Khutbah
Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعِهِ، مَا تَرَكَ خَيْراً إِلَّا دَلَّ الأُمَّةَ عَلَيْهِ وَلَا شَرّاً إِلَّا حَذَّرَهَا مِنْهُ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ
مَعَاشِرَ
المُؤْمِنِيْنَ
عِبَادَ
اللهِ:
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى
وَرَاقِبُوْهُ
مُرَاقَبَةً
مَنْ
يَعْلَمُ
أَنَّ رَبَّهُ
يَسْمَعُهُ
وَيَرَاهُ.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa
sallam mengabarkan kepada kita:
بَدَأَ
الْإِسْلَامُ
غَرِيبًا
وَسَيَعُودُ
كَمَا بَدَأَ
غَرِيبًا
فَطُوبَى
لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali
dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”
(HR. Muslim).
Dalam
riwayat yang lain, beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda menjelaskan siapakah al-ghuroba,
orang-orang yang asing itu:
…الَّذِيْنَ
يُصْلِحُوْنَ
مَا أَفْسَدَ
النَّاسُ
مِنْ بَعْدِي
مِنْ
سُنَّتِي.
“Yaitu orang-orang yang memperbaiki sunnahku (Sunnah
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam) sesudah dirusak oleh manusia.” (HR.
Tirmidzi).
Ibadallah,
Sebuah
realita yang tidak bisa kita pungkiri, keindahan dan hakikat agama Islam yang
mulia ini tidak dikenal dan tersembunyi bagi umat Islam itu sendiri. Mereka
beragama Islam, namun tidak mengenalnya dan juga tidak mengamalkannya. Padahal
Alla Ta’ala
berfirman,
الَّذِي
خَلَقَ
الْمَوْتَ
وَالْحَيَاةَ
لِيَبْلُوَكُمْ
أَيُّكُمْ
أَحْسَنُ
عَمَلًا ۚ
وَهُوَ
الْعَزِيزُ
الْغَفُورُ
“(Dialah Allah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia
menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2).
Allah
menjadikan bumi ini indah sebagai tempat hidup kita umat manusia, agar Dia
menguji kita siapakah di antara kita yang baik amalannya. Dalam ayat ini Allah
menjelaskan bahwa mereka yang baik amalannya lah yang akan mendapatkan
kemuliaan di sisi-Nya. Baik dalam arti zahirnya perbuatan itu adalah perbuatan
yang baik, bukan bersifat merusak atau zalim. Dan baik dalam arti sesuai dengan
teladan dan contoh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, bukan baik menurut perasaan semata.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Kita
boleh mengatakan diri kita sebagai seorang muslim. Namun ada pertanyaan di
balik pernyataan ini. Terkumpulkan pada diri kita sifat-sifat muslim atau
mukmin? Lebih jauh lagi, kita katakan bahwa diri kita seorang Ahlussunnah wal
Jamaah. Namun pertanyaannya, sudahkah pada diri kita terkumpul sifat
orang-orang yang mengikuti sunnah? Sudahkah amalan, perbuatan, dan akhlak kita
sesuai dengan akhlaknya salafush shalih? Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,
“supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih
baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2).
Sehingga
ketika para sahabat Nabi mengucapkan dua kalimat syahadat, memeluk Islam,
mereka langsung bertanya tentang “amalan apakah yang paling baik?”,
“sedekah apakah yang paling baik?” “jihad apa yang paling
utama?”
Melihat
keadaan umat Islam pada hari, salah seorang ulama mengatakan, “jangan
dibandingkan Islam dengan kondisi umat Islam pada hari ini”. Ini adalah
sebuah ungkapan yang tepat dan menjadi introspeksi kita bersama. Lihatlah,
ketika Islam menggambarkan akhlak yang terpuji, maka sebagian umat Islam tidak
berakhlak dengan akhlak yang terpuji. Jika Islam menggambarkan keagungan dan
kemulian, maka kondisi sebagian umat Islam tidak menggambarkan keagungan dan
kemuliaan itu.
Ada
seorang Eropa yang memeluk agama Islam, ia berkata, “Alhamdulillah, Allah
kenalkan saya kepada Islam sebelum Allah mengenalkan saya kepada umat
Islam”. Ia bersyukur kepada Allah. Mungkin seandainya dia terlebih dahulu
mengenal umat Islam, ia tidak akan tertarik dengan agama Islam. Tidak akan
sampai hidayah agama yang mulia ini kepadanya.
Ada
yang lain yang berujar “Saya baru tahu, kalau Islam dan umat Islam itu
berbeda”. Ini adalah teguran bagi kita, kita sudah jauh dari agama kita.
Tidak perlu kita mengarahkan kritikan ini kepada orang lain. Atau kepada mereka
yang kita lihat di telivis mengadakan pemboman dan peperangan. Mengadakan
pengrusakan dan berbuat kekacauan. Kita tujukan kritik ini kepada diri kita
terlebih dahulu. Sudahkah kita menepati janji ketika berjanji? Sudahkan kita
tepat waktu ketika datang ke kantor, sekolah, dll? Sudahkah kita menunaikan
amanat? Sudahkan kita berbakti kepada orang tua kita? Dan sudahkah kita
bertauhid kepada Allah Ta’ala?
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Di
sebagian tempat, ada orang tua yang non muslim mengajak anaknya datang ke
masjid, agar sang anak memeluk Islam. Mengapa? Karena ia melihat
tetangga-tetangganya yang muslim sangat berbakti kepada orang tuanya. Ia
melihat betapa orang-orang Islam menjaga dan memuliakan orang tuanya. Ia ingin
agar anaknya menjadi seseorang yang berbakti, menghormat, dan memuliakannya,
sehingga ia perintahkan anaknya untuk memeluk Islam.
Subhanallahu,
inilah keindahan Islam yang tidak kita praktikkan di negeri kita. Negeri yang
merupakan komunitas muslim terbesar di dunia.
Inilah
yang dikehendaki Allah Ta’ala
dengan firman-Nya,
لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“supaya
Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS.
Al-Mulk: 2).
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
القُرْآنِ
العَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِي
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الحَكِيْمِ،
وَنَفَعْنَا
بِهَدْيِ
سَيِّدِ
المُرْسَلِيْنَ
وَقَوْلُهُ
القَوِيْمُ. أَقُوْلُ
قَوْلِي
هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah
Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَلَى
إِحْسَانِهِ،
وَالشُّكْرِ
لَهُ عَلَى
مَنِّهِ
وَجُوْدِهِ
وَامْتِنَانِهِ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
تَعْظِيْماً
لِشَأْنِهِ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَلدَّاعِيْ
إِلَى
رِضْوَانِهِ؛
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَأَعْوَانِهِ.
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ:
اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى .
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Marilah
kita sama-sama mengoreksi diri kita. Sudahkah akidah kita sebagaimana akidahnya
seorang muslim? Sudahkah akhlak kita sebagaimana akhlaknya seorang muslim?
Sudahkah amalan kita sebagaimana amalan yang diridhai oleh Islam?
Ibadallah,
Wajib
bagi kita menunjukkan karakter seorang muslim pada diri kita, secara lahir dan
batin. Islam adalah keyakinan. Islam adalah ucapan. Dan Islam adalah amal
perbuatan.
Janganlah
kita menjadi seorang muslim, tapi kita jauh dari nilain-nilai Islam. Dan beruntunglah
orang-orang Islam yang teguh dengan keislamannya di tengah orang-orang yang
menganggap nilai-nilai Islam itu asing.
Mudah-mudahan
Allah Ta’ala
memberikan taufik kepada kita agar kita betul-betul meyakini Islam dengan hati
kita, mengucapkannya dengan lisan, dan tampak dalam amal perbuatan kita
sehari-hari.
عِبَادَ اللهِ: وَ صَلُّوْا وَسَلِّمُوْا - رَحِمَاكُمُ اللهُ - عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:56] ، وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا)).
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ .وَارْضَ
اللَّهُمَّ عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرِ الصِّدِّيْقِ،
وَعُمَرَ
الفَارُوْقِ،
وَعُثْمَانَ
ذِيْ
النُوْرَيْنِ،
وَأَبِي
الحَسَنَيْنِ
عَلِي،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ
بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ
الإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ
وَالْمُشْرِكِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ.
اَللَّهُمَّ
احْمِ
حَوْزَةَ
الدِّيْنِ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
آمِنَّا فِي
أَوْطَانِنَا
وَأَصْلِحْ
أَئِمَّتَنَا
وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا،
وَاجْعَلْ
وِلَايَتَنَا
فِيْمَنْ
خَافَكَ
وَاتَّقَاكَ
وَاتَّبَعَ
رِضَاكَ يَا
رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَّ أَمْرِنَا
لِهُدَاكَ
وَاجْعَلْ
عَمَلَهُ فِي
رِضَاكَ
وَأَعِنْهُ
عَلَى
طَاعَتِكَ
وَارْزُقْهُ
البِطَانَةَ
الصَّالِحَةَ
النَّاصِحَةَ
يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ.
للَّهُمَّ
اغْفِرْ
ذُنُوْبَ
المُذْنِبِيْنَ
مِنَ
المُسْلِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَتُبْ عَلَى
التَّائِبِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَارْحَمْ
مَوْتَانَا
وَمَوْتَى
المُسْلِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَاشْفِ
مَرْضَانَا
وَمَرْضَى
المُسْلِمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
فَرِجّْ هُمُ
المَهْمُوْمِيْنَ
مِنَ
المُسْلِمِيْنَ
وَفَرِّجْ
كَرْبَ
المَكْرُوْبِيْنَ،
وَاقْضِ
الدَّيْنَ عَنِ
المَدِيْنِيْنَ
يَا ذَا
الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ
يَا حَيُّ يَا
قَيُّوْمُ
أَنْتَ
حَسْبُنَا
وَنِعْمَ الوَكِيْلِ.
{ رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا وَإِن
لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
}.{ رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ }.
وَلَذِكْرُ
اللَّهِ
أَكْبَرُ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ
،)عِبَادَ
اللهِ:
اُذْكُرُوْا
اللهَ
يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
، .(
Oleh
tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com