
Salam, TRadisi
Islam yang TeRabaikan
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
MencaRi dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya bukan peRbuatan yang
teRcela di dalam Islam, apalagi dilaRang. Begitu Juga halnya beRhaRap pahala
daRi ibadah yang dikeRjakan bukanlah meRupakan suatu yang dapat menguRangi atau
menghilangkan Rasa ikhlash kepada ‘Alma’bud bil Haq’. Tetapi hal teRsebut
adalah bagian daRi peRintah Allah itu sendiRi.
MA’ASYIROL
MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Banyak sekali Nash-Nash baik di dalam Al-QuR’an dan as-Sunnah yang bisa
dijadikan hujjah atau dalil dalam hal ini. KaRena Allah sendiRi memang
menjanjikan pahala dan ‘iming-imingan’ yang tak teRnilai haRganya kepada siapa
saja di antaRa hamba-hamba-Nya yang mau beRibadah kepada-Nya semata sesuai
dengan tuntunan Rasul-Nya Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Sebagai
mOtivasi agaR selalu semangat, istiqOmah dan ‘fastibiqul khaiRat’
(beRlOmba-lOmba dalam kebaikan dan ibadah kepada-Nya). Allah subhanahu wata’ala
beRfiRman dalam banyak ayat-Nya di antaRanya,
وَالَّذِينَ
ءَامَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
سَنَدْخِلُهُمْ
جَنَّاتٍ تَجْرِي
مِنْ
تَحْتِهَا
اْلأَنْهَارُ
خَالِدِينَ
فِيهَا
أَبَدًا
وَعْدَ اللهِ
حَقًّا وَمَنْ
أَصْدَقُ
مِنَ اللهِ
قِيلاً
“ORang-ORang
yang beRiman dan mengeRjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan kedalam
suRga yang mengaliR sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Allah telah
membuat suatu janji yang benaR. Dan siapakah yang lebih benaR peRkataannya daRi
pada Allah”. (QS. an-Nisa: 122)
أُولَئِكَ
جَزَاؤُهُمْ
مَغْفِرَةٌ
مِنْ رَبِّهِمْ
وَجَنَّاتٌ
تَجْرِي مِنْ
تَحْتِهَا
اْلأَنْهَارُ
خَالِدِينَ
فِيهَا
وَنِعْمَ أَجْرُ
اْلعَامِلِينَ
“MeReka
(ORang-ORang yang beRtaqwa) itu balasannya ialah ampunan daRi Rabb meReka dan
suRga yang di dalamnya mengaliR sungai-sungai, sedang meReka kekal di dalamnya;
dan itulah sebaik-baik pahala ORang-ORang yang beRamal”. (QS.
Ali’ImRan: 136)
وَمَنْ
يَتَّقِ
اللهَ
يَجْعَلْ
لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ
مِنْ حَيْثُ
لاَ يَحْتَسِبُ
وَمَنْ
يَتَوَكَّلْ
عَلَى اللهِ
فَهُوَ
حَسْبُهُ
إِنَّ اللهَ
بَالِغُ
أَمْرِهِ قَدْ
جَعَلَ اللهُ
لِكُلِّ
شَيْئٍ
قَدْرًا
“BaRangsiapa yang beRtaqwa kepada
Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luaR. Dan membeRinya Rezki
daRi aRah yang tiada disangka-sangkanya. Dan baRangsiapa yang beRtawakkal
kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (kepeRluan)nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan uRusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. 65:2-3)
َوأَنَّ
لَيْسَ
لِلْإِنْسَانِ
إِلاَّ مَا سَعَى
وَأَنَّ
سَعْيَهُ
سَوْفَ يُرَى
ثُمَّ
يُجْزَاهُ
الْجَزَاءَ
اْلأَوْفَى
“Dan bahwasanya seORang manusia tiada mempeROleh selain apa yang
telah diusahakannya. Dan
bahwasanya usahanya itu kelak akan dipeRlihatkan (kepadanya). Kemudian akan
dibeRi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempuRna”. (QS. an-Najm:
39-41)
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI
WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Dengan ini saja banyak manusia yang masih tetap beRmalas-malasan, enggan dan
mengabaikan ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
Kalau kita mau menyadaRi betapa banyak pahala-pahala Allah yang teRsedia setiap
haRinya untuk kita Raih, tapi justRu seRing kita Remehkan dan abaikan. DaRi
semenjak kita teRjaga daRi tiduR hingga sampai tiduR kembali, semuanya teRdapat
pahala yang teRhampaR tak teRhitung banyaknya seRta keuntungan yang nyata di
dunia dan akhiRat. Tentunya dengan catatan, kalau semuanya kita jalani sesuai
dengan pROseduR ‘MudabbiRul UmuR’.
Kita ambil cOntOh yang sangat sedeRhana sekali daRi pahala-pahala yang
teRabaikan setiap haRinya adalah tRadisi dan ibadah menebaRkan salam
‘Assalamu’alaikum’ yang menjadi tema khutbah kita kali ini. Saat ini hampiR
hilang ditinggalkan Oleh sebagian umat islam.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
Tidak sedikit di antaRa kita umat islam yang meRasa mindeR dan malu kalau haRus
menyapa dengan mengucapkan salam‘Assalamu’alaikum’ ketika beRtemu saudaRanya,
dan lebih bangga kalau dapat menyapa dengan sapaan ‘ala baRat’ atau sapaan yang
lainnya, sepeRti: hallO; hai; selamat pagi; selamat siang; selamat sORe; selamat
malam; dan lain sebagainya. Juga ketika mendatangi Rumah sanak-saudaRa atau
beRtamu ke salah satu Rumah teman, teRasa beRat Rasanya kalau memulainya dengan
mengucapkan salam dan anehnya seakan lebih afdhOl atau lebih ‘sReg’ kalau
dengan ucapan selainnya, sepeRti: peRmisi; punten atau hanya sekedaR mengetuk
pintu Rumah atau lebih paRah daRi itu masuk ‘slOnOng bOy’, tanpa peRmisi dan
basa basi. Sungguh menyedihkan dan menyelisihi ajaRan Islam yang agung itu
sendiRi. Allah subhanahu wata’ala beRfiRman,
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
لاَ تَدْخُلُوا
بُيُوتًا
غَيْرَ
بُيُوتِكُمْ
حَتىَّ تَسْتَأْنِسُوا
وَتُسَلِّمُوا
عَلَى أَهْلِهَا
ذَالِكُمْ
خَيْرٌ
لَكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
“Hai ORang-ORang yang beRiman, janganlah kamu memasuki Rumah
yang bukan Rumahmu sebelum meminta izin dan membeRi salam kepada
penghuninya.Yang demikian itu lebih baik bagimu, agaR kamu (selalu) ingat”.
(QS. an-NuR: 27)
Rasulullahshallallahu’alaihi wasallam beRsabda,
حَقُّ
اْلمُسْلِمِ
عَلَى
اْلمُسْلِمِ
سِتٌّ إِذَا
لَقِيتَهُ
فَسَلِّمْ عَلَيْهِ
(رواه مسلم)
“Hak seORang muslim atas saudaRanya yang muslim ada enam:
apabila kamu beRteRmu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya…”(HR. Muslim)
وَإِذَا
حُيِّيتُمْ
بِتَحِيَّةٍ
فَحَيُّوا
بِأَحْسَنَ
مِنْهَا أَوْ
رُدُّوهَا
إِنَّ اللهَ
كَانَ عَلَى
كُلِّ شَيْئٍ
حَسِيبًا
“Apabila kamu dihORmati dengan suatu
penghORmatan, maka balaslah penghORmatan itu dengan lebih baik, atau balaslah
(dengan yang seRupa). Sesungguhnya Allah mempeRhitungkan segala sesuatu”. (QS.
an-Nisa: 86)
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
PeRlu kita ketahui bahwa mengucapkan salam ‘Assalamu’alaikum’ dalam Islam bukan
hanya sekedaR sapaan belaka, tetapi lebih mulia daRi itu. Ia meRupakan bagian
daRi ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala, yang jelas punya nilai dan pahala
yang besaR di sisi-Nya. KaRena ucapan salam itu adalah dOa. Sedangkan dOa itu
sendiRi meRupakan inti ibadah dan dibeRikan pahala bagi siapa yang
mengucapkannya.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
Salam juga meRupakan amalan dan tRadisi (sunnah) paRa Rasul-Rasul Allah dan
paRa malaikat-Nya. Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala beRfiRman tentang kisah
paRa malaikat yang datang beRtamu kepada Nabi IbRahim ‘alaihissalam, aRtinya,
“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad)
ceRita tamu IbRahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan. (Ingatlah) ketika
meReka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan:"Salaman", IbRahim
menjawab:"salamun" (kamu) adalah ORang-ORang yang tidak dikenal”.
(QS. adz-DzaRiyat: 24-25)
Dan juga daRi Abu HuRaiRah Radhiyallahu’anhu daRi Nabi shallallahu’alaihi
wasallam beliau beRsabda,
لَمَّا
خَلَقَ
اللَّهُ
آدَمَ قَالَ
اذْهَبْ
فَسَلِّمْ
عَلَى
أُولَئِكَ
النَّفَرِ مِنَ
الْمَلَائِكَةِ
جُلُوسٌ
فَاسْتَمِعْ
مَا
يُحَيُّونَكَ
فَإِنَّهَا
تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ
ذُرِّيَّتِكَ
فَقَالَ السَّلَامُ
عَلَيْكُمْ
فَقَالُوا
السَّلَامُ
عَلَيْكَ
وَرَحْمَةُ
اللَّهِ
فَزَادُوهُ
وَرَحْمَةُ
اللَّهِ (متفق
عليه)
“Tatkala Allah menciptakan Nabi Adam
‘alaihissalam, Dia beRfiRman, “PeRgilah!! Dan ucapkanlah salam kepada paRa
Malaikat yang sedang duduk, lalu peRhatikanlah apa yang meReka akan jawab,
sesungguhnya jawaban (paRa malaikat itu) adalah salam (penghORmatan)mu dan anak
ketuRunanmu. Maka Nabi Adam ‘alaihissalam beRkata, “Assalamu’alaikum”, lalu
meReka (paRa malaikat) menjawab, “Assalamu’alaika wa Rahmatullah”. MeReka
menambahkan: “WaRahmatullah”. (Muttafaq’alaih)
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
Dan tidak diRagukan lagi, salam juga meRupakan ajaRan dan amalan Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam dan paRa shahabat Ridwanullahu’alaihim.
عَنْ
عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ
عَمْرو بْنِِ
العَاصِ
رَضِيَ
اللَّهُ
عَنْهُمَا
أَنَّ رَجُلًا
سَأَلَ
رَسُولَ
اللَّهِ
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
أَيُّ
الْإِسْلَامِ
خَيْرٌ قَالَ
تُطْعِمُ
الطَّعَامَ
وَتَقْرَأُ
السَّلَامَ
عَلَى مَنْ
عَرَفْتَ
وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
(متفق عليه)
DaRi
‘Abdullah bin ‘AmRu bin al’Ash Radhiyallahu’anhuma bahwa seORang lelaki
beRtanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, “ajaRan Islam yang
manakah yang paling baik”? Beliau menjawab, “Kamu membeRi makan (ORang yang
membutuhkannya), dan kamu mengucapkan salam kepada ORang yang kamu kenal dan
yang tidak kamu kenal”. (Muttafaq’alaih)
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وبعد,
MA’ASYIROL
MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
KaRena kecintaan paRa shahabat yang begitu besaR kepada Allah subhanahu
wata’ala, suatu ketika meReka mengucapkan di dalam shalat meReka, “Salam sejahteRa atas Allah daRi
hamba-hamba-Nya, salam sejahteRa atas JibRil, salam sejahteRa atas fulan dan
fulan. Maka saat
itu Rasulullah melaRang meReka untuk mengucapkan yang demikian, “salam
sejahteRa untuk Allah, salam sejahteRa untuk hamba-hamba-Nya”.
Dan Beliau beRsabda, “Sesungguhnya Allah
Dia lah Yang Maha PembeRi keselamatan/as-Salam (yakni: Dia lah Jalla wa’Ala
yang menyelamatkan daRi segala aib dan kekuRangan), maka tidak peRlu kalian
memuji-Nya dengan mendOakan keselamatan atas diRi-Nya”. Lalu Beliau beRkata
kepada meReka, “Ucapkanlah, “Salam
sejahteRa atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih”. Maka jika kalian mengucapkannya,
sesungguhnya kalian telah mengucapkan salam kepada semua hamba yang shalih baik
yang ada di dunia maupun di langit”. (HR. al-BukhaRi)
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
SeORang yang mengucapkan salam kepada saudaRanya beRaRti ia telah mendOakan
saudaRanya agaR Allah menyelamatkannya daRi segala musibah yang akan
menimpanya. Apakah musibah itu beRupa penyakit lahiR maupun bathin (hati),
hilang akal (gila), daRi kejahatan manusia, maksiat dan dOsa-dOsa, daRi siksa
neRaka dan semuanya yang kita anggap sabagai musibah daRi yang teRkecil sampai
musibah yang paling besaR.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
Ini menunjukkan betapa indah dan haRmOnisnya kehidupan kaum muslimin. Saling
mendOakan di antaRa meReka dengan kebaikan dan keselamatan, sehingga kita
beRhaRap dengan idzin Allah akan tumbuh kecintaan dan kasih sayang di antaRa
meReka. Hilang Rasa dendam dan peRtikaian di antaRa kita kaum muslimin. Tidak
peRnah ada lagi saling menghujat, mencela, dan saling mendiamkan di antaRa
kita. Yang ada adalah teRajut kembali benang-benang ukhuwwah islamiyah yang
telah lama teRceRai beRai atau mungkin peRnah teRputus. Yakni ukhuwwah di atas
al haq tentunya. Hal ini sesuai dengan Resep Nabi shallallahu’alaihi wasallam
yang peRnah dibeRikan kepada ummatnya,
DaRi Abu huRaiRah Radhiyallahu’anhu dia beRkata, Rasulullah shallallahu’alaihi
wasallam beRsabda,
لَا
تَدْخُلُونَ
الْجَنَّةَ
حَتَّى تُؤْمِنُوا
وَلَا
تُؤْمِنُوا
حَتَّى
تَحَابُّوا
أَوَلَا
أَدُلُّكُمْ
عَلَى شَيْءٍ
إِذَا فَعَلْتُمُوهُ
تَحَابَبْتُمْ
أَفْشُوا السَّلَامَ
بَيْنَكُمْ
(رواه مسلم)
“Tidaklah kalian masuk suRga sampai
kalian beRiman. Dan tidaklah kalian beRiman sampai kalian saling mencintai.
Maukah kalian aku tunjukkan akan sesuatu. Apabila kalian melakukannya niscaya
kalian akan saling mencintai, TebaRkanlah salam di antaRa kalian.” (HR. Muslim)
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
PeRnahkah kita peRhatikan dan Renungkan, kalau seandainya dalam setiap haRi
saja, kita menjumpai 100 ORang muslim dan saat itu kita enggan tidak
mengucapkan salam kepada meReka, betapa meRuginya kita, kaRena beRaRti kita
telah mengabaikan dan menyia-nyiakan pahala-pahala yang Allah sajikan dengan
Cuma-Cuma atau gRatisan tanpa haRus beRsusah payah mendapatkannya.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA
RAHIMUKUMULLAH!!!
Ingat dan camkanlah baik-baik bahwa kesempatan emas untuk meRaih pahala
sebanyak-banyaknya dengan Cuma-Cuma belum tentu akan kembali dibeRikan kepada
kita. BOleh jadi saat itu adalah kesempatan teRakhiR yang nanti akan kita
sesali dan tangisi pada haRi akhiR. Maka daRi itu jangan sia-siakan!!! Mulailah
menebaRkan salam kepada saudaRa-saudaRamu!!! .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ
نَا إِنْ
نَسِيْنَا
أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلََى اّلذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبّنَا
وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ
وَاعْفُ
عَنّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى
الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
(Oleh: Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi)
::
Compiled by oRiDo™ ::