Khutbah
Pertama:
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلـٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى
وَرَاقِبُوْهُ
جَلَّ وَعَلَا
،
وَاعْلَمُوْا
أَنَّ
تَقْوَاهُ :
عَمَلٌ بِطَاعَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ رَجَاءَ
ثَوَابَ
اللهِ ،
وَتَرْكٌ
لِمَعْصِيَةِ
اللهِ عَلَى نُوْرٍ
مِنَ اللهِ
خِيْفَةَ
عَذَابِ
اللهِ.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Akhir-akhir
ini, kita simak di media baik televise maupun media cetak, baik lokal maupun
internasional, ramai membicarakan isu tentang ISIS (Islamic State Iraq and
Sham) atau sekarang mereka cukup menamakan diri mereka sebagai IS (Islamic
State). Dengan vulgar media-media menayangkan aksi-aksi mereka yang brutal dan
jauh dari tuntunan Islam. Respon dari masyarakat pun beragam; ada yang karena
berita ini mereka menjadi takut kalau Negara Islam berdiri, kira-kira
demikianlah gambarannya. Ada pula yang semakin antipasti terhadap ajaran Islam
sehingga angka islamphobia kian meningkat. Ada juga yang menyatakan dukungan
terhadap ISIS atau IS. Ada pihak-pihak yang lebih moderat dan pertengahan,
mereka memandang aksi ISIS bukan representasi dari ajaran Islam, ditambah
mereka hanya minoritas yang sangat sedikit jumlahnya. Hanya saja media
membuatnya menjadi bombatis dan berlebihan.
Tidak
diragukan lagi, gembar-gembor media terhadap pemberitaan ini memang berlebihan
bahkan terkadang membuat resah masyarakat yang mendengarkan.
Di
sisi lain, ada sebagian masyarakat yang mengaitkan munculnya ISIS ini dengan
datangnya hari kiamat, segera munculnya Dajjal, dan kedatangan Imam Mahdi.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Pada
kesempatan kali ini, kita tidak sedang membicarakan tentang kejahatan ISIS,
kita akan membicarakan tentang kaitan ISIS dengan datangnya hari kiamat.
Benarkah kelompok yang muncul di Irak ini menjadi tanda dari sekian banyak
tanda-tanda datangnya hari kiamat.
Ibadallah,
Sesungguhnya
kiamat adalah sesuatu yang pasti. Kita tunggu maupun tidak kita tunggu, dia
akan datang tanpa terduga. Dan Allah Ta’ala
menciptakan beberapa tanda akan datangnya kiamat.
فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
“Tidaklah
yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada
mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka
Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah
datang?” (QS. Muhammad: 18)
Tanda
hari kiamat ada dua:
Pertama, tanda kiamat kecil (asyrat shugra).
Bisa
bentuknya peristiwa luar biasa yang terjadi jauh sebelum kiamat, seperti diutusnya
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam atau mukjizat-mukjizat beliau.
Allah
menyebut mukjizat beliau membelah bulan, termasuk tanda kiamat.
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
“Telah
dekat kiamat dan bulan telah terbelah.” (QS. Al-Qomar: 1)
Al-Hafidz
Ibnu Katsir mengatakan,
فبعثة
رسول الله صلى
الله عليه
وسلم من أشراط
الساعة ؛ لأنه
خاتم الرسل
الذي أكمل
الله تعالى به
الدين وأقام
به الحجة على
العالمين ، وقد
أخبر صلى الله
عليه وسلم
بأمارات
الساعة وأشراطها
، وأبان عن
ذلك وأوضحه
بما لم يؤته
نبي قبله
Diutusnya
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam termasuk tanda kiamat. Karena beliau adalah
penghujung para rasul. Dengan beliau, Allah sempurnakan agama dan Allah
tegakkan hujjah kepada seluruh alam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
telah mengabarkan akan tanda-tanda kiamat. Beliau jelaskan kejadian-kejadian
yang belum dijelaskan nabi sebelumnya. (Tafsir
Ibnu Katsir, 7/315).
Termasuk
tanda kiamat kecil adalah semua kejadian yang biasa bagi manusia, bahkan
munculnya umumnya tidak disadari, tapi disebut sebagai tanda kiamat dalam
Alquran dan sunah. Seperti dicabutnya ilmu, tersebarnya kebodohan di
masyarakat, maraknya minum khamr, berlomba-lomba meninggikan bangunan, terjadi
banyak pembunuhan, kekacauan, dst.
Kedua, tanda kiamat kubro.
Itulah
kejadian besar, peristiwa luar biasa, yang menunjukkan dekatnya kiamat. Seperti
munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa ‘alaihis
salam, munculnya Yakjuj dan Makjuj, dst. (Asyrat Sa’ah, Yusuf al-Wabil,
hlm. 77).
Apakah
ISIS Termasuk tanda Kiamat?
Dari
Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا، وَيُصْبِحُ كَافِرًا، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي
Sesungguhnya
sebelum kiamat akan terjadi banyak fitnah, seperti sepotong malam yang gelap.
Pagi hari seseorang masih mukmin, sore sudah menjadi kafir. Sore hari seseorang
beriman, paginya menjadi kafir. Orang yang duduk lebih baik dari pada yang
berdiri, yang berjalan lebih baik dari pada berlari. (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu
Majah, dan yang lainnya).
Dan
umumnya, fitnah itu muncul dari daerah timur. Irak, Iran, Asia tengah dan
sekitarnya.
Dari
Ibnu Umar radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam pernah berdoa,
اَللَّهُمَّ
بَارِكْ
لَنَا فِي
شَامِنَا اللَّهُمَّ
بَارِكْ فِي
يَمَنِنَا
Ya
Allah, berkahilah daerah Syam untuk kami (kaum muslimin) dan berkahilah daerah
Yaman.
Beliau
mengulang-ulang hingga para sahabat mengatakan,
‘Ya Rasulullah, berkahi daerah Irak.’
Kemudian
beliau bersabda,
إِنَّ
بِهَا
الزَّلَازِلَ
وَالفِتَنَ
وَبِهَا
يَطلُعُ
قَرْنُ
الشَّيطَانِ
Di
sana akan muncul banyak gempa bumi dan fitnah. Di sana terbit dua tanduk setan.
(HR. at-Thabrani).
Dalam
hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ
تَقُومُ
السَّاعَةُ
حَتَّى
يُقْبَضَ العِلْمُ،
وَتَكْثُرَ
الزَّلاَزِلُ،
وَيَتَقَارَبَ
الزَّمَانُ،
وَتَظْهَرَ
الفِتَنُ،
وَيَكْثُرَ
الهَرْجُ –
وَهُوَ القَتْلُ
القَتْلُ –
حَتَّى
يَكْثُرَ
فِيكُمُ المَالُ
فَيَفِيضَ
“Tidak akan terjadi kiamat, hingga ilmu dicabut, sering
gempa bumi, waktu menjadi pendek, muncul banyak fitnah, dan banyak terjadi
al-haraj. Yaitu pembunuhan-pembantaian. Hingga kalian banyak mendapatkan harta
dan melimpah.” (HR. Bukhari 1036).
Demikian
beberapa hadis yang menyebutkan kejadian kiamat. Banyak terjadi fitnah, yang
mengancam keselamatan agama manusia.Terutama di daerah Iraq, Iran dan
sekitarnya. Dan banyak terjadi pembunuhan dan pembantaian.
Hanya
saja, kita tidak bisa memastikan apakah yang dimaksud itu adalah kejadian
munculnya ISIS saat ini ataukah kejadian lainnya. Kita tidak tahu. Karena itu,
sikap yang tepat, kita biarkan realita ini berjalan dan tidak memberikan
komentar, maupun mengkaitkannya dengan kedatangan hari kiamat.
أَقُوْلُ
هَذَا
القَوْلِ
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
يَغْفِرْ لَكُمْ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الفَضْلِ
وَالجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ
, وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ,
وَأَشْهَدُ
أَنَّ محمداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
؛ صَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا .
أَمَّا بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ تَعَالَى
.
Ibadallah,
Salah
satu kesalahan yang dilakukan sebagian orang, upaya selalu mengintai tanda-tanda
kiamat. Setiap ada kejadian menarik, dia sebarkan di tengah masyarakat, ini
tanda akhir zaman. Dajjal sudah dekat, Imam Mahdi akan segera keluar, dst.
Bahkan ada yang menjadikannya sebagai bahan ramalan. Besok pulau jawa akan
terbelah, muncul sungai besar memisahkannya, dst.
Dulu
banyak orang tanya kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam tentang kapan kiamat. Dan Allah menurunkan
jawaban kepada mereka melalui ayat Alquran, menegaskan bahwa ini masalah ghaib.
Mengetahui kapan kiamat adalah bagian ilmu Allah yang hanya dimiliki Allah.
يَسْأَلُكَ
النَّاسُ
عَنِ
السَّاعَةِ
قُلْ
إِنَّمَا
عِلْمُهَا
عِندَ
اللَّهِ
وَمَا يُدْرِيكَ
لَعَلَّ
السَّاعَةَ
تَكُونُ قَرِيبًا
Manusia
bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya
pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. dan tahukah
kamu (hai Muhammad), boleh Jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS.
al-Ahzab: 63)
Tentu
saja, ini termasuk sikap tercela. Karena tujuan adanya banyak peristiwa dan
fitnah di akhir zaman, bukan untuk dijadikan bahan perdebatan kapan kiamat.
Tapi agar manusia semakin takut kepada Allah. Sehingga berusaha mencari jalan
terbaik, untuk kebaikan dunia dan akhiratnya.
Dr.
Umar al-Asyqar mengatakan,
فالبحث
في هذا الأمر،
والزعم أن
الساعة ستقع في
عام بعينه
تَقَوُّل على
الله بغير
علم، والخائضون
في ذلك
مخالفون
للمنهج
القرآني النبوي
الذي وجه
الناس إلى ترك
البحث في هذا
الموضوع،
ودعاهم إلى
الاستعداد
لهذا اليوم
بالإيمان
والعمل الصالح
Mencari-cari
tanda kiamat, atau meramal bahwa kiamat akan terjadi di tahun sekian, termasuk
berbicara atas nama Allah tanpa bukti. Orang yang memperdebatkan hal ini, telah
menyimpang dari pelajaran yang disampaikan dalam Alquran dan sunah nabi, yang
mengajarkan manusia agar meninggalkan upaya mengkait-kaitkan tanda-tanda
kiamat. Dan mengajak mereka untuk mempersiapkan diri dengan menguatkan iman dan
amal soleh. (al-Yaum al-Akhir, al-Qiyamah as-Shugra, Dr. Umar al-Asyqar, hlm.
121).
وَاعْلَمُوْا
– رَحمَاكُمُ
اللهُ – أَنَّ
الْكَيِّسَ
مِنْ عِبَادِ
اللهِ مَنْ
دَانَ
نَفْسَهُ
وَعَمِلَ لِمَا
بَعْدَ
المَوْتِ ،
وَالعَاجِزَ
مَنْ أَتْبَعَ
نَفْسَهُ
هَوَاهَا
وَتَمَنَّى عَلَى
اللهِ
الأَمَانِي .
وَصَلُّوْا
وَسَلِّمُوْا
رَعَاكُمُ
اللهُ عَلَى
مُحَمَّدِ ابْنِ
عَبْدِ اللهِ
كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ
بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ
فَقَالَ : ﴿إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
﴾ [الأحزاب:٥٦]
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ .
وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ
، وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
، وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ ،
اَللَّهُمَّ
انْصُرْ
إِخْوَانَنَا
المُسْلِمِيْنَ
اَلَّذِيْنَ
يُجَاهِدُوْنَ
فِي
سَبِيْلِكَ
فِي كُلِّ
مَكَانٍ ،
اَللَّهُمَّ
انْصُرْ مَنْ
نَصَرَ
دِيْنَكَ
وَكِتَابَكَ
وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
،
اَللَّهُمَّ
وَعَلَيْكَ
بِأَعْدَاءِ
الدِّيْنِ
فَإِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُوْنَكَ
،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَجْعَلُكَ
فِي
نُحُوْرِهِمْ
وَنَعُوْذُ
بِكَ
اللَّهُمَّ
مِنْ
شُرُوْرِهِمْ
. اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةِ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ
وُلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا ،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرُ مَنْ
زَكَّاهَا أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا
. اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الُهدَى
وَالتُّقَى
وَالعَفَةَ
وَالغِنَى .
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
ذَاتَ بَيْنِنَا
، وَأَلِّفْ
بَيْنَ
قُلُوْبِنَا
، وَاهْدِنَا
سُبُلَ
السَّلَامِ ،
وَأَخْرِجْنَا
مِنَ
الظُّلُمَاتِ
إِلَى
النُّوْرِ ، وَبَارِكْ
لَنَا فِي
أَسْمَاعْنَا
وَأَبْصَارِنَا
وَأَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا
وَأَمْوَالِنَا
،
وَاجْعَلْنَا
مُبَارَكِيْنَ
أَيْنَمَا كُنَّا
.
(عِبَادَ
اللهِ :
اُذْكُرُوْا
اللهَ يَذْكُرْكُمْ
،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ ).
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ
يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُونَ
[العنكبوت:45].
Oleh
Ustadz Ammi Nur Bait dengan beberapa penyesuaian oleh tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com