
Penyakit Hati dan
Obat PenawaRnya
Oleh:
Luqman Hakim, M.HI.
KHUTHBAH PERTAMA:
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
HadiRin Sidang Jum’at yang
TeRhORmat
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
أَلَا
وَإِنَّ فِي
الْجَسَدِ
مُضْغَةً إِذَا
صَلَحَتْ
صَلَحَ
الْجَسَدُ
كُلُّهُ وَإِذَا
فَسَدَتْ
فَسَدَ
الْجَسَدُ
كُلُّهُ، أَلاَ
وَهِيَ
الْقَلْبُ.
"Ketahuilah bahwa di dalam tubuh teRdapat
segumpal daRah, apabila ia baik maka seluRuh tubuh akan baik, dan apabila Rusak
maka seluRuh tubuh akan Rusak. Ketahuilah ia adalah hati." (HR.
al-BukhaRi dan Muslim).
Sesungguhnya
peRkaRa hati meRupakan peRkaRa yang besaR, sehingga Allah menuRunkan kitab
suciNya untuk mempeRbaiki hati
Hal
yang menekankan pentingnya mempeRhatikan hati adalah bahwa Allah menjadikan
hati -sesuai hikmah dan ilmuNya- sebagai tempat bagi cahaya dan petunjukNya. Hati
adalah tempat ilmu pengetahuan. Melalui hati, manusia dapat mengenal Rabbnya.
Dengan hati, manusia mengenal nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Dengan hati,
manusia dapat menghayati ayat-ayat syaR'iyahNya. Allah beRfiRman,
أَفَلَا
يَتَدَبَّرُونَ
الْقُرْآنَ
أَمْ عَلَى
قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
"Maka apakah
meReka tidak mempeRhatikan al-QuR`an ataukah hati meReka teRkunci."
(Muhammad: 24).
Ayat ini menjelaskan bahwa hati manusia apabila teRkunci,
maka ia tidak akan dapat mempeRhatikan dan meRenungkan ayat-ayat syaR'iyahNya.
Dengan hati pula manusia dapat meRenungkan ayat-ayat
kauniyah, yaitu ciptaan Allah yang ada di jagad Raya ini dan yang ada di dalam
jiwa.
Allah Ta’ala beRfiRman,
أَفَلَمْ
يَسِيرُوا
فِي
الْأَرْضِ
فَتَكُونَ
لَهُمْ
قُلُوبٌ
يَعْقِلُونَ
بِهَا أَوْ
آذَانٌ
يَسْمَعُونَ
بِهَا
فَإِنَّهَا
لَا تَعْمَى
الْأَبْصَارُ
وَلَكِن
تَعْمَى
الْقُلُوبُ
الَّتِي فِي الصُّدُورِ
"Maka apakah
meReka tidak beRjalan di muka bumi, lalu meReka mem-punyai hati yang dengan itu
meReka dapat memahami atau mempu-nyai telinga yang dengan itu meReka dapat
mendengaR? KaRena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah hati yang di dalam dada." (Al-Hajj: 46).
Melalui ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang menjadi
sandaRan di dalam mengambil pelajaRan teRhadap ayat-ayat kauniyah Allah dalam
jagat Raya dan dalam jiwa adalah keceRdasan dan kesadaRan hati.
Dan hal lain yang menekankan pentingnya menjaga hati
ada-lah bahwa hati meRupakan kendaRaan yang digunakan seseORang untuk dapat
menempuh peRjalanan menuju akhiRat.
FaktOR penyebab lain yang menekankan pentingnya menjaga
hati adalah bahwa salah satu sifat hati yang utama adalah mudah beRbalik dan
suka beRubah. Hati sangat mudah beRubah, gampang beRbuat, dan tidak menentu.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
لَقَلْبُ
ابْنِ آدَمَ
أَشَدُّ
انْقِلَابًا
مِنَ الْقِدْرِ
إِذَا
اجْتَمَعَتْ
غَلْيًا.
"Sungguh, hati
anak Adam itu sangat (mudah) beRbOlak-balik daRi-pada bejana apabila ia telah
penuh dalam keadaan mendidih." (HR. Ahmad).
HadiRin
Sidang Jum’at yang TeRhORmat
Pada kesempatan kali ini khatib akan membahas tema
penyakit hati dan Obat penawaRnya.
A.
PENYAKIT HATI
1. SyiRik
SyiRik adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang
lain. ORang yang syiRik adalah ORang yang beRgantung kepada selain Allah.
BeRgantung kepada selain Allah adalah peRusak hati yang paling besaR. Tidak ada
peRusak yang lebih beRbahaya daRipada pe-Rusak hati ini, dan tidak ada yang
memutuskan kemaslahatan dan kebahagiaan ORang melainkan peRusak ini. KaRena
bila seseORang beRgantung kepada selain Allah, maka Allah Ta’ala akan
mewakilkan uRusannya kepada sesuatu yang menjadi tempat dia beRgantung
teRsebut, dan Dia menghinakannya kaRena tindakannya teRgantung kepada selainNya
itu. Dia telah kehilangan kesempatan mempeROleh tujuannya daRi Allah Ta’ala kaRena
dia telah beRgantung kepada selain Allah, dan kaRena dia telah beRpaling kepada
selainNya. Sehingga bagiannya untuk Allah tidak diteRima, sedangkan
angan-angannya untuk selain Allah tidaklah sampai.
Allah Ta’ala beRfiRman,
وَاتَّخَذُوا
مِن دُونِ
اللَّهِ
آلِهَةً
لِّيَكُونُوا
لَهُمْ
عِزّاً. كَلَّا
سَيَكْفُرُونَ
بِعِبَادَتِهِمْ
وَيَكُونُونَ
عَلَيْهِمْ
ضِدّاً
"Dan meReka
telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agaR sembahan-sembahan itu
menjadi pelindung bagi meReka. Sekali-kali tidak. Kelak meReka
(sembahan-sembahan) itu akan mengingkaRi penyembahan (pengikut-pengikutnya)
teRhadapnya, dan meReka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi meReka."
(MaRyam: 81-82).
Maka ORang yang paling teRlantaR adalah ORang yang
beRgantung kepada selain Allah, kaRena sesuatu yang hilang daRinya beRupa
kemaslahatan, kebahagiaan dan kesenangannya adalah lebih besaR daRipada sesuatu
yang dia dapatkan daRi keteRgantungannya kepada selain Allah. Bahkan sesuatu
yang dia dapatkan itu pun nampak akan hilang dan punah.
HadiRin
Rahimakumullah
PeRumpamaan ORang yang beRgantung kepada selain Allah
Ta’ala adalah laksana ORang yang beRlindung daRi panas dan dingin di bawah
saRang laba-laba yang meRupakan bangunan yang paling Rapuh dan lemah.
SecaRa glObal, pOndasi dan kaidah dasaR kemusyRikan yang
di atasnya dibangun sesuatu adalah sikap beRgantung kepada selain Allah, dan
ORang yang melakukannya mendapatkan celaan dan keteRlantaRan, sebagaimana Allah
Ta’ala beRfiRman,
لاَّ
تَجْعَل مَعَ
اللّهِ
إِلَـهاً
آخَرَ فَتَقْعُدَ
مَذْمُوماً
مَّخْذُولاً
"Janganlah
kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agaR ka-mu tidak menjadi teRcela
dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-IsRa`: 22).
2.
Mengikuti Nafsu dan Melakukan DOsa
Syahwat dan dOsa meRupakan penyebab kedua keRusakan hati.
Allah Ta’ala beRfiRman,
أَفَرَأَيْتَ
مَنِ
اتَّخَذَ
إِلَهَهُ هَوَاهُ
وَأَضَلَّهُ
اللَّهُ
عَلَى عِلْمٍ
وَخَتَمَ
عَلَى
سَمْعِهِ
وَقَلْبِهِ
وَجَعَلَ
عَلَى
بَصَرِهِ
غِشَاوَةً
فَمَن يَهْدِيهِ
مِن بَعْدِ اللَّهِ
أَفَلَا
تَذَكَّرُونَ
"Maka
peRnahkah kamu melihat ORang yang menjadikan hawa naf-sunya sebagai tuhannya
dan Allah membiaRkannya sesat beRdasaR-kan ilmuNya dan Allah telah mengunci
mati pendengaRan dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka
siapa-kah yang akan membeRinya petunjuk sesudah Allah (membiaRkannya sesat).
Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaRan?" (Al-Jatsiyah: 23).
Semua dOsa, baik yang besaR maupun yang kecil itu meRusak
hati dan mengeRuhkan kebeRsihannya. Oleh kaRena itu, Allah memeRintahkan agaR
semua dOsa ditinggalkan. Maka setiap ORang yang beRiman wajib meninggalkan dOsa
yang lahiR maupun yang batin, apalagi dOsa-dOsa hati sangat beRbahaya dan
mematikan. Di antaRa dOsa hati yang teRsembunyi adalah Riya' yang dapat
meRu-sak amal, ujub yang bisa menjadikan amal bagai abu yang beRtebaRan, dan
dengki yang dapat menghapus pahala-pahala kebajikan dan mempeRbanyak dOsa.
HadiRin
Sidang Jum’at yang TeRhORmat
Imam Ibnul Qayyim memasukkan bebeRapa hal ke dalam
kelOmpOk nafsu yang meRusak hati, yaitu, teRlalu banyak beRgaul, teRlalu banyak
teRbang dalam angan-angan, teRlalu kenyang, dan teRlalu banyak tiduR.
TeRlalu
Banyak BeRgaul
PengaRuh-pengaRuh yang dapat ditimbulkan Oleh teRlalu
ba-nyak beRgaul dengan ORang-ORang yang tidak baik adalah penuhnya hati Oleh
asap nafas manusia hingga ia menjadi hitam, menyebab-kannya teRpecah-belah dan
beRceRai-beRai, gundah gulana dan teR-tekan, kaRena menanggung beban yang tidak
mampu ditanggungnya beRupa Rekan-Rekan yang buRuk, kelalaiannya daRi peRhatian
teRhadap maslahat-maslahatnya sendiRi, teRlalu sibuk dengan Rekan-Rekan dan
masalah-masalah meReka, dan pikiRannya teRpecah di lembah tuntutan dan kehendak
meReka.
Betapa banyak akibat yang ditimbulkan Oleh teRlalu banyak
beRgaul dengan ORang-ORang yang tidak kaRuan, sepeRti tuRunnya hukuman, dan
menOlak datangnya kenik-matan. Ia menuRunkan ujian, dan membatalkan anugeRah,
dan ia menjeRumuskan ke dalam bahaya yang besaR.
PeRangai teRlalu banyak beRgaul teRjadi, kaRena cinta
teRhadap dunia untuk melampiaskan keinginan individu teRhadap lainnya, bila
hakikatnya teRsingkap maka ia akan beRubah menjadi peRmu-suhan, kemudian ORang
yang teRlalu banyak beRgaul akan menyesal, sebagaimana Allah Ta’ala beRfiRman,
وَيَوْمَ
يَعَضُّ
الظَّالِمُ
عَلَى
يَدَيْهِ
يَقُولُ يَا
لَيْتَنِي
اتَّخَذْتُ
مَعَ
الرَّسُولِ
سَبِيلا.ً يَا
وَيْلَتَى
لَيْتَنِي
لَمْ
أَتَّخِذْ
فُلَاناً خَلِيلاً.
لَقَدْ
أَضَلَّنِي
عَنِ
الذِّكْرِ بَعْدَ
إِذْ جَاءنِي
وَكَانَ
الشَّيْطَانُ
لِلْإِنسَانِ
خَذُولاً.
"Dan
(ingatlah) haRi (ketika itu) ORang yang zhalim menggigit dua tangannya, seRaya
beRkata, 'Aduhai kiRanya (dulu) aku mengambil jalan beRsama-sama Rasul.'
Kecelakaan besaRlah bagiku, kiRanya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu
teman akRab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkanku daRi al-QuR`an ketika
al-QuR`an itu telah datang kepadaku." (Al-FuRqan: 27-29).
Itulah kOndisi semua ORang yang beRseRikat dalam suatu
tujuan. MeReka saling menyayangi selama saling tOlOng menOlOng dalam usaha
mencapainya. Bila tujuan itu tidak teRcapai maka timbullah penyesalan,
kesedihan, dan Rasa sakit. AkhiRnya cinta itupun beRbalik menjadi kebencian,
satu sama lain saling melaknat dan menyakiti, sehingga tujuan itupun beRubah
menjadi kesedihan dan siksaan, sebagaimana yang dapat disaksikan di dunia ini
beRupa kOndisi ORang yang beRseRikat dalam kehinaan bila meReka telah dihukum
dan disiksa. Jadi setiap ORang yang saling tOlOng-menOlOng dan menyayangi dalam
kebatilan pasti akan beRalih menjadi peRmu-suhan dan kebencian.
HadiRin
Rahimakumullah
TeRlalu Banyak TeRbang dalam Angan-angan
PeRusak hati selanjutnya adalah, 'teRlalu banyak
beRangan-angan' yang mana ia akan menjadi bencana bagi seORang yang beRilmu.
Sebagaimana dinyatakan bahwa beRangan-angan adalah mOdal bagi ORang yang
bangkRut, dan kendaRaannya menuju janji-janji setan beRupa khayalan-khayalan
yang mustahil dan kebOhOngan. Angan-angan kOsOng dan khayalan-khayalan yang
batil akan selalu beRmain-main dengan paRa pengendaRanya, sebagaimana anjing
beRmain-main dengan daun keRing. Angan-angan kOsOng dan kha-yalan-khayalan yang
batil adalah baRang beRhaRga bagi ORang yang beRjiwa hina, muRah dan Rendah.
Pemilik kemauan yang tinggi dan cita-cita yang mulia
meletak-kan haRapannya pada ilmu, iman, dan amal yang mendekatkan diRi-nya
kepada Allah Ta’ala. HaRapan ORang yang mulia ini adalah iman, cahaya, dan
hikmah. Sedangkan angan-angan bagi meReka adalah tipu daya dan kebOhOngan.
Oleh kaRena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
memuji ORang yang beRhaRap kebaikan, bahkan dalam bebeRapa hal Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan pahala baginya sepeRti ORang yang
melakukan kebaikan teRsebut. SepeRti bila ada ORang yang beRhaRap begini,
"Bila aku memiliki haRta, maka aku
akan beRamal sepeRti Fulan, yang mengamalkan haRtanya kaRena takwa kepada
Tuhannya. Dia menjalin silatuRahim dengannya dan mengeluaRkan hak fakiR miskin
daRinya." Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan,
هُمَا
فِي
الْأَجْرِ
سَوَاءٌ.
"Kedua ORang
teRsebut sama pahalanya." (HR. Ibnu Majah).
HadiRin
Sidang Jum'at Rahimakumullah
TeRlalu Kenyang
PeRkaRa peRusak hati beRikutnya adalah makanan. PeRusak hati daRi makanan ada
dua macam: PeRtama, sesuatu yang
meRusak daRi diRinya sendiRi dan dzatnya sendiRi, yaitu peRkaRa-peRkaRa yang
dihaRamkan. Yang peRtama ini juga teRbagi dua: PeRkaRa yang haRam kaRena hak
Allah Ta’ala, sepeRti bangkai dan daRah, daging babi, hewan buas yang memiliki
taRing, buRung yang memiliki cakaR. Dan ada peRkaRa yang dihaRamkan kaRena hak
hamba, sepeRti: HaRta cuRian, haRta daRi hasil ghasab, dan haRta Rampasan seRta
haRta yang diambil daRi pemiliknya tanpa keRidhaan, baik dengan kekuatan atau
dengan caRa yang teRcela. Kedua,
sesuatu yang meRusak diRi seseORang kaRena melebihi kadaR dan batasnya, sepeRti
beRlebihan dalam peRkaRa yang halal, teRlalu kenyang, yang menyebabkan
seseORang tidak beRsemangat dalam beRibadah, dan dia sibuk dengan uRusan peRut.
Bila dia teRlalu banyak makan, maka dia akan sibuk dengan uRusan untuk menjaga
kesehatan dan menguRangi lemak dan kOlesteROl, mendeRita kaRena teRlalu gemuk,
dan kekuatan syahwat lebih dOminan. Setan pun menjalaR di dalamnya kaRena dia
menjalaR lewat daRah manusia. Maka puasa dapat menyempitkan penyebaRannya dan
menutup jalannya. Sedangkan kOndisi kenyang menjadikan setan leluasa dan lebih luas
beRgeRak. Dan baRangsiapa yang makan banyak, minum banyak, maka dia banyak
tiduR, sehingga dia pun meRugi sangat banyak. Dalam hadits yang masyhuR
disebutkan,
مَا
مَلَأَ
آدَمِيٌّ
وِعَاءً
شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ،
بِحَسْبِ
الْآدَمِيِّ
لُقَيْمَاتٌ
يُقِمْنَ
صُلْبَهُ
فَإِنْ كَانَ
لاَ بُدَّ
فَاعِلاً فَثُلُثٌ
لِلطَّعَامِ
وَثُلُثٌ
لِلشَّرَابِ
وَثُلُثٌ
لِلنَّفَسِ.
"Tidak ada
yang dipenuhi Oleh anak Adam yang lebih buRuk daRi-pada peRutnya. Cukuplah bagi
anak Adam bebeRapa suap makanan yang menguatkan OtOt-OtOtnya, namun bila dia
haRus memakan makanan yang banyak, maka hendaklah dia mengatuR sepeRtiga untuk
makanan, sepeRtiga untuk minuman, dan sepeRtiga lagi untuk nafas-(nya)."
(HR. at-TiRmidzi).
Bila seORang muslim teRjeRumus dalam 'teRlalu banyak
makan', maka dia pun tidak akan selamat daRi bencana 'teRlalu banyak tiduR',
kaRena keduanya meRupakan suatu kelaziman.
TeRlalu Banyak TiduR
Sesungguhnya 'teRlalu banyak tiduR' adalah teRmasuk peRusak hati kaRena ia
bisa mematikannya, membeRatkan badan, menyia-nyiakan waktu, mewaRiskan banyak
kealfaan, kelalaian, dan kemalasan. Di antaRa 'peRkaRa teRlalu banyak tiduR'
ini ada yang teRgOlOng sangat dibenci, dan ada yang beRbahaya dan tidak
beRmanfaat bagi jasmani. Dan tiduR yang paling beRmanfaat adalah tiduR pada saat
sangat dibutuhkan Oleh tubuh. TiduR di awal malam adalah lebih teRpuji dan
lebih beRmanfaat daRipada tiduR di akhiR malam. TiduR di tengah haRi lebih
beRmanfaat daRipada tiduR di salah satu ujungnya. Dan setiap tiduR yang lebih
mendekat ke salah satu ujung siang haRi, maka manfaatnya semakin beRkuRang dan
bahayanya semakin besaR, apalagi tiduR di waktu AshaR, dan tiduR sehabis Shubuh
(tidaklah dilakukan) melainkan Oleh ORang-ORang yang beRgadang malam.
Dan di antaRa tiduR yang makRuh adalah tiduR antaRa sesudah shalat Shubuh
hingga teRbit matahaRi, kaRena waktu ini adalah waktu yang sangat menguntungkan
(untuk mengumpulkan Rizki). Dan menuRut paRa peniti jalanNya, bahwa
'beRjalan-jalan' setelah Shubuh memiliki keistimewaan yang sangat besaR. Bahkan
bila ORang beR-jalan sepanjang malam, maka keistimewaannya tidak akan sama
dengan 'beRjalan-jalan' sehabis shubuh hingga matahaRi teRbit, kaRena ia adalah
awal siang dan pembukanya, waktu tuRunnya Rizki, teRjadi-nya pembagian jatah,
dan teRbukanya kebeRkahan. DaRi waktu ini-lah, siang beRanjak. Dan hukum
lainnya mengikuti hukum waktu-waktu teRsebut di atas, dan sebaiknya 'tiduR di
pagi haRi' tidaklah dilakukan kecuali kaRena teRpaksa.
SecaRa umum, tiduR yang paling seimbang dan beRmanfaat adalah tiduR di peRtengahan
awal malam, sampai sepeRenam teRakhiR. Dan kadaRnya delapan jam. Inilah tiduR
yang paling seimbang menuRut apaRa dOkteR. Dan bila tiduRnya lebih atau kuRang
maka akan beRpengaRuh sesuai dengan kdaRnya.
B.
OBAT PENAWAR HATI
HadiRin Sidang Jum’at yang TeRhORmat
Obat hati yang peRtama
adalah al-QuR`an al-KaRim. Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
قَدْ
جَاءتْكُم
مَّوْعِظَةٌ
مِّن
رَّبِّكُمْ
وَشِفَاء
لِّمَا فِي
الصُّدُورِ
وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِينَ
"Hai manusia,
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaRan daRi Rabbmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang beRada) dalam dada dan petunjuk seRta Rahmat bagi
ORang-ORang yang beRiman." (Yunus: 57).
Al-QuR`an adalah pelajaRan yang paling menyentuh hati
bagi ORang-ORang yang beRakal atau mau mendengaR. Al-QuR`an meRupakan Obat yang
paling mujaRab bagi penyakit-penyakit yang ada di dalam dada dan hati.
Al-QuR`an mengandung penawaR bagi penyakit syahwat, syubhat, dan lalai.
Ibnul Qayyim peRnah beRkata, "Inti penyakit hati adalah penyakit syubhat dan nafsu syahwat. Sedangkan
al-QuR`an adalah penawaR bagi kedua penyakit itu, kaRena di dalamnya teRdapat
penjelasan-penjelasan yang qath'i yang membedakan yang haq dan yang batil,
sehingga penyakit syubhat akan hilang. Adapun al-QuR`an membeRikan penawaR
teRhadap penyakit nafsu syahwat, kaRena di dalam al-QuR`an teRdapat hikmah,
nasihat yang baik, mengajak zuhud teRhadap dunia, dan mengutamakan kehidupan
akhiRat.
Di antaRa hal penting bagi setiap ORang yang ingin
menyelamatkan dan mempeRbaiki hatinya adalah hendaknya dia mengetahui bahwa
caRa beRObat dengan al-QuR`an itu tidak bisa hanya sekedaR dengan membaca
al-QuR`an, melainkan haRus memahami dan mengambil pelajaRan daRi beRita-beRita
yang teRkandung di dalamnya dan mematuhi hukum-hukumnya.
HadiRin
Sidang Jum’at yang TeRhORmat
Obat kedua
adalah cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah meRupakan teRapi yang paling
mujaRab bagi hati. Apalagi cinta itu meRupakan akaR ibadah dan pengabdian.
Allah Ta’laa beRfiRman,
وَمِنَ
النَّاسِ مَن
يَتَّخِذُ
مِن دُونِ
اللّهِ
أَندَاداً
يُحِبُّونَهُمْ
كَحُبِّ
اللّهِ
وَالَّذِينَ
آمَنُواْ
أَشَدُّ
حُبّاً
لِّلّهِ
"Dan di antaRa
manusia ada ORang-ORang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; meReka
mencintainya sebagaimana meReka mencintai Allah. Adapan ORang-ORang yang
beRiman, meReka amat sangat cinta kepada Allah." (Al-BaqaRah: 165).
Ketiga,
selalu mengingat Allah Ta’ala dalam setiap keadaan, dengan lisan, hati, dan
peRbuatan. Jadi, bagian yang dipeROlehnya daRi cinta adalah sesuai dengan kadaR
dzikiRnya.
Keempat,
mengutamakan cinta Allah Ta’ala kepada sesuatu daRipada cinta diRi sendiRi
kepada sesuatu yang lain yang didOminasi Oleh hawa nafsu, dan beRusaha mencapai
cinta kepada apa yang dicintai Oleh Allah Ta’ala walaupun jaluR menuju ke sana
sangat sulit.
Kelima,
menelaah asma dan sifat Allah Ta’ala dengan hati, mem-peRsaksikannya, dan
mengenalnya. Hati teRus-meneRus menelaah hal itu di dalam medan Olah makRifah
ini. Maka baRangsiapa yang mengenal Allah Ta’ala dengan nama-namaNya dan
sifat-sifatNya seRta peRbuatan-peRbuatanNya, maka dia pasti mencintaiNya.
Keenam,
menyaksikan kebaikan, ihsan, dan tanda kekuasaan Allah Ta’ala, seRta
nikmat-nikmatNya yang lahiRiyah ataupun batiniyah. KaRena semua itu
membangkitkan cinta kepada Allah Ta’ala.
Ketujuh,
yaitu beRmunajat kepadaNya, membaca kitabNya, menghadiRkan hati di hadapanNya,
beRadab dengan adab ibadah dan penghambaan di hadapan Allah Ta’ala, kemudian
diakhiRi dengan beRistighfaR dan beRtaubat.
Kedelapan,
beRgaul dengan ORang-ORang yang mencintai Allah Ta’ala dan ORang-ORang yang
jujuR, kemudian memetik buah peRkataan meReka yang teRbaik sebagaimana memetik
buah yang teRbaik dan paling Ranum. Dan Anda tidak beRbicaRa melainkan bila
pembica-Raan itu memiliki kemaslahatan, dan Anda mengetahui pasti bahwa
peRnyataan Anda menambah kebaikan kOndisi Anda dan manfaat bagi ORang lain. .
فَاسْتَبِقُواْ
الْخَيْرَاتِ
أَقُوْلُ قَوْلِي
هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ إِنّهُ
هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى
اللَّّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
HadiRin
yang BeRbahagia!
MenuRut khatib, uRaian di atas telah menjelaskan secaRa
gam-blang bahwa ibadah hati adalah pundamen utama yang mana semua bentuk ibadah
ditegakkan di atasnya. Maka daRi itu, kebaikan jasad sangat teRgantung kepada
kebaikan hati. Apabila hati baik dengan ketakwaan dan iman, maka seluRuh jasad
menjadi baik untuk me-lakukan ketaatan dan kepatuhan.
Jadi, iman seseORang tidak akan luRus dan tidak akan baik
kecuali jika hatinya luRus dan baik. Maka daRi itulah, Allah Yang Maha
Mengetahui menggaRisbawahi bahwa keselamatan di haRi kiamat kelak sangat
teRgantung kepada keselamatan, kebeRsihan, dan kebaikan hati. Allah Ta’ala
beRfiRman,
يَوْمَ
لَا يَنفَعُ
مَالٌ وَلَا
بَنُونَ{88}
إِلَّا مَنْ
أَتَى
اللَّهَ
بِقَلْبٍ سَلِيمٍ{89{
"Pada haRi di
mana haRta dan anak-anak laki-laki tidak beRguna, ke-cuali ORang-ORang yang
menghadap Allah dengan hati yang beRsih." (Asy-Syu'aRa`: 88-89).
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRdOa,
يَا
مُقَلِّبَ
الْقُلُوْبِ،
ثَبِّتْ قَلْبِيْ
عَلَى
دِيْنِكَ.
"Wahai Dzat yang
membOlak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku beRpegang teguh pada agamaMu."
(HR. at-TiRmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
AkhiRnya, maRilah kita beRdOa kepada Allah Ta’ala, agaR
menjadikan kita teRmasuk hamba-hambaNya yang mempunyai hati yang selamat.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا
كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَِينَ.
(Dikutib daRi Buku
Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq JakaRta. Telp.
(021)84998039. DipOsting Oleh: Abu Nabiel).
::
COmpiled by oRiDo™ ::