Khutbah
Pertama:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَاكِرِيْنَ ، وَأُثْنِيْ عَلَيْهِ سُبْحَانَهُ ثَنَاءَ المُنِيْبِيْنَ اَلذَّاكِرِيْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِلَهَ الْأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ وَقُيُوْمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِيْنَ وَخَالِقِ الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ وَمُبَلِّغِ النَّاسَ شَرْعَهُ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا
بَعْدُ
أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى ، اِتَّقُوْا
اللهَ
فَإِنَّ مَنِ
اتَّقَى اللهَ
وَقَاهُ
وَأَرْشَدَهُ
إِلَى خَيْرٍ
أُمُوْرٍ دِيْنِهِ
وَدُنْيَاهُ .
Wahai
kaum muslimin…pemilik cita-cita yang tinggi, dan jiwa-jiwa yang mulia,
serta hati-hati yang cerdas, yang Allah Ta’ala
telah memberikan kepada mereka kebaikan hati dan kekuatan pikiran ; mereka
selalu berhati-hati dari kelalaian, dan ketergelinciran , dan mereka senantiasa
berlindung kepada Allah dari keduanya.
Raghib
al-Asfahani berkata: goflah adalah : kealpaan yang menjangkiti seorang manusia
disebabkan kurangnya kesadaran dan penjagaan.
Juga
ada yang mengartikan : goflah adalah : menuruti semua keinginan hawa nafsu.
Juga
ada yang mengartikan : goflah adalah : engkau meninggalkan masjid, juga engkau
menta’ati mufsid (perusak), dan ada yang mengartikan : goflah adalah :
menghabiskan waktu dengan menganggur.
Telah
diriwayatkan dari hadits Anas radiyallahu
‘anhu, bahwasanya Nabi sallallahu
‘alaihi wa sallam sering berdo’a : Ya Allah aku
berlindung kepadamu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, kepikunan, kekerasan
hati, kelalaian, kehinaan dan kemiskinan. (HR.Ibnu Majah).
Ketahuilah
rusaknya jiwa disebabkan hawa nafsu dan syahwat yang menguasai, dan rusaknya
hati disebabkan kelalaian dan kekerasan hati.
Allah
Ta’ala
berfirman :
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ.
Artinya
: Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa
takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.(QS.Al-A’raaf : 205).
Umair
bin Habib Al-Khatmi radiyallahu
‘anhu berkata: Iman itu bertambah dan berkurang, lalu ia
ditanya : bagaimana iman bertambah dan berkurang? Umair menjawab : jika kita
mengingat Allah dan takut kepadanya, ketika itulah iman bertambah, dan jika kita
lalai dan lupa maka ketika itulah iman berkurang.
Dan
jika hati diberi gizi dengan dzikir, disiram dengan tafakkur, dibersihkan dari
sifat hasad, disucikan dengan kitab dan sunnah, dan ia mengetahui tauhid yang
murni dari campuran kesyirikan, bid’ah dan khurafat ; ia akan terjaga
dari kelalaian dan akan bangkit dari ketergelinciran.
Adapun
orang yang dikuasai oleh kelalaiannya, maka akan besar penyesalannya, dan
barangsiapa yang panjang tidurnya, maka akan lama kesedihannya.
Barangsiapa
yang lupa sesuatu yang seharusnya diingat, berarti ia telah menyia-nyiakan
kesempatan, dan barangsiapa yang lebih mengutamakan menganggur di musim
keberuntungan dan meninggalkan menanam di waktu penaburan benih, berjalan
lambat di waktu perlombaan, serta malas melangkah di lapangan pertandingan,
maka sungguh ia akan terhalang dari kebaikan dan akan dihina karena kemalasan.
Hawa
nafsu memang selalu mengajak kepada hal-hal yang dilarang, dan selalu
menghalangi dari keta’atan.
Maka
barangsiapa yang lalai dari meluruskan kebengkokannya, dan dari memperbaiki
jalannya, maka ia akan dikalahkan oleh kecurangannya dan akan tertipu oleh
rayuannya.
“Sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat
oleh Tuhanku.”
Orang-orang
yang lalai selalu lupa dan berleha-leha, dan mereka selalu berpaling dari
kebaikan yang diinginkan untuk mereka, mereka tidak mendatangi shalat kecuali
dalam keadaan bermalas-malasan, mereka merasa berat mengerjakannya, dan
mengakhirkannya dari waktunya, mereka juga tidak melakukannya dengan berjamaah,
beginilah keadaan mereka dalam masalah shalat, padahal shalat adalah amalan
yang paling mulia,yang paling utama dan yang paling baik.
Mereka
memboikot Alquran, ingin dilihat dan dipuji oleh manusia, dan mereka tidak
mengingat Allah kecuali sedikit.
Mereka
berpaling dari majlis-majlis dzikir, majlis ilmu, majlis nasihat dan kebaikan,
sebaliknya mereka bersegera menuju majlis senda gurau dan permainan, serta
tempat-tempat nyanyian, musik, joget, porno, dan keji.
Mereka
juga berlomba-lomba menuju tempat-tempat kemungkaran, tempat fitnah dan
kelalaian, mereka juga berlindung ke tempat-tempat yang memamerkan hal yang
diharamkan, serta tempat-tempat yang menghidangkan minuman keras dan
memabukkan, yang menjual obat terlarang yang dapat membusukkan mulut dan
membakar darah, serta merusak pikiran, serta membuat lupa ingatan, juga
menjadikan sakit orang yang sehat dan menjadikan hina seorang yang mulia.
Yang
paling kecil penyakitnya dan penyakitnya banyak
Permusuhan,
atau kegilaan atau kekeringan
Mereka
berbuat sia-sia dan bermain-main, kekejian mereka datangi, batasan-batasan
mereka langgar, kefasikan mereka tuju.
Wahai
engkau yang lalai sadarlah sebelum kalian mati
Sebelum
dipegang kaki dan ubun-ubun
Semua
manusia esok akan berdiri
Mereka
tidak berkata-kata bukan karena bisu dan tuli
Semua
makhluk sibuk dan padang mahsyar mengumpulkan mereka
Allah
akan bertanya kepada mereka tentang yang halal dan haram.
Telah
dekat kepada manusia hari dihisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam
kelalaian lagi berpaling (daripadanya). Tidak datang kepada mereka suatu ayat
Alquran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka
mendengarnya, sedang mereka bermain-main, (lagi) hati mereka dalam keadaan
lalai.
Manusia
tetap dalam kelalaian mereka
Padahal
penggilingan maut sedang diputar
Tidak
ada dari roda kebinasaan
Benteng
bagi orang yang ingin berlindung
Wahai
yang tinggal dikamar-kamar tidak ada
Untukmu
selain kuburmu sebagai tempat tinggal
Sekarang
engkau saling memperbanyak harta
Saling
membanggakan dan berhias
Dan
esok engkau akan kembali ke
Kuburan
diberi wangian dan dikafani
Perbaharuilah
taubat kepada Tuhanmu
Karena
jalan itu yang masih mungkin
أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ،
وَاسِعِ
الْفَضْلِ
وَالجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ
، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا
اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ محمداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا.
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ :
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى .
Wahai
engkau yang lalai perhatikanlah! Perhatikanlah!
Siapa
yang mengerjakan kejelekan akan dibalas dengannya
Hati-hatilah
dari tidur yang melalaikanmu
Takutlah
kepada Rabb yang dengan karunia-karunianya Ia menghiasimu
Contohlah
yang telah dipilih dan ikuti jalannya
Dia
adalah cahaya bagi siapa yang berjalan diatasnya
Percayalah
kepada Tuhanmu dan jadilah hamba untukNya
Sesungguhnya
hamba Allah di dunia adalah raja
Perbaharuilah
pakaian yang telah lama
Dari
zaman dengan maksiat-maksiat engkau disibukkan
Ambillah
dari ketakwaan pakaian yang suci
Karena
takwa adalah sebaik-baik yang dimiliki
Merendahlah!
Tunduklah! Istiqamahlah! Dan sembahlah hanya kepadaNya!
Dengan
ikhlas, maka akan dibuka pintu kebaikan untukmu
Menyelamlah
kedalam lautan ampunan di tengah malam
Untuk
Sang maha dermawan dengan karunia-karunia Ia memberimu
Katakanlah
dengan merendah : wahai yang maha pengasih dan penyayang
Wahai
yang menyelematkan dengan karunia bagi siapa yang telah binasa
Berilah
kesucian, kemenangan, petunjuk
Kepada
hamba yang penuh dosa yang telah memintaMu
Aku
berlindung menuju pintuMu maka jauhkanlah dari aku melihat
Seorang
yang sengsara, padahal segala perkara dan pengaturan milikMu
Selamatkanlah
kami dari segala musibah dan bencana
Pada
hari hamba bertemu apa yang telah ditulis oleh para malaikat
Tutuplah
dosa kami dan jangan engkau permalukan kami
Ya
Tuhanku, ampunilah kepada yang telah berbuat buruk kepadaMu
Wahai
yang memberi ampunan mudahkanlah urusan kami
Tunaikanlah
atas kami kepada makhluk dan kepadamu
Karuniakanlah
pemberian-pemberian dengan kedermawanan
Engkau
Tuhan kami dan yang paling berhak memiliki
Ya
Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali dan bertaubat
kepada-Mu, dan masukkanlah kami kedalam surga tanpa hisab dan adzab, dan
bershalawatlah kepada Ahmad pemberi petunjuk, dan pemberi syafa’at bagi
manusia semua…
نَسْأَلُ اللهَ جَلَّ وَعَلَا أَنْ يَرْزُقَنَا وَإِيَّاكُمْ خَشِيَتَهُ فِي الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ، وَأَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ عِبَادِهِ المُتَّقِيْنَ وَأَنْ يَهْدِيَنَا جَمِيْعاً سَوَاءَ السَّبِيْلِ ، وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَكُمُ اللهُ – عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ))
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ ،
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ .
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ
الصِّدِّيْقِ
، وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ
، وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
، وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ
، وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ الدِّيْنَ
، وَاحْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنِ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ
،
اَللَّهُمَّ وَفِّقْ
وَلِيَ
أَمْرِنَا
لِمَا
تُحِبُّ وَتَرْضَى
وَأَعِنْهُ
عَلَى
البِرِّ
وَالتَقْوَى
وَسَدِدْهُ
فِي
أَقْوَالِهِ
وَأَعْمَالِهِ
يَا ذَا
الجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
جَمِيْعَ
وُلَاةَ أَمْرِ
المُسْلِمِيْنَ
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَاتِّبَاعِ
سُنَّةَ
نَبِيِّكَ
صلى الله عليه
وسلم ، وَاجْعَلْهُمْ
رَأْفَةً
عَلَى
عِبَادِكَ
المُؤْمِنِيْنَ
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ )عِبَادَ
اللهِ :
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ
،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
، .(
Diterjemahkan
dari khotbah Jumat Syaikh Shalah Budair (Imam dan Khotib Masjid Nabawi)
Penerjemah:
Ust. Iqbal Gunawan, Lc