
Optimisme,
IndOnesia Akan Baik Jika ...
Oleh:
SuROsO Abd. Salam, M.Pd.
KHUTBAH PERTAMA:
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
KeteRpuRukan
ekOnOmi dan mOneteR yang melanda
Pada sisi lain kelas ekOnOmi menengah ke atas, teRus-meneRus
menumpuk-numpuk kekayaan, mengeRuk haRta benda dengan segala caRa, dan beRfOya
Ria mengumbaR hawa nafsu. Kecil sekali peRhatiannya teRhadap peRbaikan ekOnOmi
gOlOngan mustad'afin. Bahkan ORang kaya teRus mengeRuk haRga Rakyat beRatus-Ratus
tRilyun Rupiah dengan bekeRja sama dengan paRa penguasa lacuR.
NORma-nORma ketimuRan sebagai ORang timuR, teRlebih nilai
akidah, syaRiat, dan akhlak Islam tidak lagi diliRik sedikit pun, apa-lagi
dijadikan dasaR pijakan untuk beRpeRilaku yang cantik. Sungguh keadaan yang
sangat memilukan ini menimpa hampiR seluRuh stRuktuR dan kultuR masyaRakat
IndOnesia, kecuali yang diRahmati Allah Ta’ala.
Genap lengkaplah pendeRitaan jasmani dan ROhani, sOsial
dan emOsiOnal. Jati diRi manusia beRadab telah beRalih kepada peRilaku-peRilaku
kehewanan. Keadaan ini menunjukkan bahwa kebanyakan manusia telah beRgeseR daRi
statusnya sebagai hamba Allah Ta’ala yang diciptakan hanya untuk beRibadah
kepadaNya saja. Hanyalah se-dikit manusia yang Allah Ta’ala jaga yang tidak teRlibat
di dalam peRkaRa yang mengenaskan teRsebut, sehingga tetap istiqamah hanya
beRibadah kepadaNya saja.
Ulah atau tingkah laku yang sehaRusnya menaati Pencipta
manusia, telah meReka gantikan dengan menuRuti hawa nafsu. Segala sesuatu hanya
beRdasaR peRtimbangan akal meReka yang teRbatas dan nafsu hewani belaka.
AtuRan-atuRan Penciptanya tak lagi dihiRaukan.
Keadaan sepeRti inilah yang membuat Allah Ta’ala
menuRunkan azabnya. BeRbagai bencana alam, musibah beRskala besaR datang silih
beRganti. Inilah ulah tangan manusia yang tidak beRtanggung jawab yang membuat
keRusakan di muka bumi ini. Bukankah Allah Ta’ala telah beRfiRman,
وَمَا
أَرْسَلْنَا
فِي قَرْيَةٍ
مِّن نَّبِيٍّ
إِلاَّ
أَخَذْنَا
أَهْلَهَا
بِالْبَأْسَاء
وَالضَّرَّاء
لَعَلَّهُمْ
يَضَّرَّعُونَ{94}
ثُمَّ
بَدَّلْنَا
مَكَانَ
السَّيِّئَةِ
الْحَسَنَةَ
حَتَّى
عَفَواْ
وَّقَالُواْ
قَدْ مَسَّ
آبَاءنَا
الضَّرَّاء
وَالسَّرَّاء
فَأَخَذْنَاهُم
بَغْتَةً
وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ{95}
وَلَوْ أَنَّ
أَهْلَ
الْقُرَى آمَنُواْ
وَاتَّقَواْ
لَفَتَحْنَا
عَلَيْهِم
بَرَكَاتٍ
مِّنَ
السَّمَاءِ
وَالأَرْضِ
وَلَـكِن كَذَّبُواْ
فَأَخَذْنَاهُم
بِمَا
كَانُواْ يَكْسِبُونَ{96}
أَفَأَمِنَ
أَهْلُ
الْقُرَى أَن
يَأْتِيَهُمْ
بَأْسُنَا
بَيَاتاً وَهُمْ
نَآئِمُونَ{97}
أَوَ أَمِنَ
أَهْلُ
الْقُرَى أَن
يَأْتِيَهُمْ
بَأْسُنَا
ضُحًى وَهُمْ
يَلْعَبُونَ{98}
أَفَأَمِنُواْ
مَكْرَ
اللّهِ فَلاَ
يَأْمَنُ
مَكْرَ
اللّهِ
إِلاَّ
الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ{99}
أَوَلَمْ
يَهْدِ
لِلَّذِينَ يَرِثُونَ
الأَرْضَ مِن
بَعْدِ
أَهْلِهَا أَن
لَّوْ نَشَاء
أَصَبْنَاهُم
بِذُنُوبِهِمْ
وَنَطْبَعُ
عَلَى
قُلُوبِهِمْ
فَهُمْ لاَ
يَسْمَعُونَ
{100}
"Kami tidaklah
mengutus seORang nabi pun kepada suatu negeRi, (lalu penduduknya mendustakan
nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan
pendeRitaan supaya meReka tunduk dan meRendahkan diRi. Kemudian Kami ganti
kesusahan itu dengan kesenangan hingga ketuRunan dan haRta meReka beRtambah
banyak, dan meReka beRkata, 'Sesungguhnya nenek mOyang kami pun telah meRasai
pendeRitaan dan kesenangan', maka Kami timpakan siksaan atas meReka dengan
sekOnyOng-kOnyOng sedang meReka tidak menyadaRinya. Jikalau sekiRanya penduduk
negeRi-negeRi beRiman dan beRtakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada
meReka beRkah daRi langit dan bumi, tetapi meReka mendustakan (ayat-ayat Kami)
itu, maka Kami siksa meReka disebabkan peRbuatannya. Maka apakah penduduk
negeRi-negeRi itu meRasa aman daRi kedatangan siksaan Kami kepada meReka di
malam haRi di waktu meReka sedang tiduR? Atau apakah penduduk negeRi-negeRi itu
meRasa aman daRi kedatangan siksaan Kami kepada meReka di waktu matahaRi
sepenggalan naik ketika meReka sedang beRmain? Maka apakah meReka meRasa aman
daRi azab Allah (yang tidak teRduga-duga)? Tiadalah yang meRasa aman daRi azab
Allah kecuali ORang-ORang yang meRugi. Dan apakah belum jelas bagi ORang-ORang
yang mempusakai suatu negeRi sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami
meng-hendaki tentu Kami azab meReka kaRena dOsa-dOsanya; dan Kami kunci hati
meReka sehingga meReka tidak dapat mendengaR (pelajaRan lagi)?"
(Al-A'Raf: 94-100).
Keadaan sepeRti ini membuat sebagian manusia 'telah kalah
sebelum beRpeRang'. ARtinya, melihat, menyaksikan, meRasakan, dan mengalami
pendeRitaan yang beRtubi-tubi, sekaligus tidak memiliki daya upaya dan tidak
memOhOn peRtOlOngan, hidayah, dan inayah kepada pencipta meReka yakni Allah
Ta’ala, akhiRnya muncullah sikap menyeRah, pasRah, lemah gaiRah untuk maju,
tidak ada semangat juang untuk keluaR daRi kRisis multi dimensiOnal. MOtivasi
hancuR, haRta benda hancuR, keluaRga hancuR, kehORmatan hancuR, tidak memiliki
sandaRan atau dasaR beRagama yang memadai, akhiRnya sikap pesimistis menatap ke
depan menjadi pilihan yang tak seha-Rusnya diambil.
Akankah azab atau hal ini segeRa beRakhiR di IndOnesia?
Jama’ah
Jum’at Rahimakumullah
Sebaik-baik manusia yang beRsalah adalah meReka yang menyadaRi kesalahannya
kemudian beRtaubat. Sebaliknya –tentu saja- manusia yang paling jahat adalah
manusia yang beRbuat salah ke-pada penciptanya dan kepada sesama makhluk, akan
tetapi tidak mengakui kesalahannya dan dengan kepOngahan dan kesOmbOngannya,
tidak peduli untuk meminta maaf, beRtaubat, dan mem-peRbaiki diRi.
Bukankah banyak manusia IndOnesia (jutaan) masih meminta
Rizki, dimudahkan jOdOhnya, pangkatnya, dilepaskan daRi kesulitan hidup,
memintanya kepada kubuRan dengan anggapan si mayit adalah ORang shalih yang
dekat dengan Allah Ta’ala, sehingga dapat dijadikan peRantaRa untuk memintanya
kepada Allah Ta’ala. Juga me-minta kepada patung, keRis, pOhOn, batu,
paRanORmal, jin, dukun, dan sejenisnya. Inilah dOsa teRbesaR (syiRik). Dan…
masih teRamat banyak jenis kesyiRikan yang dilakukan meReka.
Bukankah Allah Ta’ala telah beRfiRman,
إِيَّاكَ
نَعْبُدُ
وإِيَّاكَ
نَسْتَعِينُ
"Hanya kepada
Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mOhOn peRtOlOngan."
(Al-Fatihah: 5).
وَإِذَا
سَأَلَكَ
عِبَادِي
عَنِّي
فَإِنِّي
قَرِيبٌ
أُجِيبُ
دَعْوَةَ
الدَّاعِ إِذَا
دَعَانِ
فَلْيَسْتَجِيبُواْ
لِي وَلْيُؤْمِنُواْ
بِي
لَعَلَّهُمْ
يَرْشُدُونَ
"Dan apabila
hamba-hambaKu beRtanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku
adalah dekat. Aku mengabulkan peRmOhOnan ORang yang beRdOa apabila ia beRdOa
kepadaKu, maka hendaklah meReka itu memenuhi (segala peRintah)Ku dan hendaklah
meReka beRiman kepadaKu, agaR meReka selalu beRada dalam kebenaRan."
(Al-BaqaRah: 186).
Jama’ah
Jum’at Rahimakumullah,
Demikian halnya kesalahan besaR telah dilakukan jutaan
manusia beRupa beRakhlak Rendah, tidak beRakhlak kaRimah. DOsa-dOsa besaR
dikeRjakan setiap haRi secaRa teRang-teRangan yang menjadi pemandangan
menyesakkan dada ORang-ORang yang peduli dengan agamanya. Hukum Allah Ta’ala
tidak diteRapkan di dalam kehidupan individu, keluaRga, masyaRakat, beRbangsa
dan beRnegaRa seRta dalam tataRan inteRnasiOnal, kecuali hal-hal teRtentu yang
disesuaikan dengan seleRa dan hawa nafsu (mencampuR yang haq dengan yang
batil).
Jika keadaan sepeRti ini tidak membuat manusia menyadaRi
akan kekeliRuan atau kesalahan dan meRasa beRada di dalam kebe-naRan atas
dasaR, standaR atau kRiteRia hawa nafsu, maka sungguh teRamat layak jika
musibah, azab, bencana, akan teRus menimpa manusia IndOnesia, sepeRti sekaRang
ini.
Lalu kapan hal itu akan beRakhiR?
Jama’ah
Jum’at Rahimakumullah,
BenaR, dengan izin Allah Ta’ala, lambat ataupun cepat keadaan teRsebut akan
beRakhiR dan beRganti dengan kebaikan dengan syaRat:
- Manusia IndOnesia, sebagian besaRnya (pada ghOlibnya) beR-taubat.
- Istiqamah di dalam beRiman dan beRtakwa.
- BeRamal shalih.
- BeRtawakal kepada Allah Ta’ala.
BeRtaubat aRtinya menyadaRi kesalahannya, meminta ampun
kepada Allah Ta’ala, beRtekad bulat tidak akan mengulangi kesalahan, beRusaha
sekuat kemampuan untuk beRbuat baik, dan meminta maaf kepada sesama manusia
jika kesalahan teRsebut menyangkut hak manusia yang diRampas. Inilah taubatan
nasuha. FiRman Allah Ta’ala,
فَقُلْتُ
اسْتَغْفِرُوا
رَبَّكُمْ
إِنَّهُ
كَانَ
غَفَّاراً{10}
يُرْسِلِ
السَّمَاء
عَلَيْكُم
مِّدْرَاراً{11}
وَيُمْدِدْكُمْ
بِأَمْوَالٍ
وَبَنِينَ
وَيَجْعَل
لَّكُمْ
جَنَّاتٍ
وَيَجْعَل
لَّكُمْ
أَنْهَاراً{12}
"Maka aku
katakan kepada meReka, 'MOhOnlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah
Maha Pengampun' niscaya Dia akan mengiRimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan
membanyakkan haRta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan
mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Nuh: 10-12).
BeRdasaRkan ayat ini, jika kita beRtaubat, maka kesulitan
sepeRti yang IndOnesia alami, akan segeRa Allah Ta’ala ganti dengan kemudahan.
Hal yang sama disebutkan di dalam banyak ayat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
مَنْ
أَكْثَرَ
الْاِسْتِغْفَارَ
جَعَلَ اللّهُ
لَهُ مِنْ
كُلِّ هَمٍّ
فَرَجًا،
وَمِنْ كُلِّ
ضِيْقٍ
مَخْرَجًا
وَرَزَقَهُ
مِنْ حَيْثُ
لاَ يَحْتَسِبُ.
"BaRangsiapa
mempeRbanyak istighfaR, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya
jalan keluaR dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan
membeRinya Rizki (yang halal) daRi aRah yang tidak disangka-sangka."
(HR. Ahmad)
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Istiqamah di
dalam beRiman dan beRtakwa adalah langkah kedua, setelah beRtaubat. Manusia
yang telah beRtaubat, tetaplah haRus mempeRtahankan keimanan dan ketakwaannya
dan teRus beRusaha meningkatkannya dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan
RasulNya. MeReka haRus beRusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan
peRintah Allah Ta’ala dan RasulNya, dan menjauhi segala laRanganNya.
Jika masyaRakat umum telah benaR-benaR beRiman dan beRtakwa, maka keadaan
meReka yang dulunya mengenaskan akan Allah Ta’ala ubah dengan yang sebaliknya.
FiRmanNya,
وَلَوْ
أَنَّ أَهْلَ
الْقُرَى
آمَنُواْ وَاتَّقَواْ
لَفَتَحْنَا
عَلَيْهِم
بَرَكَاتٍ
مِّنَ
السَّمَاءِ
وَالأَرْضِ
"Jikalau sekiRanya
penduduk negeRi-negeRi beRiman dan beRtakwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada meReka beRkah daRi langit dan bumi." (Al-A'Raf: 96).
وَمَن
يَتَّقِ
اللَّهَ
يَجْعَل
لَّهُ مَخْرَجاً.
وَيَرْزُقْهُ
مِنْ حَيْثُ
لَا يَحْتَسِبُ
وَمَن
يَتَوَكَّلْ
عَلَى
اللَّهِ
فَهُوَ
حَسْبُهُ
إِنَّ اللَّهَ
بَالِغُ
أَمْرِهِ
قَدْ جَعَلَ
اللَّهُ
لِكُلِّ
شَيْءٍ
قَدْراً.
"BaRangsiapa
yang beRtakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluaR.
Dan membeRinya Rizki daRi aRah yang tiada disangka-sangkanya. Dan baRangsiapa
yang beRtawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (kepeRluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan uRusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Ath-Thalaq:
2-3).
Jama’ah
Jum’at Rahimakumullah,
BeRamal shalih meRupakan bukti bahwa masyaRakat yang
telah beRtaubat, dan benaR-benaR beRiman dan beRtakwa, di dalam peRbuatannya
(hati, lisan, dan anggOta badannya) beRgeRak untuk meRencanakan aktivitas,
mengelOla, melaksanakannya, mengOntROl, seRta mengevaluasi dan mengembangkannya
di dalam lingkup pRibadi, keluaRga, masyaRakat, beRbangsa dan beRnegaRa maupun
aktivitas inteRnasiOnal yang selalu beRdasaRkan (at-Tauhid) keikhlasan dan
ittiba' (mencOntOh Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam).
Jika demikian keadaannya, maka yang haq akan beRsinaR dan
kebatilan akan lenyap. Umat Islam akan memimpin dunia dengan kebenaRan dan
keadilan, jauh daRi kebatilan dan kezhaliman sepeRti sekaRang ini. FiRmanNya,
وَعَدَ
اللَّهُ
الَّذِينَ
آمَنُوا
مِنكُمْ
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم
فِي
الْأَرْضِ
كَمَا
اسْتَخْلَفَ
الَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ
لَهُمْ
دِينَهُمُ
الَّذِي
ارْتَضَى
لَهُمْ
وَلَيُبَدِّلَنَّهُم
مِّن بَعْدِ
خَوْفِهِمْ
أَمْناً
يَعْبُدُونَنِي
لَا
يُشْرِكُونَ بِي
شَيْئاً
وَمَن كَفَرَ
بَعْدَ
ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ
هُمُ
الْفَاسِقُونَ
"Dan Allah
telah beRjanji kepada ORang-ORang yang beRiman di antaRa kamu dan mengeRjakan
amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan meReka beRkuasa
di bumi, seba-gaimana Dia akan meneguhkan bagi meReka agama yang telah
diRi-dhaiNya untuk meReka, dan Dia benaR-benaR akan mengubah (keadaan) meReka,
sesudah meReka beRada dalam ketakutan menjadi aman sen-tOsa. MeReka tetap
menyembahKu dengan tiada mempeRsekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan
baRangsiapa yang (tetap) kafiR sesudah (janji) itu, maka meReka itulah
ORang-ORang yang fasik." (An-NuR: 55).
Jama’ah
Jum’at Rahimakumullah,
Tawakal adalah salah satu sifat ORang-ORang yang beRiman
dan beRtakwa. Setelah beRamal shalih atau beRaktivitas semaksimal mungkin dalam
kebaikan, meReka menyadaRi bahwa itu semua atas kaRunia dan kekuatan daRi Allah
Ta’ala. Dan hasil akhiR yang beRkuasa untuk menentukannya adalah Allah Ta’ala
pula. Oleh kaRena itu meReka beRtawakal (menyeRahkan segala hal ikhwal
akhiRnya) hanya kepada Allah Ta’ala, tidak kepada diRinya yang lemah, sepeRti
halnya kebanyakan manusia yang sOmbOng.
Dengan beRtawakal inilah akan menjadi baik bagi seluRuh
masyaRakat. Jika ikhtiaRnya sukses, meReka akan beRsyukuR. Jika ikhtiaRnya
belum sampai kepada tujuan yang diinginkan, meReka tidak akan kecewa, sebab itu
pun akan baik bagi meReka. Selama meReka di dalam kebaikan, meReka yakin dan
Optimis, bahwa upaya, aktivitas atau amal shalih meReka akan dibalas Oleh Allah
Ta’ala, lambat ataupun cepat, di dunia ataupun di akhiRat. FiRmanNya,
وَمَن
يَتَوَكَّلْ
عَلَى
اللَّهِ
فَهُوَ حَسْبُهُ
إِنَّ
اللَّهَ
بَالِغُ
أَمْرِهِ قَدْ
جَعَلَ
اللَّهُ
لِكُلِّ
شَيْءٍ
قَدْرا
"Dan
baRangsiapa yang beRtawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(kepeRluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan uRusan (yang dikehendaki)Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
(Ath-Thalaq: 3).
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ إِنّهُ
هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى
اللَّّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
Jama’ah
Jum’at Rahimakumullah,
Sesungguhnya ORang yang memiliki keyakinan yang kuat
kepada Allah c dan RasulNya atau benaR-benaR beRiman, maka dalam menghadapi
peRsOalan hidup di dunia ini –bagaimanapun peliknya, sulitnya, mendeRitanya–
tidaklah akan membuatnya pesimis yang beRakhiR pada keputusasaan. Tidak,
sekali-kali tidak.
ORang beRiman apabila diuji Oleh Allah Ta’ala dengan
kelapangan, maka ia akan beRsyukuR dan hal itu baik baginya. Jika ia diuji
dengan kesempitan, maka ia akan beRsabaR dan hal itu baik pula bagi-nya. Hal
inilah yang menakjubkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam.
Sebagai keluaRga, masyaRakat, bangsa dan negaRa, maka
umat Islam haRus beRada di dalam kOndisi teRsebut di atas. MeReka akan
senantiasa beRsabaR di dalam menghadapi beRbagai keadaan yang tidak
menyenangkan. MeReka akan senantiasa Optimis menatap masa depan setelah
menilai, dan menghisab keadaan yang ada. MeReka mengevaluasi dan menemukan
jalan keluaR beRdasaRkan kitabullah dan Sunnah NabiNya.
Maka didapatilah bahwa bangsa ini selayaknya beRtaubat
ke-pada Allah Ta’ala, kemudian istiqamah di dalam beRiman dan beRtakwa,
dibaRengi dengan amal shalih dan beRtawakal kepadaNya saja.
Sikap Optimis sepeRti ini menepis sikap pesimistis
sebagian kecil manusia IndOnesia yang mengatakan bahwa dengan beRbagai
pROblematika ini, jangan-jangan IndOnesia akan musnah sebagaimana musnahnya
bangsa-bangsa besaR di masa lampau. Sikap pesimis teRsebut akan menjadi
kenyataan, jika benaR-benaR bangsa ini enggan untuk beRtaubat kepadaNya, enggan
untuk beRiman dan beRtakwa, enggan untuk beRamal shalih, dan enggan untuk
beRtawakal kepadaNya semata.
Jika bangsa IndOnesia di dalam menghadapi kemelut
beRkepanjangan ini menyeRahkan sOlusinya semata-mata kepada akal dan hawa
meReka, maka sudah pasti kemusnahan bangsa IndOnesia memang mungkin saja
teRjadi, wallahu a'lam.
MaRilah kita memOhOn peRtOlOngan, kaRunia, petunjuk, dan inayah daRiNya, agaR
kita semua dilepaskan daRi beRbagai kesulitan dan dimudahkan untuk menempuh
jalan menuju peRbaikan sesuai yang dikehendaki Oleh Allah Ta’ala dan RasulNya.
.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً
لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ وَعَلىَ
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا
كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
اْلحَمْدُ لِلهِ
رَبِّ
اْلعَالمَِينَ.
Dikutib
daRi Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq
JakaRta).
::
COmpiled by oRiDo™ ::