
URgensi AmaR
Ma'Ruf Nahi MunkaR
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ، وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
KHUTBAH PERTAMA
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
MaRilah kita senantiasa meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketaqwaan kita
kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan selalu menjalankan setiap peRintah Allah
dan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam dan beRusaha semaksimal mungkin
menjauhi dan meninggalkan setiap bentuk laRangan Allah dan Nabi-Nya, sebagai
bentuk kOnsekwensi mahabbah dan kecintaan kepada-Nya. Selalu
beRhaRap suRga dan meRasa takut teRhadap adzab dan siksa-Nya. Kita senantiasa
inteROpeksi diRi dan muhasabah teRhadap amalan yang telah kita lakukan. Dengan
itu kita memiliki peRhitungan dan tOlak ukuR yang jelas, sudahkah di antaRa
kita telah membekali diRi dengan bekal yang baik untuk menghadapi peRhitungan
Allah SWT di saat tidak akan ada lagi peRtOlOngan melainkan peRtOlOngan-Nya.
Dan pada saat itu haRta dan anak ketuRunan seseORang tidak akan beRhaRga.
Allah Ta’ala telah membeRikan taRghib khabaR gembiRa
kepada kita dengan fiRman-Nya,
مَنْ
عَمِلَ
صَالِحًا
مِّن ذَكَرٍ
أَوْ أُنثَى
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِيَنَّهُ
حَيَاةً
طَيِّبَةً
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَجْرَهُمْ
بِأَحْسَنِ
مَاكَانُوا
يَعْمَلُونَ
ARtinya:"BaRangsiapa yang beRamal shalih, baik
laki-laki maupun peRempuan dan dia (dalam keadaan) beRiman, maka sesungguhnya
akan Kami beRikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia). dan sesungguhnya
akan Kami beRikan balasan kepada meReka dengan pahala yang lebih baik daRi apa
yang telah meReka keRjakan (di akhiRat kelak)." (Q.S. an-Nahl: 97).
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa
Rahimakumullah!!
Jika kita peRhatikan dan kita ceRmati secaRa seksama apa yang teRjadi dan
dilakukan mayORitas kaum muslimin, maka kita akan mendapatkan fenOmena yang
sehaRusnya menjadikan masing-nasing kita pRihatin dan mawas diRi agaR kita
tidak teRmasuk gOlOngan meReka yang telah melampaui batas.
Sekian bentuk kesyiRikan, kedhaliman, kejahatan, kemaksiatan dengan segala
cORaknya selalu kita temui di sekitaR kita. Di antaRa kaum muslimin sudah tidak
bisa lagi menghaRgai nyawa seseORang, tidak bisa menghaRgai haRta ORang lain,
dan bahkan tidak bisa menghaRgai kehORmatan manusia, padahal itu semua telah
dilindungi Oleh Islam. Itu semua teRjadi kaRena meReka telah meninggalkan agama
yang hanif ini, menuRuti hawa nafsu dan teRpedaya, teRtipu Oleh gemeRlapnya
kehidupan dunia.
Di sisi lain, sebagian kaum Muslimin tidak lagi memiliki Rasa empati dan
kepedulian teRhadap saudaRanya sesama muslim, tidak peduli dengan kejadian dan
kOndisi yang ada, sehingga segala bentuk kemungkaRan semakin haRi semakin
tumbuh subuR dan sebaliknya, segala bentuk kebaikan mulai teRkikis dan asing di
hadapan manusia. ORang-ORang yang selalu ingin kOnsisten dan istiqamah
menjalankan agama dengan benaR menjadi asing di tengah kaumnya. PeRkaRa yang
baik teRkesan batil begitu pula sebaliknya, peRkaRa sunnah teRkesan bid’ah
begitu juga sebaliknya, kaRena yang menjadi tOlak ukuR adalah peRasaan dan
keRidhaan manusia dan bukan keRidhaan Allah subhahahu wata’ala dan Rasul-Nya.
Sungguh benaR Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam manakala beliau beRsabda
sebagaimana yang diRiwayatkan Oleh Imam Muslim.
إِنَّ
اْلإِسْلاَمَ
بَدَأَ
غَرِيبًا
ثُمَّ
سَيَعُودُ
غَرِيبًا
كَمَا بَدَأَ
فَطُوبَى
لِلْغُرَبَاءِ
وَفِي
رِوَايَةٍ
عَنْ أَحْمَدَ:
قِيلَ يَا
رَسُولَ
اللَّهِ:
وَمَنِ اْلغُرَبَاءِ.
قَالَ:
اَّلذِينَ
يَصْلُحُونَ
إِذَا فَسَدَ
النَّاسُ.
“Sesungguhnya Islam pada
peRmulaannya asing dan akan kembali menjadi asing sepeRti semula. Maka
keuntungan besaRlah bagi ORang-ORang yang asing. Ditanyakan, “Wahai Rasulullah
siapakah yang teRmasuk asing itu?” Rasulullah Menjawab, “ORang-ORang yang tetap
beRbuat baik, manakala manusia telah Rusak.” (HR. Ahmad)
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa
Rahimakumullah!!
KaRenanya, meRupakan tugas dan kewajiban setiap muslim untuk selalu menjaga
kemuRnian agama, dengan senantiasa menegakkan kebenaRan dan mencegah setiap
bentuk kemungkaRan.
Tentunya kita peRnah membaca dan mendengaR peRmisalan yang peRnah disampaikan
Oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana diRiwayatkan Oleh
al-BukhaRi dan at-TiRmidzi yang beRsumbeR daRi an-Nu’man bin BasyiR, beliau
beRsabda,
مَثَلُ
القَائِمِ في
حُدُودِ
اللهِ وَالوَاقعِ
فِيهَا ،
كَمَثَلِ
قَومٍ
اسْتَهَمُوا عَلَى
سَفِينَةٍ ،
فَأَصابَ
بَعْضُهم
أعْلاهَا ،
وبعضُهم
أَسْفلَهَا ،
فكان الذي في
أَسفلها إذا
استَقَوْا من
الماء
مَرُّوا على مَنْ
فَوقَهمْ ،
فقالوا : لو
أنا خَرَقْنا
في
نَصِيبِنَا
خَرقا ولَمْ
نُؤذِ مَنْ فَوقَنا
؟ فإن
تَرَكُوهُمْ
وما أَرَادوا
هَلَكوا
وهلكوا
جَميعا ، وإنْ
أخذُوا على
أيديِهِمْ
نَجَوْا
ونَجَوْا
جَميعا
“PeRumpamaan ORang yang teguh dalam menjalankan
hukum-hukum Allah dan ORang yang teRjeRumus di dalamnya adalah sepeRti
sekOlOmpOk ORang yang sedang membagi tempat di dalam sebuah kapal, ada yang
mendapatkan tempat di atas, dan ada yang mempeROleh tempat di bawah. Sedang
yang di bawah jika meReka membutuhkan aiR minum, maka meReka haRus naik ke
atas, maka meReka akan mengatakan: “Lebih baik kami melObangi tempat di bagian
kami ini, supaya tidak mengganggu kawan-kawan kami di atas. Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam beRkata, Maka jika meReka yang di atas membiaRkan
meReka, pasti binasalah semua ORang yang ada di dalam peRahu teRsebut, namun
apabila meReka mencegahnya semuanya akan selamat”
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa
Rahimakumullah!!
Jika kita Renungkan agungnya peRmisalan yang beRsumbeR daRi seORang Nabi
akhiR zaman, seORang yang lebih tahu tentang keadaan ummatnya, tentang
sebab-sebab kemulyaan dan keRusakan yang akan teRjadi pada meReka beRdasaRkan
wahyu daRi Allah subhanahu wata’ala, maka kita akan mempROleh gambaRan tentang
agungnya keutamaan mengajak ORang kepada kebaikan dan mencegahnya daRi peRbuatan
jahat dan mungkaR yang kita kenal dalam istilah syaRa’ al-‘AmRu bil ma’Ruf wan
nahyu anil mungkaR .
Hal ini meRupakan kewajiban setiap muslim yang paling utama yang dengannya
akan menjadi jalan keselamatan dan kebeRuntungan, secaRa pRibadi maupun
mujtama' (masyaRakat) di dunia maupun di akheRat. Dan yang dapat menguatkan
bahwa yang demikian meRupakan kewajiban setiap muslim, dan meRupakan amanah
yang haRus ditegakkan, kaRena hal ini dapat menghidaRkan kaum muslimin daRi
kebinasaan.
Allah subhanahu wata’ala telah banyak menyebutkan di dalam kitab-Nya al-QuR’an
al-KaRim. Di antaRanya disebutkan bahwa ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam adalah sebaik-baik ummat kaRena sebab sifat-sifat meReka yang mulia.
Di antaRa sifat teRsebut adalah upaya mengajak ORang untuk melakukan kebaikan
dan mencegahnya daRi peRbuatan mungkaR dan kejahatan.
Allah Ta’ala beRfiRman,
كُنتُمْ
خَيْرَ
أُمَّةٍ
أُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ
تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ
وَتَنْهَوْنَ
عَنِ
الْمُنكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ
بِاللهِ
وَلَوْءَامَنَ
أَهْلُ
الْكِتَابِ
لَكَانَ
خَيْرًا
لَّهُمْ
مِّنْهُمُ
الْمُؤْمِنُونَ
وَأَكْثَرَهُمُ
الْفَاسِقُونَ
“Kamu
adalah umat yang teRbaik yang dilahiRkan untuk manusia, menyuRuh kepada yang
ma'Ruf, dan mencegah daRi yang munkaR, dan beRiman kepada Allah. SekiRanya Ahli
Kitab beRiman, tentulah itu lebih baik bagi meReka; di antaRa meReka ada yang
beRiman dan kebanyakan meReka adalah ORang-ORang yang fasik.” (QS. Ali
‘ImRan:110)
وَالْمُؤْمِنُونَ
وَالْمُؤْمِنَاتُ
بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَآءُ
بَعْضٍ
يَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ
عَنِ
الْمُنكَرِ
وَيُقِيمُونَ
الصَّلاَةَ
وَيُؤْتُونَ
الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ
اللهَ
وَرَسُولَهُ
أُوْلاَئِكَ
سَيَرْحَمُهُمُ
اللهُ إِنَّ
اللهَ عَزِيزٌ
حَكِيمُُ {71}
“Dan
ORang-ORang yang beRiman, lelaki dan peRempuan, sebagian meReka (adalah) menjadi
penOlOng sebagian yang lain. MeReka menyuRuh (mengeRjakan) yang ma'Ruf,
mencegah daRi yang munkaR, mendiRikan shalat, menunaikan zakat dan meReka ta'at
kepada Allah dan Rasul-Nya. MeReka itu akan dibeRi Rahmat Oleh Allah;
Sesungguhnya Allah Maha PeRkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. at-Taubah: 71)
Ma’asyiRal
Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Bagaimana
Allah subhanahu wata’ala pada ayat peRtama memulai fiRman-Nya dengan menyebut
kalimat al-‘AmRu bil ma’Ruf wan nahyu anil mungkaR sebelum menyebut kalimat
al-Iman padahal ia meRupakan syaRat syahnya seluRuh amalan manusia. Dan pada
ayat yang kedua bagaimana Allah subhanahu wata’ala telah menyebutkannya sebelum
peRintah mendiRikan shalat dan zakat. Ini semua menunjukkan tingginya keutamaan
peRkaRa ini, manfa’atnya menyeluRuh, dan dampak yang ditimbulkan sangatlah
teRasa dalam kehidupan setiap muslim. Dan ayat yang kedua juga menunjukkan
bahwa al-‘AmRu bil ma’Ruf wan nahyu anil mungkaR meRupakan sifat khusus yang
sehaRusnya dimiliki Oleh setiap muslim dan muslimah sehinga meReka tidak bOleh
menyepelekannya.
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Sebaliknya Allah subhanahu wata’ala telah mencela setiap ORang yang sengaja
meninggalkan dan menyepelehkan kewajiban ini daRi kalangan ORang-ORang kafiR
bani IsRail dan melaknat meReka.
Allah subhanahu wata’ala beRfiRman di dalam suRat al-Maidah.
لُعِنَ
الَّذِينَ
كَفَرُوا مِن
بَنِى إِسْرَاءِيلَ
عَلَى
لِسَانِ
دَاوُدَ
وَعِيسَى ابْنِ
مَرْيَمَ
ذَلِكَ بِمَا
عَصَوْا وَّكَانُوا
يَعْتَدُونَ
{78} كَانُوا
لاَيَتَنَاهَوْنَ
عَن مُّنكَرٍ
فَعَلُوهُ
لَبِئْسَ مَا
كَانُوا
يَفْعَلُونَ
{79}
“Telah dilaknati ORang-ORang kafiR daRi Bani IsRail
dengan lisan Daud dan 'Isa puteRa MaRyam. Yang demikian itu, disebabkan meReka
duRhaka dan selalu melampaui batas. MeReka satu sama lain selalu tidak melaRang
tindakan munkaR yang meReka peRbuat. Sesungguhnya amat buRuklah apa yang selalu
meReka peRbuat itu. (QS. al-Maidah: 78-79).
Dalam
ayat ini teRkandung petunjuk daRi Allah subhanahu wata’ala bagi ummat Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sebab dilaknatnya ORang-ORang kafiR daRi
kalangan bani IsRail dan dicelanya meReka adalah kaRena kemaksiatan yang meReka
lakukan dan meReka telah melampai batas. MeReka tidak saling mencegah
kemungkaRan yang teRjadi diantaRa meReka.
Ini sebagai peRingatan bagi ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agaR
tidak melakukan sepeRti meReka dan menjauhi peRbuatan yang teRcela ini.
KaRena manakala ummat ini memiliki akhlak sepeRti akhlak ORang-ORang kafiR daRi
bani IsRail, maka secaRa tidak langsung meReka juga beRhak mendapatkan celaan
dan laknat daRi Allah subhanahu wata’ala sebagaimana yang demikian ditimpakan
kepada meReka.
Dan
diRiwayatkan daRi Muslim, daRi Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam beRsabda,
مَا
مِنْ نَبِىٍّ
بَعَثَهُ
اللَّهُ فِى
أُمَّةٍ
قَبْلِى
إِلاَّ كَانَ
لَهُ مِنْ
أُمَّتِهِ
حَوَارِىٌّ
وَأَصْحَابٌ
يَأْخُذُونَ
بِسُنَنِهِ
وَيَقْتَدُونَ
بِهَا ثُمَّ يَخْلُفُ
مِنْ
بَعْدِهِمْ
خُلُوفٌ
يَقُولُونَ
مَا لاَ
يَفْعَلُونَ
وَيَفْعَلُونَ
مَا لاَ
يُؤْمَرُونَ
فَمَنْ
جَاهَدَهُمْ
بِيَدِهِ
فَهُوَ
مُؤْمِنٌ
وَمَنْ
جَاهَدَهُمْ
بِلِسَانِهِ
فَهُوَ
مُؤْمِنٌ
وَمَنْ جَاهَدَهُمْ
بِقَلْبِهِ
فَهُوَ
مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ
وَرَاءَ
ذلِكَ مِنَ
الإِيمَانِ
حَبَّةُ
خَرْدَلٍ
(أَخْرَجَهُ
مُسْلِمٌ فِى
الصَّحِيحِ)
“Tidak
ada seORang nabi yang diutus Oleh Allah subhanahu wata’ala pada suatu kaum,
sebelumku, melainkan baginya penOlOng dan sahabat yang mengambil dan mengikuti
sunnahnya, kemudian datanglah ORang-ORang jahil setelah meReka, mengucapkan apa
yang tidak meReka keRjakan, dan meReka mengeRjakan apa yang tidak
dipeRintahkan. Maka
baRangsiapa yang memeRangi meReka dengan tangannya, dia adalah seORang mu’min.
Dan baRangsiapa yang memeRangi meReka dengan lisannya, maka dia adalah mu’min.
Dan baRangsiapa yang memeRangi meReka dengan hatinya, maka dia adalah mu’min.
Dan tidak ada sebesaR biji sawipun daRi keimanan di balik yang demikian itu.”
(HR. Muslim)
Kita
memOhOn kepada Allah subhanahu wata’ala agaR dibeRi kekuatan untuk membedakan
antaRa yang hak dan yang batil, yang ma’Ruf dan yang mungkaR, kemudian kita
beRsama-sama menegakkan yang ma’Ruf dan membeRantas segala bentuk kemungkaRan
dan kebatilan.
Allah Ta’ala beRfiRman,
وَلْتَكُن
مِّنكُمْ
أُمَّةُُ
يَدْعُونَ إِلَى
الْخَيْرِ
وَيَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ
عَنِ
الْمُنكَرِ
وَأُوْلاَئِكَ
هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan
hendaklah ada di antaRa kamu segOlOngan umat yang menyeRu kepada kebajikan,
menyuRuh kepada yang ma'Ruf dan mencegah daRi yang munkaR; meReka adalah
ORang-ORang yang beRuntung.” (QS. Ali ImRan: 104)
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam beRsabda,
مَنْ
رَأَى
مِنْكُمْ
مُنْكَرًا
فَلْيُغَيِّرْهُ
بِيَدِهِ
فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ
فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ
فَبِقَلْبِهِ
وَذَلِكَ
أَضْعَفُ
الإِيمَانِ (رواه
مسلم)
“BaRangsiapa di antaRa kalian melihat
kemungkaRan, maka hendaklah ia meRubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak
mampu, maka hendaklah ia meRubahnya dengan lisannya. Dan jika ia tidak mampu,
maka hendaklah ia meRubahnya dengan hatinya. Dan demikian itu adalah
selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
KHUTBAH
KEDUA
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Ma’asyiRal Muslimin Rahimani
wa Rahimakumullah!!
.
MaRilah kita senantiasa menjaga ketaqwaan dan menjaga
jiwa-jiwa hanya bagi Allah Ta’ala, senantiasa istiqamah dalam menjalankan
setiap peRintah-Nya dan beRsungguh-sungguh mengajak setiap ORang kepada
kebaikan dan mencegahnya daRi peRbuatan mungkaR, baik teRhadap keluaRga, anak
ketuRunan kita dan selain meReka sesuai dengan kemampuan kita di setiap tempat
dan waktu dengan caRa yang baik dan hikmah, beRakhlak sesuai dengan akhlak
ORang-ORang mukmin, beRhati-hati teRhadap akhlak dan budaya ORang-ORang kafiR
dan ORang yang melampaui batas seRta beRsungguh-sungguh demi keselamatan, kita,
keluaRga kita, dan saudaRa-saudaRa kita sesama muslim.
Allah Ta’ala beRfiRman,
وَأْمُرْ
أَهْلَكَ
بِالصَّلاَةِ
وَاصْطَبِرْ
عَلَيْهَا
“Dan
peRintahkanlah kepada keluaRgamu mendiRikan shalat dan beRsabaRlah kamu dalam
mengeRjakannya.” (QS.Thaha: 132)
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
قُوا أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ
نَارًا
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا مَلآئِكَةٌ
غِلاَظٌ
شِدَادُُ
لاَّيَعْصُونَ
اللهَ
مَآأَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَايُؤْمَرُونَ
“Hai
ORang-ORang yang beRiman, pelihaRalah diRimu dan keluaRgamu daRi api neRaka
yang bahan bakaRnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasaR, yang keRas, yang tidak menduRhakai Allah teRhadap apa ang
dipeRintahkan-Nya kepada meReka dan selalu mengeRjakan apa yang dipeRintahkan.”
(QS. at-TahRim: 6)
Ini semua kaRena kita akan dimita peRtanggunganjawab
teRhadap kepemimpinan kita.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ
نَا إِنْ
نَسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلََى
اّلذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبّنَا
وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ
وَاعْفُ
عَنّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
وصلى الله على
نبينا محمد
وعلى أله
وصحبه ومن تبعهم
بإحسان إلى
يوم الدين
وآخر دعوانا
أن الحمد لله
رب العالمين.
(Oleh: Ust.
Khusnul Yaqin ARba’in)
:: Compiled by oRiDo™ ::