Khutbah
Pertama :
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَلاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ
حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلَا
تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالًا
كَثِيرًا
وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
الَّذِي
تَسَاءَلُونَ
بِهِ
وَالْأَرْحَامَ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ
وَقُولُوا
قَوْلًا
سَدِيدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ
Segala
puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Alquran) kepada
hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, yang
kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan
tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan
segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
Kita
memuji Rabb kita dan bersyukur banyak kepada-Nya, dan aku bersaksi bahwa tidak
ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah yang Esa, tidak ada sekutu
baginya, dan Ia meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmu-Nya,
sesungguhnya Dia maha mengetahui lagi maha kuasa.
Dan
kita bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hamba dan
Rasul-Nya, Allah mengutusnya sebelum hari kiamat sebagai mujahid, pemberi kabar
gembira, dan peringatan, serta penyeru kepada jalan Allah dengan izin-Nya, juga
pembawa cahaya yang terang benderang.
Ya
Allah curahkanlah shalawat dan salam serta berkahilah hambamu dan Rasulmu
Muhammad, juga kepada keluarganya, dan para sahabatnya dengan shalawat dan
salam yang banyak.
Kaum
muslimin,
Bertakwalah
kepada Allah dengan sebenar-benar takwa agar kalian menjadi orang-orang yang
beruntung, dan janganlah kalian menyia-nyiakan perintah Allah ‘Azza wa Jalla,
karena barangsiapa yang dihalangi dari ketakwaan maka ia termasuk orang-orang
yang merugi.
Wahai
hamba Allah,
Ingatlah
nikmat Alquran all-Karim yang Allah jadikan rahmat bagi semesta alam,
memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus, dan memberi kabar gembira dengan
segala kebaikan serta mengingatkan dari segala kejelekan, Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai
manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)
Allah
juga berfirman:
{
وَمَا
أَرْسَلْنَاكَ
إِلَّا
رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ}
الأنبياء: ١٠٧
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Dan
apabila seorang muslim mengetahui agungnya Alquran ini, dan mengetahui
keutamaan-keutamaannya, yang tidak diketahui semuanya kecuali oleh yang
menurunkannya, maka akan semakin besar perhatiannya terhadap Al-Kitab yang
mulia ini, dan akan lebih antusias terhadap dzikrul
hakim ini ; maka ia akan mencurahkan usahanya, dan ,menghabiskan
tenaga dan kemampuannya untuk mempelajari dan mengajarkan, serta mentadabburi
dan mengamalkan Alquran sesuai dengan kadar taufik dan pertolongan dari Allah,
dan betapapun seorang muslim telah berusaha menunaikan hak-hak Alquran atasnya,
dan telah berusaha menepati rasa syukur atas nikmat Kitabullah ‘Azza wa Jalla, juga
telah berusaha menunaikan hak-hak Kitabullah secara sempurna, tetap saja dia
adalah seorang yang lalai dan lemah, akan tetapi Allah Tabaraka wa Ta’ala
tetap akan merahmati, dan memberi karunia, serta menerima yang sedikit dan
memberi balasan yang banyak.
Wahai
seorang muslim, apakah engkau tahu agungnya Alquranul karim dan kedudukannya di
hatimu, dan apakah engkau betul-betul faham hakikat keutamaan-keutamaannya
serta luasnya kebaikannya serta keberkahan dan manfaatnya? Engkau tidak akan
tahu wahai seorang muslim hakikat agungnya Alquran dan kedudukannya di hatimu,
kecuali jika engkau mengetahui pengagungan Allah ‘Azza wa Jalla terhadap kitab-Nya dan
pujian-Nya terhadap kalam-Nya, serta tingginya tempatnya di sisi robb yang
agung dan mulia subhanahu, juga jika engkau mengetahui agungnya kedudukan
Alquran di sisi para malaikat yang mulia, juga jika engkau mengetahui
keutamaannya di sisi para Nabi dan umat-umat mereka, dan di sisi ahli
kitab, dan di sisi para manusia dan jin dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Wahai
kaum muslimin, sesungguhnya rabb yang mulia telah mengagungkan Alquranu
Al-Karim dan telah mengangkat kedudukannya sebagaimana haknya dari pujian
dengan sifat-sifat yang indah, dan Allah banyak menyebut kitab yang mulia ini
dengan penyebutan yang menjadikannya berada pada posisi yang paling mulia,
dengan sifat-sifat yang paling baik dan paling tinggi, agar para manusia
mengetahui agungnya Alquranul karim, dan juga agar mereka mengetahui besarnya
nikmat kalamullah atas hamba-hambanya, karena nikmat yang paling agung adalah
nikmat iman dan Alquran, dan keutamaan kalamullah di atas semua perkataan
seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya, Allah menyifati Alquran dengan
sifat Al-Haq, Allah Ta’ala
berfirman:
{
أَمْ
يَقُولُونَ
افْتَرَاهُ
بَلْ هُوَ الْحَقُّ
مِنْ رَبِّكَ
} السجدة: ٣
Tetapi
mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad
mengada-adakannya”. Sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran (yang datang)
dari Tuhanmu. (QS. As-Sjadah: 3)
Dan
Al-Haq artinya yang tetap dan tidak berubah, dan tidak dapat dibatalkan oleh
sesuatu apapun, dan tidak akan ada padanya kekurangan, serta tidak akan
dicampuri oleh kebatilan, Allah berfirman:
{
وَإِنَّهُ
لَكِتَابٌ
عَزِيزٌ (41) لَا
يَأْتِيهِ
الْبَاطِلُ
مِنْ بَيْنِ
يَدَيْهِ
وَلَا مِنْ
خَلْفِهِ
تَنْزِيلٌ
مِنْ حَكِيمٍ
حَمِيدٍ }
فصلت: ٤١ – ٤٢
“Dan sesungguhnya Alquran itu adalah kitab yang mulia.Yang
tidak datang kepadanya (Alquran) kebatilan baik dari depan maupun dari
belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha
Terpuji.” (QS. Fushshilat: 41-42)
Allah
juga berfirman ketika mensifati Alquran:
{
كِتَابٌ
أُحْكِمَتْ
آيَاتُهُ
ثُمَّ فُصِّلَتْ
مِنْ لَدُنْ
حَكِيمٍ خَبِيرٍ
}هود: ١
“(inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan
rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang
Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.” (QS. Hud: 1)
Allah
juga berfirman:
{
وَلَقَدْ
جِئْنَاهُمْ
بِكِتَابٍ
فَصَّلْنَاهُ
عَلَى عِلْمٍ
} الأعراف: ٥٢
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab
(Alquran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan
Kami.” (QS. Al-A’raf: 52)
Allah
juga berfirman:
{
تِلْكَ
آيَاتُ
الْكِتَابِ
الْحَكِيمِ }
لقمان: ٢
“Inilah ayat-ayat Alquran yang mengandung hikmah.”
(QS. Luqman: 2)
Allah
juga berfirman:
{
بَلْ هُوَ
قُرْآنٌ
مَجِيدٌ
}البروج: ٢١
“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang
mulia.” (QS. Al-Buruj: 21)
Allah
juga berfirman:
{
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ
قَدْ
جَاءَتْكُمْ
مَوْعِظَةٌ مِنْ
رَبِّكُمْ
وَشِفَاءٌ
لِمَا فِي
الصُّدُورِ
وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ
لِلْمُؤْمِنِينَ}
يونس: ٥٧
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran
dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan
petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)
Allah
juga berfirman:
{
فَآمِنُوا
بِاللَّهِ
وَرَسُولِهِ
وَالنُّورِ
الَّذِي
أَنْزَلْنَا}
التغابن: ٨
“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan
kepada cahaya (Alquran) yang telah Kami turunkan.” (QS. At-Taghabun: 8)
Allah
juga berfirman:
{وَهَذَا
كِتَابٌ
أَنْزَلْنَاهُ
مُبَارَكٌ}
الأنعام: ٩٢
“Dan ini (Alquran) adalah kitab yang telah Kami turunkan
yang diberkahi.” (QS. Al-An’am: 92)
Allah
juga berfirman:
{وَإِنَّهُ
فِي أُمِّ
الْكِتَابِ
لَدَيْنَا
لَعَلِيٌّ
حَكِيمٌ}
الزخرف: ٤
“Dan sesungguhnya Alquran itu dalam induk Al Kitab (Lauh
mahfudz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak
mengandung hikmah.”
Dan
Allah telah merincikan dalam Alquran segala sesuatu, Allah berfirman:
{وَنَزَّلْنَا
عَلَيْكَ
الْكِتَابَ
تِبْيَانًا
لِكُلِّ
شَيْءٍ
وَهُدًى
وَرَحْمَةً وَبُشْرَى
لِلْمُسْلِمِينَ}
النحل: ٨٩
“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk
menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl: 89)
Dan
Allah telah menjaganya dari tambahan dan pengurangan, Allah Ta’ala berfirman:
{إِنَّا
نَحْنُ
نَزَّلْنَا
الذِّكْرَ
وَإِنَّا
لَهُ
لَحَافِظُونَ}
الحجر: ٩
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan
sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Dan
banyaknya nama-nama Alquran serta sifat-sifatnya yang agung menunjukkan akan
banyaknya makna-makna yang mulia padanya, dan apa yang yang telah kami sebutkan
hanya sedikit dari yang banyak.
Dan
para malaikat yang mulia senantiasa mengagungkan Alquran karena mereka
mengetahui keutamaan-keutamaannya, Allah Ta’ala
berfirman:
{لَكِنِ
اللَّهُ
يَشْهَدُ
بِمَا
أَنْزَلَ إِلَيْكَ
أَنْزَلَهُ
بِعِلْمِهِ
وَالْمَلَائِكَةُ
يَشْهَدُونَ وَكَفَى
بِاللَّهِ
شَهِيدًا}
النساء: ١٦٦
“(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu),
tetapi Allah mengakui Alquran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya
dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah
yang mengakuinya.” (QS. An-Nisa: 166)
Allah
juga berfirman tentang Alquran ini:
{فِي
صُحُفٍ
مُكَرَّمَةٍ
(13)
مَرْفُوعَةٍ
مُطَهَّرَةٍ
(14) بِأَيْدِي
سَفَرَةٍ (15)
كِرَامٍ بَرَرَةٍ}
عبس: ١٣ – ١٦
“Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi
disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti.”
(QS. Abasa: 13-16)
Para
ahli tafsir menyatakan, mereka adalah para malaikat, dan dari Aisyah radhiAllahu ‘anha
dari Rasulullah sallallahu
‘alaihi wa sallam ia bersabda: yang membaca Alquran dan ia
pandai membacanya, mak ia bersama para malaikat mulia lagi berbakti (HR.
Bukhari dan Muslim).
Adapun
pengagungan Alquran disisi para Nabi ‘alaihimusshalatu
wa salam, dan pada umat-umat mereka yang beriman, maka Allah telah
berfirman tentang hal itu:
{وَإِنَّهُ
لَفِي زُبُرِ
الْأَوَّلِينَ}
الشعراء: ١٩٦
“Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar (tersebut) dalam
Kitab-kitab orang yang dahulu.” (QS. Asy-Syuara: 192)
Ibnu
Katsir rahimahullah
berrkata dalam tafsirnya, “Dan sesungguhnya penyebutan Alquran ini dan
isyarat tentangnya sungguh ada pada kitab-kitab orang-orang terdahulu, yang
diriwayatkan dari para nabi mereka yang mereka telah memberi kabar gembira
tentangnya pada zaman dahulu dan sekarang, sebagaimana Allah telah mengambil
perjanjian tentang hal itu.”
Allah
berfirman:
{
قُلْ
أَرَأَيْتُمْ
إِنْ كَانَ
مِنْ عِنْدِ اللَّهِ
وَكَفَرْتُمْ
بِهِ
وَشَهِدَ
شَاهِدٌ مِنْ
بَنِي
إِسْرَائِيلَ
عَلَى مِثْلِهِ
فَآمَنَ
وَاسْتَكْبَرْتُمْ}
الأحقاف: ١٠
Katakanlah:
“Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Alquran itu datang
dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israel
mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Alquran lalu dia
beriman, sedang kamu menyombongkan diri”. (QS. Al-Ahqaf: 10)
Dan
Allah juga berfirman:
{قُلْ
آمِنُوا بِهِ
أَوْ لَا
تُؤْمِنُوا
إِنَّ
الَّذِينَ
أُوتُوا
الْعِلْمَ
مِنْ قَبْلِهِ
إِذَا
يُتْلَى
عَلَيْهِمْ
يَخِرُّونَ
لِلْأَذْقَانِ
سُجَّدًا (107)
وَيَقُولُونَ
سُبْحَانَ
رَبِّنَا
إِنْ كَانَ
وَعْدُ رَبِّنَا
لَمَفْعُولًا
(108)
وَيَخِرُّونَ
لِلْأَذْقَانِ
يَبْكُونَ
وَيَزِيدُهُمْ
خُشُوعًا (109)}
الإسراء: ١٠٧
– ١٠٩
Katakanlah:
“Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi
Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila
Alquran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil
bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji
Tuhan kami pasti dipenuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil
menangis dan mereka bertambah khusyuk. (QS. Al-Isra: 107-109)
Dan
Allah juga berfirman tentang pendeta-pendeta dan rahib-rahib yang mereka tunduk
kepada kebenaran:
{وَإِذَا
سَمِعُوا مَا
أُنْزِلَ
إِلَى الرَّسُولِ
تَرَى
أَعْيُنَهُمْ
تَفِيضُ مِنَ
الدَّمْعِ
مِمَّا
عَرَفُوا
مِنَ
الْحَقِّ يَقُولُونَ
رَبَّنَا
آمَنَّا
فَاكْتُبْنَا
مَعَ
الشَّاهِدِينَ}
المائدة: ٨٣
“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan
kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan
kebenaran (Alquran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka
sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka
catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Alquran
dan kenabian Muhammad.)” (QS. Al-Maidah: 83)
Dan
ketika para jin mendengarkan Alquran ini, mereka beriman dengannya, serta
mereka mengagungkannya, dan mereka mengajak selain mereka kepadanya, Allah Ta’ala berfirman :
{فَلَمَّا
حَضَرُوهُ
قَالُوا
أَنْصِتُوا فَلَمَّا
قُضِيَ
وَلَّوْا
إِلَى
قَوْمِهِمْ
مُنْذِرِينَ
(29) قَالُوا يَا
قَوْمَنَا
إِنَّا
سَمِعْنَا
كِتَابًا
أُنْزِلَ
مِنْ بَعْدِ
مُوسَى
مُصَدِّقًا
لِمَا بَيْنَ
يَدَيْهِ
يَهْدِي
إِلَى
الْحَقِّ وَإِلَى
طَرِيقٍ
مُسْتَقِيمٍ}
الأحقاف: ٢٩ – ٣٠
“Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu
mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika
pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi
peringatan, Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah
mendengarkan kitab (Alquran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang
membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan
kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Ahqaf: 29-30)
Dan
Allah telah menurunkan tentang hal ini surat Al-Jin, dan tidaklah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam
membacakan Alquran ini kepada seseorang dari manusia sedang ia bersih dari
sifat sombong, hawa nafsu dan hasad, serta tipuan perhiasan dunia dan
kenikmatannya, kecuali ia akan segera masuk islam, dan menjadi tanda pada
setiap kesempurnaan manusia, dan hal itu tidak lain disebabkan kekuasaan
Alquran atas hati dan kuatnya pengaruhnya terhadap jiwa, maka apabila engkau
wahai seorang muslim telah mengetahui agungnya Alquran ini dan kedudukannya di
sisi rabb semesta alam yang menurunkannya, serta kedudukannya di sisi para
Malaikat dan para Nabi dan umat-umat mereka, dan di sisi ahli kitab yang
mempercayai kebenaran, juga di sisi para sahabat, juga para jin, berarti engkau
telah mengetahui kedudukan Alquran di hatimu, dan engkau wahai seorang muslim,
sangat mengetahui hal tersebut pada dirimu sendiri, maka apabila pengagungan
Alquranul karim di hatimu dan kedudukannya di hatimu sebagaimana seharusnya
kedudukan Alquran, dan sebagaimana yang pantas untuk Al-Kitab ini, dan juga
sebagaimana yang Allah cintai dan ridhoi, maka pujilah Allah Ta’ala atas nikmat
ini, dan mintalah kepada Allah ketetapan diatas pengagungan Alquran yang mulia,
dan jika apabila pengagungan Alquran dan kedudukannya di hatimu kurang dari apa
yang seharusnya, dan kurang dari yang selayaknya untuk Alquran yang agung, maka
bertaubatlah kepada Allah, dan berusahalah untuk menutupi kekurangan dan
gantilah apa yang terlanjur lewat dari umur, karena apa yang engkau berada
padanya dari kebaikan dan nikmat serta ketaatan di dunia dan apa yang engkau
akan dapatkan nanti di akhirat dari nikmat surga sebabnya adalah Alquran, maka
ketahuilah kedudukannya, dan tunaikanlah apa yang wajib untuknya, dan sungguh
Allah telah menguatkan pemimpin manusia Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam dengan
mukjizat-mukjizat yang banyak yang dengannya manusia beriman, akan tetapi
mukjizat terbesar Nabi sallallahu
‘alaihi wa sallam adalah Alquran Al-Adzhim, sebagaimana sabda
Rasulullah sallallahu
‘alaihi wa sallam :
ما
من الأنبياء
نبي إلا أعطي
ما مثله آمن
عليه البشر،
وإنما كان
الذي أوتيت
وحيا أوحاه
الله إلي،
فأرجو أن أكون
أكثرهم تابعا
يوم القيامة
“Tidak ada dari seorang nabi pun yang Allah utus kecuali
ia telah diberi apa yang dengannya manusia akan beriman, dan sesungguhnya yang
diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku, maka aku berharap
menjadi Nabi yang terbanyak pengikutnya pada hari kiamat. (HR.Bukhari) dari
hadits Abu Hurairah radiallahu
‘anhu.
Maka
Alquran yang mulia adalah mukjizat yang agung pada setiap zaman, yang akan
tetap ada sampai akhir zaman, dan mukjizat Alquranul karim terdapat pada
susunannya, balagahnya, dan pensyariatan-pensyariatannya, juga pada pencakupan
hukum-hukumnya, serta pada keadilan, rahmat dan hikmahnya, juga pada
terpenuhinya semua kebutuhan manusia, juga pada tetap adanya tanpa tambahan dan
pengurangan, juga pada pengaruhnya yang besar terhadap hati, dan sungguh para
jin dan manusia tidak mampu untuk mendatangkan semisal dengannya, atau sepuluh
surat saja semisalnya, Allah Ta’ala
berfirman:
{قُلْ
لَئِنِ
اجْتَمَعَتِ
الْإِنْسُ
وَالْجِنُّ
عَلَى أَنْ
يَأْتُوا
بِمِثْلِ
هَذَا الْقُرْآنِ
لَا
يَأْتُونَ
بِمِثْلِهِ
وَلَوْ كَانَ
بَعْضُهُمْ
لِبَعْضٍ
ظَهِيرًا}
الإسراء: ٨٨
Katakanlah:
“Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa
Alquran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia,
sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (QS.
Al-Isra: 88)
Bahkan
mereka tidak mampu untuk mendatangkan satu surat yang serupa dengannya, bahkan
seperti surat Al-Kautsar saja mereka tidak mampu, padahal ia hanya sepuluh
kata, dan ketika orang-orang kafir meminta tanda yang terlihat Allah
menjelaskan bahwasanya Alquran adalah mukjizat terbesar, Allah Ta’ala berfirman:
{
وَقَالُوا
لَوْلَا
أُنْزِلَ
عَلَيْهِ آيَاتٌ
مِنْ رَبِّهِ
قُلْ
إِنَّمَا
الْآيَاتُ
عِنْدَ
اللَّهِ
وَإِنَّمَا
أَنَا
نَذِيرٌ مُبِينٌ
(50) أَوَلَمْ
يَكْفِهِمْ
أَنَّا أَنْزَلْنَا
عَلَيْكَ
الْكِتَابَ
يُتْلَى عَلَيْهِمْ
إِنَّ فِي
ذَلِكَ
لَرَحْمَةً
وَذِكْرَى
لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ}
العنكبوت: ٥٠
– ٥١
Dan
orang-orang kafir Mekah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya
mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya
mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang
pemberi peringatan yang nyata”. Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya
Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) sedang dia dibacakan kepada
mereka? Sesungguhnya dalam (Alquran) itu terdapat rahmat yang besar dan
pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ankabut: 50-51)
Dan
Alquranul karim mengajak bicara akal manusia pada setiap zaman dengan
bukti-bukti dan dalil-dalil yang tunduk dengannya akal, sehingga manusia
mengikuti kebenaran dengan rasa ridho dan cinta terhadap kebenaran, benci pada
kebatilan, atau seorang manusia berpaling disebabkan sifat keras kepala dan sombong,
karena telah jelas baginya kebenaran dan kebatilan, dan telah tegak hujjah
Allah kepadanya, dan ia tidak mencelakai kecuali dirinya sendiri, dan Alquranul
karim menempuh berbagai macam metode yang bermanfaat untuk memberi petunjuk
kepada orang-orang yang dibebankan syariat, yang tidak mampu ditempuh oleh akal
manusia, Allah Ta’ala
berfirman:
{إِنَّ
هَذَا
الْقُرْآنَ
يَهْدِي
لِلَّتِي هِيَ
أَقْوَمُ
وَيُبَشِّرُ
الْمُؤْمِنِينَ
الَّذِينَ
يَعْمَلُونَ
الصَّالِحَاتِ
أَنَّ لَهُمْ
أَجْرًا
كَبِيرًا}
الإسراء: ٩
“Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada
(jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin
yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
(QS. Al-Isra: 9)
Alquranul
Al-Adzhim memberikan manfaat kepada orang-orang yang dibebankan syariat dengan
manfaat yang sangat besar dan akan memperbaiki kondisi masyarakat, serta
menyebarkan rahmat dan keadilan, juga memperbaiki hati dan mendatangkan
kebaikan-kebaikan serta menolak keburukan-keburukan dan kehancuran-kehancuran,
jika orang-orang yang dibebankan syariat senantiasa membacanya, dan
mentadabburi makna-maknanya dan mengamalkan isinya, serta mereka mempelajarinya
dan mengajarkannya, dan inilah jalan para sahabat radiallahu ‘anhum, mereka mengajarkan
Alquran kepada ummat, sebagai pengamalan dari wasiat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam,
dan sungguh Umar radiallahu
‘anhu memerintahkan para pembantunya dan para sahabat di
kota-kota untuk mengajarkan manusia Alquran dan mengurangi dari mengajarkan
hadits, ia berkata : agar para manusia tidak disibukkan dari Alquran, dan
Alquran adalah sebab kehidupan dan kemuliaan mereka, dan pemutus diantara
mereka, tidaklah datang kepada mereka permasalahan besar atau kecil kecuali
mereka mendapati hukumnya dalam Alquran, karena ia adalah cahaya kehidupan
mereka, dan pembimbing mereka menuju semua kebaikan, dan tidak ada kebaikan
untuk ummat islam kecuali dengan mengikuti jalan dan menempuh jejak mereka,
karena Alquran lah yang menjaga mereka dari fitnah-fitnah, dan melembutkan
antara hati-hati masyarakatnya serta menyelesaikan permasalahannya, dari Ali radiallahu ‘anhu ia
berkata : Rasulullah sallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
ألا
إنها ستكون
فتنة. فقلت: ما
المخرج منها
يا رسول الله؟
قال: كتاب
الله فيه نبأ
ما قبلكم وخبر
ما بعدكم،
وحكم ما
بينكم، وهو
الفصل ليس بالهزل،
من تركه من
جبار قصمه
الله، ومن
ابتغى الهدى
في غيره أضله
الله، وهو حبل
الله المتين، وهو
الذكر
الحكيم، وهو
الصراط
المستقيم، هو الذي
لا تزيغ به
الأهواء، ولا
تلتبس به
الألسنة، ولا
يشبع منه
العلماء، ولا
يخلق على كثرة
الرد، ولا
تنقضي
عجائبه، هو
الذي لم تنته
الجن إذ سمعته
حتى قالوا:
{إنا سمعنا
قرآنا عجبا
يهدي إلى
الرشد} من قال
به صدق، ومن
عمل به أجر،
ومن حكم به
عدل، ومن دعا
إليه هدى إلى
صراط مستقيم
“Ketahuilah sesungguhnya akan terjadi fitnah.” Maka
aku berkata, “Apa jalan keluar wahai Rasulullah?” Beliau berkata,
“Kitabullah, padanya ada berita apa yang telah berlalu, dan kabar apa
yang akan datang, dan hukum diantara kalian, ia adalah pemutus bukan senda
gurau, siapa yang meninggalkannya karena keangkuhan Allah akan
membinasakannya, siapa yang mencari petunjuk pada selainnya Allah akan
menyesatkannya, ia adalah tali Allah yang kuat, dan peringatan yang penuh
hikmah, dan ia adalah jalan yang lurus, tidak akan sesat dari kebenaran dengan
mengikutinya, tidak sulit untuk lisan untuk membacanya, tidak kenyang darinya
para ulama, tidak usang disebabkan banyaknya diulang-ulang, tidak akan habis
keajaiban-keajaibannya, dialah yang tidak berhenti para jin ketika mendengarnya
hingga mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran
yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, siapa
yang berkata dengannya ia telah berkata benar, siapa yang mengamalkan isinya
akan diberi pahala, dan siapa yang berhukum dengannya dia telah berbuat adil,
dan siapa yang mengajak kepadanya ia akan dibimbing kepada jalan yang
lurus’. “(HR. Tirmidzi).
Seandainya
orang-orang yang dibebankan syariat mereka perhatian terhadap Alquran seperti
perhatian para salafussaleh, dari sisi pembelajaran, pengajaran dan pengamalan,
maka akan menjadi lebih baik keadaan kaum muslimin hari ini, dan sungguh mereka
akan berada pada kemuliaan yang menyenangkan mereka dan membuat sedih musuh
mereka, dan tidaklah menjadi jelek keadaan kaum muslimin, kecuali karena mereka
kurang dalam mempelajari Alquran dan mengajarkannya serta kurang membacanya dan
mengamalkan isinya, juga kurang memperhatikannya, dan Allah telah menjadikan
membaca Alquran sebagai ibadah, maka barangsiapa membaca darinya satu huruf
maka untuknya pada setiap huruf sepuluh kebaikan (HR. Tirmidzi)
Dari
sahabat Ibnu Mas’ud radiallahu
‘anhu, dan dari Ibnu Abbas radiallahu
‘anhuma ia berkata: berkata seorang laki-laki, “Wahai
Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasulullah
menjawab, “Al-Haal wal murtahil.” Ia berkata, “Apakah Al-haal
wal murtahil itu?” Rasulullah menjawab, “Yang membaca Alquran dari
awal sampai akhir, setiap dia selesai dia baca lagi dari awal.”
(HR.Tirmidzi).
Dan
pahala bagi yang membaca dengan menghafal dan yang membaca dari mushaf, Allah Ta’ala berfirman:
{إِنَّ
الَّذِينَ
يَتْلُونَ
كِتَابَ
اللَّهِ
وَأَقَامُوا
الصَّلَاةَ
وَأَنْفَقُوا
مِمَّا
رَزَقْنَاهُمْ
سِرًّا
وَعَلَانِيَةً
يَرْجُونَ
تِجَارَةً
لَنْ تَبُورَ}
فاطر: ٢٩
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah
dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami
anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu
mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29)
أَقُوْلُ
هَذَا
القَوْلَ
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
يَغْفِرْ
لَكُمْ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الفَضْلِ
وَالجُوْدِ وَالاِمْتِنَانِ
, وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ
, وَأَشْهَدُ
أَنَّ محمداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
؛صَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا .
أَمَّا
بَعْدُ عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى .
Segala
puji bagi Allah yang maha perkasa lagi maha pemberi, yang telah menurunkan
Al-Kitab, aku memuji Rabbku dan bersyukur kepadaNya , serta bertaubat kepadaNya
dan meminta ampun kepadaNya, dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada
sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah yang esa, tidak ada sekutu
bagiNya, maha penyayang lagi maha penerima taubat, dan aku bersaksi bahwasanya
Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hamba dan RasulNya, yang memberi
syafaat dan yang diterima syafaatnya pada hari perhitungan, ya Allah
curahkanlah shalawat dan salam dan berkahilah hambamu dan Rasulmu Muhammad,
juga kepada keluarganya, para sahabatnya yang mengikuti sunnah dan Alquran.
Amma
ba’du :
Bertakwalah
kalian kepada Allah dengan mendekatkan diri kepadanya dengan amalan-amalan
saleh, dan dengan meninggalkan hal-hal yang diharamkan.
Wahai
kaum muslimin, sesungguhnya wasiat terakhir Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam ketika
haji wadaa’ adalah anjuran yang tegas agar berpegang teguh dengan
kitabullah Ta’ala,
yang mana pada perkumpulan yang besar itu Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda : saya meninggalkan pada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang
teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat setelahku, kitabullah, kitabullah dan
sunnahku, karena Alquran adalah tali Allah yang kuat, siapa yang berpegang
teguh kepadanya ia akan membimbingnya kepada keridhoan Allah dan surga-surganya
yang penuh kenikmatan, dan ia akan memberinya petunjuk menuju semua kebaikan,
dan ia akan menjauhkannya dari semua kejelekan dan musibah, Allah Ta’ala berfirman:
{وَاعْتَصِمُوا
بِحَبْلِ
اللَّهِ
جَمِيعًا
وَلَا
تَفَرَّقُوا}
آل عمران: ١٠٣
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,
dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 103)
Allah
juga berfirman:
{وَهَذَا
كِتَابٌ
أَنْزَلْنَاهُ
مُبَارَكٌ
فَاتَّبِعُوهُ
وَاتَّقُوا
لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ}
الأنعام: ١٥٥
“Dan Alquran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang
diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kalian dirahmati.” (QS.
Al-An’am: 155)
Dan
barangsiapa yang ingin diajak berbicara oleh Rabbnya maka hendaklah ia membaca
kitabnya.
Wahai
hamba Allah sekalian, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat
untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَابَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً
لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
اَللَّهُمَّ
افْتَحْ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَ قَوْمِنَا
بِالحَقِّ
وَأَنْتَ
خَيْرُ الفَاتِحِيْنَ
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
عِلْمًا
نَافِعًا
وَرِزْقًا
طَيِّبًا
وَعَمَلًا
مُتَقَبَّلًا
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ
وصلى
الله على
نبينا محمد
وعلى آله
وصحبه و مَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Ali bin Abdurrahman al-Hudzaifi (imam dan khotib
Masjid Nabawi)
Penerjemah:
Ustadz Iqbal Gunawan, Lc