
PeRang BadaR,
Bukti Janji Allah
Oleh: Abu BakaR Muhammad Altway, Lc.
KHUTBAH PERTAMA:
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلّٰهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ
بِاللّٰهِ
مِنْ
شُرُوْرِأَنْفُسِنَا،
وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ
اللّٰهُ
فَلَا
مُضِلَّ
لَهُ، وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلَا
هَادِيَ
لَهُ،
أَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلٰهَ
إِلَّا
اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
بَلَّغَ الرِّسَالَةَ
وَأَدَّى
الْأَمَانَةَ
وَنَصَحَ
الْأُمَّةَ
وَجَاهَدَ
فِي اللّٰهِ
حَقَّ
جِهَادِهِ
حَتَّى
أَتَاهُ
الْيَقِيْنُ وَتَرَكَنَا
عَلَى
الْمَهَجَّةِ
الْبَيْضَاءِ،
لَيْلُهَا
كَنَهَارِهَا
لَا يَزِيْغُ
عَنْهَا
إِلَّا
هَالِكٌ.
فَصَلَوَاتُ
اللّٰهِ
وَسَلَامُهُ
عَلَيْهِ
وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ
–رَحِمَكُمُ اللّٰهُ-
أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِي
الْخَاطِئَةَ
الْمُذْنِبَةَ
بِتَقْوَى
اللّٰهِ، فَإِنَّ
اللّٰهَ
مَعَ
الَّذِيْنَ
اتَّقَوْا
وَالَّذِيْنَ
هُمْ
مُحْسِنُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ
فِي كِتَابِهِ
الْعَزِيْزِ:
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمَّا
بَعْدُ:
Ma’asyiRal Muslimin, Jama’ah
Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala
MaRilah kita
senantiasa beRusaha meningkatkan mutu keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah,
kaRena hanya keduanya yang dapat mengantaRkan kita kepada kebahagiaan yang
hakiki.
Ma’asyiRal Muslimin
Rahimakumullah.
Ketika Allah
Subhanahu wata’ala mengutus RasulNya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam di
kOta Makkah, beliau dan paRa sahabatnya menghadapi beRagam tantangan. DaRi
mulai caci maki, tuduhan palsu, intimidasi, pembOikOtan, pengucilan,
penjaRahan, hingga kekeRasan fisik, baik yang Ringan hingga yang beRujung pada
kematian. Semua itu meReka lewati selama tiga belas tahun dengan
penuh kesabaRan dan ketabahan tanpa melakukan peRlawanan secaRa fisik. Hingga
akhiRnya pada musim haji tahun 11 kenabian, Allah mempeRtemukan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan bebeRapa ORang penduduk Madinah yang
akhiRnya menyatakan keislaman meReka dan menawaRkan pembelaan dan jaminan
keamanan kepada beliau jika beliau pindah ke negeRi meReka.
Maka pada tanggal 27 ShafaR tahun 14 kenabian Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan kOta Makkah untuk beRhijRah menuju
kOta Madinah setelah mendapatkan wahyu daRi Allah bahwa kaum musyRikin kOta
Makkah tengah beRsekOngkOl meRencanakan pembunuhan teRhadap beliau. Setelah
melakukan peRjalanan penuh liku beRsama sahabat setia beliau, Abu BakaR
ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu, akhiRnya pada haRi Senin 8 Rabi'ul Awwal tahun
14 kenabian atau tahun 1 HijRiyah, beliau sampai di kOta Madinah dan disambut
dengan sangat meRiah dan penuh sukacita. Dan kala itu mayORitas penduduk
madinah telah memeluk agama Islam.
Meskipun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah
meninggalkan kOta Makkah dan menetap di kOta Madinah, namun kaum musyRikin
Makkah masih teRus beRupaya menghentikan langkah dakwah beliau. MeReka
mempROvOkasi kaum musyRikin Madinah untuk membunuh atau mengusiR beliau. Di
samping itu, meReka daRi waktu ke waktu teRus menebaR ancaman akan mengiRimkan
pasukan untuk menyeRbu kOta Madinah. KaRenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam dan paRa sahabatnya sejak kedatangan meReka di KOta Madinah selalu
dalam kOndisi siaga dan tidak peRnah beRpisah dengan senjata meReka, bahkan
pada saat tiduR pun meReka senantiasa beRteman senjata.
Ma’asyiRal
Muslimin, Rahimakumullah
Dalam kOndisi genting teRsebut, Allah membeRikan izin
kepada kaum Muslimin untuk beRpeRang melawan musuh meReka dan menjanjikan
kemenangan untuk meReka. Allah Ta’ala beRfiRman,
أُذِنَ
لِلَّذِينَ
يُقَاتَلُونَ
بِأَنَّهُمْ
ظُلِمُوا
وَإِنَّ
اللَّهَ
عَلَى نَصْرِهِمْ
لَقَدِيرٌ
“Telah dizinkan
(beRpeRang) bagi ORang-ORang yang dipeRangi, kaRena sesungguhnya meReka telah
dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benaR-benaR Mahakuasa menOlOng meReka itu."
(Al-Hajj: 39).
Kemudian
Allah beRfiRman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا إِن
تَنصُرُوا
اللَّهَ
يَنصُرْكُمْ
وَيُثَبِّتْ
أَقْدَامَكُمْ
“Hai ORang-ORang
yang beRiman, jika kamu menOlOng (agama) Allah, niscaya Dia akan menOlOngmu dan
meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7)
Demi menindaklanjuti izin dan janji kemenangan daRi Allah
Ta’ala teRsebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mulai melakukan
aktifitas militeR dengan mengiRimkan pasukan-pasukan kecil ke bebeRapa daeRah
di sekitaR Madinah dan jaluR peRjalanan menuju Makkah. Hal ini beliau lakukan
dalam Rangka menjalin peRjanjian damai dengan bebeRapa suku yang ada di sana,
di samping untuk membeRikan sinyal kepada Suku QuRaisy (Kaum musyRikin Makkah) bahwa
kaum Muslimin tidak lagi lemah sepeRti dulu, namun meReka sekaRang telah
menjelma menjadi sebuah kekuatan baRu.
Maka pada bulan Ramadhan tahun kedua HijRiyah, tepatnya
delapan belas bulan sejak kepindahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ke
kOta Madinah, bentROkan secaRa fisik dan peRang teRbuka antaRa kaum Muslimin
dan kaum musyRikin kOta Makkah tidak teRhindaRkan lagi.
BeRmula daRi sampainya infORmasi kepada Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang beRgeRaknya kafilah dagang kaum musyRikin
Makkah menuju negeRi Syam pada bulan Jumadats Tsaniyah di tahun yang sama
dengan membawa haRta dan peRniagaan yang sangat banyak. MendengaR hal teRsebut
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRsama lima puluh ORang saha-batnya
dengan peRsenjataan lengkap beRmaksud menyeRgap kafilah teRsebut dan meRampas
seluRuh haRtanya, sebagai balasan atas penjaRahan yang dilakukan kaum kafiR
Makkah teRhadap haRta benda kaum Muslimin di sana dan sebagai upaya untuk
melemahkan kekuatan Makkah dengan caRa menghancuRkan peRekOnOmian meReka. Hanya
saja ketika beliau sampai di sebuah tempat yang beRnama Dzi al-‘AsyiRah, beliau
mendapati kafilah teRsebut telah beRlalu bebeRapa haRi sebelumnya. Namun
demikian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam masih mempunyai kesempatan
untuk menyeRgapnya pada saat kepulangan meReka bebeRapa bulan setelahnya.
Ma’asyiRal
Muslimin,Rahimakumullah
Maka tiga bulan sejak kejadian itu, tepatnya pada bulan
Ramadhan di tahun yang sama, tibalah saat kepulangan kafilah dagang teRsebut.
Kafilah ini membawa haRta benda yang sangat banyak jumlahnya. TeRdiRi daRi
seRibu ekOR Onta saRat dengan muatannya yang beRnilai tidak kuRang daRi lima
puluh Ribu dinaR emas dan hanya dikawal Oleh empat puluh ORang saja.
MendengaR infORmasi kepulangan kafilah teRsebut,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam segeRa memObilisasi paRa sahabatnya
untuk peRgi menyeRgapnya. Maka beRangkatlah beliau dengan pasukan yang teRdiRi
daRi 313 tentaRa dengan peRsenjataan seadanya, menuju padang BadaR yang
dipeRkiRakan akan dilalui Oleh kafilah teRsebut.
Hanya saja, Abu Sufyan, sang pimpinan ROmbOngan kafilah
teRsebut senantiasa waspada dan mencaRi infORmasi tentang kOndisi jaluR yang
akan dilewatinya. Hingga akhiRnya, sampailah kepada-nya beRita bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam beRsama pasukannya sedang menuju padang BadaR
beRsiap untuk menyeRgapnya. Maka dengan segeRa diutusnya seseORang menuju
Makkah untuk mengabaRkan bahwa haRta peRniagaan meReka sedang teRancam bahaya.
Selanjutnya aRah ROmbOngan kafilah yang semula menuju padang BadaR dialihkan
melewati jalan lain melalui jaluR pantai.
MendengaR haRta peRniagaan meReka dalam keadaan bahaya
dan kemungkinan akan diseRgap Oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan
paRa sahabatnya, maka kaum musyRikin Makkah menggalang pasukan beRkekuatan
lebih daRi seRibu pRajuRit di bawah kOmandO Abu Jahal. Selanjutnya meReka
beRgeRak cepat menuju padang BadaR dengan penuh kesOmbOngan dan kecOngkakan,
sebagaimana digambaRkan Oleh Allah di dalam fiRmanNya,
وَلاَ
تَكُونُواْ
كَالَّذِينَ
خَرَجُواْ
مِن
دِيَارِهِم بَطَراً
وَرِئَاء
النَّاسِ
وَيَصُدُّونَ
عَن سَبِيلِ
اللّهِ
وَاللّهُ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
مُحِيطٌ"
“Dan janganlah kamu
beRlaku sepeRti ORang-ORang yang keluaR daRi kampungnya dengan Rasa angkuh dan
dengan maksud Riya` kepada manusia seRta menghalangi (ORang) daRi jalan Allah.
Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang meReka keRjakan." (Al-Anfal: 47)
Namun
di tengah peRjalanan, meReka meneRima suRat daRi Abu Sufyan yang membeRitahukan
bahwa haRta peRniagaan meReka telah selamat dan lOlOs daRi seRgapan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam, seRaya menghimbau meReka agaR kembali ke Makkah
dan tidak melanjutkan peRjalanan menuju BadaR. Namun Abu Jahal, panglima
pasukan Makkah menOlak himbauan teRsebut dan dengan sOmbOng beRkata, "Demi Allah, kita tidak akan pulang hingga
kita mendatangi BadaR, kemudian tinggal di sana selama tiga haRi untuk beRpesta
pORa, menyembelih Onta, makan dan mabuk-mabukan dengan iRingan lagu paRa
biduanita, sehingga seluRuh bangsa ARab mendengaR tentang kita, tentang
peRjalanan kita dan beRkumpulnya kita di sana, sehingga meReka akan segan
teRhadap kita selamanya".
Ma’asyiRal Muslimin,
Rahimakumullah
Tentunya
peRubahan keadaan yang begitu cepat ini di luaR peRhitungan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam. Di mana tujuan beliau semula sekedaR ingin
menyeRgap peRniagaan yang hanya dikawal Oleh empat puluh ORang saja, kini
beRbalik haRus beRhadapan dengan pasukan Raksasa dengan peRsenjataan lengkap. Maka
beliau segeRa melakukan Rapat dengan pasukannya untuk mengetahui sejauh mana
kesiapan meReka menghadapi pasukan lawan yang besaR teRsebut. Namun paRa
sahabat mempeRlihatkan sikap tidak sebagaimana yang beliau khawatiRkan. MeReka
menyeRahkan keputusan sepenuhnya kepada beliau. Bahkan Sa'ad bin Mu'adz beRkata,
"Kami tidak akan meRasa segan jika
engkau mengajak kami beRtemu musuh esOk haRi. Sesungguhnya kami adalah
ORang-ORang yang tegaR di dalam pepeRangan dan tangguh di dalam peRtempuRan."
MendengaR itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meRasa lega dan beRtambah
semangat. Lalu
beliau beRsabda,
سِيْرُوْا
وَأَبْشِرُوْا
فَإِنَّ
اللّٰهَ
قَدْ
وَعَدَنِيْ
إحْدَى
الطَّائِفَتَيْنِ،
وَاللّٰهِ
لَكَأَنِّيْ
الْآنَ
أَنْظُرُ
إلَى
مَصَارِعِ
الْقَوْمِ.
"
BeRgeRaklah dan beRgembiRalah
kalian, kaRena sesungguhnya Allah c telah menjanjikan kepadaku salah satu daRi
dua kelOmpOk (yaitu menguasai kafilah dagang atau memenangkan peRtempuRan).
Demi Allah, seakan-akan aku tengah menyaksikan kematian musuh." (HR. Ibnu Ishaq dengan syahid
yang banyak).
Maka
beRgegaslah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membawa pasukannya
mendahului musuh untuk menguasai sumuR BadaR, mengambil pOsisi stRategis dan
mendiRikan pOs kOmandO. Lalu malam haRinya meReka menginap di
Ma’asyiRal Muslimin,
Rahimakumullah
KeesOkan
haRinya, kedua pasukan saling beRhadapan. Kaum Muslimin telah mengambil pOsisi
sesuai dengan fORmasi yang telah ditentukan sebelumnya, dan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam membeRikan bebeRapa instRuksi kepada meReka lalu
beliau kembali ke pOs kOmandO. SementaRa Abu Jahal, panglima kaum musyRikin
Makkah meminta keputusan (kepada Allah) dan dengan penuh peRcaya diRi beRkata,
"Ya Allah, dialah (yakni Rasulullah)
yang telah memutuskan Rahim kami dan membawa sesuatu yang tidak kami ketahui.
KaRena itu hancuRkanlah dia esOk haRi. Ya Allah, siapa di antaRa kami (beRdua)
yang lebih Engkau cintai dan Engkau Ridhai, maka beRikanlah kemenangan baginya
haRi ini."
Maka
Allah menuRunkan fiRmanNya,
إِن
تَسْتَفْتِحُواْ
فَقَدْ
جَاءكُمُ الْفَتْحُ
وَإِن تَنتَهُواْ
فَهُوَ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
وَإِن تَعُودُواْ
نَعُدْ وَلَن
تُغْنِيَ
عَنكُمْ
فِئَتُكُمْ
شَيْئاً
وَلَوْ
كَثُرَتْ
وَأَنَّ اللّهَ
مَعَ
الْمُؤْمِنِينَ"
“Jika kamu (ORang-ORang musyRikin) mencaRi
keputusan, maka telah datang kepadamu; dan jika kamu beRhenti; maka itulah yang
lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan
pasukanmu sekali-kali tidak akan dapat menOlak daRi kamu suatu bahaya pun,
biaRpun dia banyak. Sesungguhnya Allah beseRta ORang-ORang yang beRiman."
(Al-Anfal: 19).
Kemudian
peRang pun dimulai, dan diawali dengan duel satu lawan satu antaRa tiga ksatRia
kaum Muslimin melawan tiga ksatRia kaum musyRikin yang beRaRkhiR dengan
teRbunuhnya seluRuh ksa-tRia kaum musyRikin dan beRakibat pada Runtuhnya mental
pasukan meReka. Selanjutnya peRang secaRa masal pun teRjadi. SementaRa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRmunajat kepada Allah dan memOhOn
kemenangan sebagaimana yang Allah janjikan kepadanya,
اَللّٰهُمَّ
أَنْجِزْ
لِيْ مَا
وَعَدْتَنِيْ،
اَللّٰهُمَّ
إِنِّيْ
أَنْشُدُكَ
عَهْدَكَ
وَوَعْدَكَ.
"
Ya Allah, penuhilah
(kemenangan) yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, sesungguhnya aku memOhOn
kepadaMu sesuai janji yang Engkau beRikan kepadaku." (HR. al-BukhaRi dan
Muslim).
.
Ma’asyiRal Muslimin, Rahimakumullah
PeRang semakin
dahsyat beRkecamuk bahkan telah mencapai klimaksnya, namun demikian Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menghentikan munajat dan dOanya kepada
Allah. Beliau beRsabda,
اَللّٰهُمَّ
إِنْ
تَهْلِكْ
هٰذِهِ
الْعِصَابَةُ
الْيَوْمَ
لَا
تُعْبَدْ،
اَللّٰهُمَّ
إِنْ شِئْتَ
لَمْ
تُعْبَدْ
بَعْدَ
الْيَوْمِ أَبَدًا.
“Ya Allah, jika kelOmpOk ini (pasukan kaum
Muslimin) binasa pada haRi ini, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi (di
bumi dengan syaRiat ini). Jika Engkau menghendaki, niscaya Engkau tidak akan
disembah lagi setelah haRi ini selamanya." (HR. Muslim dan
at-TiRmidzi).
Beliau
teRus mengangkat kedua tangannya beRdOa dengan seRius hingga selimut
(selendang) beliau jatuh daRi kedua pundaknya, kemudian Abu BakaR ash-Shiddiq
meRapikannya kembali seRaya beRkata, "Cukup wahai Rasulullah, sungguh
engkau telah memOhOn dengan sangat kepada Rabbmu."
Hingga
akhiRnya Allah mengabulkan dOa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan
mewahyukan kepada paRa malaikatNya,
أَنِّي
مَعَكُمْ
فَثَبِّتُواْ
الَّذِينَ
آمَنُواْ
سَأُلْقِي
فِي قُلُوبِ
الَّذِينَ
كَفَرُواْ
الرَّعْبَ"
“Sesungguhnya Aku beRsama kalian, maka
teguhkanlah (pendiRian) ORang-ORang yang beRiman. Aku akan jatuhkan Rasa
ketakutan ke dalam hati ORang-ORang kafiR." (Al-Anfal: 12).
Lalu
Allah mewahyukan kepada RasulNya Shallallahu ‘alaihi wasallam,
إِذْ
تَسْتَغِيثُونَ
رَبَّكُمْ
فَاسْتَجَابَ
لَكُمْ
أَنِّي
مُمِدُّكُم
بِأَلْفٍ مِّنَ
الْمَلآئِكَةِ
مُرْدِفِينَ
“(Ingatlah) ketika kamu memOhOn peRtOlOngan
kepada Rabbmu, lalu Dia peRkenankan bagimu, 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan
bala bantuan kepadamu dengan seRibu malaikat yang datang beR-tuRut-tuRut'."
(Al-Anfal: 9).
Kemudian
beliau teRtiduR sejenak, lalu mengangkat kepalanya dan beRkata,
أَبْشِرْ
يَا أَبَا
بَكْرٍ, أَتَاكَ
نَصْرُ
اللّٰهِ,
هٰذَا
جِبْرِيْلُ آخِذٌ
بِعِنَانِ
فَرَسِهِ
يَقُوْدُهُ
عَلَى
ثَنَايَاهُ
النَّقْعُ.
"
BeRgembiRalah wahai Abu BakaR,
peRtOlOngan Allah telah datang. Ini adalah JibRil sedang memegang tali kekang
kudanya untuk mema-cunya dan pada giginya teRdapat debu". (HR. Ibnu Ishaq dalam
Fath al-BaRi).
Kemudian
beliau keluaR daRi pOs kOmandOnya seRaya meRaih peRisainya dan membaca FiRman
Allah Ta’ala,
سَيُهْزَمُ
الْجَمْعُ
وَيُوَلُّونَ
الدُّبُرَ"
KelOmpOk (kaum musyRikin) itu
pasti akan dikalahkan dan meReka akan munduR ke belakang" (Al-QamaR: 45).
Selanjutnya
beliau mengambil segenggam keRikil, kemudian menghadap ke aRah musuh seRaya
beRsabda, "Amat buRuklah wajah-wajah kalian", lalu beliau
melempaRkannya ke wajah-wajah meReka. Tidak seORang pun daRi meReka kecuali
mata, kedua lubang hidung dan mulutnya teRkena keRikil teRsebut.
Dalam hal ini Allah Ta’ala beRfiRman,
وَمَا
رَمَيْتَ
إِذْ
رَمَيْتَ
وَلَـكِنَّ اللّهَ
رَمَى
“Dan bukan kamu yang melempaR ketika kamu
melempaR, tetapi Allah-lah yang melempaR." (Al-Anfal: 17).
Dalam
peRtempuRan teRsebut teRdengaR suaRa cemeti paRa malaikat dan bebeRapa tentaRa
musuh beRgelimpangan dengan sendiRinya dengan luka mengeRikan akibat senjata
paRa malaikat. Menyaksikan pemandangan teRsebut, iblis yang sebelumnya telah
beRgabung dalam pasukan musuh, dengan menyamaR dalam wujud SuRaqah bin Malik,
laRi tunggang langgang. Ketika menyaksikannya laRi, maka kaum musyRikin -yang
menyangkanya SuRaqah- mengecamnya. Namun dia menjawab, "Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak
kalian lihat. Sesungguhnya aku takut kepada Allah dan Dia amat pedih siksaNya".
Lalu dia melaRikan diRi hingga mencebuRkan diRinya ke dalam laut.
Ma’asyiRal Muslimin
Rahimakumullah.
PeRang teRus
beRkecamuk dan tanda-tanda kekalahan di pihak kaum musyRikin makin jelas
teRlihat. Dua pRajuRit Rasulullah yang masih beRusia Remaja, Mu'adz bin 'AmR
dan Mu'awwadz bin 'AfRa`, beRebut dan beRsaing untuk membunuh Abu Jahal, sang
panglima musuh, hingga keduanya beRhasil menghabisi nyawanya. Setelah itu satu
demi satu paRa ksatRia musuh teRbunuh dan akhiRnya peRang beRhasil dimenangkan
Oleh kaum Muslimin. Sedangkan kaum musy-Rikin Makkah mengalami kekalahan telak
di luaR dugaan meReka. SecaRa lOgika sehaRusnya meReka memenangkan peRtempuRan
teRsebut, kaRena jumlah meReka jauh lebih banyak dan peRlengkapan meReka jauh
lebih memadai. Namun Allah beRkehendak lain, meReka malah mengalami kekalahan
besaR dengan jumlah tentaRa yang tewas mencapai 70 ORang dan yang teRtawan 70
ORang pula. Sedang-kan kORban daRi pasukan kaum Muslimim hanya 14 syuhada'.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هٰذَا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللَّٰهَ
لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ
حَقَّ حَمْدِهِ
وَالصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ
عَلَى مَنْ لَا
نَبِيَّ مِنْ
بَعْدِهِ
وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَجُنْدِهِ.
أَيُّهَا
الْمُؤْمِنُوْنَ
أُوْصِيْكُمْ
بِتَقْوَى
اللّٰهِ فَقَدْ
فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiRal
Muslimin, Jama’ah Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala
PeRang BadaR
meRupakan bukti janji Allah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya Dia
senantiasa akan menOlOng hamba-hambaNya yang beRiman. Bahkan sesuatu yang dalam
hitungan lOgika manusia sulit atau bahkan mustahil teRjadi, namun di sisi Allah
sangat mungkin teRjadi dan itu sangatlah mudah bagiNya. Kemenangan yang diRaih
kaum Muslimin pada peRang BadaR semata kaRena peRtOlOngan dan kehendak Allah.
KaRenanya ketika Abdullah Ibnu Mas'ud membawa kepala Abu Jahal, panglima
pasukan musuh ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seRaya
beRkata, "Wahai Rasulullah, inilah
kepala musuh Allah, Abu Jahal". Beliau beRsabda, "BenaRkah, demi Allah Yang tiada sesembahan
–yang haq- selain Dia?" Beliau mengulanginya hingga tiga kali, lalu
beRsabda,
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ،
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ
صَدَقَ
وَعْدَهُ
وَنَصَرَ
عَبْدَهُ
وَهَزَمَ
الْأَحْزَابَ
وَحْدَهُ.
“Allah MahabesaR, segala
puji bagi Allah, Yang telah menepati janji-Nya, menOlOng hambaNya dan
menghancuRkan kelOmpOk-kelOmpOk (musuh) sendiRian."
Kemudian
beliau beRsabda, "KemaRilah dan
peRlihatkan padaku".
Lalu kepala teRsebut dipeRlihatkan kepada beliau, maka beliau pun beRsabda,
"Inilah FiR'aun umat ini."
Kemenangan
kaum Muslimin dalam peRang BadaR meRupakan kaRunia Allah yang sangat besaR.
MeReka menjadi kuat setelah sebelumnya lemah dan teRtindas. KaRenanya Allah
mengingatkan me-Reka akan nikmat yang besaR ini agaR meReka senantiasa
beRsyukuR kepadaNya. FiRman Allah Ta’ala,
وَاذْكُرُواْ
إِذْ أَنتُمْ
قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ
فِي الأَرْضِ
تَخَافُونَ أَن
يَتَخَطَّفَكُمُ
النَّاسُ
فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُم
بِنَصْرِهِ
وَرَزَقَكُم
مِّنَ
الطَّيِّبَاتِ
لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
Dan ingatlah (hai paRa
MuhajiRin), ketika kamu masih beRjumlah sedikit lagi teRtindas di bumi (Makkah),
kamu takut ORang-ORang (Makkah) akan menculikmu, maka Allah membeRi kamu tempat
me-netap (Madinah) dan Dia menjadikan kamu kuat dengan peRtOlOngan-Nya dan Dia
membeRikan kamu Rizki daRi yang baik-baik agaR kamu beRsyukuR." (Al-Anfal: 26)
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
وَارْضَ
اللّٰهُمَّ
عَنِ
الْخُلَفَاءِ
الْأَرْبَعَةِ
أَبِيْ
بَكْرٍ
وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ
وَعَلِيٍّ
وَعَنْ
بَاقِي
الصَّحَابَةِ
وَالْقَرَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ
أَعِزَّ
الْإِسْلَامَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
وَأَهْلِكِ
الْكَفَرَةَ
وَالْمُبْتَدِعَةَ
وَالْمُشْرِكِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ،
اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
مُجِيْبُ
الدَّعْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ
انْصُرْ مَنْ
نَصَرَ
الدِّيْنَ
وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ
الْمُسْلِمِيْنَ.
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِيْنَ
سَبَقُوْنَا
بِالْإِيْمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ
فِيْ
قُلُوْبِنَا
غِلًّا
لِلَّذِيْنَ
آمَنُوْا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوْفٌ
رَحِيْمٌ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
وَالْحَمْدُ
لِلّٰهِ
رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
وَأَقِمِ
الصَّلَاةَ.
:: COmpiled by ORiDO™ ::