Artikel Buletin An-Nur : Rabu, 09 Nopember 05
Bahaya Su'uzhan dan Syak
Su’uzhan dan syak (ragu) terhadap
sesama muslim adalah penyakit yang berbahaya di antara penyakit-penyakit hati.
Sebagian manusia merasakan dampak yang ditimbulkan oleh penyakit itu. Di antara
tandanya adalah jika anda berkata kepadanya dengan suatu kalimat atau anda
melakukan suatu pekerjaan, maka di dalam hatinya terjadi was-was dan prasangka
buruk atas apa yang anda katakan atau lakukan itu. Dan dengan was-wasnya itu
dia menyimpulkan sendiri ucapan dan tindakan orang lain dengan kesimpulan yang
negatif.
Padahal selayaknya dia melakukan receck dan memperjelas sesuatu, sehingga
terang baginya apa yang memotivasi ucapan atau perbuatan tersebut. Bahkan
merupakan kewajiban baginya untuk husnuzhan (berbaik sangka) terhadap
saudaranya sesama muslim, kecuali jika memang jelas baginya bahwa orang
tersebut berbuat buruk. Sebagian orang ada yang jika mendengar kabar dari orang
lain dia langsung bersu'uzhan terhadap perkataan tersebut, padahal Allah subhanahu
wata’ala berfirman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا إِنْ
جَاءَكُمْ
فَاسِقٌ
بِنَبَإٍ
فَتَبَيَّنُوا
أَنْ تُصِيبُوا
قَوْمًا
بِجَهَالَةٍ
فَتُصْبِحُوا
عَلَى مَا
فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jika
datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan
teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui
keadaannya yang menyebab kan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al
Hujuraat 49:6)
Berkata as-Sa'di di dalam tafsirnya, "Ini juga merupakan adab dari sekian
adab yang selayaknya diterapkan dan digunakan oleh orang-orang yang berakal.
Yaitu jika ada seorang fasiq mengabarkan tentang suatu berita, maka hendaknya
mengecek kebenaran beritanya tersebut dan tidak menerimanya dengan serta merta.
Karena yang demikian itu berbahaya sekali dan dapat menjerumuskan ke dalam
dosa. Sebab kabar tersebut jika langsung dinilai sebagai kabar yang benar dan
adil maka akan ikut juga berbagai hal yang menjadi tuntutan dan konsekuensinya.
Maka terkadang menyebabkan kerugian jiwa dan harta dengan cara yang tidak haq
sebagai akibat dari berita itu, dan akhirnya menjadikan penyesalan. Maka wajib
untuk mengecek dan tabayyun ketika mendengar kabar dari seorang yang
fasiq.
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
إِيَّاكُمْ
وَالظَّنَّ
فَإِنَّ
الظَّنَّ أَكْذَبُ
الْحَدِيثِ
"Jauhilah oleh kalian zhann, karena zhann
adalah sedusta-dusta ucapan." (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan zhann
(persangkaan) di sini adalah, "Keraguan yang ditanamkan kepadamu oleh
seseorang tentang suatu hal, lalu kamu menganggapnya sebagai kebenaran dan
memutuskan berdasarkan zhann itu. Dan dikatakan juga ia bermakna,
"Jauhilah oleh kalian su'uzhan (prasangka buruk)."
Oleh karena itu berbaik sangkalah engkau kepada orang, maka orang pun akan
berbaik sangka kepadamu. Selayaknya pula orang yang mendengar suatu ucapan
kemudian dia tidak paham maksudnya atau tidak bisa mencernanya, hendaknya dia
jangan langsung berburuk sangka. Namun bertanya kepada yang bersangkutan (si
pengucap); Apa sebenarnya maksud dari ucapan tersebut agar segalanya menjadi
jelas.
Akibat Buruk Sangka
Buruk sangka terkadang akan mendatangkan berbagai akibat yang buruk, di
antaranya yaitu:
Al-Imam Ibnu Hajar rahimahullah
memandang bahwa su'uzhan terhadap sesama muslim termasuk kabair (dosa
besar) yang tersembunyi. Beliau menyebutkan su'uzhan dalam urutan dosa besar
yang ke tiga puluh satu, beliau mengatakan, "Dosa besar ini (su'uzhan)
merupakan di antara hal yang wajib untuk diketahui oleh setiap mukallaf, supaya
dapat mengobati ketergelincirannya. Karena siapa saja yang di dalamnya terdapat
penyakit ini dia tidak akan dapat bertemu Allah subhanahu wata’ala
dengan hati yang salim (selamat). Dosa besar ini celaannya lebih besar daripada
celaan terhadap dosa zina, mencuri, minum khamr, dan semisal nya dari dosa-dosa
yang dilakukan oleh badan. Ini disebabkan karena besarnya kerusakan yang
ditimbulkan, serta akan memberikan dampak buruk yang berkesinambungan.
Macam-macam Su'uzhan
1.Su'uzhan kepada Allah subhanahu wata’ala
Su'uzhan kepada Allah subhanahu wata’ala lebih parah jika dibandingkan dengan
putus asa dan pupus harapan (padahal dua-duanya dosa besar). Hal ini disebabkan
su'udzan kepada Allah subhanahu wata’ala memuat putus asa dan putus
harapan serta masih ada tambahan lagi, karena telah lancang terhadap Allah subhanahu
wata’ala dengan sesuatu yang tidak layak dengan kemuliaan dan
kemurahan-Nya.
2. Su'uzhan terhadap Muslim
Ini pun termasuk dosa besar, disebabkan karena seseorang yang menghukumi orang
lain hanya dengan zhann, maka akan digiring oleh syetan untuk merendahkan
saudaranya itu, tidak memberikan hak-haknya serta enggan untuk memuliakan dan
menghormatinya.
Bahkan sebaliknya, akan banyak membicarakan kehormatan dan aibnya, padahal ini
adalah sebuah kehancuran dan kebinasaan. Dan setiap orang yang selalu berburuk
sangka kepada orang lain, mencari-cari aibnya maka ketahuilah bahwa dia adalah
orang yang buruk batinnya.
Zhann adalah tercela dalam seluruh perkara, sebagaimana firman Allah subhanahu
wata’ala,
وَمَا
يَتَّبِعُ
أَكْثَرُهُمْ
إِلَّا
ظَنًّا إِنَّ
الظَّنَّ لَا
يُغْنِي مِنَ
الْحَقِّ شَيْئًا
artinya, "Dan kebanyakan
mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu
tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran." (QS.Yunus:36)
Diriwayatkan dari Sa'id bin al-Musayyib, dia berkata, "Sebagian saudaraku
dari kalangan shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menulis
untukku, "Hendaknya engkau letakkan urusan saudaramu pada kondisi yang
terbaik selagi tidak tampak olehmu perkara yang mengalahkan (kebaikannya). Dan
janganlah engkau menyangka kalimat yang keluar dari seorang muslim sebagai
keburukan, sedangkan engkau mendapati kalimat tersebut memiliki kemungkinan
(untuk dianggap sebagai) kebaikan.
Bahaya Su'uzhan
Sedangkan keraguan (syak) akan menimbulkan bahaya sebagai berikut:
Oleh karenanya wahai saudaraku! Hendaklah anda
berbaik sangka kepada orang lain, jangan bersikap meragukan terhadap sesama
muslim agar anda bisa mencintai mereka dan mereka mencintai anda. Dan jauhilah
buruk sangka dan ragu terhadap orang lain, karena hal itu akan menimbulkan
sikap saling menjauh, saling membelakangi, dan perpecahan. Merupakan hak
seorang muslim atas muslim yang lain, apabila bertemu ia mengucapkan salam
kepadanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi jika ada su'uzhan di dalam hati?
Sumber: Buku “Al-Amradh al Khafiyyah wal Aatsar al Jaliyyah,” Yahya Bin Musa
al-Zahrani, Imam Masjid Jami Al-Kbair, di Tabuk KSA.