Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى
Ibadallah,
Ketahuilah
tanggung jawab mengarahkan generasi adalah kewajiban yang sangat besar. Mereka
adalah amanah di pungung-punggung kita, dan kita semua bertanggung jawab akan hal
itu. Allah Ta’ala
berfirman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا
أَنْفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ
نَارًا
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ
شِدَادٌ لَا
يَعْصُونَ اللَّهَ
مَا
أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَا
يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)
Diriwayatkan
oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma,
ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَمَسْئُولٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهِ
؛
فَالْإِمَامُ
رَاعٍ وَهُوَ
مَسْئُولٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهِ
، وَالرَّجُلُ
فِي أَهْلِهِ
رَاعٍ وَهُوَ
مَسْئُولٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهِ
،
وَالْمَرْأَةُ
فِي بَيْتِ
زَوْجِهَا
رَاعِيَةٌ
وَهِيَ مَسْئُولَةٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهَا
، وَالْخَادِمُ
فِي مَالِ سَيِّدِهِ
رَاعٍ وَهُوَ
مَسْئُولٌ
عَنْ رَعِيَّتِهِ
،
فَكُلُّكُمْ
رَاعٍ
وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهِ
“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan
dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan
seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan
anak suaminya. Pembantu dalam permasalahan harta tuannya adalah pemimpin dan
dia akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Sehingga seluruh kalian
adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang
dipimpin.”
Dalam
hadits lainnya diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan an-Nasai dengan sanad yang
shahih, dari Anas bin Malik radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ
اللَّهَ
سَائِلٌ كُلَّ
رَاعٍ عَمَّا
اسْتَرْعَاهُ،
أَحَفَظَ أَمْ
ضَيَّعَ
“Sesungguhnya Allah bertanya kepada seluruh pemimpin
terhadap apa yang mereka pimpin, mereka jaga atau mereka terlantarkan.”
Diriwayatkan
oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Mu’qal bin Yasar radhiallahu ‘anhu,
ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا
مِنْ عَبْدٍ
يَسْتَرْعِيهِ
اللَّهُ رَعِيَّةً
يَمُوتُ
يَوْمَ
يَمُوتُ
وَهُوَ غَاشٌّ
لِرَعِيَّتِهِ
إِلَّا
حَرَّمَ
اللَّهُ
عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ
“Tidak ada seorang hamba yang Allah memberikan kekuasaan
kepadanya mengurusi rakyat, pada hari dia mati itu dia menipu rakyatnya,
kecuali Allah haramkan surga atasnya.” (HR. Muslim).
Ibadallah,
Sesungguhnya
kita hidup di zaman yang penuh dengan kejelekan dan fitnah yang bertebaran. Hal
ini telah dikabarkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
إِنَّ
أُمَّتَكُمْ
هَذِهِ
جُعِلَ
عَافِيَتُهَا
فِي
أَوَّلِهَا
وَسَيُصِيبُ
آخِرَهَا
بَلَاءٌ
وَأُمُورٌ
تُنْكِرُونَهَا
، وَتَجِيءُ
فِتْنَةٌ
فَيُرَقِّقُ
بَعْضُهَا بَعْضًا
، وَتَجِيءُ
الْفِتْنَةُ
فَيَقُولُ
الْمُؤْمِنُ :
هَذِهِ
مُهْلِكَتِي
ثُمَّ تَنْكَشِفُ
، وَتَجِيءُ
الْفِتْنَةُ
فَيَقُولُ
الْمُؤْمِنُ
هَذِهِ
هَذِهِ ،
فَمَنْ أَحَبَّ
أَنْ
يُزَحْزَحَ
عَنْ
النَّارِ وَيُدْخَلَ
الْجَنَّةَ
فَلْتَأْتِهِ
مَنِيَّتُهُ
وَهُوَ يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الْآخِرِ
“Sesungguhnya umat kalian ini dijadikan keselamatannya di
permulaannya, sedangkan masa akhirnya akan tertimpa musibah dan hal-hal yang
kalian ingkari. Dan cobaan akan berdatangan sehingga dari cobaan tersebut
(menyebabkan) cobaan yang lain terasa ringan. Saat cobaan terjadi, seorang
mukmin akan mengatakan, “Inilah masa kebinasaanku,” kemudian cobaan
itu berlalu. Lalu datang lagi cobaan (yang lain), seorang mukmin mengatakan,
“Ini masa kebinasaanku”. Maka barangsiapa yang suka diselamatkan
dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah (saat) kematian
mendatanginya dia dalam keadaan beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
dan hari akhir.”
Ibadallah,
Sungguh
tipu daya orang-orang kafir begitu kuat pada hari ini. Musuh-musuh Allah, musuh
agamanya, dan musuh orang-orang yang beriman mengarahkan tujuan mereka ke
negeri-negeri kaum muslimin untuk member kerancuan pada agama mereka, merusak
keimanan mereka, mengotori akhlak mereka, dan menyebarkan kekejian serta
hal-hal rendahan di tengah-tengah mereka. Mereka berkeinginan kuat mengeluarkan
kaum muslimin dari kemurnian agamanya.
Dahulu
mereka lemah dan kesulitan untuk memasukkan pemikiran rusak mereka berupa
kekufuran, ateisme, dan liberal ke pemuda Islam, sekarang pemikiran itu datang
bak angin yang berhembus, angin itu adalah angin yang membinasakan dan
menghancurkan pondasi agama dan akhlak serta merusak pokok kebenaran dan
keyakinan.
Ibadallah,
Sungguh
orang-orang yang tidak membenci Islam saat ini lebih mudah menyebarkan
pemikiran dan racun mereka melalui siaran-siaran televisi. Perantara siaran
televisi langsung masuk ke dalam rumah-rumah kaum muslimin, mempengaruhi pola
pikir, membawa pemahaman ateisme, sekelurisme, akhlak-akhlak rendahan,
mempengaruhi wanita muslimah dan para pemuda Islam untuk berpacaran, berbuat
maksiat, dan budaya minuman keras. Lebih dari itu, bahkan ajaran-ajaran dan
praktek-praktek kesyirikan pun diajarkan di televisi. Acara-acara demikian
membuat hati menjadi lemah, jiwa menjadi lalau, akidah dan akhlak
terkontaminasi dengan keburukan.
Yang
memprihatinkan dan membuat kita bersedih, para pemuda dan pemudi pun rela
menghabiskan banyak waktu mereka duduk menyaksikan dan mendengar keburukan
tersebut. Mata mereka menyaksikan, telingan mereka mendengarkan, dan hati
mereka menjadi penampung pemikiran dan prilaku yang ada di televisi itu. Hari
demi hari pemikiran rusak terus disajikan memerangi keyakinan, orang-orang
kafir pun tinggal menunggu terwujudnya dan berhasilnya perang pemikiran yang
mereka lakukan. Perhatikanlah firman Allah Jalla
wa ‘Ala berikut ini:
فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ (8) وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ
“Maka
janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka
menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula
kepadamu).” (QS. Al-Qalam: 8-9).
Firman-Nya,
وَدُّوا
لَوْ
تَكْفُرُونَ
كَمَا
كَفَرُوا فَتَكُونُونَ
سَوَاءً
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka
telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka).” (QS.
An-Nisa: 89).
وَدَّ
كَثِيرٌ مِنْ
أَهْلِ
الْكِتَابِ
لَوْ
يَرُدُّونَكُمْ
مِنْ بَعْدِ
إِيمَانِكُمْ
كُفَّارًا
حَسَدًا مِنْ
عِنْدِ
أَنْفُسِهِمْ
“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka
dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki
yang (timbul) dari diri mereka sendiri…” (QS. Al-Baqarah: 109).
Firman-Nya
juga,
وَدَّتْ
طَائِفَةٌ
مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ
لَوْ
يُضِلُّونَكُمْ
“Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan
kamu…” (QS. Ali Imran: 69).
Ibadallah,
Bagi
siapa saja yang merenungi bahaya dan kerugian yang tampak karena menyaksiakan
apa yang orang-orang kafir lontarkan di media masa. Mereka menawarkan hal-hal
yang membahayakan akidah, bahaya dalam kehidupan masyarakat, bahaya dalam
akhlak, dan bahaya dalam pemikiran.
Di
antara bentuk bahaya dalam akidah adalah menyematkan kerancuan dalam keyakinan
umat Islam sehingga umat Islam menjadi ragu dalam keislamannya, bingung dan
gamang. Bentuk lainnya adalah distorsi atau pengkaburan terhadap akidah al-wala
dan al-bara, yakni kepada siapa kita loyal dan cinta serta kepada siapa kita
harus bersikap tegas. Sehingga umat Islam berpaling dari cintanya kepada Allah,
agamanya, dan umat Islam, menjadi lebih cinta kepada tokoh-tokoh kebatilan dan
penyeru-penyeru sekulerisme. Mereka juga taklid, membebek kepada budaya-budaya
Nasrani dan akidahnya serta mencontoh perayaan-perayannya.
Bahaya
sosial kemasyarakat dan akhlak adalah penayangan-penayangan tentang
kriminalitas, pembunuhan, dan pemerkosaan. Termasuk juga pembentukan gangster
yang menebarkan permusuhan, kriminalitas, pencurian, dll. Televisi atau media
juga menayangkan campur baurnya laki-laki dan perempuan, laki-laki meniru
tingkah polah perempuan demikian juga sebaliknya, dan perkara-perkara rendahan
lainnya. Karena itu, hendaknya kita berhati-hati terhadap media-media ini,
sehingga tidak menjadi orang-orang yang menyia-nyiakan kewajiban, menyepelekan
ketaatan, dan terlebih lagi shalat yang 5 waktu. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا (15) وَأَكِيدُ كَيْدًا (16) فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
“Sesungguhnya
orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan
Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri
tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang
sebentar.” (QS. Ath-Thariq: 15-17).
Ibadallah,
Inilah
beberapa upaya orang-orang kafir untuk merusak umat Islam. Lalu apa upaya yang
wajib kita lakukan? Apakah pantas bagi seorang muslim untuk tenggelam dalam
tipu daya mereka, menikmati kejelekan yang mereka tawarkan, dan mendengarkan
kebatilan mereka?
Apakah
layak seorang muslim ridha terhadap diri dan keluarganya, duduk menyaksikan dan
mendengarkan hembusan-hembusan racun yang mereka tiupkan?
Apakah
patut seorang muslim membiarkan agamanya dan rumahnya rusak karena menikmati
hal-hal tersebut?
Ibadallah,
Allah
telah memperingatkan hamba-hamba-Nya tentang makar yang dibuat oleh orang-orang
kafir dengan penjelasan yang sangat jelas tentang bahaya dan kejelekan mereka,
tentang tipu daya dan rencana-rencana mereka. Allah telah jelaskan jalan yang
lurus, bagi siapa yang menempuhnya maka dia selamat, bagi siapa yang
mengikutinya dia telah menempuh jalan yang lurus.
Orang-orang
yang selamat adalah mereka yang kembali kepada agama Allah dan meniti bimbingan
Rasul-Nya dengan sebenar-benarnya. Orang-orang yang selamat adalah mereka yang
setelah kembali lalu mereka bersabar atas ganggung yang mereka terima dalam
meniti jalan tersebut. Allah Ta’ala
berfirman,
وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
“Jika
kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak
mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa
yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran: 120)
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لَنَا
شَأْنَنَا كُلَّهُ
وَلَا
تَكِلْنَا
إِلَى
أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ
عَيْنٍ ،
اَللَّهُمَّ
وَاحْفَظْنَا
بِالْإِسْلَامِ
قَائِمِيْنَ
، وَاحْفَظْنَا
بِالْإِسْلَامِ
قَاعِدِيْنَ
،
وَاحْفَظْنَا
بِالْإِسْلَامِ
رَاقِدِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ
وَاغْفِرْ
لَنَا
أَجْمَعِيْنَ
إِنَّكَ
أَنْتَ
الغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ .
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الْإِحْسَانِ
وَاسِعِ
الْفَضْلِ
وَالْجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ
، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
؛ صَلَّى
اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
.
أَمَّا
بَعْدُ :
فَاتَّقُوْا
اللهَ
عِبَادَ اللهِ
، فَإِنَّ
التَّقْوَى
نِعْمَةُ العِدَّةِ
لِلْقَاءِ
اللهِ جَلَّ
وَعَلَا وَنِعَمُ
الزَّادِ ،
فَاتَّقُوْا
اللهَ جَلَّ
وَعَلَا فِي
السِرِّ
وَالعَلَانِيَةِ
وَالْغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ
،
Ketahuilah
bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada pada hamba-Nya. Tidak ada yang
tersembunyi bagi-Nya sesuatu pun. Allah melihat hamba-hamba-Nya, menyaksikan
setiap gerak-gerik mereka. Allah mendengar apa pun yang mereka lirihkan. Karena
itu bertakwalah kepada Allah. Sadarilah, kita semua akan berdiri di hadapan
Allah kelak dan Dia akan menanyakan tentang apa yang telah kita lakukan di muka
bumi ini.
Orang
yang cerdas adalah mereka yang menundukkan hawa nafsunya untuk beramal demi
kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah mereka yang
mengikuti hawa nafsunya dan berharap angan-angan yang tidak akan mereka
dapatkan.
وَصَلُّوْا
وَسَلِّمُوْا
– رَحِمَكُمُ
اللهُ –
عَلَى
مُحَمَّدِ
بْنِ عَبْدِ
اللهِ كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ
بِذَلِكَ فِي
كِتَابِهِ
فَقَالَ: ﴿
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً ﴾
[الأحزاب:٥٦] ،
وَقَالَ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : ((
مَنْ صَلَّى
عَلَيَّ
صَلاةً
صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ
بِهَا
عَشْرًا ))
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ .
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ
، وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لَنَا
دِيْنَنَا اَلَّذِي
هُوَ
عِصْمَةُ
أَمْرِنَا ،
وَأَصْلِحْ
لَنَا
دُنْيَانَا
اَلَّتِي
فِيْهَا مَعَاشُنَا
، وَأَصْلِحْ
لَنَا
آخِرَتَنَا اَلَّتِي
فِيْهَا
مَعَادُنَا ،
وَاجْعَلْ
الْحَيَاةَ
زِيَادَةً
لَنَا فِي
كُلِّ خَيْرٍ
وَالمَوْتَ رَاحَةً
لَنَا مِنْ
كُلِّ شَرٍّ .
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
ذُنُبَنَا
كُلَّهُ
دِقَّهُ
وَجِلَّهُ
أَوَّلَهُ
وَآخِرَهُ
سِرَّهُ وَعَلَنَهَ
. اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءُ
مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ
. رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ
.
.(
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ )عِبَادَ
اللهِ :
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ
،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
،
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com