Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ بَلَّغَ الرِسَالَةَ وَأَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ حَتَّى أَتَاهُ اليَقِيْنُ، وَمَا تَرَكَ خَيْراً إِلَّا دَلَّ الأُمَّةَ عَلَيْهِ وَلَا تَرَكَ شَرّاً إِلَّا حَذَّرَ الْأُمَّةَ مِنْهُ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ
مَعَاشِرَ
المُؤْمِنِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ:
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ
مُرَاقَبَةً
مَنْ يَعْلَمُ
أَنَّ
رَبَّهُ
يَسْمَعُهُ
وَيَرَاهُ.
وَتَقْوَى
اللهَ جَلَّ
وَعَلَا:
عَمَلٌ
بِطَاعَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
رَجَاءَ
ثَوَابَ
اللهِ، وَتَرْكٌ
لِمَعْصِيَةِ
اللهِ عَلَى
نُوْرٍ مِنَ
اللهِ
خِيْفَةَ
عَذَابِ
اللهِ.
Ibadallah,
Merokok
adalah kebiasaan buruk, kesalahan yang terus-menerus, dan tabiat jelek yang
dilakukan oleh banyak orang. Merokok berbahaya bagi badan, menyia-nyiakan
harta, tidak menyehatkan bahkan merusak akal pikiran. Namun kita lihat
orang-orang bisa bertahan melakukannya hari demi hari, bahkan berganti bulan
dan tahun. Kita saksikan ada seseorang yang bertahan dengan kebiasaan buruk ini
begitu lama.
Tahukah
Anda, bahwa rokok itu sangat berbahaya. Ia adalah racun yang mematikan. Dan
berbahaya bagi orang lain. Orang-orang yang merokok tahu persis akan bahaya
ini. Karena sedikit-banyak mereka merasakan dampak dari rokok yang mereka
hisap. Mereka sudah merasakan dampak tersebut dalam waktu yang lama. Namun
anehnya, mereka tetap enggan bersungguh-sungguh berhenti darinya.
Ibadallah,
Allah
telah menganugerahkan kita agama Islam. Agama yang agung dan penuh keberkahan.
Islam datang untuk menjaga akal manusia, badan mereka, dan juga menjaga harta
dan agama. Berkebalikan dari itu, aktivitas merokok merusak hal-hal yang dijaga
Islam tersebut. Hal itu tampak jelas ketika kita membaca buku-buku karya ulama
atau risalah pendek yang mereka tulis. Di dalamnya terdapat penjelasan yang
terang bagi orang awam dan arahan bagi orang yang menyimpang.
Ibadallah,
Bagi
orang-orang yang mempelajari kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip syariat dari
Alquran dan sunnah, tidak diragukan lagi, mereka pasti mengetahui keharaman
rokok. Karena rokok memiliki bahaya yang besar dan dosa yang wajib dijauhi.
Bagi para perokok, hendaknya mereka takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Bertaubat kepada-Nya. Menjauhi dan meninggalkan kebiasaan mereka yang buruk
itu.
Allah
Tabaraka wa Ta’ala
menjelaskan tentang kandungan syariat yang Dia perintahkan Rasul-Nya untuk
menjelaskannya adalah
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ
“Dan
(Rasul itu) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi
mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’raf: 157).
Rokok,
dengan persaksian para perokok sendiri adalah sesuatu yang buruk, bukan sesuatu
yang baik. Rokok dapat membunuh seseorang, membunuh secara perlahan dan
bertahap. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa di antara penyebab kematian
yang paling utama adalah rokok. Diterangkan bahwasanya lebih dari 500 juta
orang mati setiap tahunnya disebabkan oleh rokok. Allah Tabaraka wa Ta’ala
berfirman di dalam Alquran,
وَلاَ
تَقْتُلُواْ
أَنفُسَكُمْ
إِنَّ اللّهَ
كَانَ بِكُمْ
رَحِيماً
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah
adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29).
Dia
juga berfirman,
وَلاَ
تُلْقُواْ
بِأَيْدِيكُمْ
إِلَى التَّهْلُكَةِ
وَأَحْسِنُوَاْ
إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ
الْمُحْسِنِينَ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam
kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195).
Kita
bersama tidak meragukan lagi bahwa para perokok dengan aktivitas merokok yang
mereka lakukan telah menjatuhkan diri mereka dalam kebinasaan. Kebinasaan dalam
kesehatan, harta, badan, bahkan istri dan anak-anaknya pun mendapatkan bahaya
sebagai perokok pasif.
Ibadallah,
Di antara
prinsip agung agama kita sabagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
adalah:
لَا
ضَرَرَ وَلَا
ضِرَارَ
“Tidak boleh berbuat sesuatu yang memberikan mudharat
(bahaya) pada diri sendiri dan orang lain.”
Rokok
mengabaikan prinsip yang agung ini. Rokok itu 100% bahaya dan mudharat, tidak
ada manfaatnya sama sekali. Allah Tabaraka
wa Ta’ala telah mengharamkan khamr, sebagaimana dalam
firman-Nya,
وَإِثْمُهُمَا
أَكْبَرُ مِن
نَّفْعِهِمَا
“Dan dosa keduanya (khamr dan judi) lebih besar dari
manfaatnya.” (QS. Al-Baqarah: 219).
Artinya,
keduanya diharamkan karena bahayanya lebih besar dari manfaatnya. Bagaimana
dengan rokok yang sama sekali tidak bermanfaat, 100% mudharat?
Ibdallah,
Ketahuilah,
merokok itu adalah perbuatan menyia-nyiakan harta. Ada seseorang perokok yang
memiliki usia sebagai perokok aktif selama tujuh tahun, ia menghitung-hitung
uang yang ia habiskan untuk membeli rokok selama tujuh tahun mencapai 150 juta
rupiah. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita,
((
لاَ تَزُولُ
قَدَمَا
عَبْدٍ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
حَتَّى
يُسْأَلَ
عَنْ أربع))
وذكر منها ((
وَعَنْ
مَالِهِ مِنْ
أَيْنَ
اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا
أَنْفَقَهُ ))
“Tidak bergeser kaki kedua kaki seorang hamba pada hari
kiamat, hingga ditanya tentang empat perkara.” Di antaranya adalah
“Tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia
belanjakan.”
Apa
yang akan dijawab oleh seorang perokok pada hari kiamat kelak. Ketika ia
dintanya bagaimana ia membelanjakan hartanya? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah
melarang menyebarkan desas-desus, banyak bertanya (yang tidak manfaat), dan
menyia-nyiakan harta. Tidak diragukan lagi, membeli rokok adalah perbuatan yang
nyata dalam menyia-nyiakan harta.
Ibadallah,
Wajib
bagi seorang muslim untuk bertakwa kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dalam menjaga diri
dan hartanya. Juga dalam menjaga akal dan agamanya. Wajib bagi setiap muslim
menjaga hal-hal tersebut dengan penjagaan yang sempurna. Hendaknya mereka
benar-benar mewaspadai hal-hal yang bisa melalaikan mereka dari penjagaan
tersebut. Harta yang dihabiskan untuk membeli rokok, kemanakah ia pergi?
Perusahaan apa yang memproduksi rokok tersebut? Kebanyakan perusahaan rokok
adalah perusahaan milik orang-orang Yahudi. Bertambahlah kerugian yang dilakukan
oleh para perokok. Mereka telah memberi mudharat pada harta, kesehatan, badan,
ditambah mereka mengirimkan uang-uang mereka ke dalam saku-saku orang-orang
Yahudi.
Ibadallah,
Khotib
pernah membaca dalam sebuah jurnal kedokteran, ada sesuatu yang mengerikan.
Dalam jurnal tersebut dokter menyatakan bahwa ia membawa seorang perokok, lalu
ia meminta si perokok untuk menghebuskan asap rokoknya pada sebuah botol yang
bening. Hal itu terus ia lakukan hingga habis sebatang rokoknya. Akibatnya,
warna dari botol tersebut pun berubah. Ia menjelaskan hal itu adalah dampak
dari asap rokok dan terjadi pula pada paru-paru hal yang lebih berbahaya dan
lebih buruk dari yang terjadi pada botol tersebut.
Oleh
karena itu, para dokter menetapkan bahwa merokok adalah perbuatan yang sangat
berbahaya bagi kesehatan. Buruk bagi mulut, tenggorokan, paru-paru, dan
jantung. Rokok menyebabkan bahaya yang sangat banyak.
Sebelumnya
telah disampaikan bahwa para ulama yang berilmu tentang Alquran dan Sunnah
telah menyepakati akan keharaman rokok. Ia adalah aktivitas yang berdosa jika
dilakukan.
Ibadallah,
Bertakwalah
kepada Allah Tabaraka wa
Ta’ala. Hendaknya para perokok segera meninggalkan rokoknya
dan bertaubat kepada Allah ‘Azza
wa Jalla. Dan pada kesempatan yang mulia ini, kita hadapkan diri
kita kepada Allah Tabaraka
wa Ta’ala, memohon kepada-Nya dengan nama dan sifat-Nya yang
mulia agar Allah membantu saudara-saudara kita yang kita cintai agar diberi
kekuatan untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kebiasaan merokok.
إِنَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَمِيْعُ الدُّعَاءِ وَهُوَ أَهْلُ الرَّجَاءِ وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الوَكِيْلِ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الْفَضْلِ
وَالْجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا
اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ:
اِتَّقُوْا اللهَ
تَبَارَكَ
وَتَعَالَى.
Ibadallah,
Seruan
dan nasihat ini kami sampaikan kepada saudara-saudara di negeri tercinta ini,
kepada para perokok, para penjual rokok, dan mereka yang terkait dengan hal
itu. Kami menasihatkan, hendaknya mereka bertakwa kepada Allah. Hendaknya
mereka mensyukuri nikmat harta dengan cara menafkahkannya di jalan yang Allah
ridhai. Mensyukuri nikmat sehat dengan tidak menjadikannya dengan sengaja
menjadi sakit. Mensyukuri nikmat badan dengan tidak merusaknya.
هَذَا
وَصَلُّوْا
وَسَلِّمُوْا
– رَحِمَاكُمُ
اللهُ – عَلَى
مُحَمَّدِ
ابْنِ عَبْدِ اللهِ
كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ
بِذَلِكَ
فَقَالَ: ﴿
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
﴾ [الأحزاب:٥٦]
، وقال صلى
الله عليه
وسلم : ((مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ
وَاحِدَةً
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِي بَكْرٍ
وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ
وَعَلِيٍّ،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنَ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنِ وَاحْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنِ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
اَللّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَّ
أَمْرِنَا
لِهُدَاكَ
وَاجْعَلْ
عَمَلَهُ فِي
رِضَاكَ
وَأَعِنْهُ
عَلَى
طَاعَتِكَ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَ الإِكْرَامِ.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرَ مَنْ
زَكَّاهَا أَنْتَ
وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لَنَا
دِيْنَنَا
اَلَّذِيْ هُوَ
عِصْمَةُ
أَمْرِنَا
وَأَصْلِحْ
لَنَا
دُنْيَانَا
اَلَّتِيْ
فِيْهَا
مَعَاشُنَا،
وَأَصْلِحْ
لَنَا
آخِرَتَنَا
اَلَّتِيْ
فِيْهَا مَعَادُنَا
وَاجْعَلِ
الْحَيَاةَ
زِيَادَةً
لَنَا فِيْ
كُلِّ خَيْرٍ
وَالْمَوْتَ
رَاحَةً
لَنَا مِنْ
كُلِّ شَرٍّ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ الْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
العَالَمِيْنَ،
وَصَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
وَبَارِكْ
وَأَنْعِمْ
عَلَى عَبْدِ
اللهِ
وَرَسُوْلِهِ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَآلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
.
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel www.KhotbahJumat.com