
NgeRinya NeRaka
Oleh: Waznin Mahfud
KHUTBAH PERTAMA
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
HadiRin Jama'ah Jum'at
Rahimakumullah!
MaRilah kita
tingkatkan ketakwaan kita, sebab takwa itulah yang menjadi bukti bahwa kita
benaR-benaR beRiman.
Allah
Ta’ala beRfiRman,
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
"Hai
ORang-ORang yang beRiman, beRtakwalah kepada Allah sebenaR-benaR takwa
kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati me-lainkan dalam keadaan
beRagama Islam." (Ali ImRan: 102).
Takwa adalah jaminan kebahagiaan bagi hidup kita di dunia
dan di akhiRat. Allah Ta’ala beRfiRman,
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا
"Hai ORang-ORang
yang beRiman, beRtakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah peRkataan yang
benaR, niscaya Allah mempeRbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu
dOsa-dOsamu. Dan baRangsiapa menaati Allah dan RasulNya, maka sesungguh-nya ia
telah mendapat kemenangan yang besaR." (Al-Ahzab: 70-71).
Untuk itu, maRilah kita peRkOkOh ketakwaan kita sehingga Allah beRkenan
memenuhi janjiNya untuk kita, yaitu kebahagiaan di akhiRat dan dijauhkan daRi
siksaan neRaka.
HadiRin Rahimakumullah!
Sesungguhnya
Rasa takut kita kepada siksa neRaka adalah hidayah agung daRi Allah yang
dibeRikan kepada kita yang patut disyukuRi, demi kewaspadaan dan kehati-hatian
kita di dalam menempuh jalan hidup yang luRus dan benaR.
MaRi
kita mencOba mengetahui bebeRapa pOin penting yang beRkaitan dengan neRaka,
agaR keimanan kita beRtambah dan selalu beRusaha meninggalkan maksiat-maksiat
yang dapat menjeRumus-kan kita ke salah satu juRangnya yang sangat dalam. Sebab,
kejahilan kita teRhadap hakikat neRaka akan membuat kita menyepelekan faktOR-faktOR
beRbahaya yang dapat membuat kita menjadi salah satu daRi penghuni tempat sadis
teRsebut. (Na’udzubillah min dzalik)
Yang peRtama,
neRaka adalah sebuah tempat (yang sangat luas yang diciptakan Oleh Allah) untuk
menyiksa hamba-hamba-Nya (yang beRmaksiat, membangkang maupun kafiR kepadaNya),
dan neRaka itu teRus meRasa kuRang untuk diisi, sampai Allah Ta’ala meletakkan
(tapak) kakiNya, kemudian neRaka beRkata, "Cukup, cukup!" (Sebagaimana disebutkan dalam
hadits Riwayat al-BukhaRi dan Muslim daRi Abu HuRaiRah).
Yang
kedua, neRaka mempunyai tujuh pintu,
setiap pintu itu akan dimasuki Oleh gOlOngan-gOlOngan pembangkang dan pelaku
maksiat teRtentu.
Allah Ta’ala beRfiRman,
لَهَا
سَبْعَةُ
أَبْوَابٍ
لِّكُلِّ
بَابٍ مِّنْهُمْ
جُزْءٌ
مَّقْسُومٌ
"Jahanam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap
pintu (telah ditetapkan) untuk gOlOngan yang teRtentu daRi meReka."
(Al-HijR: 44).
Yang
ketiga, panasnya neRaka. Panasnya
tak teRhingga, kaRena dihidupkan selama seRibu tahun sehingga waRnanya menjadi
putih, kemudian dihidupkan selama seRibu tahun lagi sehingga waRnanya beRubah
menjadi meRah, dan dihidupkan kembali selama seRibu tahun lagi sehingga menjadi
hitam. MaRi kita bayangkan, alangkah panasnya neRaka, sehingga waRnanya pun
bisa menjadi hitam kelam. Tak ada satu pun makhluk yang ada di atas bumi ini
yang sanggup menahan panas yang begitu dahsyat ini.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,
نَارُكُمْ
جُزْءٌ مِنْ
سَبْعِيْنَ
جُزْءًا مِنْ
نَاِر
جَهَنَّمَ.
"NeRaka kalian adalah satu bagian daRi tujuh
puluh bagian daRi NeRaka Jahanam." (HR. al-BukhaRi dan Muslim).
Panas
api saat ini, membuat baja yang begitu keRas dan kOkOh bisa menjadi meleleh.
Lalu bagaimana dengan tubuh-tubuh kita yang begitu lembek, ditambah dengan
kadaR panas yang melebihi daRi panas dunia seukuRan tujuh kali lipat?
HadiRin Sidang Jum’at yang
Dimuliakan Allah
POin
yang keempat adalah, kObaRan api
neRaka yang menyala-nyala. Api neRaka beRkObaR sangat dahsyat, dan menyambaR
semua penghuninya tanpa belas kasihan.
Allah Ta’ala beRfiRman,
إِنَّهَا
تَرْمِي
بِشَرَرٍ
كَالْقَصْرِ.
كَأَنَّهُ
جِمَالَتٌ
صُفْرٌ
"Sesungguhnya neRaka itu melOntaRkan bunga
api sebesaR dan setinggi istana, seOlah-Olah ia iRingan unta yang kuning."
(Al-MuRsalat: 32, 33).
Di
samping itu, api neRaka juga bisa maRah dan menggeRam-geRam ketika melihat
ROmbOngan calOn penghuninya yang digiRing untuk memasuki tempat tinggal meReka.
Allah Ta’ala beRfiRman,
إِذَا
رَأَتْهُم
مِّن
مَّكَانٍ
بَعِيدٍ سَمِعُوا
لَهَا
تَغَيُّظاً
وَزَفِيراً
"Apabila neRaka itu melihat meReka daRi
tempat yang jauh, meReka mendengaR kegeRamannya dan suaRa nyalanya."(Al-FuRqan:
12).
Yang
kelima, bahan bakaR neRaka teRdiRi
daRi manusia dan bebatuan. Sebagaimana Allah Ta’ala beRfiRman di dalam suRat
Al-BaqaRah,
فَاتَّقُواْ
النَّارَ
الَّتِي
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
أُعِدَّتْ
لِلْكَافِرِينَ
"PelihaRalah diRimu daRi neRaka yang bahan
bakaRnya manusia dan batu, yang disediakan bagi ORang-ORang yang kafiR."
(Al-BaqaRah: 24).
Yang
keenam, sebagaimana neRaka meRupakan
juRang dan lembah, maka dia mempunyai kedalaman. JaRak kedalamannya sejauh kita
melempaR batu daRi pinggiR neRaka ke dalam juRang neRaka selama tujuh puluh
tahun. Satu keteRangan daRi sahabat Abu HuRaiRah menjelaskan,
كُنَّا
مَعَ
رَسُوْلِ
اللَّهِ -صلى
الله عليه
وسلم- إِذْ
سَمِعَ
وَجْبَةً
فَقَالَ
النَّبِيُّ :
أَتَدْرُونَ
مَا هَذَا؟
قَالَ:
قُلْنَا:
اللَّهُ وَرَسُولُهُ
أَعْلَمُ.
قَالَ: هَذَا
حَجَرٌرُمِيَ
بِهِ فِي
النَّارِ
مُنْذُ
سَبْعِيْنَ
خَرِيْفًا
فَهُوَ
يَهْوِي فِي
النَّارِ الْآنَ
حَتَّى
انْتَهَى
إِلَى
قَعْرِهَا.
"Ketika kami sedang beRsama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau mendengaR suaRa dentuman, beliau
shallallahu ‘alaihi wasallam beRtanya, 'Apakah kalian tahu suaRa apa ini?' Kami
menjawab, 'Hanya Allah dan RasulNya yang paling tahu!' Beliau menjelaskan, 'Ini
adalah batu yang dilempaRkan ke dalam neRaka, sejak tujuh puluh tahun yang
lalu, kemudian ia melayang di dalam neRaka, sekaRang ini ia sampai pada
dasaRnya'." (HR. Muslim, 7096).
Yang
ketujuh, penjaga neRaka.
Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا
أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ
نَاراً
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا
مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ
شِدَادٌ لَا
يَعْصُونَ
اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai ORang-ORang yang
beRiman, pelihaRalah diRimu dan keluaRgamu daRi api neRaka yang bahan bakaRnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasaR, yang keRas,
yang tidak menduRhakai Allah teRhadap apa ang dipeRintahkanNya kepada meReka
dan selalu mengeRjakan apa yang dipeRintahkan." (At-TahRim: 6).
HadiRin jama'ah Shalat Jum'ah
Rahimakumullah!
Yang
kedelapan, badan penghuni neRaka.
Untuk meRasakan siksaan abadi yang dahsyat di neRaka itu, maka tubuh paRa
penghuni neRaka dibesaRkan, dan setiap kali kulit-kulit meReka telah menjadi
hangus dan gOsOng, maka dia akan di-ganti dengan kulit yang lainnya, agaR
siksaan itu benaR-benaR teRasa Oleh meReka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
ضِرْسُ
الْكَافِرِ
أَوْ نَابُ
الْكَافِرِ مِثْلُ
أُحُدٍ
وَغِلَظُ
جِلْدِهِ
مَسِيْرَةُ
ثَلاَثٍ.
"Gigi geRaham ORang kafiR atau gigi taRing
ORang kafiR (di HaRi Kiamat, di neRaka) adalah sebesaR gunung Uhud dan tebal
kulitnya sejauh peRjalanan tiga haRi." (HR. Muslim).
Allah Ta’ala beRfiRman,
إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُواْ
بِآيَاتِنَا
سَوْفَ
نُصْلِيهِمْ
نَاراً
كُلَّمَا
نَضِجَتْ
جُلُودُهُمْ
بَدَّلْنَاهُمْ
جُلُوداً
غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ
الْعَذَابَ
إِنَّ اللّهَ
كَانَ
عَزِيزاً
حَكِيماً
"Sesungguhnya
ORang-ORang yang kafiR kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan meReka
ke dalam neRaka. Setiap kali kulit meReka hangus, Kami ganti kulit meReka
dengan kulit yang lain, supaya meReka meRasakan azab. Sesungguhnya Allah
MahapeRkasa lagi Mahabijaksana." (An-Nisa`: 56).
Yang
kesembilan, makanan penduduk neRaka
adalah beRupa Zaqqum, yaitu buah daRi sebatang pOhOn yang keluaR daRi dasaR
NeRaka Jahim, jika penduduk neRaka memakan buah itu maka peRut-peRut meReka
akan mendidih, dikaRenakan panasnya buah Zaqqum teRsebut. Dengan demikian tidak
akan penduduk neRaka yang mendapatkan Rasa kenyang, bahkan meReka akan lebih
meRasa lapaR dan haus.
Dan Allah Ta’ala beRfiRman,
إِنَّ
شَجَرَةَ
الزَّقُّومِ.
طَعَامُ الْأَثِيمِ.
كَالْمُهْلِ
يَغْلِي فِي
الْبُطُونِ.
كَغَلْيِ
الْحَمِيمِ
"Sesungguhnya pOhOn zaqqum itu, makanan ORang
yang banyak beRdOsa. (Ia) sebagai kOtORan minyak yang mendidih di dalam peRut,
sepeRti mendidihnya aiR yang sangat panas." (Ad-Dukhan: 43-46).
Allah Ta’ala beRfiRman,
إِنَّا
جَعَلْنَاهَا
فِتْنَةً
لِّلظَّالِمِينَ.
إِنَّهَا
شَجَرَةٌ
تَخْرُجُ فِي
أَصْلِ
الْجَحِيمِ.
طَلْعُهَا
كَأَنَّهُ
رُؤُوسُ
الشَّيَاطِينِ.
فَإِنَّهُمْ
لَآكِلُونَ
مِنْهَا
فَمَالِؤُونَ
مِنْهَا
الْبُطُونَ.
ثُمَّ إِنَّ
لَهُمْ
عَلَيْهَا
لَشَوْباً
مِّنْ حَمِيمٍ
"Sesungguhnya
ia adalah sebatang pOhOn yang keluaR daRi dasaR NeRaka Jahim. Mayangnya sepeRti
kepala setan-setan. Maka sesungguhnya meReka benaR-benaR memakan sebagian daRi
buah pOhOn itu, maka meReka memenuhi peRutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian
sesudah makan buah pOhOn zaqqum itu pasti meReka mendapat minuman yang
beRcampuR dengan aiR yang sangat panas."
(Ash-Shaffat: 63–67).
HadiRin Jama'ah Rahimakumullah!
Yang
kesepuluh, minuman penduduk neRaka
adalah minuman yang tidak membuat Rasa dahaga teRObati, tidak mendapat
kesejukan dan kesegaRan. Minuman meReka adalah nanah yang sangat panas, yang
akan membuat peRut ORang yang meminumnya menjadi teRbuRai.
Allah Ta’ala beRfiRman,
لَّا
يَذُوقُونَ
فِيهَا
بَرْداً
وَلَا شَرَاباً
. إِلَّا
حَمِيماً
وَغَسَّاقاً.
جَزَاء
وِفَاقاً
"MeReka tidak meRasakan kesejukan di dalamnya
dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali aiR yang mendidih dan nanah, sebagai
pembalasan yang setimpal." (An-Naba`: 24–26).
Allah
Ta’ala juga beRfiRman, yang aRtinya,
"Kemudian sesudah makan buah pOhOn
zaqqum itu pasti meReka mendapat minuman yang beRcampuR dengan aiR yang sangat
panas". (Ash-Shaffat: 67).
SeRta
Allah Ta’ala juga beRfiRman,
مِّن
وَرَآئِهِ
جَهَنَّمُ
وَيُسْقَى
مِن مَّاء
صَدِيدٍ.
يَتَجَرَّعُهُ
وَلاَ يَكَادُ
يُسِيغُهُ
وَيَأْتِيهِ
الْمَوْتُ
مِن كُلِّ
مَكَانٍ
وَمَا هُوَ
بِمَيِّتٍ
وَمِن وَرَآئِهِ
عَذَابٌ
غَلِيظٌ
"Di hadapannya ada Jahanam dan dia akan
dibeRi minuman dengan aiR nanah, diminumnya aiR nanah itu dan hampiR dia tidak
bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya daRi segenap penjuRu,
tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya masih ada azab yang beRat."
(IbRahim: 16–17).
Minuman
itu betapa menyakitkan, menambah deRita, dan menghancuRkan tubuh meReka.
Siksaan
bagi penduduk neRaka sangatlah beRvaRiasi, tetapi semua siksaan itu tidak ada
yang Ringan, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa
siksaan yang paling Ringan adalah, apabila baRa api neRaka diletakkan di bagian
lekuk telapak kaki seseORang maka Otaknya akan mendidih. Sabda Rasulullah,
إِنَّ
أَهْوَنَ
أَهْلِ
النَّارِ
عَذَابًا يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
لَرَجُلٌ
تُوْضَعُ فِي
أَخْمَصِ
قَدَمَيْهِ
جَمْرَةٌ يَغْلِي
مِنْهَا
دِمَاغُهُ.
"Sesungguhnya azab yang paling Ringan yang
menimpa penduduk neRaka pada HaRi Kiamat adalah apabila baRa api diletakkan di
lekuk kedua telapak kaki seseORang, maka Otaknya akan mendidih." (HR.
al-BukhaRi).
MeReka
akan memakan baRa api sepenuh peRut meReka, diakibatkan tindakan meReka di
dunia memakan haRta anak yatim dengan caRa yang zhalim, Allah Ta’ala beRfiRman,
إِنَّ
الَّذِينَ
يَأْكُلُونَ
أَمْوَالَ الْيَتَامَى
ظُلْماً
إِنَّمَا
يَأْكُلُونَ
فِي
بُطُونِهِمْ
نَاراً
وَسَيَصْلَوْنَ
سَعِيراً
"Sesungguhnya ORang-ORang yang memakan haRta
anak yatim secaRa zhalim, sebenaRnya meReka itu menelan api sepenuh peRutnya
dan meReka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neRaka)."
(An-Nisa`: 10).
Muka-muka
dan punggung-punggung meReka dipukuli Oleh paRa malaikat, tanpa mengenal Rasa
belas kasihan,
وَلَوْ
تَرَى إِذْ
يَتَوَفَّى
الَّذِينَ كَفَرُواْ
الْمَلآئِكَةُ
يَضْرِبُونَ
وُجُوهَهُمْ
وَأَدْبَارَهُمْ
وَذُوقُواْ
عَذَابَ
الْحَرِيقِ
"Kalau
kamu melihat ketika paRa malaikat mencabut jiwa ORang-ORang kafiR seRaya
memukul muka dan belakang meReka (dan beRkata), 'Rasakan Olehmu siksa neRaka
yang membakaR, (tentulah kamu akan meRasa ngeRi)'." ( Al-Anfal: 50).
Ada
juga di antaRa meReka yang disiksa dengan disetRika lam-bung dan punggung
meReka dengan emas seRta peRak yang tidak meReka zakatkan ketika meReka beRada
di dunia.
Di
antaRa meReka pun ada yang disiksa dengan dicambuk tanpa henti dengan besi-besi
panas, setiap kali meReka akan keluaR, meReka digiRing kembali untuk meRasakan
cambuk-cambuk besi teR-sebut.
Ada
juga yang dibelitkan Rantai api NeRaka Jahanam ke leheR-leheR meReka dan
tangan-tangan meReka, seRta Rantai teRebut dibe-lenggukan di kaki-kaki meReka.
Siksaan itu tiada beRkesudahan, beRsambung, dan beRsambung sepanjang haRi.
HadiRin Rahimakumullah!
Itulah
kedahsyatan neRaka dan siksaan neRaka, tidak ada seORang makhluk pun yang mampu
menanggung beban pedih dan sakit daRi siksaan itu, maka maRilah kita senantiasa
memOhOn peR-lindungan kepada Allah agaR dijauhkan daRi siksaanNya. .
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذا،
وَأَسْتَغْفِرُ
اللّهَ
الْعَظِيْمَ
لِيْ
وَلَكُمْ,
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah yang
kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى
اللَّّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
HadiRin Jamaah
Jum'at Rahimakumullah
Di dalam
khutbah yang kedua ini, setelah kita memOhOn peRlindungan daRi siksa neRaka,
maRilah kita senantiasa memOhOn taufik kepada Allah agaR diRi kita, segenap
anggOta keluaRga kita, masyaRakat kita, dan seluRuh umat Islam, teRutama paRa
pemimpin bangsanya, semuanya mendapatkan hidayah dan ma'unah untuk melaksanakan
ibadah dengan benaR, beRamal shalih dengan tulus ikhlas, seRta menjauhi segala
bentuk kemaksiatan yang menyebab-kan kita teRjeRumus ke dalam neRaka.
MaRilah
kita beRtaubat, maRilah kita beRsihkan hati dan jiwa kita daRi:
1. KekufuRan, kemunafikan, kesyiRikan, Riya, sihiR, dan seba-gainya.
2. KesOmbOngan, keangkuhan, ujub, egOis, mementingkan diRi sendiRi, (bakhil,
kikiR).
3. Hasad, iRi, dengki, putus asa, maRah, dan dendam.
MaRilah kita jaga mulut kita
daRi:
1. Dusta, bOhOng,
adu dOmba, ghibah, gOsip, beRbicaRa tanpa ada manfaat atau beRlebihan,
mengejek, menghina, mengumpat, duRhaka, bicaRa jOROk, menuduh, beRsumpah palsu,
dan khianat.
2. BeRguRau, banyak teRtawa, banyak lelucOn, sehingga kuRang sekali beRdzikiR.
MaRilah
kita jaga tangan dan seluRuh anggOta tubuh kita daRi peRbuatan zhalim, kita
jauhkan daRi peRbuatan yang meRusak diRi sendiRi dan ORang lain, sepeRti
memakan Riba, mencuRi, kORupsi, membunuh, beRjudi, mabuk-mabukan, beRbuat
zhalim, tidak beR-sifat adil, suap-menyuap, beRzina, beRmusuhan, bOROs,
beRfOya-fOya, tidak mempedulikan fakiR miskin dan anak yatim.
MaRilah
kita menjauhkan diRi daRi caRa-caRa mencaRi nafkah yang batil atau yang haRam,
kita jauhi Riba, dan segala bentuk jual beli yang batil, menipu, cuRang, dan
sebagainya, sehingga kita hanya mencaRi dan mendapatkan nafkah, Rizki yang
halalan thayyibah, mu-baRakah, yang nantinya dapat digunakan sebagai bekal
beRamal shalih sebanyak-banyaknya di dunia, dan di akhiRat, kita dijauhkan daRi
Api NeRaka. Amin Allahumma Amin.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ
آلِهِ
وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا
كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا أَنِ
اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ.
(Dikutib
daRi Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq
JakaRta. Telp. 021-84998039. DipOsting Oleh: Abu Nabiel).
:: COmpiled by ORiDO™ ::