Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
﴿يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ
حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ﴾[آل
عمران:102].
﴿يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمْ
الَّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيرًا
وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
الَّذِي
تَتَسَاءَلُونَ
بِهِ وَالأَرْحَامَ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾[النساء:1].
﴿يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعْ
اللَّهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا﴾[الأحزاب:70-71].
أما
بعد:
Kaum
muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Di
antara akidah Ahlusunnah wal Jamaah adalah beriman kepada hari akhir. Hal ini
telah disepakati menjadi bagian dari rukun iman yang enam. Hari kiamat memiliki
tanda-tanda, ada tanda yang besar da nada tanda yang kecil. Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman,
اقْتَرَبَ
لِلنَّاسِ
حِسَابُهُمْ
وَهُمْ فِي
غَفْلَةٍ
مُعْرِضُونَ
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan
mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling
(daripadanya).” (QS. Al-Anbiya: 1).
Firman-Nya
yang lain,
أَتَى
أَمْرُ
اللَّهِ
فَلاَ
تَسْتَعْجِلُوهُ
“Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu
meminta agar disegerakan (datang)nya…” (QS. An-Nahl: 1).
Dan
juga firman-Nya,
فَهَلْ
يَنْظُرُونَ
إِلاَّ
السَّاعَةَ
أَنْ
تَأْتِيَهُمْ
بَغْتَةً
فَقَدْ جَاءَ
أَشْرَاطُهَا
“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari
kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena
sesungguhnya telah datang tanda-tandanya.” (QS. Muhammad: 18).
Di
antara tanda-tanda yang besar adalah keluarnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa
‘alaihissalam.
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Hudzaifah al-Ghifari radhiallahu ‘anhu,
ia berkata
اطَّلَعَ
النَّبِىُّ
-صلى الله
عليه وسلم- عَلَيْنَا
وَنَحْنُ
نَتَذَاكَرُ
فَقَالَ مَا
تَذَاكَرُونَ.
قَالُوا
نَذْكُرُ
السَّاعَةَ.
قَالَ
إِنَّهَا
لَنْ تَقُومَ
حَتَّى تَرَوْنَ
قَبْلَهَا
عَشْرَ
آيَاتٍ.
فَذَكَرَ الدُّخَانَ
وَالدَّجَّالَ
وَالدَّابَّةَ
وَطُلُوعَ
الشَّمْسِ
مِنْ مَغْرِبِهَا
وَنُزُولَ
عِيسَى ابْنِ
مَرْيَمَ -صلى
الله عليه
وسلم-
وَيَأْجُوجَ
وَمَأْجُوجَ
وَثَلاَثَةَ
خُسُوفٍ
خَسْفٌ
بِالْمَشْرِقِ
وَخَسْفٌ
بِالْمَغْرِبِ
وَخَسْفٌ
بِجَزِيرَةِ
الْعَرَبِ
وَآخِرُ
ذَلِكَ نَارٌ
تَخْرُجُ
مِنَ الْيَمَنِ
تَطْرُدُ
النَّاسَ
إِلَى
مَحْشَرِهِمْ.
“Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam memperhatikan kami ketika sedang
berbincang-bincang. Beliau berkata, “Apa yang sedang kalian
perbincangkan?” Kami menjawab, “Kami sedang berbincang-bincang
tentang hari kiamat.”
Beliau
bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh
tanda.” Lalu beliau menyebutkan, “(1) Dukhan (asap yang meliputi
manusia), (2) Keluarnya Dajjal, (3) Daabah (binatang yang bisa berbicara), (4)
terbitnya matahari dari barat, (5) turunnya ‘Isa bin Maryam
‘alaihimassalam, (6) keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, (7,8,9)
terjadinya tiga longsor besar yaitu di timur, di barat dan di jazirah Arab,
yang terakhir adalah (10) keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke
tempat berkumpulnya mereka”.”
Para
ulama menasihatkan untuk sering menasihati umat dengan mengingat-ingat fitnah
Dajjal sebagaimana Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam pun sering mengingatkan para sahabatnya
tentang Dajjal. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ
يَخْرُجُ
الدَّجَّالُ
حَتَّى
يَذْهَلَ
النَّاسُ
عَنْ
ذِكْرِهِ
وَحَتَّى
تَتْرُكَ
الأَئِمَّةُ
ذِكْرَهُ
عَلَى
الْمَنَابِرِ
“Dajjal tidak akan keluar sehingga manusia lupa
mengingatnya dan para imam (khotib) tidak menyampaikan tentangnya di atas mimbar.”
(HR. Abdullah bin Ahmad).
Para
ulama telah menulis banyak buku dan mengumpulkan hadits-hadits yang
diriwayatkan dari Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam tentang permasalahan ini. Di antara yang
mengumpulkan hadits-hadits tentang Dajjal adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin
al-Albani. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ !
إِنَّهَا
لَمْ تَكُنْ
فِتْنَةً
عَلَى وَجْهِ
الأَرْضِ
مُنْذُ ذَرَأَ
اللهُ
ذُرِّيَةَ
آدَمَ
أَعْظَمُ مِنْ
فِتْنَةِ
الدَّجَّالُ
وَ إِنَّ
اللهَ عَزَّ
وَ جَلَّ لَمْ
يُبْعَثْ
نَبِيًّا
إِلَّا حَذَرَ
أُمَّتَهُ
الدَّجَّالَ
وَ أَنَا آخِرُ
الأَنْبِيَاءِ
وَ أَنْتُمْ
آخِرُ الأُمَمِ
وَ هُوَ
خَارِجٌ
فِيْكُمْ لَا
مَحَالَةَ
“Wahai sekalian manusia, sungguh tidak ada fitnah yang
lebih besar dari fitnah Dajjal di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan anak
cucu Adam. Tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan
memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi
yang paling terakhir dan kalian juga ummat yang paling terakhir, maka tidak
dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah kalian.”
(Dikeluarkan dalam Shahih Al
Jaami’ Ash Shoghir no. 13833. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini shahih)
Diriwayatkan
dari ‘Umar radhyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
بَيْنَا
أَنَا
نَائِمٌ
أَطُوْفُ
بِالْبَيْتِ…
(فَذَكَرَ
أَنَّهُ
رَأَى
عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ
، ثُمَّ رَأَى
الدَّجَّالَ،
فَوَصَفَهُ،
فَقَالَ:)
فَإِذَا
رَجُلٌ
جَسِيْـمٌ،
أَحْمَرُ،
جَعْدُ
الرَّأْسِ،
أَعْوَرُ
الْعَيٍنِ،
كَأَنَّ
عَيْنَهُ
عِنَبَةٌ طَافِئَةٌ؛
قَالُوْا:
هَذَا
الدَّجَّالُ
أَقْرَبُ
النَّاسِ
بِهِ شَبَهًا
اِبْنُ قَطَنٍ،
رَجُلٌ مِنْ
خُزَاعَةَ.
“Ketika aku sedang tidur, aku (bermimpi) melakukan thawaf
di sekeliling Ka’bah….” (Kemudian beliau menuturkan bahwa
beliau melihat Nabi Isa ‘alaihissalam,
lalu melihat Dajjal lalu menggambarkan ciri fisiknya, beliau berkata),
“Tiba-tiba saja ada seorang laki-laki dengan badan yang besar, merah
(kulitnya), rambutnya keriting, matanya buta sebelah, seolah-olah matanya
adalah buah anggur yang menonjol.” Mereka (para sahabat) berkata,
“Orang yang paling mirip dengan Dajjal ini adalah Ibnu Quthn, seorang
laki-laki dari Khuza’ah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu
Quthn adalah salah seorang dari kabilah Khuza’ah yang wafat pada masa
jahiliyah.
Diriwayatkan
dari Umar radhiallahu anhu,
bahwasanya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam menceritakan Dajjal di tengah-tengah
sahabatnya, beliau bersabda,
إِنَّ
اللهَ
تَعَالَى
لَيْسَ
بِأَعْوَرَ، أَلاَ
وَإِنَّ
الْمَسِيْحَ
الدَّجَّالَ
أَعْوَرُ
الْعَيْنِ
الْيُمْنَى؛
كَأَنَّ
عَيْنَهُ
عِنَبَةٌ
طَافِيَةٌ.
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak picek (buta
sebelah), dan ketahuilah sesungguhnya al-Masih Dajjal adalah picek mata sebelah
kanannya. Matanya bagaikan anggur yang menonjol.” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Dijelaskan
dalam hadits an-Nawwas bin Sam’an radhiallahu
anhu, beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda ketika mensifati Dajjal:
إِنَّهُ
شَابٌّ،
قَطَطٌ،
عَيْنُهُ
طَافِيَةٌ،
كَأَنِّي
أُشَبِّهُهُ
بِعَبْدِ
الْعُزَّى
بْنِ قَطَنٍ.
“Sesungguhnya dia adalah seorang pemuda, rambutnya sangat
keriting, matanya menonjol, seolah-olah aku sedang menyerupakannya dengan
‘Abdul ‘Uzza bin Quthn.” (HR. Muslim).
Dalam
hadits Abu Hurairah Radhiallahu
anhu, Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
وَأَمَّا
مَسِيْحُ
الضَّلاَلَةِ؛
فَإِنَّهُ
أَعْوَرُ
الْعَيْنِ،
أَجْلَى
الْجَبْهَةِ،
عَرِيْضُ
النَّحْرِ،
فِيْهِ
دَفَأٌ.
“Adapun Masihud Dhalalah (Dajjal), maka sesungguhnya dia
buta sebelah matanya, keningnya lebar, atas dadanya bidang dan badannya agak bongkok.”(HR.
Ahmad).
Dalam
hadits Anas radhiallahu anhu,
beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ
بَيْنَ
عَيْنَيْهِ
مَكْتُوْبٌ
كَافِرٌ.
“Dan sesungguhnya di antara dua matanya tertulis
Kaafir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam
satu riwayat:
ثُمَّ
تَهَجَّاهَا
(ك، ف، ر)؛
يَقْرَؤُهُ
كُلُّ
مُسْلِمٍ.
“Kemudian beliau mengejanya kaaf faa’ raa’,
setiap muslim dapat membacanya.”(HR. Muslim).
Sementara
dalam riwayat lain:
يَقْرَؤُهُ
كُلُّ
مُؤْمِنٍ
كَاتِبٌ
وَغَيْرُ
كَاتِبٍ.
“Setiap mukmin dapat membacanya, baik yang bisa menulis
atau tidak.” (HR. Muslim).
Tulisan
tersebut nampak secara hakiki. Semua manusia tidak memiliki masalah dalam
tulisan ini, yang pintar maupun yang tidak berpengetahuan. Demikian pula orang
yang ummi (buta huruf), “Hal itu karena sesungguhnya kemampuan mata
diciptakan oleh Allah untuk para hamba sesuai dengan kehendak-Nya dan kapan Dia
menghendakinya. Seorang mukmin akan dapat melihatnya dengan mata penglihatannya
walaupun dia tidak bisa menulis; sementara orang kafir tidak melihatnya
walaupun dia bisa menulis, sebagaimana orang-orang yang beriman bisa melihat
berbagai macam dalil dengan pandangannya sementara orang kafir tidak bisa
melihatnya. Maka Allah menciptakan kemampuan untuk melihat (lagi membaca) tanpa
harus belajar terlebih dahulu, karena pada zaman tersebut banyak hal yang
terjadi diluar kebiasaan.
Seluruh
para Nabi mengingatkan umatnya akan kedatangan Dajjal. Ini menunjukkan betapa
bahayanya Dajjal dan betapa banyak manusia yang akan terpedaya dengan Dajjal.
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا
بَيْنَ
خَلْقِ آدَمَ
إِلَى
قِيَامِ السَّاعَةِ
خَلْقٌ
أَكْبَرُ
مِنَ
الدَّجَّالِ.
“Sejak penciptaan Adam sampai hari Kiamat tidak ada satu
makhluk yang lebih besar fitnahnya (menjadi ujian bagi manusia pen.) daripada Dajjal.”
(HR. Muslim).
Tidak
ada makhluk, baik manusia ataupun jin, yang lebih berat menguji manusia, yang
lebih hebat mempengaruhi manusia, yang lebih hebat dalam menjerumuskan manusia
kepada kekufuran lebih dari Dajjal. Bayangkan! Kita lihat pada hari ini banyak
orang yang menyeru kepada kesesatan; ada Mirza Gulam Ahmad yang mengaku sebagai
Nabi, ia memiliki jamaah internasional. Ada pula orang-orang berpaham Islam
liberal, mereka banyak digandrungi dan dipuji sebagai orang-orang moderat. Ada
paham ekstrim seperti ISIS, mereka juga memiliki pengikut yang tidak sedikit,
bahkan pendukung mereka tidak hanya di Irak dan Suriah saja, tapi juga tersebar
di negeri muslim lainnya, dll. Banyak penyeru-penyeru kesesatan dan mereka
semua memiliki pengikut yang banyak. Dan Dajjal, lebih hebat lagi pengaruhnya
disbanding penyeru-penyeru kesesatan yang kita lihat pada hari ini.
Karena
itu, para nabi mengingatkan umatnya akan bahaya Dajjal. Dan mereka
memerintahkan ummatnya agar berlindung dari fitnahnya.
Kaum
muslimin rahimani warahimakumullah,
Setelah
kita mengetahui sifat-sifat Dajjal, lalu kapan dan dimanakah Dajjal akan
keluar? Apakah saat ini Dajjal sudah keluar?
Dari
Abu Bakr ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
pernah bersabda:
الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا: خُرَاسَانُ
“Dajjal
keluar dari daerah di sebelah Timur, namanya Khurasan.” (HR. Ahmad).
Arah
timur yang menjadi tanda tanya, telah ditegaskan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Daerah timur yang beliau maksud adalah daerah Khurasan.
Keterangan
di atas, diperkuat oleh riwayat lain dari Anas bin Malik radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ
الدَّجَّالُ
مِنْ
يَهُودِيَّةِ
أَصْبَهَانَ،
وَمَعَهُ
سَبْعُونَ
أَلْفًا مِنَ
الْيَهُودِ
“Dajjal akan keluar dari daerah Yahudiyah Asbahan. Dia
bersama 70 ribu orang Yahudi.” (HR. Ahmad).
Khurasan:
Satu wilayah yang luas di sebelah Timur Jazirah Arab. Saat ini, yang termasuk
wilayah Khurasan: Nishapur (Iran), Herat (Afganistan), Merv (Turkmenistan), dan
berbagai negeri di Selatan sungai Jihun (sungai Amu Darya).
Asbahan:
Sering juga disebut Asfahan. Termasuk wilayah Iran. 340 km di Selatan Teheran.
Ketika Bukhtanshar menyerang Baitul Maqdis dan menjadikan penduduknya sebagai
tawanan, bersama orang Yahudi. Kemudian mereka ditempatkan di Asfahan. Akhirnya
wilayah tersebut dinamakan kampung Yahudiyah. Ibu kota Asfahan saat ini adalah
Yahudiyah.
Oleh
karena itu, kita lihat saat ini mulai banyak dibangun tempat-tempat ibadah
Yahudi sementara masjid-masjid Ahlussunnah wal jamaah dilarang pemerintah Iran
karena bertentangan dengan paham resmi pemerintah yakni paham Syiah.
Mudah-mudahan
Allah Subhanahu wa
Ta’ala melindungi kita dari fitnah Dajjal, sesungguhnya
Dialah yang Maha Melindungi dan Maha Penyayang.
أَقُوْلُ هَذَا القَوْلِ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
العَالَمِيْنَ
وَلَا
عُدْوَانَ
إِلَّا عَلَى
الظَّالِمَيْنَ
وَأَشْهَدُ
أَلَّا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ .
أَمَّابَعْدُ:
Kaumu
muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Di
antara cara yang bisa melindungi kita dari fitnah al-Masih ad-Dajjal adalah
meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala dengan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Doa tersebut disunnah untuk dibaca pada tasyahud akhir, saat shalat, sebelum
mengucapkan salam. Doa tersebut adalah
اَللَّهُمَّ
إِنِّيْ
أَعُوْذُ
بِكَ مِنْ عَذَابِ
الْقَبْرِ ،
وَمِنْ
عَذَابِ
جَهَنَّمَ ،
وَمِنْ
فِتْنَةِ
الْمَحْيَا
وَالْمَمَاتِ،
وَمِنْ شَرِّ
فِتْنَةِ
الْمَسِيْحِ
الدَّجَّالِ
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari
siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta
dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kemudian
rutin membaca 10 ayat awal dari surat Al-Kahfi. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ
حَفِظَ
عَشْرَ
آيَاتٍ مِنْ
أَوَّلِ سُورَةِ
الْكَهْفِ
عُصِمَ مِنَ
الدَّجَّالِ
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari
surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” (HR.
Muslim).
Kemudian
cara lainnya adalah dengan menjauhi Dajjal itu sendiri. Ketika seseorang hidup
di zaman Dajjal keluar, lalu ia mendengar berita tentang Dajjal, maka hendaknya
ia menghindarkan diri agar tidak menemui Dajjal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
مَنْ
سَمِعَ
بِالدَّجَّالِ
فَلْيَنْأَ
عَنْهُ
فَوَاللهِ
أَنَّ
الرَّجُلَ
لَيَأْتِيْهِ
وَهُوَ
يَحْسَبُ
أَنَّهُ
مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ
بِمَا
يَبْعَثُ
بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ
“Siapa yang mendengar Dajjal telah keluar, hendaklah ia menjauh
darinya (jangan mendatangi Dajjal). Demi Allah, sungguh ada seseorang yang
mendatangi Dajjal dalam keadaan ia menyangka ia seorang mukmin (tidak mungkin
terfitnah dengan Dajjal), namun ternyata ia menjadi pengikut Dajjal karena
terfitnah dengan fenomena-fenomena yang ditunjukkan/ditampakkan Dajjal.”
(HR. Abu Dawud).
Inilah
adab dan wasiat Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam yang seharusnya menjadi renungan bagi
seorang muslim. Hendaknya seseorang tidak tertipu dengan dirinya, menyangka
bahwa imannya kuat, namun kemudian ia menjadi pengikut Dajjal.
Pada
hari ini, kita lihat banyak orang terpengaruh dengan siaran-siaran televisi,
berita-berita di internet, dll. Padahal hal itu jauh lebih ringan dibanding
dengan tipu muslihat dari Dajjal, baik perkataan, perbuatan, maupun hal-hal
yang istimewa yang ditampakkan Dajjal.
Oleh
karena itu, hendaklah kita bertakwa kepada Allah. Memelihara diri kita dan
keluarga kita dari fitnah-fitnah media informasi dan tentu saja berlindung dari
fitnah Dajjal. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
يَجِيْئُ
الدَّجَّالُ
فَيَطَأُ
الأَرْضَ إِلاَّ
مَكَّةَ
وَالْمَدِيْنَةَ,
فَيَجِدُ
بِكُلِّ
نَقْبٍ مِنْ
نَقَابِهَا
صُفُوْفًا
مِنَ
الْمَلاَئِكَةِ
“Tatkala Dajjal datang, dia menjajaki seluruh bumi kecuali
kota Mekah dan Madinah. Dia menjumpai pada setiap gang/lorong terdapat para
malaikat yang berbaris.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibadallah,
Orang
yang cerdas adalah mereka yang menundukkan hawa nafsunya, dan beramal untuk
kehidupan setelah kematian. Dan orang yang lemah adalah mereka yang mengikuti
hawa nafsunya dan panjang angan-angannya.
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَاكُمُ اللهُ – عَلَى مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وقال صلى الله عليه وسلم : ((مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ .وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ
، وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ
وَاجْعَلْ
هَذَا
البَلَدَ
آمِنًا
مُطْمَئِنَّ
وَسَائِرَ بِلَادِ
المُسْلِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
دَوْرِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ
وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ
يَارَبَّ
العَالَمِيْنَ
اَللَّهُمَّ
مَنْ أَرَادَ
أَهْلَ الإِسْلَامِ
بِسُوْءٍ
فَجْعَلْ
كَيْدَهُ فِي
نَحْرِهِ
وَاجْعَلْ
تَدْبِيْرَهُ
تَدْمِيْرُهُ
يَاسَمِيْعُ
الدُّعَاءِ
اَللَّهُمَّ
تَقَبَّلْ
صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا
وَدُعَائَنَا
اَللَّهُمَّ لَا
تَرُدْنَا
خَائِبِيْنَ
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ
يَوْمَ
يَقُوْمُ الْحِسَابِ
رَبَّنَا
اغْفِرْ
وَلَا تَجْعَلْ
فِي
قُلُوْبِنَا
غِلًّا
لِلَّذِيْنَ
أَمَنُوْا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
غَفُوْرٌ
رَحِيْمٌ
لَا
إِلَهَ
إِلَّا
أَنْتَ
سُبْحَانَكَ
إِنِّي
كُنْتُ مِنَ
الظَّالِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ
صَلِّى
وَسَلِّمْ
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَآلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com