Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ , وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا , مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ
مَعَاشِرَ
المُؤْمِنِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ
فَإِنَّ مَنِ
اتَّقَى
اللهَ
وَقَاهُ
وَأَرْشَدَهُ
إِلَى خَيْرٍ
أُمُوْرٍ
دِيْنِهِ
وَدُنْيَاهُ .
Ibadallah,
Di
antara bentuk kesempurnaan dan kemuliaan agama Islam adalah memuliakan kaum
perempuan, menjaga mereka, dan menjunjung tinggi kehormatan mereka. Kaum
perempuan yang hidup di bawah naungan Islam akan diarahkan kepada adab-adab
yang terhormat dan kehidupan yang penuh kebahagiaan, baik di dunia maupun di
akhirat. Kaum perempuan akan senantiasa menikmati kehidupan selama mereka
memiliki pola hidup yang islami, menjaga syariat, memperhatikan hak-hak Islam
dan kewajiban yang ada pada mereka.
Ibadallah,
Aturan-aturan
Islam untuk wanita muslimah bukanlah aturan yang membebani mereka atau membuat
mereka tidak merdeka, akan tetapi aturan tersebut adalah tata norma dan adab
mulia yang menjadikan kaum perempuan terjaga kehormatannya di tengah pergaulan
masyarakat. Apabila kaum perempuan meninggalkan adab dan akhlak islami ini,
keutamaan dan kemuliaan pun akan pergi meninggalkan mereka. Mereka akan
berhadapan dengan perkara-perkara hina dan rendah, dosa-dosa, dan hal-hal yang
berbahaya.
Ibdallah,
Alangkah
indahnya perempuan yang hidup dalam pemeliharaan Islam. Alangkah indahnya, kaum
perempuan yang menjaga adab dan akhlak syariat. Mereka akan merasakan
bahagianya hidup dan bahagianya berpegang pada norma-norma yang luhur.
Pada
kessempatan kali ini, khotib hendak menyampaikan bagaimana Islam membimbing
wanita muslimah:
Pertama: sesuatu yang paling asasi yang harus
diperhatikan kaum perempuan adalah perhatian mereka terhadap ibadah kepada
Allah. Allah Ta’ala
berfirman,
وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
“…dan
dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul
bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33).
Kedua: hendaknya kaum perempuan
memperhatikan pakaian mereka. Mereka wajib untuk berbusana dengan busana
seorang muslimah, mengenakan hijab dan menutup seluruh aurat mereka dari
pandangan laki-laki. Allah Ta’ala
berfirman,
يَا
أَيُّهَا
النَّبِيُّ
قُل
لِّأَزْوَاجِكَ
وَبَنَاتِكَ
وَنِسَاء
الْمُؤْمِنِينَ
يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ
مِن
جَلَابِيبِهِنَّ
ذَلِكَ
أَدْنَى أَن
يُعْرَفْنَ
فَلَا يُؤْذَيْنَ
وَكَانَ
اللَّهُ
غَفُوراً رَّحِيماً
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih
mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).
Allah
Ta’ala
juga berfirman,
وَإِذَا
سَأَلْتُمُوهُنَّ
مَتَاعاً
فَاسْأَلُوهُنَّ
مِن وَرَاء
حِجَابٍ
ذَلِكُمْ أَطْهَرُ
لِقُلُوبِكُمْ
وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka
(isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu
lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 33).
Ketiga: senantiasa berada di rumah jika
tidak ada keperluan. Allah Ta’ala
berfirman,
وَقَرْنَ
فِي
بُيُوتِكُنَّ
وَلَا
تَبَرَّجْنَ
تَبَرُّجَ
الْجَاهِلِيَّةِ
الْأُولَى
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.”
(QS. Al-Ahzab: 33).
Keempat: kaum perempuan hendaknya menjaga
diri untuk tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Perbuatan
ini bisa menimbulkan bahaya untuk dirinya, sehingga Allah tidak menghalalkan
hal ini untuk mereka. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ
يَخْلُوَنَّ
رَجُلٌ
بِامْرَأَةٍ
إِلاَّ مَعَ
ذِى مَحْرَمٍ
“Tidaklah sekali-kali seorang lelaki berkhalwat dengan
seorang wanita, melainkan yang ketiganya adalah setan.” (Muttafaqun
‘alaihi).
Dalam
hadits lainnya Nabi menjelaskan ketika seseorang berduaan dengan perempuan,
maka akan hadir setan menjadi yang ketiga.
Kelima: hendaknya kaum perempuan menjaga
diri dari campur baur dengan laki-laki dalam satu forum atau perkumpulan.
Karena campur baur yang demikian terbukti menumbuhkan benih-benih kejelekan.
Potensi campur baur di masjid saja mendapat peringatan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
dalam sabdanya,
خَيْرُ
صُفُوفِ
النِّسَاءِ
آخِرُهَا
وَشَرُّهَا
أَوَّلُهَا
“Sebaik-baik shaf perempuan adalah shaf yang paling akhir
dan sejelek-jeleknya adalah shaf yang paling awal.”
Apabila
shalat, Nabi memberi waktu bagi kaum perempuan untuk meninggalkan masjid
sebelum laki-laki keluar dari masjid. Hal ini Nabi terapkan di masjid,
bagaimana kiranya di tempat selain masjid?!
Keenam: hendaknya kaum perempuan tidak
bersafar kecuali ditemani oleh mahramnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا
يَحِلُّ
لِامْرَأَةٍ
تُؤْمِنُ
بِاللهِ
وَالْيَوْمِ
الْآخِرِ
أَنْ
تُسَافِرَ مَسِيرَةَ
يَوْمٍ
وَلَيْلَةٍ
لَيْسَ
مَعَهَا ذُو
مَحْرَمٍ
“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah
dan hari akhir untuk safar sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama
mahramnya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Ketujuh: wanita menjaga diri dari menampakkan
perhiasannya dan memakai wewangian yang tercium oleh laki-laki asing. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا
يَضْرِبْنَ
بِأَرْجُلِهِنَّ
لِيُعْلَمَ
مَا
يُخْفِينَ
مِن
زِينَتِهِنَّ
“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An-Nur: 31).
Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
أَيُّمَا
امْرَأَةٍ
اسْتَعْطَرَتْ
ثُمَّ مَرَّتْ
عَلَى
الْقَوْمِ
لِيَجِدُوا
رِيحَهَا
فَهِيَ
زَانِيَةٌ
“Perempuan mana pun yang menggunakan parfum kemudian
melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya, maka dia seorang
pezina.”( HR. Ahmad).
Kedelapan: perempuan juga hendaknya tidak
mendayu-dayukan suaranya ketika berbicara dengan laki-laki. Allah Ta’ala berfirman,
فَلَا
تَخْضَعْنَ
بِالْقَوْلِ
فَيَطْمَعَ
الَّذِي فِي
قَلْبِهِ
مَرَضٌ
وَقُلْنَ قَوْلاً
مَّعْرُوفاً
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan
yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32).
Kesembilan: sebagaimana laki-laki, perempuan
juga diperintahkan untuk menundukkan pandangannya. Allah Ta’ala berfirman,
وَقُل
لِّلْمُؤْمِنَاتِ
يَغْضُضْنَ
مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
وَيَحْفَظْنَ
فُرُوجَهُنَّ
Katakanlah
kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya…” (QS. An-Nur: 31).
Ma’asyiral
mukminin,
Inilah
beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh kaum perempuan. Kesemua hal
ini bersumber dari Alquran dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hendaknya kita saling tolong-menolong dalam kebaikan, mendidik generasi
perempuan yang utama dan mulia.
Bagi
kaum perempuan, hendaknya mereka bertakwa kepada Allah dalam menjaga diri
mereka dan menjaga diri dalam lingkungan masyarakat. Hendaknya mereka
memperhatikan perintah-perintah Rabb mereka dan wasiat-wasiat Nabi mereka,
karena pada yang demikian itulah terdapat kemuliaan, kesuksesan, dan
kebahagiaan dunia dan akhirat.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
نِسَاءَنَا
وَبَنَاتَنَا
، وَاهْدِنَا
جَمِيْعاً
إِلَيْكَ
صِرَاطاً
مُسْتَقِيْماً
،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْنَا
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَاتِّبَاعِ شَرْعِكَ
وَالْاِهْتِدَاءِ
بِهَدْيِ نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
،
اَللَّهُمَّ
حَبِّبْ
لِنِسَائِنَا
وَبَنَاتِنَا
اَلتَّأَسِّيْ
بِأُمَّهَاتِ
المُؤْمِنِيْنَ
وَبِالصَّحَابِيَاتِ
اَلْجَلِيْلَاتِ
وَبِغَيْرِهِنَّ
مِنَ
النِّسَاءِ
الفَاضِلَاتِ
إِنَّكَ
سَمِيْعُ
الدُّعَاءِ
وَأَنْتَ
أَهْلُ
الرَّجَاءِ
وَأَنْتَ
حَسْبُنَا
وَنِعْمَ
الوَكِيْلِ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الفَضْلِ
وَالجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ
, وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ,
وَأَشْهَدُ
أَنَّ محمداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
؛ صَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ
: اِتَّقُوْا
اللهَ
عِبَادَ
اللهِ .
Ibadallah,
Wajib
bagi kaum perempuan untuk mematuhi dan menjaga wasiat-wasiat Allah dan
Rasul-Nya dengan kesungguhan yang nyata. Hendaklah mereka menyadari dengan
penuh kesadaran bahwa mereka dihadapkan pada banyak hal yang bisa membahayakan
agama mereka. Banyak orang-orang pembuat propaganda dan pecinta kebatilan yang
menargetkan mereka dengan segala tipu daya. Allah Jalla wa ‘Ala
berfirman,
وَاللَّهُ
يُرِيدُ أَنْ
يَتُوبَ
عَلَيْكُمْ
وَيُرِيدُ
الَّذِينَ
يَتَّبِعُونَ
الشَّهَوَاتِ
أَنْ
تَمِيلُوا
مَيْلًا
عَظِيمًا
“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang
yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya
(dari kebenaran).” (QS. An-Nisa’: 27).
Berhati-hatilah
wahai kaum perempuan dari orang-orang yang merayu Anda agar melakukan perbuatan
rendahan dan merusak diri Anda. Jagalah adab dan akhlak Islam. Bergaya hiduplah
denganya agar Anda mulia dan dihormati.
Perempuan
yang cerdas adalah perempuan yang cita-cita kehidupannya adalah menaati Allah
Jalla wa ‘Ala dan menghias diri dengan adab dan akhlak islami. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
إِذَا
صَلَّتِ
الْمَرْأَةُ
خَمْسَهَا،
وَصَامَتْ
شَهْرَهَا،
وَحَفِظَتْ
فَرْجَهَا،
وَأَطَاعَتْ
زَوْجَهَا
قِيلَ لَهَا:
ادْخُلِى
الْجَنَّةَ
مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ
الْجَنَّةِ
شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu,
juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga
kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka
dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam
surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu
Hibban).
Hendaknya
kaum perempuan merenungi janji Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam ini agar mereka kian bersemangat melaksakan
apa yang telah Allah dan Rasul-Nya gariskan untuk mereka.
Hendaknya
yang hadir di sini menjadi suami yang menyampaikan kepada istrinya, menjadi
ayah yang menasihati putrinya, menjadi saudara laki-laki yang menyeru
saudarinya kepada ketaatan dan akhlak yang mulia.
Semoga
Allah Ta’ala
meneguhkan kita semua dan juga wanita-wanita muslimah agar terus berpegang
teguh dengan Alquran dan sunnah. Semoga Allah melindungi kita dan para wanita
muslimah, dari godaan untuk melakukan sesuatu yang tercela dan hina.
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَاكُمُ اللهُ – عَلَى مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وقال صلى الله عليه وسلم : ((مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
.وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ
،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
، وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ
وَاحْمِ
حَوْزَةَ الدِّيْنَ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ
. اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةِ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ
وُلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ العَالَمِيْنَ
. اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَ
أَمْرِنَا
لِمَا تُحِبُّهُ
وَتَرْضَاهُ
وَأَعِنْهُ
عَلَى الْبِرِّ
وَالتَقْوَى
، وَسَدِدْهُ
فِي أَقْوَالِهِ
وَأَعْمَالِهِ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
. اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ جَمِيْعَ
وُلَاةَ
أَمْرِ
المُسْلِمِيْنَ
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَاتِّبَاعِ
سُنَّةِ
نَبِيِّكَ
محمد صلى الله
عليه وسلم
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَةَ
وَالغِنَى .
اَللَّهُمّ
آمِنْ
رَوْعَاتَنَا
وَاسْتُرْ
عَوْرَاتَنَا،
اَللَّهُمّ
آمِنْ
رَوْعَاتَنَا
وَاسْتُرْ عَوْرَاتَنَا
، اَللَّهُمّ
آمِنْ
رَوْعَاتَنَا
وَاسْتُرْ
عَوْرَاتَنَا.
اَللَّهُمَّ
إِنَّ
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
مُنْكَرَاتِ
الأَخْلَاقِ
وَالأَهْوَاءِ
وَالأَدْوَاءِ
،
اَللَّهُمَّ
اهْدِنَا
لِأَحْسَنِ
الأَخْلَاقِ
لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا
إِلَّا
أَنْتَ ،
وَاصْرِفْ عَنَّا
سَّيِّئَهَا
لَا يَصْرِفُ
عَنَّا سَيِّئَهَا
إِلَّا
أَنْتَ .
وَصَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
وَبَارَكَ
وَأَنْعَمَ
عَلَى
عَبْدِهِ
وَرَسُوْلِهِ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَآلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
.
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com