى
اللهَ جَلَّ
وَعَلَا هِيَ خَيْرُ
زَادِ
يُبَلِّغُ
إِلَى
رِضْوَانِ اللهِ
، وَتَقْوَى
اللهَ جَلَّ
وَعَلَا :
أَنْ تَعْمَلَ
بِطَاعَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
تَرْجُوْ
ثَوَابَ
اللهِ ،
وَأَنْ تَتْرَكَ
مَعْصِيَةَ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ تَخَافُ
عِقَابَ
اللهِ .
فَاتَّقُوْا
اللهَ –
عِبَادَ
اللهِ –
وَرَاقِبُوْهُ
فِي الغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ
وَالسِّرِّ
وَالعَلَانِيَةِ
وَاعْلَمُوْا
أَنَّكُمْ
مُلَاقُوْهُ
،
فَالْكَيِّسُ
مَنْ دَانَ
نَفْسَهُ وَعَمِلَ
لِمَا بَعْدَ
المَوْتِ ،
وَالعَاجِزُ
مَنْ أَتْبَعَ
نَفْسَهُ
هَوَاهَا
وَتَمَنَّى
عَلَى اللهِ
الأَمَانِي .
وَصَلُّوْا
وَسَلِّمُوْا
رَحمَاكُمُ
اللهُ عَلَى
مُحَمَّدِ
ابْنِ عَبْدِ
اللهِ كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ
بِذَلِكَ فِي
كِتَابِهِ
فَقَالَ : ﴿إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً ﴾
[الأحزاب:٥٦] .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
، وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ .
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ
،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ . اَللَّهُمَّ
عَلَيْكَ
بِالْيَهُوْدِ
المُعْتَدِيْنَ
المُجْرِمِيْنَ
الغَاصِبِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ
عَلَيْكَ
بِهِمْ
فَإِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُوْنَكَ
،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَجْعَلُكَ
فِي
نُحُوْرِهِمْ
وَنَعُوْذُ
بِكَ
اللَّهُمَّ
مِنْ
شُرُوْرِهِمْ
.
اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةِ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ
وُلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَ
أَمْرِنَا لِهُدَاكَ
وَاجْعَلْ
عَمَلَهُ فِي
رِضَاكَ ، وَارْزُقْهُ
البِطَانَةَ
الصَّالِحَةَ
النَّاصِحَةَ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
. اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
جَمِيْعَ
وُلَاةَ
المُسْلِمِيْنَ
لِمَا
تُحِبُّ
وَتَرْضَى .
اللهم
آت نفوسنا
تقواها ، زكها
أنت خير من
زكاها أنت
وليها
ومولاها .
اللهم إنا
نسألك الهدى
والتقى
والعفة
والغنى ،
اللهم أصلح
لنا ديننا
الذي هو عصمة
أمرنا ، وأصلح
لنا دنيانا
التي فيها
معاشنا ،
وأصلح لنا
آخرتنا التي
فيها معادنا ،
واجعل الحياة
زيادة لنا في
كل خير والموت
راحة لنا من
كل شر . اللهم
أصلح ذات
بيننا وألف
بين قلوبنا
واهدنا سبل
السلام
وأخرجنا من
الظلمات إلى النور
، وبارك لنا
في أسماعنا
وأبصارنا
وأزواجنا
وذرياتنا
وأموالنا
واجعلنا
مباركين أينما
كنا .
اللهم
اغفر لنا ما
قدَّمنا وما
أخرنا وما أسررنا
وما أعلنا وما
أنت أعلم به
منا ، اللهم
اغفر ذنوب
المذنبين وتب
على التائبين
واكتب الصحة
والسلامة
والعافية
لعموم
المسلمين ،
اللهم فرِّج
هم المهمومين
من المسلمين ،
ونفِّس كرب
المكروبين ،
واقض الدين
على المدينين
، واشف مرضانا
ومرضى
المسلمين .
اللهم اغفر
لنا ذنبنا كله
دقه وجله أوله
وآخره سره
وعلنه . اللهم
اغفر لنا
ولوالدينا
وللمسلمين
والمسلمات
والمؤمنين
والمؤمنات
الأحياء منهم والأموات
إنك أنت
الغفور
الرحيم . ربنا
آتنا في
الدنيا حسنة
وفي الآخرة
حسنة وقنا
عذاب النار .
)عباد
الله : اذكروا
الله يذكركم ،
واشكروه على
نعمه يزدكم .(
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ
،
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com