February
16, 2016
Khutbah
Pertama:
إَنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَتُوْبُ
إِلَيْهِ،
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلَا
مُضِلَّ
لَهُ، وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلَا هَادِيَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا
اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ؛ إِلَهُ
الأَوَّلِيْنَ
وَالآخِرِيْنَ
وَقُيُوْمُ
السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِيْنَ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَفِيُّهُ
وَخَلِيْلُهُ
وَأَمِيْنُهُ
عَلَى وَحْيِهِ؛
بَلَّغَ
الرِسَالَةَ
وَأَدَّى الأَمَانَةَ
وَنَصَحَ
الأُمَّةَ
وَجَاهَدَ
فِي اللهِ
حَقَّ
جِهَادِهِ
حَتَّى أَتَاهُ
اليَقِيْنُ،
فَصَلَوَاتُ
اللهِ وَسَلَامُهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ
مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ:
اِتَّقُوْا
اللهَ
تَعَالَى ؛
فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى
اللهَ
وَقَاهُ
وَأَرْشَدَهُ
إِلَى خَيْرٍ
أُمُوْرٍ
دِيْنُهُ
وَدُنْيَاهُ.
Kaum
muslimin rahimakumullah,
Di
antara hikmah Allah ﷻ ia menjadikan para hamba-Nya butuh akan sarana yang dapat
membantu mereka memperoleh manfaat di dunia dan akhirat. Dan juga butuh
terhindar dari bahaya dunia dan akhirat pula. Allah ﷻ menetapkan bahwa kemanfaatan tersebut
tidak dapat diraih kecuali dengan melakukan usaha. Dan bahaya tidak dapat
ditolak kecuali dengan melakukan usaha menghindarinya. Allah ﷻ menjelaskan
usaha seutuhnya bagaiman cara memperoleh manfaat dan menjauhi bahaya dalam
Alquran. Demikian juga Rasulullah ﷺ telah menjelaskan dengan sebaik-baiknya di
dalam sunnahnya. Brangsiapa yang menempuhnya, maka mereka akan sukses dan
selamat.
Ibadallah,
Kunci
untuk memperoleh kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesan di dunia dan akhirat
adalah dengan mewujudkan keimanan dan amal shaleh yang hakiki.. allah ﷻ
berfirman,
مَنْ
عَمِلَ
صَالِحًا
مِنْ ذَكَرٍ
أَوْ أُنْثَى
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِيَنَّهُ
حَيَاةً
طَيِّبَةً
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَجْرَهُمْ
بِأَحْسَنِ
مَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS:An-Nahl | Ayat: 97).
Dalam
firman-Nya yang lain,
إِنَّ
لِلْمُتَّقِينَ
مَفَازًا (31)
حَدَائِقَ
وَأَعْنَابًا
(32)
وَكَوَاعِبَ
أَتْرَابًا (33) وَكَأْسًا
دِهَاقًا
“Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah
anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi
minuman).” (QS:An-Naba’ | Ayat: 31-34).
Allah
ﷻ
berfirman,
إِنَّ
لِلْمُتَّقِينَ
عِنْدَ
رَبِّهِمْ جَنَّاتِ
النَّعِيمِ
“Sesungguhnya
bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan
di sisi Tuhannya.” (QS:Al-Qalam | Ayat: 34).
Firman-Nya
juga,
إِنَّ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
كَانَتْ
لَهُمْ
جَنَّاتُ
الْفِرْدَوْسِ
نُزُلا
“Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus
menjadi tempat tinggal.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 107).
Dan
masih banyak ayat-ayat yang semakna dengan ini.
Di
antara sebab terbesar kebahagiaan dan terhindar dari bahaya adalah mempelajari
ilmu agama. allah ﷻ jadikan mempelajari ilmu agama adalah
sebab mencapai kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.
يَرْفَعِ
اللَّهُ
الَّذِينَ
آمَنُوا مِنْكُمْ
وَالَّذِينَ
أُوتُوا
الْعِلْمَ
دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS:Al-Mujaadilah
| Ayat: 11).
قُلْ
هَلْ
يَسْتَوِي
الَّذِينَ
يَعْلَمُونَ
وَالَّذِينَ
لا
يَعْلَمُونَ
Katakanlah:
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?” (QS:Az-Zumar | Ayat: 9).
أَفَمَنْ
يَمْشِي
مُكِبًّا
عَلَى وَجْهِهِ
أَهْدَى أَمْ
مَنْ يَمْشِي
سَوِيًّا
عَلَى
صِرَاطٍ
مُسْتَقِيمٍ
“Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas
mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap
di atas jalan yang lurus?” (QS:Al-Mulk | Ayat: 22).
أَفَمَنْ
يَعْلَمُ
أَنَّمَا
أُنْزِلَ
إِلَيْكَ
مِنْ رَبِّكَ
الْحَقُّ
كَمَنْ هُوَ
أَعْمَى
إِنَّمَا
يَتَذَكَّرُ
أُولُو
الألْبَابِ
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang
diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?
Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,”
(QS:Ar-Ra’d | Ayat: 19).
Untuk
memperoleh ilmu ini, Allah ﷻ juga tetapkan perlu usaha yang bisa
mewujudkannya. Di antaranya adalah dengan memiliki adab dalam bertanya, beradab
dalam menggapainya dan mempelajarinya. Allah ﷻ berfirman,
فَاسْأَلُوا
أَهْلَ
الذِّكْرِ
إِنْ كُنْتُمْ
لا
تَعْلَمُونَ
“maka
bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak
mengetahui.” (QS:An-Nahl | Ayat: 43).
Dalam
hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّمَا
الْعِلْمُ
بِالتَّعَلُّمِ
وَإِنَّمَا
الْحُلُمَ
بِالتَّحَلُّمِ
وَمَنْ
يَتَحَرَّ
الْخَيْرَ
يُعْطِهِ
وَمَنْ
يَتَوَقَّ الشَّرَّ
يُوقَهُ
“Sesungguhnya
ilmu didapatkan dengan belajar dan sesungguhmua hilm (kesabaran dan ketenangan) didapat
dengan melatihnya. Barangsiapa berusaha untuk mendapat kebaikan, maka Allah
akan memberikannya. Barangsiapa yang berusaha untuk menghindari keburukan,
niscaya akan terhindar darinya.” (HR. Ath-Thabrani).
Allah
ﷻ
menjadikan takwa, bergerak, tidak berdiam diri, sebagai sebab atau jalan
memperoleh rezeki. Allah ﷻ berfirman,
وَمَنْ
يَتَّقِ
اللَّهَ
يَجْعَلْ
لَهُ مَخْرَجًا
(٢)وَيَرْزُقْهُ
مِنْ حَيْثُ
لا
يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan
memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
(QS:Ath-Thalaaq | Ayat: 2-3).
Firman-Nya
juga,
فَامْشُوا
فِي
مَنَاكِبِهَا
وَكُلُوا مِنْ
رِزْقِهِ
“maka
berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari
rezeki-Nya.” (QS:Al-Mulk | Ayat: 15).
Kemudian
Allah ﷻ membuat jalan yang mudah dan jalan yang susah untuk
mendapatkannya,
فَأَمَّا
مَنْ أَعْطَى
وَاتَّقَى (٥)وَصَدَّقَ
بِالْحُسْنَى
(٦)
فَسَنُيَسِّرُهُ
لِلْيُسْرَى (٧)
وَأَمَّا
مَنْ بَخِلَ
وَاسْتَغْنَى
(٨) وَكَذَّبَ
بِالْحُسْنَى
(٩)فَسَنُيَسِّرُهُ
لِلْعُسْرَى
“Adapun
orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya
jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya
(jalan) yang sukar.” (QS:Al-Lail | Ayat: 5-10).
Allah
ﷻ
menjadikan tawakal, melaksanakan perintah-Nya, dan menaati-Nya sebagai sebab
kecukupan dan kemapanan. Allah ﷻ berfirman,
أَلَيْسَ
اللَّهُ
بِكَافٍ عَبْدَهُ
“Bukankah
Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya.” (QS:Az-Zumar | Ayat: 36).
Dan
firman-Nya,
وَمَنْ
يَتَوَكَّلْ
عَلَى
اللَّهِ
فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan
barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya.” (QS:Ath-Thalaaq | Ayat: 3).
Allah
ﷻ
juga menjadikan ihsan, sikap santun dan baik, merupakan bagian dari usaha yang
bisa mendatangkan kebaikan dan menjauhkan dari berbagai keburukan. Ihsan dalam
beribadah dan ihsan dalam pergaulan. Allah ﷻ berfirman,
إِنَّ
رَحْمَةَ
اللَّهِ
قَرِيبٌ مِنَ
الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya
rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS:Al-A’raf | Ayat: 56).
Dan
juga firman-Nya,
هَلْ
جَزَاءُ
الإحْسَانِ
إِلا
الإحْسَانُ
“Tidak
ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS:Ar-Rahmaan | Ayat:
60).
Kemudian
sabar dan takwa. Dengan kesabaran dan ketakwaan seseorang akan memperoleh akhir
yang baik, terpuji, berkah di dunia dan akhirat. Allah ﷻ berfirman,
وَالْعَاقِبَةُ
لِلتَّقْوَى
“Dan
akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS:Thaahaa |
Ayat: 132).
إِنَّهُ
مَنْ يَتَّقِ
وَيَصْبِرْ
فَإِنَّ اللَّهَ
لا يُضِيعُ
أَجْرَ
الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya
barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS:Yusuf | Ayat:
90).
Sebab
lainnya adalah doa. Allah ﷻ menjadikan doa sebagai sebab memperoleh
kebaikan dan kesuksesan. Dia tidak akan menolak doa seorang hamba yang meminta
kepada-Nya. Dan Dia tidak akan mengecewakan orang-orang yang beriman,
وَقَالَ
رَبُّكُمُ
ادْعُونِي
أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan
Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu.” (QS:Al-Mu’min | Ayat: 60).
إِنَّ
رَبِّي
لَسَمِيعُ
الدُّعَاءِ
“Sesungguhnya
Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.” (QS:Ibrahim |
Ayat: 39).
وَإِذَا
سَأَلَكَ
عِبَادِي
عَنِّي
فَإِنِّي
قَرِيبٌ
أُجِيبُ
دَعْوَةَ
الدَّاعِ إِذَا
دَعَانِ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,
maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang
yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS:Al-Baqarah | Ayat: 186).
Kemudian
memperbanyak istighfar. Karena istighfar memiliki manfaat yang luar biasa untuk
kebaikan dunia dan akhirat.
فَقُلْتُ
اسْتَغْفِرُوا
رَبَّكُمْ
إِنَّهُ
كَانَ غَفَّارًا
(١٠)يُرْسِلِ
السَّمَاءَ
عَلَيْكُمْ
مِدْرَارًا (١١)وَيُمْدِدْكُمْ
بِأَمْوَالٍ
وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ
لَكُمْ
جَنَّاتٍ
وَيَجْعَلْ
لَكُمْ
أَنْهَارًا
maka
aku katakan kepada mereka: ´Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya
Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan
lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu
kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS:Nuh |
Ayat: 10-12).
وَإِنِّي
لَغَفَّارٌ
لِمَنْ تَابَ
وَآمَنَ وَعَمِلَ
صَالِحًا
ثُمَّ
اهْتَدَى
“Dan
sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal
saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS:Thaahaa | Ayat: 82).
Allah ﷻ pula menjadikan teman
memiliki dampak dalam hal ini. Teman yang baik, memudahkan seseorang
mendapatkan kebaikan. Teman yang buruk, membuat seseorang berada dalam bahaya.
Rasulullah ﷺ bersabda,
الْمَرْءُ
عَلَى دِينِ
خَلِيلِهِ
فَلْيَنْظُرْ
أَحَدُكُمْ
مَنْ
يُخَالِلْ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya.
Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib
kalian.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad).
Demikianlah ibadahllah,
Barangsiapa yang merenungkan ayat-ayat dalam Alquran atau
hadits-hadit Nabi ﷺ, maka ia akan
menemukan bahwa kebaikan dan keburukan ini memiliki sebab-sebab yang bisa
mendatangkan dan menolaknya. Oleh karena itu, kita harus menempuh sebab-sebab
tersebut. Sebab-sebab yang dapat menggapai ridha Allah sehingga kita selamat
dunia dan akhirat.
Orang-orang yang berbahagia yang sebenarnya adalah mereka
yang menempuh sebab-sebab yang telah khotib sebutkan di atas. Menempuh sebab
datangnya kebaikan dan juga menempuh sebab terhindarnya dari keburukan. Dan
dalam menempuh semua itu harus disertai dengan tawakal dan bersandar diri
kepada Allah ﷻ. Bersandar diri
pada-Nya dalam urusan kecil maupun besar. Dalam permasalahan yang pelik maupun
longgar.
Khotib memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang Maha
Indah agar Dia memberi taufik kepada kita dalam menempuh sebab kebaikan dan
menjauhi sebab keburukan. Semoga Dia memberi taufik kepada kita untuk
bertawakal kepada-Nya. Percaya dengan penuh kepada-Nya. Dan semoga Dia tidak
menyerahkan diri kita kepada diri kita sendiri tanpa bimbingan-Nya, walaupun
hanya sekejap mata.
أَقُوْلُ
مَا
تَسْمَعُوْنَ
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
المُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
يَغْفِرْ
لَكُمْ
إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ.
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ
عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ،
وَاسِعِ
الفَضْلِ
وَالجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا
إِلَهَ
إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّداً
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ؛
صَلَّى اللهُ
وَسَلَّمَ
عَلَيْهِ وَعَلَى
آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا .
أَمَّا
بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ:
اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى.
Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah,
Sesungguhnya kesuksesan di dunia dan akhirat itu ditempuh
dengan dua asas pokok. Pertama, bertawakal kepada Allah semata. Kedua, menempuh
cara-cara yang bermanfaat. Allah ﷻ
menyebutkan kedua hal ini dalam banyak ayat. Dan Rasulullah ﷺ pun menyebutkannya dalam banyak hadits. Di antaranya adalah:
إِيَّاكَ
نَعْبُدُ
وَإِيَّاكَ
نَسْتَعِينُ
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada
Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS:Al-Fatihah | Ayat: 5).
فَاعْبُدْهُ
وَتَوَكَّلْ
عَلَيْهِ
“maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah
kepada-Nya.” (QS:Huud | Ayat: 123).
Dalam hadits, Rasulullah ﷺ
bersabda,
احْرِصْ
عَلَى مَا
يَنْفَعُكَ
وَاسْتَعِنْ
بِاللَّهِ
“Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang
bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu
bersikap lemah.” (HR. Muslim dan selainnya).
لَوْ
أَنَّكُمْ
تَوَكَّلْتُمْ
عَلَى اللَّهِ
حَقَّ
تَوَكُّلِهِ
لَرَزَقَكُمْ
كَمَا
يَرْزُقُ
الطَّيْرَ
تَغْدُو
خِمَاصًا
وَتَرُوحُ
بِطَانًا
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan
sungguh-sungguh, maka sungguh kalian akan diberikan rezeki oleh Allah
sebagaimana Dia memberikannya kepada burung. Pagi hari ia keluar dalam keadaan
kosong perutnya, kemudian pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dalam sabda beliau “pagi hari ia keluar”
mengisyaratkan bahwa ada usaha yang dilakukan.
Dalam hadits yang lain, ketika Nabi ﷺ
ditanya seseorang, apakah ontanya harus dia ikat dan bertawakal kepada Allah
atau tidak ia ikat dan bertawakal kepada Allah. beliau ﷺ menjawab,
اعْقِلْهَا
وَتَوَكَّلْ
“Ikat! Dan bertawakallah kepada Allah.”
Beliau mengajarkan bahwa usaha adalah tawakal itu sendiri.
Bersandar kepada Allah, percaya pada-Nya, dan tawakal adalah satu kesatuan. Dan
dengan hal inilah kebahagiaan akan didapatkan. Kesuksesan terwujud di dunia dan
akhirat.
وَاعْلَمُوْا
– رَحِمَكُمُ
اللهُ – أَنَّ
أَصْدَقَ
الحَدِيْثِ
كَلَامُ
اللهِ وَخَيْرَ
الهُدَى
هُدَى
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ،
وَشَرَّ
الأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي
النَّارِ،
وَعَلَيْكُمْ
بِالْجَمَاعَةِ
فَإِنَّ يَدَ
اللهِ عَلَى
الجَمَاعَةِ .
وَصَلُّوْا
وَسَلِّمُوْا
– رَحِمَكُمُ
اللهُ – عَلَى
إِمَامِ
الهُدَاةِ
وَسَيِّدِ الأَوَّلِيْنَ
الآخِرِيْنَ
مُحَمَّدِ بْنِ
عَبْدِ اللهِ
كَمَا
أَمَرَكُمُ
اللهُ بِذَلِكَ
فِي
كِتَابِهِ
فَقَالَ: ﴿
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً ﴾
[الأحزاب:٥٦]،
وَقَالَ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: ((
مَنْ صَلَّى
عَلَيَّ
صَلاةً
صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ
بِهَا
عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ عَنِ
الخُلَفَاءِ
الرَاشِدِيْنَ
اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ
أَبِيْ
بَكْرٍ
وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ
وَعَلِيٍّ،
وَارْضَ
اللَّهُمَّ
عَنِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ،
وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
وَعَنَّا
مَعَهُمْ بِمَنِّكَ
وَكَرَمِكَ
وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ
الأَكْرَمِيْنَ
.
اَللَّهُمَّ
أَعِزَ
الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ،
وَأَذِلَّ
الشِرْكَ
وَالمُشْرِكِيْنَ،
وَدَمِّرْ
أَعْدَاءَ
الدِّيْنَ،
اَللَّهُمَّ
انْصُرْ مَنْ
نَصَرَ دِيْنَكَ
وَكِتَابِكَ
وَسُنَّةَ
نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ
وَانْصُرْ
عِبَادَكَ
المُؤْمِنِيْنَ
يَا ذَا
الجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ.
اَللَّهُمَّ
وَعَلَيْكَ
بِأَعْدَاءِ
الدِّيْنَ
فَإِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُوْنَكَ،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا نَجْعَلُكَ
فِي
نُحُوْرِهِمْ
وَنَعُوْذُ
بِكَ
اللَّهُمَّ
مِنْ
شُرُوْرِهِمْ.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
وُلَاةَ
أُمُوْرِنَا
وَاجْعَلْهُمْ
هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
وَلِيَّ أَمْرِنَا
لِمَا
تُحِبُّ
وَتَرْضَى
وَأَعِنْهُ
عَلَى
البِرِّ
وَالتَقْوَى
وَسَدِّدْهُ
فِي
أَقْوَالِهِ
وَأَعْمَالِهِ
وَارْزُقْهُ
البِطَانَةَ
الصَالِحَةَ
النَاصِحَةَ،
اَللَّهُمَّ
وَفِّقْ
جَمِيْعَ
وُلَاةَ
أَمْرِ
المُسْلِمِيْنَ
لِلْعَمَلِ
بِكِتَابِكَ
وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ
نَبِيِّكَ
صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ
لَنَا
دِيْنَنَا اَلَّذِيْ
هُوَ
عِصْمَةُ
أَمْرِنَا،
وَأَصْلِحْ
لَنَا
دُنْيَانَا
اَلَّتِي
فِيْهَا مَعَاشُنَا،
وَأَصْلِحْ
لَنَا
آخِرَتَنَا
اَلَّتِي فِيْهَا
مَعَادُنَا،
وَاجْعَلِ
الْحَيَاةَ
زِيَادَةً
لَنَا فِي
كُلِّ خَيْرٍ
وَالمَوْتَ
رَاحَةً
لَنَا فِي
كُلِّ شَرٍّ.
اَللَّهُمَّ
آتِ
نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا،
زَكِّهَا
أَنْتَ
خَيْرُ مَنْ
زَكَّاهَا
أَنْتَ وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا.
اَللَّهُمَّ
أّصْلِحْ
ذَاتَ بَيْنِنَا
وَأَلِّفْ
بَيْنَ
قُلُوْبِنَا
وَاهْدِنَا
سُبُلَ
السَّلَامِ،
وَأَخْرِجْنَا
مِنَ
الظُّلُمَاتِ
إِلَى
النُّوْرِ،
وَباَرِكْ
لَنَا فِي
أَسْمَاعِنَا
وَأَبْصَارِنَا
وَقُوَّاتِنَا
وَأَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَاتِنَا
وَاجْعَلْنَا
مُبَارَكِيْنَ
أَيْنَمَا
كُنَّا.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنَ الغَلَا
وَمِنَ
البَلاَ
وَمِنَ
الفِتَنِ وَمِنَ
المِحَنِ
كُلَّهَا مَا
ظَهَرَ
مِنْهَا وَمَا
بَطَنَ عَنْ
بَلَدِناَ
هَذَا خَاصَّةً
وَسَائِرِ
بِلَادِ
المُسْلِمِيْنَ
عَامَةً يَا
ذَا الْجَلَالِ
وَالإِكْرَامِ.
اَللَّهُمَّ
إِنَّا نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
مُنْكَرَاتِ
الأَخْلَاقِ
وَالأَهْوَاءِ
وَالأَدْوَاءِ،
اَللَّهُمَّ
اهْدِنَا
لِأَحْسَنِ
الأَخْلَاقِ
لَا يَهْدِي
لِأَحْسَنِهَا
إِلَّا
أَنْتَ، وَاصْرِفْ
عَنَّا
سَيِّئَهَا
لَا يَصْرِفُ عَنَّا
سَيِّئَهَا
إِلَّا
أَنْتَ.
اَللَّهُمَّ
اهْدِنَا
وَسَدِدْنَا،
اَللَّهُمَّ
إِنَّا
نَسْأَلُكُ
الهُدَى
وَالتُّقَى
وَالعِفَّةَ
وَالغِنَى .
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ
وَالمُؤْمِنِيْنَ
وَالمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لَنَا
مَا
قَدَّمْنَا
وَمَا
أَخّرْنَا
وَمَا أَسْرَرْنَا
وَمَا
أَعْلَنَّا
وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ
بِهِ مِنَّا
أَنْتَ
المُقَدِّمُ وَأَنْتَ
المُؤَخِّرُ
وَأَنْتَ
عَلَى كُلِّ
شَيٍءٍ
قَدِيْرٍ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
العَالَمِيْنَ،
وَصَلَّى
اللهُ وَسَلَّمَ
وَبَارِكْ
وَأَنْعِمْ
عَلَى عَبْدِهِ
وَرَسُوْلِهِ
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَآلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
.
Diterjemahkan dari khotbah Jumat Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul
Muhsin al-Abbad
Oleh tim KhotbahJumat.com
Artikel
www.KhotbahJumat.com