
Ucapan yang
Membawa BeRkah
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ، وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Khutbah yang PeRtama
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Salah satu
nikmat di antaRa sekian banyak nikmat yang dibeRikan Oleh Allah Subhanahu
wata’ala subhanahu wata’ala kepada kita adalah nikmat lisan. Meskipun
kecil bentuknya, namun sangat besaR pengaRuhnya bagi kabaikan dan kebuRukan
seseORang. Dengan lisan seseORang dapat megungkapkan apa yang dia inginkan,
dengan lisan manusia dapat saling beRkOmunikasi, saling membeRikan kebaikan dan
manfaat kepada sesama. Tetapi ingat di balik itu semua, lisan juga dapat
menjadi sumbeR bencana dan malapetaka.
Ma’asyiRal
Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
BeRbicaRa memang sesuatu yang gampang dan mudah bagi setiap ORang yang
memiliki lisan nORmal, jika yang dimaksudkan hanya sekedaR mengeluaR kan suaRa,
kata-kata ataupun bunyi maka itu meRupakan hal yang mudah. Tetapi kalau yang
dimaksudkan adalah mengucapkan kata-kata yang baik, beRmanfaat, membawa
maslahat maka tidak setiap ORang bisa melakukannya dalam setiap kalimat yang
dia ucapkan. Oleh kaRena itu, Islam membimbing kita dalam hal ucapan ini,
sepeRti; "Ucapkanlah peRkataan yang
mulia, ucapkanlah peRkataan yang baik, ucapkankanlah peRkataan yang mudah,"
dan selainnya. Juga banyak mempeRingat kan kita daRi ucapan yang buRuk sepeRti;
Lahwal hadits (ucapan sia-sia), qauluz zuuR (ucapan kedustaan dan
palsu), lahwun wa la'ibun (kesia-sian
dan main-main), qiila wa qala
(menyebaRkan gOsip), laghwun atau lagha, ghibah, namimah dan
selainnya.
Sungguh amat keliRu jika seseORang beRkeyakinan bahwa ucapan itu tidak
mempunyai kOnsekuensi apa-apa. Sebab kalau demikian, maka tidak ada bedanya
antaRa ucapan manusia dengan yang lainnya. Dan juga tidak ada bedanya antaRa
ucapan yang baik dan yang buRuk, peRkataan kufuR dengan keimanan, jujuR dengan
dusta, benaR dengan nifaq dan seteRusnya. Sehingga ORang yang mengucapkan
peRkataan baik tidak mendapat pahala apa-apa dan yang beRbicaRa buRuk juga
tidak akan mendapatkan dOsa.
Padahal Allah Subhanahu wata’ala beRfiRman dalam suRat Qaaf: 18, aRtinya,
مَا
يَلْفِظُ
مِنْ قَوْلٍ
إِلاَّ
لَدَيْهِ رَقِيبٌ
عَتِيدٌ
“Tiada
suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas
yang selalu hadiR.”
Nabi shallallahu’alaihi wasallam beRsabda,
إِنَّ
اللَّهَ
تَجَاوَزَ
لِي عَنْ
أُمَّتِي مَا
وَسْوَسَتْ
بِهِ
صُدُورُهَا
مَا لَمْ تَعْمَلْ
أَوْ تَكَلَّمْ
"Sesungguhnya
Allah Subhanahu wata’ala akan memaafkan bagi ku (kesalahan/dOsa) ummatku
teRhadap apa-apa yang teRlintas dalam benaknya (hatinya) selagi dia tidak
mengeRjakan atau mengucapkannya." (HR. al-BukhaRi).
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani
wa Rahimakumullah!!
Oleh kaRenanya seORang bijak mengatakan,"Kata-kata yang belum kau ucapkan maka engkaulah yang mengendalikannya,
sedangkan kata-kata yang telah kau ucapkan maka dialah yang mengendalikanmu."
Lisan seseORang adalah meRupakan ceRminan daRi baik dan buRuknya ORang
teRsebut, bahkan meRupakan salah satu penentu baik buRuknya kualitas iman
seseORang. Nabi shallallahu’alaihi wasallam beRsabda,
لَا
يَسْتَقِيمُ
إِيمَانُ
عَبْدٍ
حَتَّى يَسْتَقِيمَ
قَلْبُهُ
وَلَا
يَسْتَقِيمُ
قَلْبُهُ
حَتَّى
يَسْتَقِيمَ
لِسَانُهُ
وَلَا
يَدْخُلُ
رَجُلٌ الْجَنَّةَ
لَا يَأْمَنُ
جَارُهُ
بَوَائِقَهُ
"Tidak
akan luRus iman seORang hamba sehingga luRus hatinya, dan tidak akan luRus
hatinya, sehingga luRus lisannya. Dan seseORang tidak akan masuk suRga apabila
tetangganya tidak meRasa aman daRi kejahatan lisannya." (HR. Imam Ahmad
dan selainnya)
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani
wa Rahimakumullah!!
Banyak sekali keuntungan yang akan dipeROleh daRi Ucapan yang Baik
sebagaimana yang dijelaskan di dalam al-QuR’an dan as-Sunnah di antaRanya
adalah,
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوااللهَ
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ.
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
“Hai ORang-ORang
yang beRiman, beRtaqwalah kamu kepada Allah Subhanahu wata’ala dan katakanlah
peRkataan yang benaR, niscaya Allah Subhanahu wata’ala mempeRbaiki bagimu amalan-amalanmu
dan mengampuni bagimu dOsa-dOsamu. Dan baRangsiapa mena'ati Allah Subhanahu
wata’ala dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang
besaR.” (QS. al-Ahzab: 70-71).
Ayat ini menunjukkan tentang kemuliaan dan kedudukan peRkataan yang benaR dan
baik.
Ma’asyiRal
Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
قَوْلٌ
مَعْرُوفٌ
وَمَغْفِرَةٌ
خَيْرٌ مِنْ
صَدَقَةٍ
يَتْبَعُهَا
أَذًى
وَاللهُ غَنِيٌّ
حَلِيمٌ
"PeRkataan yang baik dan pembeRian ma'af lebih baik daRi
sedekah yang diiRingi dengan sesuatu yang menyakit kan (peRasaan sipeneRima).
Allah Subhanahu wata’ala Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (QS.
al-BaqaRah:263)
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sendiRi telah menjelaskan, bahwa kalimat
yang baik adalah teRmasuk shadaqah, kaRena kebeRadaannya yang dapat membahagia
kan ORang lain, sebagaimana sedekah yang akan membuat bahagia ORang yang
disedekahi.
Ma’asyiRal
Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
مَنْ
تَوَكَّلَ
لِي مَا
بَيْنَ
رِجْلَيْهِ وَمَا
بَيْنَ
لَحْيَيْهِ
تَوَكَّلْتُ
لَهُ
بِالْجَنَّةِ
"BaRang siapa yang dapat menjamin untukku apa yang ada di
antaRa dua dagunya (lisan) dan apa yang ada di antaRa kedua kakinya (kemaluan)
maka aku menjamin untuknya suRga." (HR. al-BukhaRi).
إِنَّ
الرَّجُلُ
لَيَتَكَلَّمُ
بِاْلكَلِمَةِ
مِنْ
رِضْوَانِ
اللهِ مَا
كَانَ يَظُنُّ
أَنْ
تَبْلُغَ مَا
بَلَغَتْ ؛
يَكْتُبُ اللهُ
لَهُ بِهَا
رِضْوَانَهُ
إِلىَ يَوْمٍ
يَلْقَاهُ
"Sesungguhnya
seseORang mengucapkan peRkataan yang diRidhai Allah Subhanahu wata’ala yang
mana dia tidak peRnah menyangka peRkataannya itu akan menyebabkan dampak yang
baik, yang kaRenanya Allah Subhanahu wata’ala akan menulis keRidhaan-Nya
baginya sampai pada haRi dia menemui-Nya.” (HR. Malik, at-TiRmidzi dan Ibnu Majah)
أَفْضَلُ
اْلمُؤْمِنِينَ
إِسْلاَمًا
مَنْ سَلِمَ
اْلمُسْلِمُونَ
مِنْ
لِسَانِهِ وَ
يَدِهِ وَ
أَفْضَلُ
اْلمُؤْمِنِينَ
إِيمَانًا
أَحْسَنُهُمْ
خُلُقًا
"Sebaik-baik kualitas keislaman kaum mukminin adalah ORang
yang kaum muslimin meRasa aman daRi (kejahatan) lisan dan tangannya.
Sebaik-baik (kualitas) keimanan kaum mukminin adalah yang paling baik
akhlaqnya.” (HR.
ath-ThabRani dan Ibnu NashaR)
مَنْ
كًانَ
يُؤْمِنُ
بِاللهِ
وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ
فَلْيَقُلْ
خَيْرًا أَوْ
لِيَصْمُتْ
"BaRang siapa yang beRiman kepada Allah Subhanahu wata’ala
dan haRi AkhiR maka hendaklah dia beRkata yang baik atau diam." (HR.
al-BukhaRi dan Muslim)
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وبعد,
Ma’asyiRal
Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Siapa pun yang mau menceRmati pRibadi Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam maka akan medapati keteladanan yang luaR biasa
sempuRna pada diRi beliau, teRmasuk dalam mengendalikan peRkataan. Satu
kesimpulan teRtinggi yang mungkin dapat mengungkapkan kehebatan beliau dalam
mengOlah lisan yakni bahwa diam beliau adalah emas dan ucapan yang keluaR daRi
lisan beliau yang mulia adalah mutiaRa-mutiaRa nan beRkilau. Tatkala beliau
mengatakan dalam sabdanya, "BaRangsiapa yang beRiman kepada Allah
Subhanahu wata’ala dan haRi AkhiR maka hendaklah dia beRkata yang baik atau
diam, " maka beliau adalah ORang yang paling peRtama membeRikan
cOntOh."
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Beliau shallallahu’alaihi wasallam tidaklah beRkata-kata kecuali sesuatu yang
sudah jelas kebaikan dan mashlahatnya. Apabila sedang maRah maka beliau memilih
diam, dan paRa shahabat mengetahui daRi ROna wajah beliau yang beRubah. Apabila
ditanya tentang kebaikan maka beliau seRing membeRikan jawaban lebih daRi
sekedaR yang ditanyakan, supaya si penanya puas dan mendapatkan gambaRan yang
utuh tentang apa yang ditanyakan.
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Suatu ketika Muadz bin Jabal peRnah beRtanya kepada Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam, "Wahai Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam
beRitahukanlah kepadaku tentang suatu amal yang dapat memasukkanku ke dalam
suRga dan menjauhkanku daRi neRaka?" Maka beliau menjawab,"Sesungguhnya
engkau telah beRtanya tentang sesuatu hal yang sangat besaR, dan sesungguhnya
itu adalah mudah bagi ORang yang dimudahkan Oleh Allah Subhanahu wata’ala
Ta'ala atasnya. Engkau menyembah Allah Subhanahu wata’ala dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendiRikan shalat, membayaR zakat,
beRpuasa di bulan Ramadhan dan beRhaji ke Baitullah." Kemudian beliau
beRkata, "Maukah engkau kubeRitahu tentang pintu-pintu kebaikan?"
Puasa adalah peRisai, sedekah memadamkan kesalahan-kesalahan sebagaimana aiR
memadam kan api, dan shalatnya seORang laki-laki di tengah malam. Kemudian
beliau membaca fiRman Allah Subhanahu wata’ala,
"Lambung meReka jauh daRi tempat tiduRnya, sampai fiRman-Nya, "Apa
yang telah meReka keRjakan." Kemudian beliau beRsabda, "Maukah
aku beRitahukan kepadamu pOkOk-pOkOk uRusan, tiang-tiangnya, dan puncaknya?
Aku menjawab, "Tentu wahai Rasulullah." Beliau beRsabda, "POkOk
uRusan adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah
jihad." Kemudian beliau beRsabda, "Maukah kubeRitahu kan
kepadamu tentang pengendali (kunci) seluRuh peRkaRa itu? Aku menjawab,
"Tentu wahai Rasulullah." Maka beliau memegang lisannya seRaya
beRsabda, "Tahanlah Olehmu ini." (HR. at-TiRmidzi, beliau
beRkata hadist hasan shahih). Wallahu Subhanahu wata’ala a’lam bish shawab.
Demikianlah, mudah-mudahan khutbah kita kali dapat beRmanfaat bagi kita semua
dan semOga Allah senantiasa membeRikan taufiq-Nya kepada kita sehingga kita
selalu istiqOmah di atas jalan-Nya. Amien.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ
نَا إِنْ
نَسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ
عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلََى
اّلذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبّنَا وَلاَ
تًحَمّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ وَاعْفُ
عَنّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
(Oleh: Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi)
:: Compiled by oRiDo™
::