Khutbah
Pertama:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الأَرْضِ وَالسَّمَاءِ، يُعِزُّ مَنْ يَشَاءُ وَيُذِلُّ مَنْ يَشَاءُ، يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبُ لِحُكْمِهِ، مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، يَبْتَلَيَ لِيُعَظِّمَ أَجْرَ الشَّاكِرِيْنَ عَلَى السَّرَّاءُ، وَيُعَظِّمَ أَجْرَ الصَّابِرِيْنَ عَلَى الضَّرَاءِ، أَحْمَدُ رَبِّيْ وَأَشْكُرُهُ عَلَى اتِّصَالِ خَيْرِ العَطَاءِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ذُوْ العَظَمَةِ وَالكِبْرِيَاءِ، لَهُ الأَسْمَاءُ الحُسْنَى وَالصِّفَاتِ العُلَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَعَثَهُ اللهُ بِالنُّوْرِ وَالضِّيَاءِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ البَرَرَةِ اَلْأَتْقِيَاءِ.
أَمَّا
بَعْدُ:
فَاتَّقُوْا
اللهَ
بِالصِّدْقِ
مَعَهُ فِي
عِبَادَتِهِ،
وَمُعَامَلَةِ
خَلْقِهِ بِمَا
ارْتَضَاهُ
فِي
شَرْعِهِ؛
تَكُوْنُوْا
مِنَ
المُفْلِحِيْنَ،
وَتَنْجُوْ
مِنَ الطُّرُقِ
المَغْضُوْبِ
عَلَيْهِمْ
وَالضَّالِيْنَ.
Ibadallah,
Sesungguhnya
pertempuran antara kebaikan dan keburukan, antara hak dan batil sejak dulu.
Sejak Allah menciptakan Adam shallallahu
‘alaihi wa sallam, maka Allah telah mengujinya dengan Iblis
–laktullah
‘alihi– agar Allah memuliakan wali-wali-Nya, mengangkat
mereka di dunia dan di akhirat, dan agar menjadi rendah musuh-musuh Allah dan
terhina di dunia dan akhirat. Allah berfirman,
أَلا
إِنَّ
أَوْلِيَاءَ
اللَّهِ لا خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ
يَحْزَنُونَ (٦٢)الَّذِينَ
آمَنُوا
وَكَانُوا
يَتَّقُونَ (٦٣)لَهُمُ
الْبُشْرَى
فِي
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَفِي
الآخِرَةِ لا
تَبْدِيلَ
لِكَلِمَاتِ
اللَّهِ
ذَلِكَ هُوَ
الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ (٦٤)
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, (yaitu)
orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira
di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada
perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah
kemenangan yang besar.” (QS. Yunus: 62-64).
Allah
berfirman tentang mengikuti setan:
وَمِنَ
النَّاسِ
مَنْ
يُجَادِلُ
فِي اللَّهِ
بِغَيْرِ
عِلْمٍ
وَيَتَّبِعُ
كُلَّ شَيْطَانٍ
مَرِيدٍ (٣)كُتِبَ
عَلَيْهِ
أَنَّهُ مَنْ
تَوَلاهُ
فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ
وَيَهْدِيهِ
إِلَى
عَذَابِ السَّعِيرِ
(٤)
“Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah
tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang jahat, yang telah
ditetapkan terhadap setan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia,
tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.” (QS.
Al-Hajj: 3-4).
Allah
berfirman,
وَمَنْ
يَتَّخِذِ
الشَّيْطَانَ
وَلِيًّا مِنْ
دُونِ
اللَّهِ
فَقَدْ
خَسِرَ
خُسْرَانًا
مُبِينًا (١١٩)يَعِدُهُمْ
وَيُمَنِّيهِمْ
وَمَا
يَعِدُهُمُ
الشَّيْطَانُ
إِلا
غُرُورًا (١٢٠)أُولَئِكَ
مَأْوَاهُمْ
جَهَنَّمُ
وَلا يَجِدُونَ
عَنْهَا
مَحِيصًا (١٢١)
“Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung
selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Setan itu
memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada
mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan
belaka. Mereka itu tempatnya jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari
dari padanya.” (QS. An-Nisaa’: 119-121).
Allah
berfirman,
اسْتَحْوَذَ
عَلَيْهِمُ
الشَّيْطَانُ
فَأَنْسَاهُمْ
ذِكْرَ
اللَّهِ
أُولَئِكَ حِزْبُ
الشَّيْطَانِ
أَلا إِنَّ
حِزْبَ الشَّيْطَانِ
هُمُ
الْخَاسِرُونَ
(١٩)
“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa
mengingat Allah; mereka Itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya
golongan setan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al-Mujadilah: 19).
Dan
Allah Tabaraka wa
Ta’ala berkehendak –dengan rahmat-Nya, hikmah-Nya,
ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, keadilan-Nya, pengaturan-Nya, dan takdir-Nya- untuk
memperbaiki bumi dengan kebenaran dan pengikutnya, dan menolak keburukan dan
kerusakan para perusak di atas muka bumi dengan keimanan dan pengikutnya dan
dengan para penunai janji dan pemiliki kemuliaan Islam. Dan menghancurkan
kebatilan dan pengikutnya dengan penyerangan orang-orang yang mentauhidkan
Allah. Allah berfirman,
وَلَوْلا
دَفْعُ
اللَّهِ
النَّاسَ
بَعْضَهُمْ
بِبَعْضٍ
لَفَسَدَتِ
الأرْضُ
وَلَكِنَّ
اللَّهَ ذُو
فَضْلٍ عَلَى
الْعَالَمِينَ
(٢٥١)
“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian
umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah
mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (QS. Al-Baqarah:
251).
Para
ahli tafsir menyatakan: Kalau bukan karena Allah menolak kerusakan para perusak
dan kesyirikan para musyirikin dengan serangan kebenaran dan para pengikutnya
serta kemenangan mereka, niscaya bumi akan rusak dengan kesyirikan, kezaliman,
dan kejahatan, tertumpahnya darah yang haram, dilanggarnya perkara-perkara yang
haram, tersebarnya ketakutan dan kelaparan, terhancurkannya masjid-masjid dan
tidak terlaksanakannya hukum-hukum syariat dan kerusakan-kerusakan yang
lainnya.
Dan
Allah berfirman,
وَلَوْلا
دَفْعُ
اللَّهِ
النَّاسَ
بَعْضَهُمْ
بِبَعْضٍ
لَهُدِّمَتْ
صَوَامِعُ
وَبِيَعٌ
وَصَلَوَاتٌ
وَمَسَاجِدُ
يُذْكَرُ فِيهَا
اسْمُ
اللَّهِ
كَثِيرًا
وَلَيَنْصُرَنَّ
اللَّهُ مَنْ
يَنْصُرُهُ
إِنَّ اللَّهَ
لَقَوِيٌّ
عَزِيزٌ (٤٠)الَّذِينَ
إِنْ
مَكَّنَّاهُمْ
فِي الأرْضِ
أَقَامُوا
الصَّلاةَ
وَآتَوُا
الزَّكَاةَ
وَأَمَرُوا
بِالْمَعْرُوفِ
وَنَهَوْا
عَنِ
الْمُنْكَرِ
وَلِلَّهِ
عَاقِبَةُ الأمُورِ
(٤١)
“Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian
manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara
Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi, dan masjid- masjid,
yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong
orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi
Maha perkasa. (yaitu) Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka
bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat
ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah
kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 40-41).
Allah
berfirman:
وَلَوْ
يَشَاءُ
اللَّهُ
لانْتَصَرَ
مِنْهُمْ
وَلَكِنْ
لِيَبْلُوَ
بَعْضَكُمْ
بِبَعْضٍ
“Apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan
mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang
lain.” (QS. Muhammad: 4).
Ibadallah,
Sesungguhnya
sunnatullah berlaku kepada siapa saja, tidak seorang pun makhluk yang mampu
untuk merubahnya dan menggantinya. Allah Ta’ala
berfirman,
فَهَلْ
يَنْظُرُونَ
إِلا سُنَّةَ
الأوَّلِينَ
فَلَنْ
تَجِدَ
لِسُنَّةِ
اللَّهِ تَبْدِيلا
وَلَنْ
تَجِدَ
لِسُنَّةِ
اللَّهِ تَحْوِيلا
(٤٣)
“Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan
(berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang
terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah
Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah
itu.” (QS. Fathir: 43).
Allah
berfirman,
سُنَّةَ
اللَّهِ فِي
الَّذِينَ
خَلَوْا مِنْ
قَبْلُ
وَلَنْ
تَجِدَ
لِسُنَّةِ
اللَّهِ
تَبْدِيلا (٦٢)
“Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang
telah terdahulu sebelummu, dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan
pada sunnah Allah.” (QS. Al-Ahzab: 62).
Allah
berfirman,
سُنَّةَ
مَنْ قَدْ
أَرْسَلْنَا
قَبْلَكَ مِنْ
رُسُلِنَا
وَلا تَجِدُ
لِسُنَّتِنَا
تَحْوِيلا (٧٧)
“(kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan
terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu
dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu.” (QS. al-Isra: 77).
Sunnatullah
yang tetap ini adalah: Barangsiapa yang taat kepada Allah dan menolong
agama-Nya dan menolong orang yang dizolimi serta memuliakan kebenaran dan
pengikut kebenaran, maka Allah akan menolongnya dan memperkuatnya. Dan
barangsiapa yang memerangi agama Allah Ta’ala
dan merendahkan wali-wali-Nya, sombong, melampaui batas, berbuat zalim dan
meremehkan batasan-batasan Allah serta melakukan kejahatan, maka Allah akan
merendahkannya dan menghinakannya serta dijadikan sebagai pelajaran bagi yang
lain. Allah berfirman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا إِنْ
تَنْصُرُوا
اللَّهَ
يَنْصُرْكُمْ
وَيُثَبِّتْ
أَقْدَامَكُمْ
(٧)وَالَّذِينَ
كَفَرُوا
فَتَعْسًا
لَهُمْ
وَأَضَلَّ
أَعْمَالَهُمْ
(٨)
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang
kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal
mereka.” (QS. Muhammad: 7-8).
Allah
berfirman,
إِنَّ
الَّذِينَ
يُحَادُّونَ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ
كُبِتُوا
كَمَا كُبِتَ
الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِهِمْ
“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan
Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah
mendapat kehinaan.” (QS. Al-Mujadilah: 5).
Allah
berfirman,
إِنَّ
الَّذِينَ
يُحَادُّونَ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ
أُولَئِكَ
فِي
الأذَلِّينَ (٢٠)
“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan
Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.” (QS.
Al-Mujadilah: 200).
Dan
Yaman, negeri saudara, telah berlaku kepada pemerintahnya dulu dan sekarang
sunnah-sunnah Allah yang adil sebagaimana berlaku pada negeri-negeri yang
lainnya. Pemimpin mana saja yang berbuat baik kepada penduduk negeri dan bersikap
adil, maka ia akan meraih seluruh kebaikan dan kemuliaan. Pemimpin yang berbuat
jahat dan menzalimi, melampaui batas dan menghinakan penduduknya maka Allah
akan merendahkan dan menghinakannya.
Islam
telah masuk ke negeri Yaman di awal-awal hijrah tanpa peperangan, akan tetapi
karena penduduknya suka keimanan. Utusan dari negeri berkah ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
dalam kondisi Islam dan menunaikan ketaatan, maka Nabi pun mengajarkan kepada
mereka syariat-syariat Islam dan Nabi mengutus kepada mereka utusan-utusan
beliau untuk mengajarkan hukum-hukum agama yang agung ini dan menerapkan
syariat Allah kepada para hamba. Maka Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam mengutus Ali bin Abi Thalib, Abu Musa
al-Asy’ari, Muadz bin Jabal, Khalid bin Walid, dan para sahabat yang
lainnya, radhiallahu
‘anhum.
Rasulullah
memuji penduduk Yaman dengan keimanan yang telah diajarkan Nabi rahmat kepada
mereka dan diajarkan oleh para sahabat radhiallahu
‘anhum, maka Nabi berkata,
الإِيْمَانُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَّةٌ
“Iman
di Yaman dan hikmah di Yaman.” (HR. Muslim).
Dan
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
«أَتَاكُمْ
أَهْلُ
اليَمَنِ،
هُمْ أَرَقُّ
أَفْئِدَةً
وَأَلْيَنُ
قُلُوبًا»
“Telah mendatangi kalian penduduk Yaman, hati mereka paling
lembut dan paling halus.” (HR. al-Bukhari).
Mereka
ikut serta dengan giat dalam perluasan kekuasan Islam yang telah tercatat oleh
sejarah. Negeri saudara ini, setelah para sahabat memimpinnya, dipimpin oleh
para pemimpin yang silih berganti. Ada pemimpin yang baik yang menjalankan
agama dan menegakan keadilan, maka ia pun bahagia dan rakyatnya pun ikut
bahagia. Pemimpin ini dikenang dengan kenangan indah dan doa kepadanya terus
memberi manfaat kepadanya sementara ia dalam kuburnya. Dan ada pemerintah yang
buruk, celaka, dan dibenci oleh rakyatnya, maka penyesalan terus menyerangnya
sementara ia dalam kuburnya, dan sejarah menghinakannya, hartanya tidak
bermanfaat baginya, bahkan ia rugi dunia dan akhirat.
فَمَا
مَتَاعُ
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
فِي الآخِرَةِ
إِلا قَلِيلٌ
“Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan
dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah: 38).
Di
antara rahmat Allah kepada Yaman, negeri saudara, dan diantara sunnah Allah
yang berlaku di Yaman, bahwasanya barangsiapa yang hendak merubah akidah yang
telah disebarkan oleh para sahabat di Yaman dan hendak menghapus Islam, maka
Allah akan menyegerakan kepadanya siksaan yang pedih, menyakitkan dan
menghinakan, dan menjadikannya pelajaran bagi orang yang setelahnya, serta
benar-benar terhina oleh manusia. Ambilah pelajaran dari al-Aswad al-Anasi
pendusta yang mengaku sebagai nabi yang telah melakukan keburukan yang parah
dan api fitnah ia nyalakan. Ia menumpahkan darah. Melakukan perbuatan-perbuatan
keji. Menawan para wanita. Bahkan ia menyiksa dengan membakar. Di antara yang
ia bakar adalah Abu Muslim al-Khaulani Abdullah bin Tsaub, maka jadilah api
dingin dan keselamatan baginya. Lalu nabi palsu ini pun terbunuh dengan cepat,
dibunuh oleh seroang lelaki yang berkah dari Yaman. Lalu kaum mukminin mengejar
para pengikutnya di zaman pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallah ‘anhu.
فَقُطِعَ
دَابِرُ
الْقَوْمِ
الَّذِينَ ظَلَمُوا
وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ
(٤٥)
“Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke
akar-akarnya. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (QS.
Al-An’am: 45).
Maka
tersebarlah keberkahan negeri Yaman setelah binasa nabi palsu dan pengikutnya.
Di akhir abad ke-3 Hijriyah muncul Ali bin al-Fadhl al-Janadi al-Himyari dari
kelompok sekte kebatinan Qaramithah yang terlaknat, lalu ia pun mengumpulkan
masyarakat rendahan, rakyat hina, dan bawahan. Ia berlindung dibalik Syiah
padahal ia adalah termasuk orang yang paling kafir kepada Allah. Ia telah
menghalalkan seluruh perkara yang haram dan menjatuhkan kewajiban sholat,
menumpahkan darah, dan di akhir hayatnya ia menguasai banyak negeri di Yaman.
Ia menghina Alquran. Menebarkan rasa takut. Dan yang telah terbunuh olehnya
tidak terhingga. Maka ia pun diperangi oleh kabilah-kabilah Yaman sehingga
berhasil menangkapnya lalu membunuhnya dengan cara yang paling buruk. Lalu
mereka pun mengejar para pengikutnya para perusak. Setelah itu kembali lagi
keberkahan negeri Yaman dan keamanan dan ketenteramannya. Maka dimanakah
orang-orang yang mengingat hal ini?
إِنَّ
رَبَّكَ
لَبِالْمِرْصَادِ
(١٤)
“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.” (QS.
Al-Fajr: 14).
إِنَّ
بَطْشَ
رَبِّكَ
لَشَدِيدٌ (١٢)
“Sesungguhnya adzab Tuhanmu benar-benar keras.” (QS.
Al-Buruj: 12).
Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
إِنَّ
اللهَ
لَيُمْلِي
لِلظَّالِمِ
حَتَّى
إِذَاَ
أَخَذَهُ
لَمْ
يُفْلِتْهُ
“Sesungguhnya Allah mengulur orang yang dzalim, hingga
tatkala Allah mengadzabnya maka tidak akan lolos.”
Maka
dimanakah orang-orang yang ingat? Dimanakah mereka yang sadar…? Dimanakah
mereka yang mengambil pelajaran…?
Dan
kelompok yang menyimpang ini, yang membuat makar untuk menyerang Yaman, hendak
merubah kepribadian Yaman. Merubah agama Islamnya. Akhlaknya yang mulia. Ingin
merendahkan orang-orang mulianya. Ingin menghinakan orang-orang yang memiliki
ghirah Islam dan mulia. Ini adalah kelompok yang tersohor dengan permusuhan dan
tipu muslihat. Sungguh telah terkuak secara terperinci siapakah yang berdiri di
balik kelompok ini baik yang di dalam Yaman maupun yang di luar Yaman. Jadilah
tujuan mereka dan niat mereka terbongkar dan terlihat oleh mata, berupa
penghancuran dan perusakan dan pernyataan-pernyataan. Allah berfirman,
قَدْ
بَدَتِ
الْبَغْضَاءُ
مِنْ
أَفْوَاهِهِمْ
وَمَا
تُخْفِي
صُدُورُهُمْ
أَكْبَرُ قَدْ
بَيَّنَّا
لَكُمُ
الآيَاتِ
إِنْ كُنْتُمْ
تَعْقِلُونَ (١١٨)
“Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang
disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami
terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali
Imran: 118).
Allah
berfirman,
إِنْ
يَثْقَفُوكُمْ
يَكُونُوا
لَكُمْ أَعْدَاءً
وَيَبْسُطُوا
إِلَيْكُمْ
أَيْدِيَهُمْ
وَأَلْسِنَتَهُمْ
بِالسُّوءِ
وَوَدُّوا
لَوْ
تَكْفُرُونَ (٢)
“Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak
sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan
menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.” (QS.
Al-Mumtahanah: 2).
Jadilah
kelompok yang sesat ini bahaya yang menggoncang perdamaian dan stabilitas
keamanan, dan bahaya yang besar bagi keamanan Arab Saudi dan ketentramannya dan
juga memerangi negara-negara tetangga.
Tatkala
Pelayan dua kota suci Raja Salman bin Abdul Aziz hafizahullah wa ayyadahu melihat
perkara-perkara yang buruk ini yang dilakukan oleh kelompok yang berbahaya ini,
dan bahwasanya mereka tidak berhenti dari pengrusakan, dan Pemerintah Yaman
meminta kepada negara-negara tetangganya dan nagara-negara sekutu untuk campur
tangan demi menghentikan kejahatan kelompok yang tersisa ini untuk menggagalkan
kudeta mereka terhadap pemerintah Yaman yang sesuai undang-undang yang diakui
secara regional dan internasional, maka kerajaan Arab Saudi memenuhi panggilan
tersebut. Kerajaan Arab Saudi memenuhi permintaan tersebut, lalu menegakkan
kewajibannya yang patut untuk disyukuri. Arab Saudi menolong negara tetangga
yang terzhalimi. Yang telah dirampas kepemimpinannya dan dilanggar hak-hak
penduduknya. Maka Pelayan dua kota suci Raja Salman hafizahullah menyelamatkan negara tetangga
yang terzolimi ini dengan keputusan yang tepat dengan taufiq dari Allah.
Maka
sungguh indah dahulu perkataan seorang penyair tentang kondisi seperti ini:
وَقَلِّدُوا أَمْرَكُمْ لِلَّهِ دَرُّكُمُ رَحْبَ الذِّرَاعِ بِأَمْرِ الْحَرْبِ مُضْطَلِعَا
لاَ
يَطْعَمُ
النَّومَ
إِلاَّ رَيْثَ
يَبْعَثُهُ
هَمٌّ
يَكَادُ
أَذَاهُ يَحْطِمُ
الضِّلَعَا
لاَ
مُتْرَفًا
إِنْ رَخَاءُ
الْعَيْشِ
سَاعَدَهُ
وَلاَ إِذَا
عَضَّ
مَكُرُوهٌ
بِهِ
خَشَعَا
Dan
hendaknya kalian ikatkan urusan kalian pada seorang yang dermawan, yang hebat
dalam urusan peperangan, maka sungguh baik bagi kalian…
Tidaklah
ia mencicipi lezatnya tidur kecuali datang kegelisahan yang membangunkannya,
kegelisahan tersebut mengganggunya hampir-hampir mematahkan tulang rusuk…
Ia
tidaklah sombong padahal ia didukung dengan kehidupannya yang makmur…
Dan
tidaklah ia takut tatkala ada perkara yang dibenci mencengkramnya…
Dan
perkataan al-Bahtari:
قَلْبٌ، يُطِلُّ على أفكارِهِ، وَيَدٌ تُمضِي الأمورَ، وَنَفسٌ لهوُها التّعبُ
“Hati
yang memperhatikan pikirannya, dan tangan yang menjalankan perkara-perkara,
serta jiwa yang keletihan adalah hiburannya.”
Maka
datanglah keputusan “Ashifatul
Hazm” (Badai penyerangan yang tegas) dan terkoordinasi
persekutuan ‘Ashifatul
Hazm‘ di saat yang tepat dimana umat sangat
membutuhkannya untuk menghentikan kejahatan kelompok ini yang telah memberi
kemudharatan terhadap segalanya.
Ada
provokator yang mengatakan bahwa ini adalah peperangan melawan kelompok
zaidiyah. Sesungguhnya orang ini tidak tahu hakikat perkaranya dan sejarah
telah mendustakannya. Karena kelompok zaidiyah telah lama tinggal bertetangga
dengan Kerajaan Arab Saudi dengan aman, tenang, dan tentram, bahkan mereka ikut
serta dengan penduduk Arab Saudi dalam manfaat-manfaat kehidupan dunia dengan
aman dan tentram. Dan masih banyak dari mereka yang masih tinggal di sini (Arab
Saudi) dalam kondisi sehat wal afiat dan baik. Pemerintah negeri ini hanya
memerangi para perusak dan para pengkhianat. Dan semua orang yang ikhlas akan
memerangi para pengkhianat perusak.
Maka
apakah sikap mereka memerangi para tukang mengkafirkan, tukang peledak, dan
para teroris adalah perang terhadap sekte tertentu? Yang diperangi hanyalah
perusak siapapun juga mereka.
Nabi
shallallahu ‘alahi wa
sallam bersabda,
إِنْ أَوْلِيَائِي إِلاَّ الْمُتَّقُوْنَ
“Dan
tidaklah wali-waliku kecuali orang-orang yang bertakwa.”
Dan
adanya sekutu ‘Ashifatul
Hazm‘ (Badai Penyerangan yang tegas) tujuannya adalah
agar kepemimpinan di Yaman kembali. Demikian juga keamanan dan ketenteramannya.
Dan juga untuk menjaga akidah Islamnya yang murni dan shahih yang telah
diajarkan oleh para sahabat Nabi, dan menjaganya dari perang pemikiran dan dari
akidah-akidah yang rusak dan menghancurkan.
Apa
yang terjadi di Yaman merupakan musibah yang sangat besar dan bencana yang
parah. Tidak ada jalan keluarnya kecuali dengan pertolongan Allah, lalu dengan
satunya kata dan satunya barisan, serta tegar diatas kebenaran dan berpegang
teguh dengan kitabullah dan sunnah Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam dalam menghadapi kebatilan. Saling
membiarkan tidak memberi pertolongan merupakan kegagalan.
Dan
pesan kepada penduduk Yaman untuk berkumpul bersama pemerintah mereka yang
sesuai undang-undang yang diakui secara regional maupun internasional, dan juga
keikut-sertaan orang-orang yang cerdas yang memberi nasihat serta kesungguhan
dalam memadamkan api fitnah.
Dan
setelah bersatu dan terbenamnya fitnah, maka memungkinkan kerjasama antara
rakyat dengan pemerintahnya dalam segala kebaikan, kemajuan, dan kejayaan bagi
agama dan negeri serta aman dan tentram.
Jika
rakyat Yaman tidak bersama pemerintahnya dalam satu barisan untuk menghadapi
sekte sesat ini serta memerangi mereka yang berdiri di belakangnya di Yaman,
maka kondisi akan terpuruk dan akan merasakan pahitnya kehidupan.
Harta
yang dikeluarkan oleh kelompok ini untuk mencari pendukung mereka maka akan
menjadi kehinaan bagi keturunan mereka yang menerima harta tersebut, dan bagi
orang-orang yang tidak membantu dan menolong kebenaran yang diperangi kelompok
tersebut.
Maka
apa yang lagi ditunggu oleh rakyat Yaman setelah seluruh kejahatan ini, padahal
kelompok ini sudah tidak memiliki kedudukan lagi, bagaimana kalau mereka punya
kedudukan lagi?
لا يَرْقُبُونَ فِي مُؤْمِنٍ إِلا وَلا ذِمَّةً وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ (١٠)
“Mereka
tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula
mengindahkan) perjanjian. dan mereka Itulah orang-orang yang melampaui
batas.” (QS. At-Taubah: 10).
Bukankah
mereka (kelompok ini) telah memerangi Alquran al-karim? Mereka menghancurkan
madrasah-madrasah Alquran. Mereka menutup masjid-masjid. Mereka mengusir para
pengajar Alquran!
Bukankah
mereka memerangi hadits Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam? Mereka membunuh para pelajar hadits,
mengisolir dan memboikot pelajar hadits dengan pemboikotan yang parah serta
mengusir mereka dari negeri mereka tanpa hak!
Bukankah
mereka memerangi ilmu dengan menghancurkan universitasnya? Mereka merampas
isinya! Serta membakar yayasan-yayasannya? Bukankah mereka merampok harta?
Bukankah mereka menghancurkan? Bukankah mereka memasuki rumah-rumah yang
tenang? Bukankah mereka telah melanggar harga diri? Bukankah mereka menumpahkan
darah? Bukankah mereka menghina para ulama? Bukankah mereka mengejar para dai
untuk membunuh mereka? Bukankah mereka memutuskan jalan dan merusak tanaman dan
hewan ternak? Bukankah mereka menghentikan roda kehidupan? Bukankah mereka
melanggar daerah perbatasan Arab Saudi dan membunuh para tentaranya? Bukankah
mereka mengancam untuk memerangi dua kota suci Mekah dan Madinah? Bukankah
mereka melaknat para sahabat radhiallahu
‘anhum? Bukankah mereka melaknat istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Tidakkah
semua ini cukup wahai rakyat Yaman untuk kalian bersatu dan mencabut kejahatan
mereka dan kejahatan mereka yang berdiri di belakangnya di Yaman? Dan kalian
menyelamatkan negeri ini dari fitnah dan bahaya agar generasi dan keturunan
bisa hidup dengan keselamatan?
Allah
berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)
“Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maaidah: 2).
Semoga
Allah memberkahi aku dan kalian dalam Alquran al-‘Adzim, dan semoga Allah
menjadikan aku dan kalian bisa mengambil manfaat dari ayat-ayatNya dan dzikrul
hakim. Aku menyampaikan perkataanku ini, dan aku memohon ampunan dari Allah
yang Maha Mulia untukku, untuk kalian, dan seluruh kaum muslimin, maka mohonlah
ampunan dariNya sesungguhnya Ia maha pengampun lagi maha penyayang.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
القُرْآنِ
العَظِيْمِ،
وَنَفَعْنِي
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الحَكِيْمِ،
وَنَفَعْنَا
بِهَدْيِ سَيِّدِ
المُرْسَلِيْنَ
وَقَوْلِهِ
القَوِيْمِ،
أَقُوْلُ
قَوْلِي
هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ
العَظِيْمِ
الجَلِيْلِ
لِيْ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
الَّذِيْ
بِيَدِهِ الخَيْرِ
كُلِّهِ
وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ،
لَا يَخْفَى
عَلَيْهِ
شَيْءٌ فِيْ
الأَرْضِ
وَلَا فِي
السَّمَاءِ
وَهُوَ السَّمِيْعُ
البَصِيْرُ،
أَحْمَدُ
رَبِّي وَأَشْكُرُهُ
عَلَى
نِعَمِهِ
الَّتِي لَا
تُحْصَى،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ، لَهُ
الحَمْدُ فِي
الآخِرَةِ
وَالأُوْلَى،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ نَبِيَّنَا
وَسَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
المُجْتَبَى،
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ
عَلَى
عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ
بِهَدْيِهِ
اهْتَدَى.
أَمَّا
بَعْدُ:
فَاتَّقُوْا
اللهَ
تَعَلَى؛
فَهِيَ الحِصَنُ
مِنَ
الشَّدَائِدِ
وَالمُهْلِكَاتِ
وَالكُرُبَاتِ،
وَالفَوْزُ
بِرِضْوَانِ
اللهِ
وَنَعِيْمِ
الجَنَّاتِ.
Ibadallah,
Khotib
mewasiatkan agar kita bertaubat nasuha. Karena ia adalah sebab kemenangan.
Dengan taubat, maka tearngkatlah hukuman. Dan wajib untuk waspada dari isu-isu
yang banyak beredar di media agar tidak melemahkan (menakuti-nakuti) masyarakat.
Sebagaimana wajib bagi para pemuda agar berhati-hati dari bahanya sarana-sarana
media. Dan janganlah mereka mengotori otak mereka dengan kerusakan yang
disebarkan oleh media.
Kaum
muslimin sekalian,
Perbanyaklah
doa dengan ikhlash untuk Islam dan kaum muslimin dan para pemimpin kaum
muslimin serta kaum muslimin secara umum. Dan juga untuk menghancurkan makar
musuh-musuh Islam dimanapun mereka berada dan bagaimanapun kondisi mereka.
Allah berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)
Dan
Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS. Al-Mukmin: 60).
Dalam
hadits: “Doa adalah sum-sum ibadah”
Munculkanlah
ilmu syar’i di masyarakat, karena tidaklah tersebar bid’ah kecuali
dengan kebodohan dan disembunyikannya ilmu. Dan tidaklah terpadamkan
bid’ah kecuali dengan menyebarkan ilmu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang di sisinya ilmu maka nampakkanlah”.
Dan
ini adalah wasiat dari Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam tatkala banyaknya bid’ah.
Dan
kami tekankan kepada para pemuda, dan seluruh penduduk negeri ini (Arab Saudi)
untuk mempersatukan barisan dan kata, dan kokohnya bangungan masyarakat, serta
menjaga perkara-perkara yang bermanfaat, agar para perusak tidak menemukan
celah untuk masuk di dalamnya dalam rangka memecah belah, merusak, dan
menghancurkan. Allah berfirman,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
“Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai.” (QS. Ali-Imran: 103).
Sebagaimana
kami juga mewasiatkan hal tersebut kepada seluruh negeri Islam, tidaklah negeri
mendapatkan kemudharatan kecuali dengan adanya perang pemikiran dan perang
akidah yang rusak serta kurang dalam mengajarkan akidah yang benar kepada
masyarakat.
Wahai
hamba-hamba Allah…
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا (٥٦)
Sesungguhnya
Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang
beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya (QS Al-Ahzaab : 56)
Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
مَنْ
صَلَّى
عَلَيَّ
صَلاَةً
وَاحِدَةً صَلَّى
اللهُ
عَلَيْهِ
بِهَا
عَشَرَة
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah
bershalawat kepadanya 10 kali”
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِي بَكْرٍ
وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ
وَعَلِيٍّ،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنِ،
اَللَّهُمَّ
احْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنِ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
للَّهُمَّ
وَآمِنَّا
فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَ أَمْرِنَا
لِهُدَاكَ
وَاجْعَلْ
عَمَلَهُ فِي
رِضَاكَ.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا
أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا،
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِيْ
الآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
.(
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ )عِبَادَ
اللهِ:
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Ali al-Hudzaifi
Penerjemah: Abu Abdil Muhsin Firanda
www.KhotbahJumat.com